
Keesokan harinya di saat sarapan bersama, tiba-tiba Mahes meminta semua anggota mendengar kan nya.
"Begini, ada yang harus aku bicarakan..". Ucap Mahes
"Kemarin aku dan teman ku Makmur membuat persetujuan untuk menjodohkan Divo dan putrinya Sonia, toh selama ini kamu juga jomblo, kan". sambung Mahes.
mendengar itu Laluna tersedak "Uhukkkk".
"Loh.. kenapa harus aku?". Divo kesal
"Dengarkan pak tua ini untuk kali ini saja, aku sudah tua.. tapi aku baru saja memiliki anak yang masih bayi, di balik itu aku juga ingin sekali segera menggendong cucu. pasti betapa ramai dan hangat nya rumah ini". jelas Mahes.
"Tapi aku punya kekasih, aku tidak mau di jodohkan... yang benar saja".
Divo dan Laluna saling memandang, dia tidak ingin hal ini sampai terjadi.
"Aku dan Makmur akan bekerja sama dalam suatu proyek, jika kamu menikah dengan anak nya, maka kerja sama ini akan semakin lancar".
"Sudah lah... pokonya aku tidak ingin di jodohkan". Divo bangkit dari kursi lalu pergi ke kamar nya.
"Emmmhhh... biar aku susul dan membuat dia sedikit mengerti". ucap Laluna
"Ya.. semoga jika dia mendengar nya darimu, dia akan mengerti". jawab Mahes.
Laluna pun pergi menyusul suami kecil nya ke kamar.
*
*
__ADS_1
*
Setibanya di kamar, di dapatinya Divo yang sedang berdiri di depan jandela.
"Kenapa kamu pergi dan meninggalkan makanan mu?". Tanya Laluna sembari menghampirinya.
"Sudah lah aku tidak ingin mendengar nya!". Jawab Divo memalingkan muka
Melihat suami kecil nya sedang merajuk.
Laluna pun berinisiatif untuk menghibur Divo, dia membuka baju nya dan hanya menyisihkan pakaian dalam.
"Kalo ini? apa kamu tidak ingin mempertimbangkan nya?". goda Laluna.
Divo menoleh dan seketika raut wajah nya berubah.
Laluna mendorong tubuh suaminya ke samping ranjang, lalu bangkit dan duduk di atas tubuh Divo tepat di atas permukaan bagian sensitif milik nya.
"Ka.. kamu?". Divo sedikit terkejut.
Tangan mungil Laluna masuk kedalam celana Divo, dengan lembut ia memainkan tangan nya sehingga membangun kan benda perkasa milik suaminya itu.
Setelah berdiri kokoh Laluna pun membuka celana Divo lalu mengeluarkan dan menuntun nya ke arah Liang v*gin*. dan sluppp... Setelah seluruh bagian nya masuk perlahan Laluna menggenjot batang itu sehingga membuat Divo mendesah nikmat.
"Ahhhhh... dari mana kamu belajar women on top?". Divo Masi penasaran.
"Tentu dari buku yang aku temukan di bawah bantal tempat tidur mu". Jawab Laluna.
Sontak wajah Divo semakin memerah sebab sedang kenikmatan sekaligus menahan malu.
__ADS_1
dengan hasrat yang saling bergejolak dalam hati nya
membuat keduanya luput dalam kenikmatan yang tiada Tara.
Suara serak dan berat mengalun indah di dalam ruangan itu.
*
o
*
Setelah mencapai puncaknya, Laluna pun tumbang di samping Divo.
"Lepaskan tanganmu, aku harus pergi!". seru Laluna
"Mengapa begitu cepat, aku masih mau memeluk istriku". rengek Divo.
Dengan sisa tenaga Laluna bergegas pergi dari kamar agar tidak membuat orang-orang curiga.
Sementara itu dari balik pintu ada sepasang telinga yang sudah mendengar perbuatan mereka di dalam.
****
Keesokan harinya, semua mendapatkan kabar gembira bahwa Ira sedang mengandung.
Akhirnya penantian 9 tahun ini pun terkabul.
Semua merasa bahagia, namun tidak dengan Dania. Pagi ini tampang nya masam membuat orang yang melihat nya tak berani untuk bertanya.
__ADS_1