Wanita Lain Itu... Aku

Wanita Lain Itu... Aku
WLIA 16


__ADS_3

Dua hari berlalu tanpa Laras bisa menghubungi Abimanyu, saat Laras sedang merapikan gorden jendela tiba-tiba saja ada sebuah mobil mewah yang berhenti tepat di pekarangan rumah Syarifuddin.


Laras tidak pernah melihat mobil itu sebelumnya, jadi dia tidak bergegas keluar. Sedangkan Indriyani yang mengira kalau itu adalah mobil Abimanyu langsung keluar dari dalam kamarnya.


"Laras, itu nak Abi bukan?" tanya Indri pada sanga putri.


"Sepertinya bukan Bu!" ucap Laras menjawab pertanyaan dari ibunya.


Tapi mereka berdua juga penasaran dengan siapa yang pemilik mobil mewah yang berhenti di depan rumah mereka itu. Indri dan Laras lantas keluar.


Seorang wanita paruh baya dengan gaya yang begitu elegan turun dari dalam mobil itu, dia membuka kaca mata hitamnya dan langsung melihat ke arah Laras dengan tatapan tidak senang.


'Jadi ini selingkuhan Abimanyu, heh... sungguh tidak ada apa-apanya di banding dengan Sarah. Bisa-bisanya Abimanyu tertarik pada wanita seperti ini!' batin Rahmalia.


Wanita itu adalah Rahmalia, ibu dari Sarah. Dengan satu orang bodyguard yang ikut turun dan mengikuti langkahnya, perlahan tapi pasti dia menghampiri Laras dan juga ibunya.


"Oh jadi ini istri kedua dari suami anak ku!"


Deg


Laras sangat terkejut, dia nyaris terjingkat ke belakang. Laras langsung melihat ke arah ibunya yang terlihat sangat bingung.


"Nyonya, maaf ya tapi nyonya bilang apa tadi?" tanya Indriyani yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Rahma.


"Larasati Indriyani, Istri Abimanyu Mahendra benar bukan?" tanya Rahma yang kali ini berada di hadapan Indriyani.


Laras yang sudah gemetaran berusaha untuk menggandeng lengannya.


"Ibu, kita masuk saja...!"


Tapi ketika melihat Laras mengajak ibunya untuk masuk, Rahma langsung menarik lengan Laras dengan sangat kuat hingga membuat Laras terhuyung ke arahnya.


"Mau pergi? kenapa? tidak ingin ibumu ini mengetahui kebenarannya, atau tidak ingin ayah mu yang punya penyakit jantung itu tahu kelakuanmu yang sebenarnya, perusak rumah tangga orang!" seru Rahma dengan mata yang melotot ke arah Laras dan dengan suara yang begitu lantang.


Indriyani langsung menutup mulutnya, dia begitu terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar dari wanita yang ada di depannya itu.

__ADS_1


Mata Laras sudah berkaca-kaca.


"Nyonya, semua ini tidak seperti itu. Sebelum menikah dengan mas Abi, aku sama sekali tidak tahu kalau dia sudah punya istri!" ucap Laras berusaha menjelaskan agar ibunya juga tidak syok pada apa yang di katakan mertua suaminya itu.


"Lalu kenapa setelah tahu dia punya istri kamu tidak juga meninggalkannya?" tanya Rahma dengan suara yang begitu tinggi dan menekan lengan Laras dengan kuat.


Adik Laras, Indra yang kebetulan ada di rumah pun segera keluar karena mendengar keributan yang terjadi. Beberapa tetangga Laras juga langsung datang dan berusaha membela Laras.


"Lepaskan kakak ku!" teriak Indra.


"Heh, nyonya lepaskan tangan Laras. Kenapa datang-datang main seenaknya berbuat kasar seperti itu?" bentak Hendro dengan tegas.


Tapi baru Hendro akan mendekati Rahma dan membantu Laras, bodyguard yang di bawa Rahma langsung mencengkeram kerah baju Hendro lalu melotot dengan sangar ke arah Indra.


"Ada apa ini?" tanya Syarifuddin ayah Laras yang tadinya sedang istirahat di dalam rumah.


