Wanita Lain Itu... Aku

Wanita Lain Itu... Aku
WLIA 07


__ADS_3

"Apa katamu? Abimanyu punya istri lain?" tanya Rahma ibu dari Sarah dengan mata yang terbuka lebar sangat terkejut mendengar apa yang baru saja anaknya itu katakan.


Sambil terisak, Sarah menganggukkan kepalanya.


"Ck... kurang ajar! beraninya dia melakukan itu? aku akan buat perhitungan dengan wanita perusak rumah tangga orang itu. Siapa dia, buat ibu yang akan buat perhitungan dengannya!" ucap Rahma uang semakin emosi.


"Aku tidak tahu ibu, aku tidak bisa melacaknya. Mas Abi menutup semua akses ku untuk mengetahui siapa perempuan itu dan darimana dia. Mas Abi mengetahui kalau aku mencarinya dan dia memblokir semua kartu kredit ku!" ujar Sarah yang sudah frustasi karena sudah dua hari tidak berbelanja atau menghadiri acara sosialita bersama dengan teman-teman nya.


"Keterlaluan!" seru Rahma emosi.


"Lalu dimana Cindy?" tanya Rahma pada Sarah.


"Dia di rumah ibu mertua, mas Abi membawanya saat aku marah padanya dan minta agar dia menceraikan wanita itu!" jelas Sarah pada Rahma.


Rahma sampai memijit kepalanya tak bisa berkata apa-apa lagi dengan kelakuan anaknya itu.


"Lalu apa yang kamu lakukan selama dua hari ini? jangan katakan kalau tidak sekali pun kamu mengunjungi Cindy di rumah ibu mertuamu?" tanya Rahma kesal pada Sarah sambil berkacak pinggang di depan Sarah.


"Ibu, ayah mertua sedang berada di luar negeri. Ibu juga tahu kan kalau hubungan ku dengan ibu mertua ku itu tidak terlalu baik. Aku tidak suka setiap kali aku ke sana dan dia sama sekali tidak melewatkan satu menit pun untuk tidak menceramahi ku. Aku hanya menghubungi Cindy saja setiap malam!" jelas Sarah yang semakin membuat kepala Rahma rasanya mau pecah.


Rahma sampai menggelengkan kepalanya tidak habis pikir pada jalan pikiran Sarah. Rahma dan suaminya sudah susah payah mengatur perjodohan antara Sarah dan juga Abimanyu, setahun berlalu dan Sarah masih menuruti semua perkataan ibunya dan keluarga mereka masih baik-baik saja. Namun setelah Sarah melahirkan, dia mulai tidak mau lagi mendengarkan semua nasehat dan perkataan dari Rahma. Sarah kembali ke sifat aslinya yang tidak suka mengurus rumah tangganya dan ingin hidup bebas seperti saat dirinya belum menikah dan punya anak.

__ADS_1


Rahma selalu bersusah payah menasehati Sarah di depan Abimanyu yang memang dulu pernah berniat menceraikan Sarah ketika Cindy berusia 6 tahun. Pasalnya saat itu, Sarah malah sibuk liburan ke luar negeri bersama teman-temannya daripada mengurus Cindy kecil yang sedang sakit.


Emosi Abimanyu dan ibunya memuncak, bahkan sudah minta ijin pada Rahma untuk menceraikan Sarah. Namun Rahma memohon pada Abi dan ibunya kala itu, dia bahkan meminta Cindy terus menangis karena akan Rahma mengatakan pada Cindy kalau ayahnya menceraikan ibunya maka Cindy tidak akan pernah lagi bertemu dengan ibu kandungnya. Saat itu Cindy sangat takut kehilangan Sarah dan juga Rahma mengatakan kalau Cindy akan dapat ibu tiri yang jahat kalau sampai ayahnya menceraikan ibunya.


Cindy kecil benar-benar ketakutan. Rahma bercerita banyak hal tentang betapa kejamnya ibu tiri. Cindy terus menerus menangis dan meminta agar ayahnya tidak menceraikan sang ibu. Abimanyu terpaksa mengalah sewaktu itu karena begitu kasihan melihat Cindy. Apalagi Rahma sendiri yang menasehati Sarah di depan Abimanyu dan ibunya. Karena saat itu ayah Abimanyu dan juga ayah Sarah sedang dalam perjalanan bisnis di luar negeri.


