
"Kak, saya pulang dulu ya. Terimakasih sudah mau menemani saya. Assalamualaikum..." pamit Nabila pada khafidz
"Wangalaikumsalam...." jawab khafidz
Nabila dan gilang pun menuju mobil.
"Sini barangnya biar mas saja yang bawa" ucap gilang
"Aku masih bisa bawa sendiri kok, lagian mas kan baru pulang kerja pasti capek kan"
"Capek sih iya, tapi kalau ada kamu di samping mas rasa capek itu hilang."
Sejak kapan gilang bisa gombal. Selama ini Gilang terkenal dengan wajah dingin dan tegas. Namun sejak kenal dengan Nabila, dia berubah menjadi lebih suka bercanda, manja dan masih banyak lagi.
"Issss gombal aja.... "
"Gak papa lagi, tuh mas gombalin istri sendiri bukan istri orang."
Sampai nya mereka di samping mobil, Gilang membukakan pintu mobil untuk Nabila.
"Silahkan masuk tuan putri yang sangat cantik...." ucap gilang dengan senyum yang sangat manis di mata Nabila
"Terimakasih... "
Entah apa yang membuat gilang seperti itu. Nabila jadi curiga, orang yang ada di samping nya itu suami nya atau bukan. Dari tadi tingkah nya aneh sendiri, tidak seperti biasanya.
"Mas apa kamu salah minum obat, kenapa sikap mu beda dari biasanya? apa kamu bukan suami ku?" tanya Nabila dengan nada penasaran
__ADS_1
"Kenapa aku harus minum obat, lagian kalau ini bukan suami mu lalu siapa. Hem...." jawab Gilang dengan memandang wajah Nabila
"Udah ah... udah mau Maghrib kita pulang sekarang. Aku juga sudah capek ingin segera istirahat"
"Baiklah...."
Gilang pun melajukan mobilnya. Perlahan mobil itu sudah bercampur dengan mobil yang lain. Hari semakin sore hampir malam tapi jalanan masih saja ramai.
"Kamu mau makan malam apa?"
"Terserah mas aja"
"Mau bakso, nasi goreng atau yang lain"
"Bakso aja...,"
"Menurut mu bagaimana..."
"Istirahat lah kalau begitu, nanti kalau sudah sampai aku bangun kan"
Gilang kembali fokus dengan jalan raya. Sedangkan Nabila dia mulai masuk ke dunia mimpi nya.
Mobil berhenti karena lampu merah. Gilang melihat Nabila, dia merasa kasihi melihat Nabila seperti ini. Dia pun menurunkan jok nabila, agar tidurnya nyaman.
Mobil kembali berjalan setelah lampu hijau menyala. Sebelum sampai rumah, mereka mampir ke kedai bakso yang ada di dekat rumah mereka.
Karena tak mau membangunkan nabila, akhirnya Gilang memilih untuk baksonya di bungkus. Kedai bakso ini adalah tempat favorit Nabila dan juga Gilang. Mereka sama-sama suka makan bakso.
__ADS_1
Setelah membayar Gilang kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan. Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah.
Gilang memasukkan semua barang-barang nabila ke dalam rumah. Kemudian dia kembali lagi, dia tidak mau membangunkan nabila. Gilang memilih untuk menggendong Nabila.
Di bawa nya Nabila ke kamar mereka. Sesampainya di kamar, Gilang meletakkan Nabila di ranjang dengan penuh hati-hati.
Kemudian dia memilih untuk membersihkan dirinya. Setelah beberapa menit mandi, akhirnya dia pun selesai.
" Hommmmm"
"Udah bangun dek" tanya Gilang yang baru keluar dari ruang pakaian.
"Iya, ini jam berapa mas"
"Jam setengah 7 kurang, mandi gih mas tungguin kita solat magrib jamaah"
"Iya..."
Nabila segera menuju kamar mandi. Sedangkan Gilang menyiapkan alat solat untuk mereka berdua.
Sambil menunggu Nabila, Gilang membaca ayat Alquran. Suara Gilang sangat indah dan merdu ketika melantunkan ayat-ayat Alquran.
Beberapa menit kemudian Nabila sudah siap. Dia segera memakai mukena yang di siapkan Gilang.
"Ayo mas, " ajak nabila
Gilang segera mengakhiri bacaan nya dan mengembalikan Alquran itu pada tempat semula. Setelah itu dia kembali dan melaksanakan solat magrib secara berjamaah dengan Nabila.
__ADS_1