Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama
C-31


__ADS_3

Hari-hari berjalan seperti biasa.



Nabila yang masih di pondok. Dia masih seperti dulu, hanya seratus nya saja yang berubah. Tapi tidak ada satupun sahabat dekat nya yang berada di pondok tahu akan hal itu. Hanya keluarga dalem dan beberapa guru saja yang tahu soal itu.



Sedangkan Gilang. Dia kembali ke apartemennya yang masih jadi satu dengan rumah sakit. Sesekali jika dia punya waktu luang. Dia akan ke rumah mertuanya. Tapi dia tidak menjenguk Nabila. Karena dia takut jika Nabila akan marah dengan nya.



Gilang dan keluarganya juga keluarga Nabila sudah merencanakan hari resepsi mereka. Tanpa sepengetahuan Nabila. Karena sebentar lagi rumah yang di siapkan Gilang sejak dia pindah ke Madiun sudah selesai. Dan sekarang sudah bisa di tempati.



Tapi Gilang belum berniat pindah ke rumah. Dia ingin rumah tersebut menjadi hadiah pernikahan nya untuk Nabila. Dan dia berencana setelah resepsi pernikahan mereka. Mereka akan tinggal bersama di rumah itu.




Gilang




Ketika sang fajar mulai menampakkan diri nya. Aku juga mulai terbangun. Sudah 3 Minggu aku tidak bertemu dengan Nabila. Apa dia baik-baik saja. Bagaimana dengan ujian nya, apa dia sudah selesai. Kapan aku bisa bertemu dengan nya.



Aku segera bangun sebelum lebih banyak pertanyaan yang akan menghampiri ku. Ku langkahkan kaki menuju kamar mandi. Segera ku bersihkan diriku. Setelah selesai ku kerjakan solat subuh.



Selama di rumah sakit ini aku selalu sendiri. Jadi apa-apa aku juga melakukan nya sendiri. Seperti saat ini, aku menyiapkan sarapan pagi ku.



Jika seperti ini, aku menjadi rindu dengan nya. Dulu waktu masih di Surabaya, dia sering buntalan aku makanan. Dan sangat perhatian pada ku. Aku ingin mengunjunginya hari ini. Semoga dia tidak keberatan.



Setelah selesai dengan masakan ku. Aku membungkusnya, karena aku ingin makan bersama dengan Nabila. Setelah selesai aku beres-beres dan bersiap untuk pergi. Karena kebetulan, pagi ini aku tidak ada pasien. Dan aku dapat shift malam.



Ku lajukan mobilku dengan hati-hati. Aku sangat ingin bertemu dengan Nabila. Entah kenapa aku jadi terpikir oleh nya. Padahal aku baru tidak bertemu dengan nya 2 minggu yang lalu.



Pintu gerbang pondok mulai ramai dengan sepeda2 dan para murid. Ku pelankan laju mobil ku. Setelah sampai gerbang putri, aku langsung ke dalam. Ku parkirkan mobil di depan gedung.



Dengan hati yang sangat bahagia karena akan bertemu dengan Nabila. Aku turun dari mobil. Banyak yang melihat ke arahku. Ada juga yang berbisik-bisik dengan teman-temannya. Lama-lama aku merasa aneh berada di sini sendirian. Ku coba untuk tanya kepada beberapa murid yang bergerombol tentang Nabila.



"Assalamualaikum...." sapaku,


"Wangalaikumsalam...." jawab mereka


"Kalau boleh tahu, kalian tahu atau kenal dengan Nabila" tanya ku


"Nabila yang mana," jawab salah satu dari mereka

__ADS_1


"Iya, Nabila di sini banyak" tambah yang lain


"Ya mas, temen sekelas kita juga ada yang namanya Nabila. Tapi belum dateng." tambah yang lain


"Eh... itu tuh Nabila" ucap salah satu dari mereka sambil menunjuk


Membuat ku langsung menoleh dan mencari Nabila.


