
Setibanya aku di masjid, aku segera memilih tempat yang sekiranya masih kosong. Sambil menunggu imam datang aku memilih untuk mengaji.
Tak lama kemudian iqomah pun di ucapkan. Dan otomatis para jamaah yang ada di masjid segera bergegas untuk mengikuti solat magrib berjamaah.
Selesai solat, imam pun memimpin tahlil dan Yasin. Memang sudah jadi kebiasaan di masjid ini, jika setelah solat magrib membaca surat yasin dan tahlil.
Tak lama kemudian, masjid kembali sepi. Tidak seramai tadi saat solat. Beberapa orang kembali melakukan aktivitas nya setelah tahlil dan juga setelah membaca surat Yasin.
Di lain tempat...
" kemana sih mas Gilang. Kok pergi gak bilang-bilang." ucap Nabila kesal
Kalian tau, sejak dia selesai mandi Nabila sudah mencari Gilang tapi dia tak menemukan keberadaan Gilang. Al hasil dia solat duluan. Selesai solat dia membaca Alquran sebentar.
Nabila mengembalikan Al-Qur'an ke tempat semula. Dia juga melipat alat solat yang ia pakai tadi. Tak lupa ia kembali kan pada tempat nya.
Ketika semua sudah rapi, dia turun kebawah. Sambil menunggu Gilang pulang, Nabila memilih untuk mengerjakan tugas kampus nya di ruang tamu.
__ADS_1
Nabila berpikir bahwa gilang dapat pasien yang harus di tangani. Karena memang, Gilang terkadang pergi ke rumah sakit saat bukan jadwal di jaga.
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Tapi batang hidung Gilang belum juga kelihatan.
"Kenapa jam segini belum juga pulang."
"Aku sudah lapar ini, huuuu kapan kau akan pulang mas"
"Apa aku makan dulu ya"
"Tidak, tidak aku harus menunggu mas Gilang dulu"
Sedangkan Gilang,
"Assalamualaikum.. dok " sapa seseorang yang lewat di depan Gilang
"Wangalaikumsalam..."
__ADS_1
"Kok masih di sini, tidak pulang dok"
"Masih ingin di sini, "
"Oh, kalau begitu saya permisi dulu dok."
Orang tersebut kemudian pergi dari hadapan gilang. Gilang melihat arloji di tangan nya. Benar saja ini sudah jam setengah sepuluh. Semoga saja Nabila tak menunggu ku untuk makan malam, gumam Gilang di hati.
Gilang pun bergegas pulang. Sampai di rumah, ia kaget melihat Nabila ada di ruang tamu. Sebenarnya dia tak tega melihat Nabila seperti itu. Ingin rasanya dia mengendong Nabila dan menidurkan dia di kamar.
Namun dia urong kan karena dia harus bisa bersikap dingin untuk tiga hari ke depan. Dia memilih untuk naik ke kamar. Sebelum naik ia melihat ke arah dapur.
Dia penasaran, apa Nabila sudah makan atau belum. Dia pun memilih untuk ke dapur, memastikan bahwa Nabila sudah makan.
Tapi setelah di dapur, semua masih utuh. Tak ada satu pun yang sudah tersentuh. Hanya saja semua makanan itu sudah dingin.
"Huft.... hanya untuk beberapa hari kedepan Gilang. Kamu harus bisa." ucap gilang menyemangati dirinya sendiri
__ADS_1
Baru sehari tapi sudah buat Gilang tersiksa. Dia tak tega melihat Nabila yang tidur di ruang tamu. Masakan yang sudah susah-susah ia masak tapi tak ada yang memakan.
Namun Gilang juga tak mau, kalau hanya dirinya yang berharap lebih terhadap hubungan ini. Dia ingin tau apa selama ini Nabila juga punya perasaan yang sama dengan dia atau tidak.