
Ponorogo
Nabila
Alhamdulillah hari ini adalah hari terakhir ku un. Sebenarnya ini bukan ujian akhir karena masih ada ujian sekolah sore (Diniyah).
Karena ujian nasional sekarang sudah berbasis komputer. Dan murid di sekolah yang sangat banyak, sekitar 700 orang. Itu baru kelas 3 nya aja. Jadilah sekolah memakai sistem shift. Dan hari ini aku dapat shift jam ke -2.
Ku gunakan waktu ku untuk belajar bersama Dina. Sedangkan Nurma dan Hasna, sudah masuk karena mereka dapat jam pertama.
"Gak sabar gue, kepengen cepat ujian dan penutupan" ucap Dina
"Gue juga. Rasanya udah gak semangat belajar nih"
"Sama. Eh tar kalau turun ke lapangan bareng ya. Lo tunggu gue jangan main tinggal aja."
"Iya, paling Lo duluan yang selesai"
"Amin....."
Percakapan kami terus berlanjut. Sampai akhirnya waktu ujian kami tiba. Kami berangkat bersama dan berpisah di tangga. Karena ruang ujian kita yang berbeda.
÷~÷~÷~÷~÷~÷~÷~÷~÷~÷
Gilang
Alhamdulillah setelah semalam aku berusaha meminta petunjuk pada Allah. Semalam aku bermimpi kembali dengan gadis yang dulu sering datang kemimpiku. Dan sekarang aku yakin bahwa gadis itu adalah gadis yang diinginkan mama.
Karena aku ingin segera bertemu dengan gadis itu. Jadilah aku cuti untuk hari ini. Karena aku sudah tahu dimana gadis itu sekarang.
Setelah semua siap. Akupun dengan penuh semangat keluar kamar dan sarapan terlebih dahulu. Selesai sarapan aku segera bergegas untuk pergi menemui gadis itu. Namun langkah ku terhenti ketika handphone ku berbunyi.
__ADS_1
Kring...... Kring..... Kring.......
"Assalamualaikum...." sapa ku
"Wangalaikumsalam....." jawab nya
"Ada apa"
"Kapan kamu akan membawa gadis itu kemari"
"Segera kak, hari ini aku akan menemui nya"
"Baguslah, segera ajak dia kemari."
"Baiklah"
"Aku tutup dulu. Assalamualaikum....."
"Wangalaikumsalam......"
Kok perasaan ku jadi gak enak gini ya. Apa terjadi sesuatu sama mama. Gak, gak mungkin mama kenapa-napa. Aku harus segera bertemu dengan gadis itu sekarang. Dan membawa nya untuk bertemu mama.
Setibanya aku di pondok itu. Aku pergi ke rumah Abah (Pengasuh pondok). Kebetulan sekali Abah sedang bersama anak nya di luar rumah. Akupun segera menghampiri mereka.
"Assalamualaikum...."
"Wangalaikumsalam...., ayo masuk..."
"Disini aja bah"
"Tidak apa, kita masuk saja. Mari berbicara di dalam." Abah pun beranjak pergi ke dalam bersama anaknya
"Bagaimana kabar mu nak" tanya Abah setelah kami duduk
"Hati dan pikiran saya sedang kacau bah"
"Apa sebabnya"
" Mama saya sakit bah. Dan dia ingin melihat saya menikah dengan gadis dalam mimpi nya. Walau dulu dan tadi malam gadis itu datang lagi dalam mimpi saya"
"Apa kau sudah bertemu dengan gadis mu itu"
__ADS_1
"Sudah bah"
"Lalu kenapa kamu kemari. Bawalah gadis itu pada mamamu. Dan jika orang tua kalian saling merestui dan dia mau segeralah menikah"
"Nah, itu bah. Masalah nya gadis itu masih di sini bah"
"Siapa, apa kau tahu namanya"
"Belum bah, tapi saya pernah lihat gadis itu di rumah ini. Ketika saya berkunjung kemarin"
"Oh.... Mbak Nabila ya. Gadis yang bersama anak saya."
"Iya bah"
" Saya bisa bantu mempertemukan kalian. Tapi dia masih ujian sekarang. Tadi dia baru saja pamit ke saya dan mengantarkan Rosyid pulang. "
"Boleh kah saya menunggu nya bah"
"Iya gak papa. "
Dan kami pun berbincang-bincang. Abah bercerita tentang gadis itu, Nabila. Dan aku bercerita tentang kondisi mama. Ketika sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba HP ku berbunyi lagi. Menandakan ada telpon.
Kring..... Kring.... Kring.....
"Assalamualaikum...."
"Wangalaikumsalam...., Cepatlah pulang. Mama kritis dan detak jantung nya sempat berhenti..."
Telpon pun diputus secara sepihak. Dan aku mendengar kabar itu. Langsung saja badan ini lemas dan air mata sudah jatuh di pipiku. Akupun mengremas rambut ku frustasi.
Abah yang melihat ku, merasa ada yang tidak beres. Dan keadaan di lapangan begitu ramai. Membuat ku semakin frustasi.
*****************************
Nabila
"Alhamdulillah....." teriak kami dari dalam ruang ujian secara bersama dan sangat keras. Terikan itu menandakan bahwa ujian kami telah selesai. Ya dan saatnya untuk penutupan ujian.
__ADS_1