"Bukan-bukan, dia kelas 12 sekarang. Dan biasanya bersama Rosyid, putranya Abah" ucapku


"Ohhhhb.... MB Nabila toh...." ucap mereka bersama


"Iya, kalian tahu" ucap ku


"Tahulah, seluruh santri di sini juga tahu kalau Nabila yang biasanya sama Rosyid." jawab saah satu dari mereka


"Marisaya antarkan ke kantor asrama nya." lanjut nya


"Emang nya gak sekolah ya." tanyaku


"Karena kelas 12 udah gak ada jadwal pembelajaran atau ujian mereka di liburkan. Tapi terkadang juga masuk kalau ada pengumuman." jelas nya


"ohhh" ucapku


"Mas tunggu disini dulu. Saya panggil MB Nabila nya" ucapnya sambil berlalu



Akupun duduk di salah satu bangku taman yang berada di depan asrama. Ku perhatikan lingkungan sekitar, begitu asri dan sejuk. Banyak pohon dan bunga yang terawat dengan baik. Ada beberapa orang santri juga yang duduk-duduk di taman ini. Mungkin mereka temen Nabila.



"ehmmmmm...." suara itu menghentikan ku untuk melihat sekitar. Mataku melihat sosok yang telah berdahem tadi.


"Assalamualaikum...." ucap nya dan menyalimuku


"Ada apa kok kesini" tanya nya setelah duduk di sebelah ku


"Eh... emmm... pengen aja kesini, ketemu sama kamu. Gak boleh ya" ucapku, entah mengapa aku menjadi gugup sendiri


"Gak papa sih. Tapi jangan sering-sering, gak enak sama yang lain."


"Iya deh. Oh iya, udah sarapan belum."


"Belum sempet"


"Kebetulan nih. Tadi mas udah bikin sarapan buat kita. Tapi masih di mobil, kita ke sana aja."


"Boleh. Tapi bentar ya, aku pamit sama temen aku dulu. Takutnya nanti di cari Rosyid."


"iya"



Dia mendekati teman-temannya dan berbincang-bincang sebentar lalu kembali menemui ku. Setelah itu kami ke mobil. Karena madrasah di pakai untuk sekolah dan di sini tidak ada ruang tamu. Jadilah kami makan di dalam mobil.



Setelah selesai makan



"Ujian kamu gimana" tanyaku


"Alhamdulillah bisa"


"Udah selesai"

__ADS_1


"Belum, masih 3 hari lagi."


"Kalau boyong, masih berapa hari lagi."


Nabila tampak berpikir dan mencoba menghitung, " ehmmmmm..... berapa ya, mungkin 3 atau 4 minggu lagi."


"Kok masih lama sih."


"Iya, soalnya habis ujian nanti ada kayak class meting gitu. Seperti lomba-lomba dan masih banyak acara lagi. Dan berhubung aku udah kelas 6 sorenya. Jadi setelah santri lain pulang, aku sama temen-temen seangkatan dan beberapa guru ziarah wali gitu."


"ohhh"


"Mamang kenapa"


"Ya pengin kamu cepat di rumah lah. Jadi aku punya teman buat berbagai suka dan duka. Dan kalau udah capek kerja, di rumah ada orang. Setidaknya ada yang nyambut lah."


"Bukannya kamu masih tinggal di rumah sakit ya. Dan di rumah sakit kan banyak orang nya."


"Iya sih. Tapi kan beda."


"Ya udah tinggal di rumah bapak sama ibu aja. Kamar ku kan kosong"


"Enggak ah."


"Kenapa"


"Aku tuh pengin nya, kita cepat resepsi dan tinggal serumah."


"Sabarlah. Lagian kamu gak usah nunggu aku pulang, tinggal di sana juga gak papa kok."


"Entah lah, nanti ku pikirkan lagi."



Dan perbicaraan kami terus berlanjut sampai datang para sahabat nya Nabila dan Rosyid. Mereka mengajak Nabila untuk ke aula sekolah. Karena kepala sekolah meminta mereka berkumpul.



Ku putuskan untuk pulang. Walau Nabila bilang paling cuma sebentar pengumuman nya. Tapi aku juga masih ada urusan, jadilah aku pamit pulang.



Sedangkan Nabila pergi bersama sahabat-sahabatnya dan juga Rosyid



¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥



Maaf ya baru up lagi 🙏🙏🙏



Jangan lupa tulis komentar kalian ✍️✍️✍️



Dan klik tanda ❤️❤️❤️



Di bawah...



Terimakasih.....

__ADS_1


__ADS_2