
Selama dua hari dua malam Nabila dan juga teman-teman pergi ziarah. Acara ini sudah menjadi acara tahunan. Setiap kelulusan santri maka pondok akan mengadakan ziarah bagi kelas 6 sekolah sore.
Kali ini ziarah mengunjungi beberapa makam di Jawa timur dan Madura. Ada sekitar 18 tempat yang mereka kunjungi. Tempat-tempat yang di kunjungi antara lain makam Tegal Sari, makam Gus meik, makam Gus Dur, sunan Ampel, sunan Bonang, sunan Maulana Malik Ibrahim dan masih banyak lagi.
Meskipun perjalanan ini berbeda dengan sekolah luar. Yang mengadakan study tour. Mereka tetap merasa senang karena di saat mereka terakhir berkumpul bisa pergi bersama.
Entah setelah perjalanan ini mereka bisa bertemu lagi atau tidak. Karena ada yang kembali ke asal daerah masing-masing ada juga yang melanjutkan sekolah ke kampus yang jauh dari pondok.
Setelah kepulangan mereka dari ziarah. Mereka kembali kepondok terlebih dahulu dan sore nanti mereka baru pulang.
Nabila
Jujur aku semakin takut. Bagaimana memberikan undangan ini kepada mereka. Apa reaksi mereka. Bagaimana dengan ku besok, apa aku sudah siap.
Ku kumpulan keberanian ku. Undangan yang di berikan bapak pada ku waktu itu sudah ada ditangan ku.
"Apa itu bil" ucap Dina yang melihat ku
"Oh ini, gue minta tolong boleh" jawab ku
"Apa"
"Bagikan ini pada temen-temen dan kamu juga ambillah."
__ADS_1
ucap Nabila lalu pergi begitu saja
Dina pun melakukan permintaan Nabila. Dia membuka bungkusan yang di bawa Nabila tadi. Di ambil salah satu undangan tersebut. Saat hendak membuka undangan tersebut teman-teman nya mendekati dia. Mereka juga penasaran undangan siapa itu.
Dengan perasaan yang tak sabar Dina membuka undangan tersebut. Dan saat sudah terbuka mereka terkejut dengan isi undangan tersebut.
( di buat dialog lagi ya kak 😃😃😃 )
Dina: "Nabila dan gilang, bener kan gue gak salah baca." (ucap Dina yang tak percaya dengan undangan tersebut, di bacanya undangan tersebut bolak balik. namun namanya tetap sama."
Nurma: " Iya bener nih gak salah bacakan gue"
Hasna: " Berarti pas di pulang lama kemarin dia nikah dong."
Dina: "Dan cowok yang waktu itu datang kesini nganter Nabila terus ngajak sowan itu suaminya"
Nurma: " Kenapa dia gk cerita sama kita ya"
Dina: "Mungkin dia sendiri belum siap, kalau firasat ku sih Abah yang meminta dia menikah. "
Nurma: "Iya juga, gak mungkin kalau bukan Abah yang minta terus dia masih di sini. Masak iya dia bohong sama Abah gk mungkinkan"
__ADS_1
Dina: "Iya tuh. Ayo cari dia kalau gitu"
Dina dan ke dua sahabat nya pun mencari Nabila. Beberapa lokasi telah mereka cari tapi nihil. Dan kemungkinan Nabila berada di rumah Abah.
Kami mencoba menunggu Nabila di depan asrama siapa tahu dia akan kembali ke asrama. Benar saja beberapa saat kemudian dia kembali ke asrama. Dia tidak sendiri, disampingnya sudah ada budi.
"Bil, dari mana aja Lo" ucap Dina
"Dari rumah abah, terus pas mau balik ke asrama ketemu sama Budi."
"Lo bisa jelasin ke kita soal sesuatu yang Lo kasih ke kita tadi" ucap Dina
"Iya bil, coba Lo jelasin. Kalau Lo masih anggap kita nih sahabat Lo." ucap nurma
"Biar Budi aja yang jelasin, gue mau ke atas kasihan Budi udah nunggu dari tadi." ucap Nabila sambil berlalu, sebenarnya dia sudah menahan untuk tidak menangis di depan sahabat2 nya. Dia tak sanggup untuk menceritakan semua nya.
Ketika Nabila sudah tidak terlihat oleh mereka. Budi mengajak sahabat Nabila untuk duduk di taman asrama. Dia menceritakan semua kejadian yang telah dialami oleh Nabila.
Sahabat Nabila pun menerima penjelasan tersebut. Mereka tidak mungkin akan marah pada Nabila, toh ini bukan kehendak Nabila.
Sesampainya Nabila di depan asrama. Para sahabat nya langsung menghampiri dia dan memeluknya. Mereka mengucapkan permintaan maaf karena telah berburuk sangka terhadap dia dan selamat atas pernikahan dia. Mereka juga berjanji untuk datang ke pernikahan Nabila besok.
Setelah berpamitan dengan sahabat nya, Nabila dan Budi pulang.
__ADS_1