Wanita Lain Itu... Aku

Wanita Lain Itu... Aku
WLIA 09


__ADS_3

Dan pada akhirnya Laras pin mengalah, demi ayahnya juga karena penjelasan dari Abimanyu yang akan segera menceraikan Sarah agar tidak menjadikan Laras sebagai orang ketiga.


Keesokan harinya, Abimanyu berpamitan pada keluarga Laras dan juga Laras. Dia akan segera kembali ke kota B dan mengurus perceraian nya dengan Sarah.


Beberapa jam perjalanan telah di lalui oleh Abimanyu, dia terlebih dahulu kembali ke rumah ibunya untuk melihat kondisi Cindy.


Abimanyu melihat Cindy yang terlihat sangat baik dan terawat, terlihat dari pipinya yang semakin chubby. Hal itu tidak mungkin kalau terjadi kalau Cindy bersama ibu kandungnya sendiri yang menyerahkan semua keperluan dan kebutuhan Cindy pada baby sitter. Kalau dengan ibu Abimanyu, kalau Cindy tidak mau makan maka akan banyak sekali cara yang dilakukan untuk membujuk, berbeda dengan baby sitter yang pasti tidak akan memaksa Cindy makan atau terus bersusah payah membujuknya tanpa lelah.


"Apa Sarah menengok putrinya saat aku pergi Bu?" tanya Abimanyu pada ibunya.


"Istri mu itu bahkan hanya menelpon sekali setiap hari, hanya bertanya apa Cindy sudah makan atau belum, sudah! tidak ada lagi basa-basi sedang apa anaknya, apa saja yang dilakukan nya seharian ini. Dia sama sekali tidak berubah Abi. Kalau seperti ini terus, kasihan kan Cindy. Setiap hari dia bertanya tentang ibunya, yang bahkan mungkin tidak ingat padanya. Ck... semakin parah saja!" keluh Marina. Ibu kandung Abimanyu.


Abimanyu hanya bisa menghela nafasnya panjang.


"Maafkan aku Bu, tapi pekerjaan ku sangat banyak...!"


"Ibu sih tidak masalah, ibu malah senang kalau Cindy di sini bersama dengan ibu. Yang ibu tidak suka itu adalah sikap acuh istrimu itu padahal Cindy kan anak kalian satu-satunya. Kalau sudah di ancam mau diceraikan saja, dia menangis dan memohon lalu sebulan dua bulan sikapnya luar biasa baik, setelah itu. Balik lagi ke sifat aslinya!" tambah Marina lagi.


"Bagaimana kalau aku dan Sarah bercerai saja Bu?" tanya Abimanyu yang langsung membuat Marina langsung meletakkan boneka yang tadi dia pakai untuk bermain bersama dengan Cindy.


"Bercerai?" tanya Marina terkejut.

__ADS_1


Abimanyu lalu langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya, dan kali ini kalaupun dia memohon aku tidak akan merubah keputusan ku, karena aku...!" Abimanyu menjeda kalimatnya dan melihat ke arah ibunya yang masih terlihat terkejut.


"Aku sudah menikah lagi Bu!" jujur Abimanyu pada sanga ibu.


"Apa?" tanya ibu Abimanyu yang langsung berdiri dan menutup mulutnya tak percaya pada yang baru saja Abimanyu katakan padanya.


"Apa kamu sudah tidak waras Abi? apa kamu sudah tidak lagi menganggap ayah atau ibu mu? atau kamu memang sudah menganggap kami sudah tiada?" tanya Marina dengan suara lantang.


Marina sangat kesal pada apa yang baru saja Abi katakan.


"Ibu, dia wanita baik. Aku juga sangat mencintainya, tidak seperti saat menikah dengan Sarah. Saat itu aku hanya mengikuti perjodohan yang kalian atur untukku, tapi kali ini aku benar-benar mencintai istriku itu bu!" jelas Abi yang semakin membuat Marina mengepalkan tangannya.


