Wanita 35 Th & Brondong Gay.

Wanita 35 Th & Brondong Gay.
Pertarungan cinta


__ADS_3

Pagi-pagi Sonia datang kerumuh sembari membawakan sarapan untuk Divo.


"Wahhhh... kamu baik sekali, Sonia". sanjung Mahes


"cuma makanan ringan yang kusus Sonia buat om". jawab nya lembut


"Mari silahkan duduk, sebentar lagi yang lain nya juga akan datang untuk sarapan bersama!". seru Mahes.


Beberapa saat kemudian satu persatu anggota keluarga turun tak terkecuali Laluna.


"Ehhhh Sonia, pagi-pagi sekali Kamu udah kesini!". sapa Ira.


"iyaa Tante". jawab Sonia ramah.


Namun tidak dengan Divo, dia sangat tidak mengharapkan keberadaan Sonia.


*


*


*


Setelah selesai makan semua orang memuji kue buatan Sonia, kecuali Divo dan Dania.


Hal itu membuat Sonia merasa sedih, sebab yang paling dia harapkan adalah pujian dari Divo.


"Oh ya... hari ini aku mau kamu mulai bekerja di kantor, sebab aku sudah tua dan ingin menghabiskan waktu ku dengan Varo". usul Mahes.


Mengingat ada istri yang harus di nafkahi, kali ini Divo setuju.


"Tumben kamu bersedia!". Mahes heran


"Jadi gimana, mau aku kerja atau tidak, kenapa masih harus cerewet". grutu Divo.


"Oh ya... hari ini kamu pergi temani Sonia keliling kota C, dia baru pulang dari luar negeri dan sudah lama tidak jalan-jalan melihat kota C, kan". ucap Mahes.

__ADS_1


Divo menatap ke arah Laluna, lalu dengan isyarat Laluna mengedipkan matanya yang berati setuju.


"Baiklah.. mari ku antar, tapi kita ajak juga Tante Laluna katanya dia sekalian mau belanja, iya kan Tan?". mata Divo menatap tajam.


"I..iya...".


"Kamu tidak keberatan kan, Sonia?". tanya Divo.


"Emmmmhhh tentu saja tidak". jawab Sonia dengan sedikit tidak rela.


***


Mereka bertiga pun bergegas pergi, setibanya di depan mobil milik nya, Divo membuka kan pintu belakang untuk Sonia, awalnya perlakuan Divo membuat gadis cantik itu senang. Lalu Divo juga membuka kan pintu depan untuk Laluna.


"Silahkan Tante ku yang cantik!". seru Divo


"Hey perhatikan kata-kata mu". tukas Laluna sembari masuk ke dalam mobil.


"Semua nya sudah siap?". tanya Divo


kedua wanita itupun mengangguk.


" Oh ya nona Sonia, aku mendengar kamu baru pulang dari luar negeri, disana kamu sedang melakukan bisnis atau kuliah?". Laluna memulai percakapan


"Aku kuliah sembari berbisnis". jawab Sonia.


"wahhhh nona Sonia selain cantik dan pintar juga pekerja keras, ya!". puji Laluna.


"Iya kaya Tante, cantik dan berbakat". timpal Divo


hal itu membuat Laluna canggung, serta membuat Sonia semakin merasa ada yang tidak beres dengan sikap Divo pada tantenya.


*


o

__ADS_1


*


o


*


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, mereka pun tiba di sebuah restoran, Laluna dan Sonia turun duluan sementara itu Divo memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


Di dalam restoran mereka duduk di kursi paling depan dekat dengan podium yang mana sedang ada penampilan band yang sedang membawakan sebuah lagu romantis.


"Emmmhhh... aku ke toilet dulu ya, kalian pesan lah terlebih dahulu, tapi jangan memesan kan makanan berat untuk ku, aku masih kenyang". Ucap Laluna lalu pergi.


Akhirnya Sonia bisa berduaan dengan Divo.


" kamu mau pesan apa?". Tanya Divo


"Aku juga masih kenyang, paling aku mau jus sama Coco banana (goreng pisang coklat)". jawab Sonia.


Divo pun memanggil whiter lalu memesankan nya.


sementara itu Laluna belum juga kembali sehingga membuat Divo pergi untuk menyusul.


"Ehh aku mau ketoilet dulu sebentar, kamu tunggu ya!". seru Divo.


lalu Divo pergi meninggalkan gadis cantik itu sendiri.


Saat tiba di lorong toilet di lihatnya Laluna yang hendak berjalan kembali


"Ehhhh kenapa kamu menyusul". Laluna heran.


seketika Divo menarik tangan istrinya dan mengunci Laluna ke dinding lorong.


"Mau apa kamu, ini di toilet umum".


"Lalu kenapa kalo di toilet umum, aku cuma mau mengambil kompensasi ku sebab aku sudah melaksanakan perintah". ucap Divo.

__ADS_1


"Kompensasi apa?". Laluna masih tidak mengerti.


Saat merasa tidak ada yang lewat seketika Divo mencium bibir merah Laluna dan mereka pun saling berpaut untuk beberapa saat.


__ADS_2