
Gilang
Beberapa hari mama menginap di rumah sakit. Dan hari ini dia di izinkan pulang.
Karena aku belum bekerja, jadilah aku yang merawat dan menemani mama. Sesekali mama bercerita tentang mimpi-mimpinya. Yang menurut nya bisa jadi petunjuk untuk ku. Setelah mama tertidur, aku tinggal kan dia.
Aku kembali ke kamar untuk mencari informasi tentang gadis yang mama maksud. Aku coba bertanya pada Abah.
"Bagaimana bah. Apa gadis yang Abah maksud sama dengan yang mama ingin kan"
"Iya, mereka orang yang sama. Apa kamu sudah menemukan nya"
"Belum bah"
"Carilah dia, karena Abah dan mamamu sudah memberikan beberapa petunjuk kepada mu. Dan jangan lupa kamu minta petunjuk pada Allah. "
"Iya bah. Sekarang aku sudah mulai mencari dia. Dan ketika mama benar-benar sudah membaik aku akan pergi ke Madiun. Untuk membantu papa mengurus rumah sakit disana"
"Semoga Allah memudahkan jalan mu"
"Amin...."
"Abah tutup ya, Abah masih ada pekerjaan"
"Iya bah"
"Assalamualaikum...."
"Wangalaikumsalam...."
Ku coba mencari dia melalui internet. Beberapa jam aku berkutik dengan laptop. Namun nihil, aku tak juga mendapatkan dimana keberadaan gadis itu.
**************************************
Setelah beberapa hari kemudian. Keadaan mama berangsur membaik. Karena hal itu, aku meminta izin kepada papa dan mama untuk ke Madiun.
"Apa kau sudah siap mengurus rumah sakit itu" tanya papa
"Iya pa "
"Terus gadis yang mama maksud sudah kau cari" tanya mama
"Aku sudah mencoba mencari dia beberapa hari ini. Tapi aku tidak mendapatkan hasil apa-apa. Mungkin setelah aku disana aku akan bertemu dengan nya"
"Amin...." jawab mereka
"Kapan kamu akan berangkat kesana" tanya papa
"Besok pa"
"Baiklah, nanti papa kabari om Dimas buat jemput kamu. Apa kamu sudah punya rencana akan tinggal dimana"
"Belum sih pa, mungkin untuk beberapa saat aku akan menginap di hotel. Dan setelah menemukan tempat yang layak aku akan pindah"
"Kamu menginap saja di rumah om Dimas. Atau di rumah sakit. Papa sudah menyediakan kamar khusus buat kamu. Seperti apartemen namun tempat nya di rumah sakit"
"Baiklah pa, nanti Gilang tinggal di situ saja. Jadi kalau ada apa-apa tidak usah pulang pergi."
"Kamu akan menetap disanakan" tanya mama
"Kalau mama menyuruh ku demikian. Maka aku akan menetap di sana. Tapi kalau mama tidak menginginkan maka aku tidak akan menetap di sana"
"Kamu menetap saja di sana. Setelah rumah kakek dan nenek selesai direnovasi kamu bisa menempatinya. " ucap mama
"Apa rumah nya jauh dari rumah sakit" tanyaku
__ADS_1
"Tidak, rumah nya bersampingan dengan rumah sakit."
"Iya Gilang, papa juga sudah mulai menyuruh orang untuk membongkar rumah itu. Katanya lusa mereka akan membongkar rumah itu. Dan kamu bisa mendesain rumahmu sendiri"
"Terimakasih ma, pa."
"Sama-sama" jawab mereka
Setelah mendapat izin dari kedua orang tua ku. Aku membereskan barang-barang ku. Aku tidak membawa banyak barang. Setelah ku rasa cukup. Aku beristirahat untuk menyiapkan diri agar besok tidak kecapean. Karena aku harus menyetir sendiri.
***************************************
Pukul 06.00 wib
Aku turun kebawah untuk sarapan bersama keluarga ku. Semua barang-barangku sudah dimasukkan kedalam mobil. Aku juga sudah rapi dan siap berangkat.
"Kak, mari makanan"
"Iya" aku segera duduk di dekat bunga
Sarapan berjalan dengan khidmat. Tidak ada yang berbicara. Setelah selesai,
"kamu yakin akan berangkat sekarang" tanya mama
"Iya ma"
"Semalam papa sudah memberi tahu om Dimas soal kedatangan mu disana." ucap papa
"Apa kakak akan menetap di sana" tanya bunga
"Janji"
" Kakak Janji, kalau ada waktu pasti kakak akan pulang"
"Baiklah"
Setelah selesai sarapan aku berpamitan kepada mereka.
