
Namun ketika Abimanyu berdoa dan berharap semua akan baik-baik saja. Seorang dokter keluar dari dalam ruangan tersebut.
Dokter itu berjalan perlahan mendekati Abimanyu.
"Apakah anda keluarga pasien?" tanya dokter pria itu.
Abimanyu langsung berdiri dan menghampiri dokter itu lalu menganggukkan kepalanya.
"Iya dokter saya suaminya, bagaimana keadaan Sarah?" tanya Abimanyu khawatir.
Meskipun Abi sudah bertekad untuk menceraikan Sarah tetapi dia juga masih peduli pada wanita itu yang telah hidup bersamanya selama 7 tahun dan memberikannya seorang putri yang cantik, dia juga tidak ingin kalau sampai terjadi sesuatu kepada Sarah. Dia berharap kalau Sarah baik-baik saja dan hanya mengalami syok ringan saja.
"Kami sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh, saya khawatir kalau sebenarnya pasien mengalami sakit yang sudah cukup parah!" jelas sang dokter.
Wajah Abimanyu terlihat sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh dokter yang ada di depannya itu. Dokter itu mengatakan kalau Sarah mengalami penyakit yang parah.
"Tapi dokter, selama ini dia tidak pernah sakit dia bahkan jarang sekali sakit, dan selama aku mengenalnya selama 7 tahun baru kali ini dia pingsan. Apa maksud dokter?" tanya Abimanyu yang sepertinya sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dokter yang ada di depannya itu.
"Seperti itulah tuan, terkadang seseorang akan berusaha kuat demi orang yang dia sayangi atau mungkin pasien sengaja menyembunyikan penyakitnya ini kepada semua orang agar mereka tidak khawatir pada keadaan pasien yang sebenarnya!" jelas dokter itu lagi membuat Abimanyu terdiam.
"Saya akan ke lab dan mengambil laporan hasil pemeriksaannya. Anda bisa bertemu dengan saya di kantor saya lima belas menit lagi!" ucap dokter itu lalu pergi meninggalkan Abimanyu yang masih terdiam sendiri tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
Abimanyu lalu kembali duduk di tempatnya tadi duduk sebelum dokter itu datang dan menghampirinya. Abimanyu mengusap kepalanya kasar, dia masih memikirkan apa yang dikatakan oleh dokter tadi kalau mungkin saja Sarah memang sengaja menyembunyikan penyakitnya agar orang-orang tidak cemas padanya.
Rahma yang melihat Abimanyu duduk sendirian setelah dokter yang menangani Sarah meninggalkan nya pun segera berjalan menghampiri menantunya itu.
Rahma duduk di sebelah Abi.
"Inilah kebenarannya Abi!" ucap Rahma lirih.
Abimanyu yang semakin di buat bingung langsung menoleh ke arah mertuanya yang sedang menangis itu.
"Apa maksud ibu?" tanya Abi begitu sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Sarah.
__ADS_1
"Selama ini Sarah memang menyembunyikan nya darimu, dia tidak ingin kamu, orang tuamu juga ayahnya sendiri cemas. Sarah sakit Abi, Sarah sakit...!" lirih Rahma sambil menangis terisak dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Abimanyu tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya. Wajah tampan pria itu jelas menunjukkan kalau dia sangat terkejut dengan apa yang baru saja mertuanya itu katakan.
"Sarah sakit apa bu?" tanya Abimanyu yang sekarang hatinya mulai melunak ketika mendengar pernyataan Ibu mertuanya kalau Sarah sedang sakit.
"Sarah sakit kanker rahim, sudah sejak tiga tahun lalu Abi!" lirih Rahma lagi.
Abimanyu menghembuskan nafas begitu berat. Dia sangat terkejut, ada perasaan sangat bersalah pada Sarah.
"Sebenarnya ketika dia sering pergi ke luar negeri itu, dia berobat Abi!" jelas Rahma yang masih terisak.
"Ya Tuhan, kenapa tidak pernah mengatakannya pada ku Bu?" tanya Abi yang sangat menyesal karena tidak tahu hal sebesar itu terjadi pada istrinya.
Tiga tahun lalu Abimanyu belum bertemu dengan Laras. Jika saat itu dia tahu kalau sebenarnya Sarah sakit, dia pasti akan mengurus Sarah dengan baik.
