
Laras masuk ke dalam kamarnya setelah kedua orang tuanya memintanya menemui abu dan mengajaknya untuk makan bersama. Saat masuk ke dalam kamarnya, Laras melihat suaminya sedang merapikan pakaian Laras yang dia bawa tadi, dan memisahkan pakaian bersih dan juga kotor.
Yang kotor di masukkan ke dalam keranjang pakaian kotor, dan pakaian yang bersih di susun ke dalam lemari dengan hati-hati oleh Abi.
Laras langsung berjalan dengan cepat ke arah tempat tidurnya yang berada di sebelah lemari tempat Abimanyu sedang merapikan pakaian. Laras duduk di tepi ranjang dan pandangan matanya melihat ke arah lantai.
"Mas, sampai kapan kamu akan berpura-pura di depan ayah dan ibu?" tanya Laras yang semakin tidak tenang saja perasaannya.
Abimanyu meletakkan pakaian yang dia pegang. Dan beralih menghadap ke arah Laras. Dia melihat istrinya yang sedang sedih itu, lalu dia berjalan perlahan mendekati Laras dan berjongkok di depan istrinya itu.
"Aku tahu aku memang sangat kejam padamu dan keluargamu, aku berbohong pada kalian. Tapi cintaku padamu dan keluargamu itu bukan sebuah kebohongan Laras. Aku benar-benar mencintaimu, dan aku benar-benar menyayangi keluargamu!" jelas Abimanyu pada Laras.
"Aku punya alasan kenapa aku menyembunyikan hal ini padamu, aku sudah jatuh hati padamu saat pandangan pertama bertemu dengan mu di rumah sakit itu, perasaan itu sudah aku coba untuk hilangkan, tapi tidak bisa. Apa kamu ingat aku menghilang satu bulan setelah ayah mu pulang dari rumah sakit? saat itulah aku berusaha untuk melupakan cintaku padamu yang aku juga menyadari kalau itu adalah suatu hal yang salah. Tapi semakin aku berusaha melupakan mu aku malah semakin mengingatmu, semakin aku menjauhi mu, aku malah jadi tersiksa sendiri. Aku benar-benar mencintaimu Laras!" ucap Abimanyu lembut.
Apa yang dikatakan oleh Abi itu malah membuat Laras menangis. Air matanya tidak tertahan lagi, jangan tanyakan padanya betapa dia mencintai Abi. Karena jawabannya adalah melebihi dirinya sendiri, pria pertama yang membuat Laras jatuh hati dengan segala kebaikan dan sikapnya yang begitu sopan kala itu.
Tapi di sisi lain, Laras kembali ingat pada anak dan juga istri Abi.
"Lalu bagaimana dengan istri pertama mu? bagaimana dengan anak mu? kamu juga mencintai mereka kan? tapi kamu mengkhianati mereka, aku bahkan sangsi kamu benar-benar mengerti apa itu cinta!" kesal Laras lalu memalingkan pandangannya dari Abi.
Abimanyu menundukkan kepalanya, dia sendiri menyadari kalau apa yang dia lakukan memang salah. Jadi apapun yang dia katakan pada sang istri di hadapannya itu pasti tidak akan pernah terdengar benar sekalipun apa yang Abi katakan benar.
"Kamu benar. Aku memang pembohong, pengkhianat. Tapi kalau sekarang kamu katakan pada kedua orang tuamu kalau kamu ingin bercerai dengan ku. Apa yang akan terjadi pada mereka? atau apa yang akan mereka lakukan?" tanya Abi yang mulai terdengar egois.
__ADS_1
Laras hanya diam, dia sendiri tidak tahu apakah kedua orang tuanya akan percaya padanya atau tidak. Melihat Laras diam, Abi perlahan duduk di lantai. Dia menyilangkan kakinya dan duduk bersila di depan Laras.
