Wanita Lain Itu... Aku

Wanita Lain Itu... Aku
WLIA 05


__ADS_3

Laras, Wulan dan Tari kembali ke kota A sangat pagi sekali, Wulan juga sudah menceritakan apa yang terjadi pada Laras pada sahabatnya yang lain yaitu Tari. Reaksi Tari pun sama, dia menyarankan agar Laras memikirkan kembali keputusannya untuk minta cerai pada suaminya. Alasan Tari tidak lain dan tidak bukan adalah tentang kesehatan ayah Laras yang memang tidak baik sebelum kedatangan Abimanyu. Dan sekarang jauh lebih baik setelah semua yang dilakukan Abimanyu pada keluarganya.


Saat Tari mengatakan semua itu pada Laras, dirinya hanya diam. Melihat Laras yang sejak tadi diam, membuat suasana begitu hening di dalam kereta. Wulan dan Tari hanya saling pandang.


"Laras, maafkan aku jika kata-kata ku tadi menyakiti hatimu. Aku hanya memberimu saran, semua keputusan tetap ada di tangan mu!" ucap Tari yang tidak ingin jika Laras marah padanya.


Laras hanya menoleh sekilas ke arah Tari, lalu kembali melihat ke arah jendela kereta api. Ruangan mereka memang tertutup, ada sebuah pintu tiap ruangan, satu gerbong terdapat 5 ruangan. Memang hanya tempat duduk panjang, tapi bisa di bilang sangat nyaman.


Wulan langsung menepuk tangan Tari saat Laras terlihat tidak ingin bicara. Wulan memberi semangat pada Tari yang wajahnya mulai sedih.


"Kalian tidak melihat apa yang aku lihat tadi, seorang perebut suami orang hanya akan jadi bahan lelucon di hadapan semua orang!" ucap Laras sedih.


"Tapi tidak ada satu pun orang yang tahu di kota A kalau Abimanyu sudah punya istri?" sahut Wulan.


Wulan dan Tari adalah putri dari anak buah ayahnya Laras, tapi itu semenjak Abimanyu membuka pabrik penggilingan padi untuk ayah Laras. Jika Laras berpisah dengan Abimanyu, ayah mereka juga akan kehilangan pekerjaan pastinya. Itu juga pertimbangan mereka meminta Laras untuk berpikir lagi tentang perceraian nya dengan Abi. Selain alasan utama mereka yang begitu perduli pada kesehatan ayah Laras.


Mata Laras langsung menatap sedih ke arah Wulan.


"Memang berapa lama bangkai busuk bisa di sembunyikan? satu tahun, dua tahun, tiga tahun? lalu bagaimana kalau semuanya nanti sudah terlambat? orang tidak akan perduli apapun alasanku mempertahankan rumah tanggaku yang di bangun atas dasar kebohongan dari mas Abi, yang mereka tahu aku adalah wanita yang telah mengganggunya, merusak hubungannya dengan istri yah sudah dia nikahi selama 7 tahun, kenyataan aku tidak tahu tentang semua itu tidak akan mengubah apapun!" ucap Laras yang sudah menitikan air matanya .

__ADS_1


Wulan dan Tari diam, apa yang Laras katakan itu semuanya benar. Satu-satunya yang di anggap bersalah nanti pasti adalah dirinya. Wulan dan Tari lalu memeluk Laras dan minta maaf pada sahabatnya itu.


"Maafkan aku, sekarang aku mengerti. Dan sekarang apapun keputusan mu. Ingat lah selalu ada kami di sampingmu ya!" ucap Wulan dan Tari pun mengangguk dengan cepat.


Laras pun menyeka air matanya dan tersenyum lalu membalas pelukan kedua sahabat baiknya yang sampai sekarang masih jomblo itu. Karena memang Tari agak galak dan Wulan itu tipikal pemalu sekali jika di dekati seorang pria. Usia mereka bertiga juga masih sama 21 tahun. Jadi mereka memang tidak terburu-buru untuk mencari pasangan. Berbeda dengan Laras uang memang sudah di lamar oleh Abimanyu, 4 bulan setelah Abimanyu menyelamatkan ayah Laras pada sebuah kecelakaan di jalan raya.