"Sarah tidak ingin membuat mu cemas, ayahnya juga ada riwayat penyakit jantung! bagaimana ibu dan Sarah bisa mengatakan hal ini pada kalian semua, bagaimana Abi?" tanya Rahma yang mulai histeris.
Abimanyu saat ini merasa sangat bersalah kepada Sarah. Bahkan Ketika istrinya itu sedang mengalami penyakit yang sangat berbahaya dia malah menikah lagi dan ingin menceraikannya. Abimanyu saat ini benar-benar dibuat sangat Dilema oleh keadaan ini.
"Bu, aku akan menemui dokter...!"
"Pergilah Abi, biar ibu yang menunggui Sarah!" ucap Rahma cepat.
Abimanyu lalu berdiri dan melihat ke arah ruang UGD yang pintunya masih. Dia benar-benar merasa bersalah kepada istrinya itu karena sudah berkata tentang perceraian dan membuat istrinya itu sangat syok dan menangis histeris tadi sebelum dia pingsan. Abimanyu juga melihat ke arah Rahma sekilas, Abimanyu juga merasa bersalah kepada Ibu mertuanya itu karena seharusnya dialah yang bertanggung jawab dan lebih memperhatikan Sarah karena dia adalah suaminya. Tapi bahkan Sarah sudah sakit parah selama 3 tahun dia bahkan tidak mengetahuinya. Abimanyu benar-benar merasa sangat bersalah.
Abi melangkah masuk ke dalam ruangan dokter ketika dia sudah mengetuk pintu dan terdengar sahutan dari dalam.
"Silahkan duduk!" ucap dokter.
"Terimakasih dokter!" ucap Abimanyu lalu duduk di kursi yang ada di depan meja kerja dokter yang ada papan nama di atas meja tersebut menunjukkan kalau nama dokter itu adalah Rusdi.
"Jadi bagaimana hasil pemeriksaan istri saya dokter?" tanya Abimanyu cemas.
__ADS_1
Abimanyu memperhatikan dokter itu dengan serius, dia semakin cemas ketika sebelum berbicara dokter itu menghela nafas berat.
"Jadi begini tuan...!"
"Abimanyu, saya Abimanyu dan istri saya itu Sarah!" jawab Abimanyu cepat.
"Iya, tuan Abimanyu. Jadi setelah saya menerima hasil laporan tentang pemeriksaan istri anda secara menyeluruh, saya dengan sangat menyesal harus menyampaikan berita ini. Kalau hasil pemeriksaannya menunjukkan kalau penyakit kanker rahim yang diderita oleh Nyonya Sarah sudah pada stadium akhir!" jelas dokter Rusdi.
Deg
Abimanyu sangat terkejut dia bahkan sampai memundurkan punggungnya ke belakang.
"Sarah!" lirih Abimanyu.
Dokter itu melihat ekspresi Abimanyu membuatnya bertanya-tanya.
"Anda sangat terkejut, apa anda baru tahu hal ini? seharusnya anda sudah tahu sekitar satu atau dua tahun kan?" tanya dokter Rusdi yang membuat Abimanyu benar-benar merasa sangat bersalah dan merasa sangat tidak bertanggung jawab pada Sarah.
Abimanyu mengusap wajahnya kasar, dia benar-benar terlihat frustasi.
"Dokter, apa ada yang bisa saya lakukan untuk ... ck..!" Abimanyu sangat kebingungan.
Dia juga bukan orang awam yang tidak tahu kalau sudah stadium akhir maka pengobatan apapun tidak akan mungkin bisa berhasil.
"Sangat disayangkan tuan, tapi mungkin anda bisa menebusnya dengan menemani siksa waktunya!" ucap dokter Rusdi.
Abimanyu mengangkat kepalanya melihat ke arah dokter Rusdi.
"Sisa waktu? apa maksud dokter?" tanya Abi yang matanya sudah merah dan berkaca-kaca.
"Nyonya Sarah hanya punya waktu sekitar 7 sampai 8 bulan lagi!"' ucap dokter itu membuat Abimanyu meneteskan air mata dari sudut matanya.
***
__ADS_1
Bersambung...