"Pernikahan ku dengan Sarah 7 tahun yang lalu itu terjadi karena kedua orang tua kami menjodohkan kami. Aku dan Sarah memang tidak saling mencintai, tapi aku berusaha untuk mencintainya..!"
Deg
Jantung Laras terasa sangat perih ketika mendengar apa yang suaminya katakan. Dia lalu mengingat kembali apa kata orang-orang di hotel saat itu.
Jika rasanya mendengar suaminya berkata seperti itu saja sudah sangat sakit, apalagi menerima kenyataan kalau sang suami sudah mengkhianati nya dan menikah dengan wanita lain. Laras memejamkan matanya membuat air matanya mengalir membasahi pipinya.
"Tapi setelah Cindy lahir, rumah tangga kami bukan semakin membaik tapi semakin sering bertengkar dan...!"
"Itu semua hanya pembelaan mu saja kan mas? kamu juga akan berkata seperti itu jika kamu menemukan wanita lain lalu menikah dengannya, kamu juga akan menyalahkan aku dan menceritakan keburukan rumah tangga kita!" sela Laras yang semakin tak ingin mendengar penjelasan dari Abi.
"Aku tidak mau dengar mas, apa kamu tahu kalau ayah dan ibu tahu aku adalah madu dari wanita lain, akan seperti apa mereka nanti? bagaimana kami bisa menghadapi masyarakat?" tanya Laras.
Abi terdiam sebentar.
"Laras, aku akan menceraikan Sarah!" ucap Abi yang membuat Laras semakin tak percaya.
Laras menatap suaminya itu dengan pandangan yang benar-benar tak percaya.
"Kamu bilang apa mas?" tanya Laras yang terlihat begitu sedih.
__ADS_1
"Aku akan menceraikan Sarah, aku akan jujur pada keluargaku dan akan aku urus perceraian dengan Sarah secepatnya!" ucap Abimanyu.
Laras bingung, dia benar-benar merasa sangat bersalah pada Sarah kalau sampai Abimanyu ingin menceraikan Sarah demi Laras.
"Kamu benar-benar tega mas, bagaimana dengan anakmu kalau kamu bercerai. Apa kamu tidak memikirkan itu semua? aku yang ingin berpisah dengan mu, maka ceraikan saja aku!" seru Laras yang semakin kesal saja.
Abimanyu berdiri dengan cepat.
"Jika itu mau mu, maka kamu tidak akan pernah mendapatkan nya. Aku tidak akan pernah menceraikan mu!" ucap Abi yang langsung memilih pergi dari kamar mereka.
Laras hanya bisa menangis mendengar keputusan suaminya yang terkesan sangat egois itu.
Sementara Abimanyu yang sudah keluar dari kamarnya bergegas ke arah halaman belakang rumah, dia melampiaskan segala kekesalan dan penyesalannya dengan mencangkul tanah halaman belakang rumah ayah Laras yang memang akan si buat sebagai kebun. Ayah Laras yang menunggu lama di meja makan akhirnya mencari keberadaan menantunya. Dan ternyata dia melihat Abi sedang berada di halaman belakang rumahnya.
"Nak Abi, makan dulu. Ya ampun nak, biar ayah yang kerjakan, nak Abi jangan pegang cangkul!" ucap ayah Laras Ayng langsung mendekati Abi dan juga mengambil cangkul yang di pegang oleh Abi.
"Nak Abi tidak terluka kan?" tanya ayah Laras yang bahkan melihat kedua telapak tangan Abi dan memeriksa apakah tangan menantunya itu lecet atau tidak.
Abi bisa merasakan kasih sayang yang begitu besar dari kedua orang tua Laras.
'Laras, jika kedua orang tuamu bisa membuatmu terus bersamaku. Maka aku akan membuat kedua orang tuamu menjadi alasan mu untuk tetap bersamaku!' batin Abi yang menuruti keegoisannya.
***
__ADS_1
Bersambung...