Tapi sepertinya semua usaha Rahma itu sia-sia saja. Sarah bahkan tidak bisa menggunakan kesempatan yang sudah susah payah ibunya itu ciptakan demi kehidupan yang lebih baik di masa depan Sarah sendiri.


"Apa suamimu mengancam akan menceraikan mu?" tanya Rahma tiba-tiba membuat Sarah langsung melihat ke arah ibunya itu dengan mata yang terbuka sangat lebar.


"Ibu, apa yang ibu katakan? mungkinkah mas Abi akan menceraikan aku?" tanya Sarah yang terlihat sangat khawatir.


Sarah menggigit ujung kukunya merasa sangat cemas. Dia sendiri yakin kalau suaminya itu memang sudah tidak ada perasaan cinta lagi padanya. Dia memang hanya mengandalkan Cindy dan perjanjian bisnis antara ayahnya dengan ayah Abimanyu saja untuk mempertahankan rumah tangganya.


"Ibu, bagaimana ini? kelihatannya wanita itu bahkan tidak tahu kalau mas Abi sudah punya istri!" jelas Sarah pada ibunya.


Seingat Sarah, wanita itu bahkan sangat marah ketika melihatnya memeluk lengan Abimanyu. Dan begitu tahu kalau Sarah adalah istri Abi, wanita itu malah melihat Abimanyu dengan tatapan kecewa dan sangat marah pada Abimanyu saat itu sampai dia menepis tangan Abi di depan semua orang.


Rahma langsung duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Dia memikirkan rencana dan cara agar pernikahan putrinya tidak berakhir. Masalahnya bukan hanya harta semata, tapi dia tidak akan menemukan menantu sebaik Abimanyu di dunia ini. Juga masa depan Sarah dan anaknya pasti akan terjamin, pengusaha terpandang yang sama sekali tidak pernah punya skandal. Rahma tidak mau kalau sampai dia kehilangan semua hal itu.


Cukup lama Rahma diam dan berpikir, hal itu membuat Sarah semakin panik.

__ADS_1


"Ibu, katakan sesuatu! aku harus bagaimana?" tanya Sarah yang matanya sudah berkaca-kaca.


Menjadi janda juga tidak akan bagus untuknya, semua teman-teman sosialitanya tidak ada yang berstatus janda. Dia sangat khawatir kalau dirinya akan menjadi bahan ejekan untuk semua teman-temannya itu.


"Apa selama beberapa waktu ini Abi menyentuh mu?" tanya Rahma pada sang anak.


Rahma sudah memikirkan rencananya, jika Abimanyu dalam waktu dekat ini menyentuh Sarah. Maka dia akan membuat rencana kehamilan palsu untuk Sarah agar Abimanyu tidak bisa menceraikan nya untuk sementara waktu ini sambil menunggu dia merencanakan hal lain untuk istri kedua Abi itu. Rahma berharap Sarah memberikan jawaban yang memuaskan untuknya.


Tapi harapan Rahma tidak sesuai dengan reaksi yang di tunjukkan oleh Sarah. Wanita itu menggelengkan kepalanya pertanda kalau dalam beberapa waktu ini memang suaminya itu tidak pernah menyentuhnya.


"Ya ampun Sarah! sudah berapa lama dia tidak menyentuh mu?" tanya Rahma lagi. Dia masih berharap setidaknya dalam waktu satu atau dua bulan, jadi dia masih bisa merencanakan kehamilan palsu untuk Sarah.


"Sejak dia marah dan mengancam untuk menceraikan aku terakhir kali!" ucap Sarah lemah.


Rahma langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ya Tuhan Sarah, untuk apa setiap hari kamu belanja, pergi ke salon, mempercantik penampilan mu. Kalau merayu suami mu untuk menyentuh mu saja kamu tidak bisa!" kesal Rahma pada Sarah.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2