
Yang benar saja Gilang sudah salah paham, dia tidak menyangka jika Nabila juga bisa menjahili dirinya. Selama ini Nabila tidak pernah berbuat seperti itu.
Nabila: "Udah kak, tidak usah tutup telinga lagi."
Dilan: "Akhirnya.... tadi kamu kemana aja sih, kita cari kamu keliling kok gak ketemu sama kamu."
Yuda: "Dah gak usah bahas itu lagi, udah paper gue. Ayo makan dulu baru ngobrol lagi."
Mereka bertiga pun memilih untuk memakan pesanan mereka. Tidak ada percakapan diantara mereka saat makan. Sampai ada seseorang orang yang memanggil Nabila.
"Bil..."
"Kamu Nabila kan, yang biasanya sama Rosyid"
"Iya kamu pasti Nabila"
Ucapan mereka membuat Nabila dan ketiga cowok yang ada di meja tersebut bingung. Nabila sendiri tidak tahu siapa yang menyapa dia. Wajah Nabila terlihat binggung.
"Apa kalian dulu juga pernah mondok" tanya Nabila
"Iya" jawab mereka
"oh, kalian lulusan tahun berapa"
"Kita se-angkatan bil, dan kita bertiga ini sedang ikut tes masuk salah satu kampus di Surabaya." jawab salah satu dari mereka
"Cuma bertiga"
"Tidak, yang lain udah keluar duluan tadi." jawab yang lain
"Kita duluan bil, udah di tunggu yang lain. "
"Iya"
__ADS_1
"Assalamualaikum...."
"Wangalaikumsalam...."
Ketiga cowok yang mengaku teman Nabila pergi. Banyak yang kenal dengan Nabila, tapi Nabila tidak banyak mengenal teman-teman nya. Hanya beberapa orang saja, maklum waktu Nabila lebih banyak dengan Rosyid dan ketiga sahabatnya.
Gilang: " Siapa mereka tadi?"
Nabila: " Temen, aku juga tidak mengenal mereka."
Yuda: " Gak kenal kok bilang temen"
Nabila: " Di sekolah ku, perempuan dan laki-laki tempatnya beda dan tidak pernah bertemu. Hanya acara-acara tertentu saja. "
Dilan: "Gak pernah kenal cowok dong"
Yuda: " Berarti kamu gak pernah pacaran juga dong"
Dilan: "Wah... kap selama ini Lo jomblo ada untungnya juga. Ternyata kalian punya prinsip yang sama. "
Gilang: "Iya lah, makanya kalian itu dak usah pacaran atau main perempuan. Allah itu menciptakan makhluk nya dengan berpasangan. Kalau kalian berperilaku baik pasangan kalian pasti juga baik dan sebaliknya."
Yuda dan dilan: "Siap kapten"
Nabila: "Kenapa kalian dari tadi manggil mas Gilang kapten terus."
Dilan: "Karena dia kapten kita, Gilang ini dari dulu selalu jadi kapten tim basket di sekolah. Semua yang ada sekolah pasti kenal sama Gilang. Banyak juga cewek yang deketin Gilang, kasih kado dan ada juga yang terang-terangan nyatain perasaannya ke Gilang."
Yuda: "Tapi kamu tenang aja, kapten kita orang nya setia. Jadi kita yakin bahwa kamu itu cewek pertama dan terakhir di hidup kapten."
Nabila: "Iya kah, pantes saja"
Gilang: " Pantes kenapa dek"
__ADS_1
Nabila: " Banyak perempuan yang selalu ganggu aku. Waktu di pondok dulu, ada yang marah-marah cari aku. Tapi pihak pondok dan Abah sudah menangani dia. Tadi juga, ada yang mengaku sebagai tunangan mas Gilang."
Gilang: " Jangan dengerin mereka, kamu cukup percaya sama mas aja. Mas janji gak bakalan bohong sama kamu. Ku juga harus janji tidak ada rahasia di antara kita"
Nabila: "Siap kapten"
Gilang: "Mau jalan-jalan lagi,"
Nabila: "Aku ikut aja, aku tidak tau daerah sini."
Gilang: "Mas tau tempat yang bagus pasti kamu suka, kalian berdua mau ikut atau tidak"
Dilan: "Gue di sini aja,"
Yuda: "Gue juga, kalian berdua aja"
Setelah berpamitan Gilang mengajak Nabila untuk pergi. Gilang mengajak Nabila untuk pergi ke sebuah tempat dimana dulu dia sering kesana.
Tidak terlalu jauh dari kafe dan taman tadi. Nabila dan Gilang sampai di tempat wisata alam.
Sekarang mereka berada di danau buatan. Ada banyak pohon dan juga bunga. Tempat nya juga sejuk, tidak banyak orang yang berkunjung. Karena hari ini bukan hari libur.
Gilang menggandeng tangan Nabila terus, dia tidak mau kehilangan Nabila lagi. Berada di dekat Nabila adalah salah satu kesukaannya sekarang. Entah mengapa dia selalu suka bersama dengan Nabila.
Mereka duduk disalah satu gazebo di pinggir danau itu. Nabila menepati janjinya, dia bercerita seperti apa dirinya. Semua tentang dirinya ia ceritakan kepada Gilang.
Setelah Nabila selesai bercerita tentang dirinya. Ganti Gilang yang bercerita tentang kehidupan nya.
Mereka berjanji untuk tidak saling menyimpan rahasia. Dan saling percaya, apapun itu mereka akan selalu percaya meski itu akan menyakitkan.
Hubungan mereka semakin akrab. Seakan-akan mereka sudah kenal lama. Mereka menghabiskan waktu bersama dengan bercerita dan bercanda.
Hingga saat waktu sudah sore. Matahari juga sudah mulai bersembunyi. Gilang mengajak Nabila pulang.
__ADS_1