
Rahma terlihat sangat terburu-buru keluar dari ruang rawat Sarah. Namun tidak seperti yang dia katakan pada Abimanyu kalau dirinya akan pulang dan mengambil semua keperluan Sarah selama di rumah sakit. Tapi langkah wanita paruh baya yang masih bergaya sangat modis itu malah menuju ke ruangan dokter Rusdi.
Bahkan Rahma membuka pintu ruangan dokter Rusdi tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Wanita itu langsung masuk ke dalam ruangan itu begitu saja dan langsung menutup kembali pintu tersebut setelah memastikan kalau tidak ada orang di belakangnya atau yang melihatnya masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Nyonya Rahma, ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter Rusdi dengan kalimat yang sopan. Dokter Rusdi yang awalnya dalam posisi duduk dia langsung berdiri ketika melihat Rahma masuk ke dalam ruangannya dan berjalan menghampiri meja kerjanya.
Menanggapi apa yang dokter Rusdi tanyakan padanya Rahma langsung mengangkat tangannya.
"Hais, sudah sudah jangan bersandiwara lagi Abimanyu saat ini sedang berada di ruang rawatnya Sarah!" ucap Rahma yang langsung duduk di kursi yang ada di depan meja kerja dokter Rusdi.
Dokter Rusdi juga langsung duduk dan terlihat sangat senang karena dia langsung tersenyum begitu mendengar apa yang dikatakan oleh Rahma padanya.
"Ternyata semudah itu menipu menantu mu itu kak!" ucap dokter Rusdi yang ternyata memang adalah saudara jauh dari Rahma.
"Kerja ku bagus Rusdi, aku akan transfer sisa uang yang aku janjikan padamu setelah Sarah keluar dari rumah sakit ini!" ucap Rahma.
"Tidak usah terburu-buru kak, aku juga senang bisa membantu keponakanku itu. Kasihan sekali dia harus memakai cara seperti ini agar suaminya tidak menceraikannya. Tapi kak, jika suaminya memang selingkuh bukankah akan lebih baik jika mereka berpisah. Tidakkah kakak kasihan pada Sarah jika harus terus hidup dengan seorang suami yang tidak setia!" jelas Rusdi yang memang tidak tahu kenyataan yang sebenarnya dia hanya mendengar penjelasan dari sisi Sarah dan juga Rahma.
"Sebenarnya menantuku itu bukan pria semacam itu, wanita perebut suami orang itu saja yang terus mendekatinya merayunya, hingga lama-lama Abimanyu juga goyah imannya. Iya kan? tapi aku sangat yakin setelah mengetahui kondisi Sarah yang sudah seperti ini, Abimanyu tidak akan mungkin menemui wanita itu lagi!" ucap Rahma dengan sangat yakin.
"Aku juga berharap begitu kak, karena aku sudah mengambil begitu banyak resiko untuk memalsukan laporan medis Sarah dan sebenarnya ini sangat bertentangan dengan naluriku sebagai seorang dokter. Apalagi aku ingat kata-kata yang diucapkan oleh suster ku yang kemarin baru saja mengatakan kalau dia takut melakukan semua ini, dia takut justru semuanya akan berbalik menyakiti Sarah sendiri, karena segala macam pemeriksaan dan treatment yang harus dilakukan untuk meyakinkan Abimanyu tidak akan mudah untuk Sarah hadapi!" jelas dokter Rusdi.
Rahma pun hanya bisa menghela nafasnya. Dia sudah sampai sejauh ini maka baginya tidak mungkin lagi untuk mundur.
__ADS_1
"Aku sudah tidak punya cara lain Rusdi, aku hanya seorang ibu yang tidak tega melihat anaknya terus menangis dan tersiksa karena suaminya telah memiliki istri lain tanpa sepengetahuannya, Sarah bahkan tidak mau makan dan kondisinya sangat ck... Rusdi, kamu adalah saudara ku yang sangat baik dan pengertian, aku sangat percaya padamu kalau kamu akan menjaga Sarah dan melaksanakan semua treatment ini dengan baik. Hanya ini yang bisa aku lakukan sebagai seorang ibu!" ucap Rahma dengan wajah yang sedih.