"Bagus kalian semua ada disini, dengarkan apa yang aku katakan ini baik-baik. Wanita ini, Larasati, yang berwajah polos ini sebenarnya kelakuannya sangat busuk!" ucap Rahma dengan berapi-api.


"Jaga ucapan mu, putriku tidak seperti itu!" elak Syarifuddin. Pria paruh baya yang saat ini sedang tidak dalam keadaan segar karena peristiwa kebakaran itu tidak terima kalau putri nya di hina orang. Dia mengenal putrinya sejak kecil, dia tahu benar putrinya tidak akan tega melakukan hal yang tak baik apalagi sampai menyakiti orang lain.


"Lihat semua ini, ini adalah foto pernikahan Abimanyu dengan anak ku Sarah 7 tahun yang lalu, dan ini adalah foto anak Abimanyu dan Sarah namanya Cindy, Laras sudah menjadi perusak rumah tangga Abimanyu dan Cindy, bahkan setelah tahu Abimanyu punya anak dan istri dia malah tidak memberitahu kalian bukan?" tanya Rahma sangat emosional.


Laras sudah menangis, bahkan Indri tak sanggup bicara dan hanya ikut menangis melihat foto-foto menantunya bersama istrinya, tapi bukan Laras.


Syarifuddin tidak fokus pada foto-foto itu tapi dia lebih fokus pada apa yang terakhir di katakan oleh Rahma. Syarifuddin langsung mendekati Laras dan bertanya pada putrinya itu.


"Jadi kamu sudah tahu Abimanyu sudah punya anak dan istri?" tanya Syarifuddin lirih pada Laras.


Laras masih diam, dia terlihat sangat menyesali semua yang telah terjadi. Seharusnya sejak dia tahu Abimanyu membohongi nya dia mengatakan semua itu pada ayah dan ibunya, bukan malah percaya pada apa yang Abimanyu katakan. Saat ini, ketika semua orang menuduhnya pria itu malah tidak ada di sisinya.


"Ayah...!"


Plakk


Syarifuddin menampar wajah Laras dengan kuat, membuat tangis Laras semakin pecah. Namun Laras hanya diam, dia tidak memegangi pipinya yang terasa panas karena dia memang bersalah.

__ADS_1


"Ayah, maafkan aku. Mas Abi bilang tidak mencintai istrinya itu dan akan menceraikan..!"


"Oh lihatlah betapa pintarnya dia berbohong!" ucap Rahma yang membuat Laras langsung menghentikan ucapannya dan melihat ke arah Rahma.


"Nyonya aku tidak...!"


"Kalau begitu dengarkan ini!" sela Rahma lagi lalu meraih ponselnya dan memutar rekaman yang tersimpan di ponselnya itu.


*Aku berjanji padamu, aku tidak akan membawa Laras pada orang tuaku, aku juga tidak akan pernah menceraikan mu*


Deg


Laras langsung memegang dadanya dengan kuat.


'Itu suara mas Abi, jadi dia memang tidak akan menceraikan Sarah, dia hanya menipuku !' lirih Laras dalam hatinya.


"Sudah dengar bukan, Abimanyu telah memilih Sarah. Dan kamu wanita pelakor, awas saja sampai kamu mengganggu anak dan menantu ku lagi, aku akan datang dengan membawa wartawan agar semua orang tahu betapa busuknya dirimu!" Ucap Rahma dengan mata yang sudah merah karena kesal.


Rahma sudah akan kembali ke mobilnya tapi dia berbalik dan melihat ke arah Syarifudin yang sejak tadi memegang dadanya yang terasa sakit.


"Aku tidak menyangka, ada orang tua yang membesarkan anaknya hanya untuk menjadi pelakor!" ucap sinis Rahma lalu kembali ke dalam mobilnya.


Brukk


Seiring mobil Rahma uang menjauh, Syarifuddin pun terjatuh dan langsung tidak sadarkan diri.


"Ayah!" teriak Laras dan juga Indriyani.


"Ayah, ayah maaf ayah, ayah bangun... tolong tolong bawa ayah ke rumah sakit!" teriak Laras dengan air mata bercucuran.


Beberapa orang malah hanya diam, tapi beberapa orang langsung mengangkat tubuh Syarifudin dan membawanya ke rumah sakit. Hendro dan Indra lah yang paling panik dan langsung mengangkat tubuh Syarifuddin.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2