Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama
C-12


__ADS_3

Mesir


Ahmad Gilang Saputra


Tubuh ini terasa capek. Namun tugasku belumlah selesai. Ku jalani semua ini dengan sabar. Aku selalu berusaha untuk bisa membagi waktu. Aku sangat bersyukur bisa mengenal Abah, karena beliau selalu ada untuk ku.


Dengan berbekal petuah dari Abah dan dukungan dari keluarga. Aku selalu berusaha untuk segera menyelesaikan tugas-tugas ku. Dan aku selalu berharap apa yang aku lakukan sekarang ini akan bermanfaat bagi semua orang nantinya.


Banyak yang iri padaku. Karena Abah begitu menyayangi ku seakan aku adalah anaknya sendiri. Hanya aku yang selalu mendapat jam tambahan pengajian dari Abah. Aku sendiri tak pernah meminta namun abahlah yang menawarkan. Semakin aku dekat dengan Abah , telinga ku juga sudah kebal dengan omongan orang.


Dulu aku pernah risih dengan omongan orang. Namun Abah selalu memberikan ku nasihat. Kata Abah "Mereka belum seberapa, nanti ketika kamu sudah keluar dari pondok ini. Kamu akan merasakan yang lebih dari mereka. Maka mulai sekarang bisakahlah dirimu dengan mereka. Jangan mengandalkan harta dan pangkat untuk kepuasan diri karena itu bisa jadi menindas orang lain." Berbekal nasihat-nasihat Abah ku jalani hidupku dengan santai.


Ketika malam datang


Jadwal ku mengajar beda dengan yang lain. Dimana mereka mengajar saat sore hari. Hanya aku yang tidak mendapatkan jadwal tetap. Abah memintaku untuk menjadi badal dia. Entah dalam mengajar atau mengisi pengajian. Karena selama ini Abah telah membimbing ku dan dia telah melihat bahwa aku sanggup untuk itu. Aku tak bisa menolak.


Saat ini aku menggantikan Abah untuk mengisi pengajian. Awalnya aku bingung materi apa yang akan ku sampaikan pada adik-adik kelas ku itu. Karena aku akan mengisi pengajian untuk kelas 3 Mts. Ketika aku hendak berangkat Abah memanggil ku lagi.


"Bagaimana nak, saya tahu pasti kamu belum mencari materi yang cocok bukan?" tanya Abah.

__ADS_1


Inilah yang membuat aku tidak bisa menyembunyikan apapun dari Abah. Abah akan tahu semua tentang masalah-masalah ku sebelum aku bercerita. Abah juga akan langsung memberikan nasihat tanpa ku minta.


"Iya bah" jawab ku.


"Kamu tak usah bingung. Kamu ceritakan kisah hidupmu saja pada mereka. Pengajian juga bisa berisi tentang pengalaman seseorang. Yang mana bisa di buat contoh. Saya tahu bahwa kamu adalah mahasiswa yang cerdas dan bertanggung jawab. Dan dibalik itu semua kamu punya prinsip dan keyakinan yang kuat. Pergilah, saya juga mau mengajar."


"Baiklah bah. Saya permisi, Assalamualaikum...."


Abah sangat percaya pada ku. Dan aku tak mau mengecewakan nya. Kulangkahkan kaki menuju kelas. Beberapa ruang kelas telah dijadikan satu, sehingga bisa menampung seluruh murid kelas 3 Mts. Ketika aku tiba acara pun langsung dimulai.


"Assalamualaikum...... Adik-adik, saya disini untuk menggantikan Abah. Dikarenakan Abah harus mengajar kelas malam. Maka beliau menyuruhku untuk menggantikan beliau. Sebelum saya mulai, saya mau tanya terlebih dahulu apa ada yang belum tahu nama saya?"


"Saya tahu, anda adalah ustad Gilang. Yang sekarang masih kuliah." jawab saah satu santri.


"Saya kok gak pernah lihat ya." jawab yang lain.


"Masak kamu tak tahu, beliau ustad kesayangan Abah." sahut yang lain


dan masih banyak lagi pendapat mereka.

__ADS_1


Ada yang sudah kenal, ada yang belum kenal bahkan baru kali ini melihat saya. ada juga yang berlagak tahu padahal gak tau sama sekali.


"Sudahlah. Saya maklum kalau ada yang sudah kenal dan ada yang belum. Karena memang saya juga jarang di pondok kalau pagi sampai sore. Dan saat malam saya ikut kelas malam. Saya juga jarang bertatap muka dengan kalian semua, mengingat pondok ini sangat luas dan banyak penghuninya."


"Sebelumnya, saya mau memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Perkenalkan nama saya Ahmad Gilang Saputra, biasa di panggil Gilang. Langsung saja, pada kesempatan ini saya akan memberikan kisah hidup saya. Apa ada yang keberatan?"


"Tidak" jawab mereka kompak.


"Saya malah penasaran bagaimana anda bisa sangat pintar dan cepat menyelesaikan pendidikan, padahal setahu saya kuliah kedokteran itu butuh waktu lama" jawab salah seorang santri.


"Saya juga" sahut yang lain.


"Baiklah saya akan memulainya. Dan saya akan kasih sesi tanya jawab nanti setelah saya selesai,"


"iya" jawab mereka.


"Al kisah. Sejak saya dalam kandungan mama saya. Mama sudah tau semua tentang saya tanpa terkecuali. Mama selalu memperintahkan saya harus ini dan tak boleh ini. Karena saya masih kecil maka saya turuti semua. Hari terus berjalan dan saya terus tumbuh. Ketika saya sudah masuk sekolah, banyak teman yang mengejek saya ini anak mama. Saya tak pantas berteman dengan teman cowok dan saya pantasnya berteman sama temen cewek aja, kata teman saya. Lama-lama saya sedih, mengapa saya tidak boleh menuruti perintah mama saya. Dia yang telah melahirkan saya dan merawat saya dengan baik. Mama juga tak pernah menyesatkan saya. Akhirnya suatu saat saya pernah ingin membuktikan bahwa saya tak seperti yang teman-teman saya katakan. Namun berkali-kali saya melanggar mama. Saya selalu sial, bahkan kesialan yang saya alami bertubi-tubi. Teman-teman juga semakin mengejek saya. Saat saya lulus dari SD, mama menasehati saya. Untuk selalu menjadi diri sendiri dan tak usah memperdulikan kata orang. Karena belum tentu mereka lebih baik dari pada saya. Saya pun menurut apa yang dikatakan mama saya. Saat masuk SMP saya belum punya sahabat dekat, namun lama-kelamaan saya punya sahabat. Kami saling dukung dan bergantung. Bahkan persahabatan kami tetap berlanjut sampai SMA.........................................."


Ku ceritakan semua pengalaman ku sampai aku bisa seperti ini. Setelah aku selesai mereka bertanya ini itu. Dan ku jawab semua pertanyaan mereka. Acara ini sampai larut malam.

__ADS_1


Karena aku menyadari bahwa kita semua butuh istirahat. Jadilah saya tutup acara secara sepihak dan saya beri kesempatan bagi yang ingin bertanya untuk menemui ku.


Setelah salam, aku segera bergegas untuk keluar dari ruang itu. Sudah bisa di tebak kenapa demikian. Hal ini aku lakukan karena sudah menjadi tradisi jika guru belum beranjak maka para murid akan tetap di tempat tidak boleh meninggalkan ruang terlebih dahulu.


__ADS_2