Wulan dan juga Tari hanya bisa diam sambil sesekali mengelus lengan Laras yang matanya terus saja berkaca-kaca. Selama 8 jam perjalanan hanya mereka lewati dengan diam, bahkan makanan dan minuman yang tersedia di ruangan itu hanya di biarkan saja tanpa di sentuh sama sekali.


Setelah tiba di stasiun kota A. Mereka bertiga turun dari kereta. Laras berusaha membersihkan wajahnya dari sisa bekas air mata. Setelah wajahnya bersih dan tidak sembab lagi, Laras baru memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Mereka menaiki sebuah taksi bersama. Rumah Laras lah yang paling jauh, jadi setelah Wulan dan juga Tari yang lebih dulu turun dari taksi.


Tapi ketika taksi yang Laras tumpangi berhenti di depan pekarangan rumah ayah Laras. Laras langsung melihat ke arah sebuah mobil yang sangat dia kenali. Tatapan matanya mendadak menjadi sangat sedih kembali. Bagaimana pun juga saat ini dia benar-benar sedang tidak ingin bertemu dengan pemilik mobil yang sedang terparkir di depan rumah sang ayah itu.


"Assalamualaikum!" Laras mengucapkan salam ketika masuk ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam!" jawab dari dalam.


Laras melihat satu-persatu orang yang menjawab salam darinya. Ayahnya yang tersenyum senang melihat kedatangan nya, ibunya yang bahkan sudah berdiri dan menghampiri nya. Dan seorang pria yang membuat hatinya hancur yang juga ikut berdiri menghampirinya.


"Sayang kamu sudah kembali?" tanya Abimanyu sambil meraih tas yang ada di tangan istrinya.

__ADS_1


Laras merasa sangat dilema, dia awalnya menggenggam erat tas yang ada di tangannya.


"Laras, nak Abi sejak semalam menunggumu. Katanya ponsel mu dimatikan, dia sangat cemas Laras! lain kali tidak boleh seperti itu ya! kamu tidak boleh membuat cemas suami mu!" ucap sang ibu yang mendekatinya.


Laras akhirnya melepaskan genggaman eratnya dari tas yang dia pegang, membiarkan suaminya mengambil tas itu darinya dan membawanya ke kamar mereka. Pandangan mata Laras tak teralihkan dari punggung Abimanyu yang berjalan menuju ke lemari mereka.


'Mas, kamu membuat semua sulit bagiku. Kedua orang tuaku bahkan sekarang sangat menyayangi mu dan juga begitu bergantung padamu! lantas sekarang apa yang harus aku lakukan?' lirih Laras dalam hatinya.


"Sekarang duduk dulu, kamu pasti lelah kan. Bagaimana pesta pernikahan anak kepala desa itu?" tanya ibu Laras yang mengajak Laras untuk duduk di sofa.


Sofa yang bagus dan empuk itu juga adalah pemberian dari Abimanyu, semua benda yang ada di rumah ayah Laras adalah pemberian Abimanyu. Dan rumah ayah Laras dulunya tidak seperti ini, sudah bagus dan bisa di bilang sangat mewah. Dulu sebelum menikah dengan Abi, rumah ayah Laras hanya rumah papan yang bahkan kalau hujan deras turun akan banyak sekali ember dan panci yang tersusun rapi di setiap ruangan karena atap rumah lama itu bocor dimana-mana.


"Laras, suami mu tadi sudah memasak untukmu!" kata sang ayah membuat Laras yang awalnya menundukkan kepalanya langsung mengangkat kepalanya dan menghadap ke arah ayahnya.


"Iya, dia tadi malam datang juga membawa banyak sekali vitamin untuk ayah mu, besok rencananya dia juga akan membawa ayahmu untuk kontrol ke dokter yang mahal itu, ibu tidak tahu kalau tidak ada nak Abi, bagaimana nasib keluarga kita!" ucap sang ibu membuat Laras kembali menunduk sedih.


'Mas, apakah keluarga ku akan membenciku, jika aku mengatakan akan berpisah dengan mu?' tanya Laras yang merasa sangat sedih karena sepertinya keluarganya sangat mempercayai Abimanyu.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2