Rusdi hanya bisa menghela nafasnya ketika saudara jauhnya itu sudah mengatakan hal itu. Dia juga sangat menyayangi Sarah sebagai keponakannya jadi dia juga tidak ingin kalau keponakannya itu tersakiti. Sebenarnya saat Rahma membicarakan rencana ini dengannya kemarin malam dia sempat tidak setuju, tapi setelah Sarah merengek menangis sambil terisak dan mengadu tentang apa yang dilakukan suaminya kepadanya, Rusdi menjadi sangat tidak tega dan akhirnya mau membantu Rahma dan juga Sarah meski sebenarnya hati nuraninya mengatakan kalau yang dilakukan ini salah.
Flashback On
Di rumah Rahma, dia masih terus memikirkan cara yang lain agar Abimanyu tidak menceraikan putrinya. Selain tidak ingin kehilangan tambang emasnya Rahma juga tidak ingin kehilangan lelaki baik yang bisa menerima putrinya apa adanya dan bertahan selama 7 tahun dengan putrinya yang sangat manja itu.
"Ibu, bukan salahku kalau mas Abi tidak mau menyentuh ku, aku juga sudah merayunya bahkan aku pernah tidak berpakaian di depannya, tapi dia malah menarik selimut dan tidur. Ck... menyebalkan!" keluh Sarah.
Rahma langsung memijat pelipisnya yang terasa berdenyut karena apa yang dikatakan oleh putrinya barusan. Bagaimana Sarah sampai bisa berlaku seperti itu, mendengarnya saja Rahma merasa kalau putrinya itu bahkan melebihi tingkah-tingkah dari wanita penghibur saja kalau sampai melakukan hal seperti itu.
"Ibu tidak habis pikir dengan mu, apa harus seperti itu merayu suami. Ibu kan sudah pernah bilang padamu kalau merayu suami itu berbeda dengan merayu lelaki hidung belang, kenapa mendengarmu berkata seperti itu Ibu jadi malu sendiri!" kesal Rahma.
"Bagaimana dia mau makan, kamu kan tahu dia tidak suka merasakan western dia lebih suka masakan tradisional. Kamu malah memaksakannya berbagai macam masakan western yang tidak jelas itu, kalau ingin menyenangkan hati suamimu maka masakan-masakan yang dia sukai bukan masakan yang kamu sukai!" tegur Rahma lagi.
Dan Sarah malah hanya berdecak kesal mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya itu.
"Sekarang aku harus bagaimana, aku pokoknya gak mau ya, sampai mas Abi menceraikanku. Aku kan menikah dengan mas Abi itu Ibu dan Ayah yang suruh, jadi ibu harus bertanggung jawab aku tidak mau yang menjadi janda, apa kata teman-temanku nanti!" keluh Sarah lagi.
Rahma semakin pusing, tapi dia ingat akan kasus yang terjadi kepada temannya beberapa waktu yang lalu. Temannya itu bilang dia sakit keras dan suaminya tidak jadi menikah lagi.
Alhasil, Rahma pun ingin mencoba hal itu.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kamu berpura-pura saja kalau sedang sakit parah!" kata Rahma membuat Sarah langsung mengetuk pelipisnya beberapa kali.
"Ih amit amit ibu, memang tidak ada cara lain apa? aku ini sehat dan bugar ya, olahraga, diet rutin semua itu aku jalani, gak mungkin aku sakit parah!" keluh Sarah.
"Ini hanya pura-pura Sarah, ibu akan menghubungi sepupu jauh ibu yang bekerja di rumah sakit besar di kota ini. Ibu akan merencanakan sebuah penyakit yang sangat parah yang tidak bisa diobati, jadi saat Abimanyu tahu bahwa umurmu tidak lama lagi dia tidak mungkin nak akan menceraikanmu!" ucap Rahma begitu bersemangat.
"Benarkah?" tanya Sarah dan langsung dibalas dengan anggukan kepala yakin oleh Rahma.
"Lalu aku harus apa?" tanya Sarah.
"Begini...!"
Rahma pun menjelaskan semua rencananya kepada Sarah dan dia juga sudah menghubungi saudaranya yang bekerja di rumah sakit.
"Pokoknya nanti kalau Abimanyu datang, kamu tinggal histeris lalu pingsan, sisanya ibu yang akan mengurusnya!" ucap Rahma mantap.
'Abimanyu, kamu tidak boleh menceraikan Sarah, tidak boleh!' batin Rahma.
Flashback Off
***
Bersambung...
__ADS_1