Aku mengendarai mobil untuk ke Madiun. Dan berbekal google maps aku menyusuri jalan kesana. Karena aku tak tahu jalannya dan tidak ada sopir atau siapa pun yang ikut bersama ku.
Aku lewat jalan tol agar cepat sampai. Setelah kurang lebih 3 jam aku keluar dari tol. Kendaraan di tol tak begitu ramai. Meningat bahwa ini bukan hari weekend atau sejenisnya. Jadilah aku bisa dengan cepat keluar dari tol.
Ku ikuti arah di maps. Karena om Dimas telah mengirimkan kepada ku lokasi rumah sakit tersebut.
Kota Madiun tidaklah seramai Surabaya. Seperti nya aku akan betah tinggal disini.
Setelah perjalanan yang cukup panjang. Akhirnya aku sampai juga. Ternyata banyak yang sudah menunggu kedatangan ku. Aku turun dari mobil. Dan menyapa om Dimas dan para perawat yang menyambut ku.
Om Dimas mengajak aku ke sebuah ruangan di rumah sakit itu. Ternyata itu adalah apartemen yang di maksud papa. Om Dimas membirkan aku untuk istirahat.
Karena aku lelah menyetir. Ku putuskan untuk beristirahat.
__ADS_1
Pukul 13.30 wib
Aku terbangun dari tidur ku. Segera ku laksanakan kewajiban ku untuk solat.
Setelah selesai aku turun kebawah kembali ke mobilku. Karena barang-barangku masih disana. Ku bawa barang-barangku ke kamar dengan di bantu beberapa orang perawat.
Setelah semua selesai, ku bersih kan tubuh ku. Karena aku harus menemui om Dimas.
¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢^^^^^°°^^^^^¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢
Sebelum lanjut cerita, saya mau kasih tau dulu siapa om Dimas itu
Dia adalah adik laki-laki dari mama Gilang. Karena selama ini dia tinggal di Madiun. Maka mama dan papanya Gilang memintanya untuk bekerja di rumah sakit itu.
Dulu om Dimas bekerja di puskesmas dekat rumah nya. Namun setelah beberapa kali Mandy sakit dia menerima tawaran dari Rianto. Sebenarnya dia lebih suka bekerja di puskesmas karena jam kerja nya lebih sedikit. Dan dia tidak ingin bergantung kepada kakaknya.
Dimas sudah berkeluarga. Dia memiliki 2 orang anak dan 1 istri. Usia pernikahan nya sudah menginjak 7 tahun. Anak pertamanya berusia 6 tahun, dia bernama yudo. Sedangkan anak ke duanya masih berumur 3 tahun. Dia bernama Klara. Mereka tumbuh dengan baik dan penuh kasih sayang dari Dimas dan istri nya.
Dimas dan keluarga kecilnya itu tinggal tidak jauh dari rumah sakit. Rumah mereka juga sederhana, sangat berbeda dengan rumah Mandy yang besar namun terlihat sederhana.
Dia juga satu-satunya saudara Mandy. Dia tetap tinggal di Madiun. Ketika Mandy menikah dan diajak ke Surabaya oleh suaminya. Dimaslah yang menjaga kedua orang tuanya. Namun beberapa tahun yang lalu kedua ibu mereka meninggal. Dan ketika Mandy mengandung bunga. Papa nya yang meninggal. Meskipun Dimas tidak punya siapa-siapa di Madiun. Dia tidak ingin meninggalkannya karena banyak kenangan yang tidak akan ia dapatkan di tempat lain.
Ketika dia mendapat kabar bahwa Gilang akan ke Madiun. Dimas sangat senang. Karena pekerjaan nya akan berkurang. Dia hanya di tugaskan untuk mengantikan posisi Gilang untuk sementara.
∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆
Terimakasih masih mau membaca cerita ini
Semoga kalian suka
Kalau boleh minta sarannya
Tulis di kolom komentar
Terimakasih....🙂🙂🙂
Maaf ya ceritanya jelek,
Mohon maklum, karena ini baru yang pertama
__ADS_1
yang saya buat