"Kamu bilang apa? cinta? tidak seperti saat menikahi Sarah? tapi apa kamu sadar kalau kamu telah berselingkuh dan mengkhianati Sarah, apa kamu tahu itu Abimanyu? ibu memang tidak terlalu menyukai Sarah semenjak dia berubah setelah melahirkan Cindy, tapi ibu juga tidak membenarkan apa yang kamu lakukan!" tegas Marina dengan mata dan wajah yang sudah memerah.


Marina sungguh tidak menyangka kalau Abimanyu akan melakukan semua itu. Sarah memang hanya memikirkan dirinya sendiri dan lebih perduli pada kecantikan dan bentuk tubuhnya. Tapi Sarah tidak pernah berselingkuh atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan norma. Sedangkan Abi, dia bahkan sudah menikah dengan wanita lain tanpa memberitahu pada kedua orang tuanya, dan lebih parahnya dia masih punya istri.


Marina benar-benar dibuat emosi dengan hal itu. Karena selain akan menyakiti semua orang, apa yang dilakukan Abimanyu itu pasti juga akan membuat malu dan mencoreng nama baik keluarga Mahendra.


"Pergi kamu, dan selesaikan apa yang sudah kamu mulai. Ibu memang tidak menyukai Sarah, tapi ibu juga tidak mau menerima wanita lain sebelum masalahmu dengan Sarah selesai. Wanita itu pasti juga bukan wanita baik kan? kalau tidak mana mungkin dia mau menjadi wanita lain dalam pernikahan mu dan Sarah!" kesal Marina

__ADS_1


"Laras tidak seperti itu Bu, dia adalah wanita yang sangat baik dan tulus!" sanggah Abimanyu yang ingin mengatakan tentang Laras yang memang tidak seperti apa yang ibunya pikirkan dan katakan barusan.


"Jadi namanya Laras? bagus ya Abi. Ibu tidak pernah menyangka hal ini darimu. Lagipula mana ada wanita baik yang mau jadi wanita kedua?" tanya Marina bertambah emosi lagi.


Abimanyu lalu menundukkan kepalanya.


"Laras tidak tahu kalau aku sudah menikah Bu!" ucapnya terdengar menyesali apa yang sudah dia lakukan.


Mendengar pernyataan anaknya barusan, Marina langsung terduduk lemah di atas sofa sambil memegang kepalanya yang terasa mau pecah saja. Bagaimana tidak, anaknya itu telah melakukan hal yang begitu salah, begitu tidak bertanggung jawab. Mendadak anaknya yang sangat dia banggakan melakukan begitu banyak kesalahan bahkan kebohongan besar.


"Jangan katakan juga kalau pernikahan mu dengan Laras itu sudah lama berlangsung?" tanya Marina yang berharap kalau Abimanyu baru saja menikah dengan Laras. Jika itu terjadi maka masalahnya tidak akan terlalu besar, tidak akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan dan Marina akan bicara baik-baik pada Laras untuk meninggalkan Abimanyu.


"Sudah satu tahun Bu!" jawab Abimanyu terus terang dengan ekspresi wajah tidak ada penyesalan sama sekali.


"Abi!" pekik Marina yang tak percaya kalau anaknya telah menyembunyikan pernikahan keduanya darinya selama satu tahun.


Satu tahun itu bukan waktu yang singkat meskipun belum lama juga. Marina memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.


"Kamu keterlaluan Abi, bagaimana kalau Sarah dan keluarga nya tahu hal ini. Bagaimana kalau ayahmu tahu Abi? dia bisa membunuh mu! apa kamu tidak tahu kalau ayah mu itu begitu menghargai kejujuran dan ikatan pernikahan. Abi... Abi... kenapa kamu bisa berbuat hal seperti ini!" ucap Marina dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena marah.


Abimanyu hanya diam, dia menyadari kesalahannya. Tapi saat ini yang dia pikirkan hanya ingin memberitahu pada semua orang kalau dia ingin bercerai dengan Sarah. Dia sendiri sadar kalau ayahnya pasti akan menolak hal ini, tapi dia juga ingin bahagia. Selama 7 tahun menuruti keinginan sang ayah untuk menjalin hubungan dengan Sarah, bukan kebahagiaan yang Abimanyu dapatkan. Jadi ketika dia mendapatkan kebahagiaan nya dari Laras, dia benar-benar ingin berpisah dengan Sarah.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2