
Nabila
Adzan subuh sudah berkumandang. Nabila yang mendengar itu langsung bangun. Badannya terasa pegal - pegal, dia baru sadar bahwa ia masih tidur di ruang tamu.
"Pantas saja badan ku terasa pegal dan kedinginan" ucap Nabila
"Apa mas gilang tidak pulang? Jika ia pulang kenapa tidak membangunkan ku? Apa dia semalam sudah makan? Lebih baik aku lihat dulu deh ke dapur." ucap Nabila lagi
Nabila pun bangkit dan berjalan menuju ruang makan. Dilihatnya makanan yang ia masak kemarin masih utuh. Dia pun membersihkan makanan tersebut.
__ADS_1
Tak lama kemudian Nabila beranjak ke kamar. Ketika ia baru masuk, ia melihat Gilang sedang membaca Alquran. Nabila berhenti sejenak dan memperhatikan suaminya itu.
"Kenapa kamu tidak membangunkan ku mas? Aku yakin bahwa kau semalam tau bahwa aku menunggu mu di ruang tamu bahkan sampai aku tertidur." gumam Nabila dengan nada sedih.
Waktu solat subuh yang semakin sedikit. Nabila segera menuju kamar mandi untuk gosok gigi, mencuci wajah dan tak lupa untuk berwudhu. Setelah itu ia segera keluar dan mengambil mukenanya.
Nabila yang baru selesai solat segera membereskan mukena nya. Dan beranjak pergi ke dapur untuk memasak. Sebelum itu ia menyiapkan kebutuhan suami nya itu, mulai dari pakaian, dasi, dan lainnya. Setelah di rasa cukup ia segera ke dapur. Meski ia kecewa terhadap suami nya karena tak menghargai dia semalam. Ia tetap melakukan kewajiban dia.
Untuk pagi ini Nabila memilih untuk memasak nasi goreng saja. Karena hanya itu yang cepat di sajikan. Hari ini Nabila harus berangkat pagi, jadilah dia masak sekedarnya saja.
__ADS_1
Ketika semua bahan sudah siap, Nabila segera memulai aktivitas memasaknya. Di mulai dari menyalahkan kompor. Dan setelah minyak nya panas ia memasukkan bumbu yang telah ia buat tadi. Di masaknya bumbu itu sampai tercium bau harum. Ia segera memasukkan nasi yang telah ia siapkan.
Setelah masakan tersebut jadi, Nabila memasukkan sebagian nasi goreng tersebut ke dalam kotak makan. Selama ini Nabila dan juga Gilang selalu makan masakan Nabila. Mereka tidak terlalu suka jika harus membeli makanan di luar. Meskipun terkadang mereka membeli makanan di luar, ketika mereka sama-sama capek untuk sekedar memasak atau mereka ingin makanan dari luar.
Nabila segera ke kamar untuk mandi. Di lihatnya, Gilang baru saja keluar dari kamar mandi. Nabila pun memperhatikannya, karena selama menikah ia tak pernah melihat gilang yang selesai mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.
"Ya Allah, haruskah aku bersyukur atau sebaliknya. Tapi ia adalah suami ku, apakah aku dosa jika melihat nya. Sungguh aku merasa tak pantas jika harus bersanding dengan dia. Dia yang banyak kelebihan dan tak sedikit pun nampak kekurangan, sangat berbeda dengan diriku." ucap Nabila dalam hati
Nabila dan gilang tak sengaja saling pandang. Mereka ingin saling menyapa dan memeluk satu sama lain. Namun ego saat ini menguasai keduanya. Nabila segera memalingkan wajahnya dan beranjak mengambil handuk nya. Sedangkan Gilang, ia tetap melihat Nabila sampai gadis itu benar-benar masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1