
Nabila
Hari demi hari ku lalui tanpa bersama dengan mas gilang. Entah mengapa aku sangat ingin bertemu dengan dirinya. Aku berharap kegiatan kampus ku ini segera selesai.
"Bil, kok diam aja kenapa?" tanya Siska
"Eh... gak kok."
"Beneran, kalau ada masalah bisa cerita ke aku. Dengan senang hati aku akan mendengarkannya."
"Huft.... aku ingin segera pulang"
"Oh.. sabar dong, masih ada 2 hari lagi. Kenapa memang nya, hayoo pasti ada yang di kangenin."
"..."
Hanya ku jawab dengan senyuman saja. Aku pun mencari ponsel ku dan beranjak keluar.
"Hai kau mau kemana, udah malam ini"
"Cari angin bentar"
Ku langkahkan kaki ku menuju taman yang ada didekat kamarku.
Berkali-kali ku lihat chatku dengan mas Gilang. Dari chat tersebut aku seakan merasakan bahwa dia juga mengalami hal yang sama dengan ku.
__ADS_1
Rasa ingin menghubungi nya pun timbul. Tapi aku takut jika nanti dia sedang bekerja. Ku pandangi terus foto dia.
Sungguh aku merasa beruntung bisa menikah dengan dia. Dulu aku tak pernah tau dia orang seperti apa. Tapi dengan aku bersama dia setiap hari, aku mulai mengerti sifat dia dan semua tentang dia. Mas gilang tidak pernah merahasiakan apa pun terhadap ku. Semua yang ia alami baik di kehidupan dia yang dulu atau yang sekarang. Jika aku bertanya tentang kehidupan atau yang lain dia akan menjawab ku.
Kring.... Kring.... Kring....
Tanpa pikir panjang, segera ku geser tombol warna hijau.
"Assalamualaikum... "
Aku pun diam mendengar suaranya. Jujur aku sangat merindukan suara ini. Aku ingin memeluk nya.
"Dek... apa aku mengganggu mu. Aku telpon lagi nanti ya...."
"Eh... jangan, aku tidak sibuk kok. Acara nya juga sudah selesai"
"Wangalaikumsalam... apa mas tidak sibuk"
"Tidak, pekerjaan ku sudah selesai. Apa kamu sibuk"
"Tidak, acaranya sudah selesai dari tadi dan sekarang waktunya untuk istirahat"
"Oh... kalau begitu istirahat lah, aku matikan ya telpon nya"
Sebelum mas Gilang memutuskan sambungan telepon aku sudah dulu menghadangnya.
__ADS_1
"Jangan, apa mas tidak rindu dengan ku. Atau sudah ada yang menggantikan posisi ku"
"Mas sangat merindukan mu, rumah terasa sepi jika tidak ada kamu. Kapan kamu mau pulang?"
"Sabar mas, bentar lagi juga pulang kok."
"Ya... cepat lah pulang, "
Kami pun bercakap-cakap sampai larut malam. Tak terasa waktu begitu cepat berganti. Aku jadi tidak sabar untuk segera pulang.
(◕ᴗ◕✿)Penulis
Setelah kembali ke kamar Nabila tidak bisa langsung tidur. Dia sangat merindukan sosok laki-laki yang selalu memeluk nya ketika tidur. Berkali-kali ia menggeser foto2 suaminya itu.
Apa dia sudah benar-benar bergantung terhadap laki-laki itu. Atau itu adalah rasa sayang dan cinta yang mulai timbul di antara mereka.
Ditempat lain pun juga sama. Gilang tidak bisa tidur dengan lelap. Dia memilih untuk melanjutkan pekerjaan nya. Mencari kesibukan agar pikiran nya beralih dari Nabila.
Bukan maksud untuk melupakan, tapi dia juga ingin segera beristirahat dan melakukan aktifitas seperti biasanya. Namun apa daya, dia benar-benar butuh Nabila.
Sosok yang selalu memberikan semangat dan mengerti tentang dirinya. Tidak ada wanita yang seperti Nabila menurut Gilang.
Menikah dengan Gilang adalah sebuah keberuntungan. Dan dia sangat bersyukur bisa mengenal dan menikah dengan Nabila.
Maaf ya sudah lama tidak up....
__ADS_1
Jangan bosan ya
Dukung saya untuk bisa up lebih banyak lagi