Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama
C-48


__ADS_3

Berkunjung


Selesai solat magrib, Nabila dan Gilang bersiap untuk pergi ke rumah orang tua Nabila. Beberapa oleh-oleh yang di bawa dari Surabaya telah di siapkan di dalam mobil.


Setelah semua siap, keduanya langsung berangkat. Jarak rumah mereka dengan rumah orang tua Nabila tidak jauh. Karena masih satu kecamatan. Hanya saja rumah Gilang dan Nabila yang dekat dengan jalan raya dan beberapa toko, tampak seperti di kota. Sedangkan rumah kedua orang tua Nabila berada jauh dari jalan raya. Dan lebih dekat dengan rumah tetangga dan kebun.


Perjalanan yang mereka perlukan hanyalah 20 menit. Setelah mobil terparkir di halaman, Nabila dan Gilang turun. Rumah tampak sepi, sepertinya keluarga nya sedang makan.


"Mbak Nabila..." ucap seseorang dari belakang nya


Nabila dan Gilang yang sedang menurunkan barang pun menoleh. Melihat siapa yang telah memanggil Nabila.


Di lihatnya anak kecil yang berdiri di dekat Nabila. Dia tersenyum dan merentangkan kedua tangannya, seakan ingin di gendong oleh Nabila.


"Ulfa.... apa kabar mu ? apa kamu sendirian, kemana kakakmu?" tanya Nabila


"Aku baik-baik saja, dan aku ke sini tidak sendirian. "


"Siapa dek" tanya Gilang


"Adiknya Budi, kenalin dia ini suami MB namanya mas gilang,. "


"Hai, " sapa Gilang


"Bil, kapan Lo nyanpeknya?" tanya Budi yang sudah berada di dekat mereka


"Baru aja, "


"Masuk yuk...." ajak Budi


"Kayak rumah ini milik kamu aja, bantuin mas gilang bawa barang-barang itu masuk." perintah Nabila


"Emang ni rumah milik bapak ibu gue, hu...."


Setelah perdebatan antara Nabila dan Budi, akhirnya mereka masuk bersama. Di mana Nabila yang mengendong Ulfa. Dan Gilang sama Budi membawa barang yang mereka bawa tadi.


"Assalamualaikum....." ucap mereka bersama


"Wangalaikumsalam.... ibu kita kamu akan kemari besok" jawab ibu menghampiri mereka.

__ADS_1


"Ayo masuk.. masuk...." ucap bapak setelah melihat siapa yang datang


Mereka berkumpul di ruang keluarga. Canda dan tawa menghiasi malam ini. Mereka saling bertukar cerita dan melepaskan rindu.


"Di, kamu jadi ambil kedokteran" tanya Nabila


"Ya, tau lah ortu kayak apa. Aku pengen kayak kamu bil, kuliah dekat-dekat sini aja. Tapi ya gitulah, kenyataan tidak seindah harapan."


"Mau kuliah di mana" tanya Gilang


"Rencananya sih di Malang,"


"Kalau kuliah kedokteran harus punya target, biar cepat lulus. Karena kuliah kedokteran itu susah-susah gampang."


"Berarti kalau selain kedokteran boleh ya gak punya target buat cepat lulus." ucap Nabila


"Ya gak gitu juga dek, memang nya kamu mau kuliah terus dan gak lulus-lulus. Kapan dong kita punya momongan kalau kamu nya gak mau lulus kuliah." jawab Gilang


Jawaban Gilang sukses buat Nabila diam, awalnya Nabila cuma iseng. Tapi ternyata Gilang memang sedang benar-benar menasehati sahabatnya itu. Secara Gilang sendiri juga pernah kuliah kedokteran.


"Iya bil, emang kamu mau terus berkutat dengan dunia pendidikan. Gak bosen apa sekolah lama-lama. Kasihan yang bayar sekolah kamu bil, kalau kamu nya gak lulus tepat waktu." sambung Budi


"Kamu kapan daftar kuliahnya, " tanya Budi


"Aku ikut SPAN-PTKIN, jadi tinggal bayar buat daftar dan login buat daftar ulang. Belum tau juga mulai kapan pembayaran nya."


"Oh..."


"Udah malam dek, kita pulang sekarang ya. Besok mas udah mulai kerja lagi." ucap Gilang


"Iya, kita pamit dulu sama bapak dan ibu"


Setelah mereka pamit untuk pulang. Mereka segera pulang, sebenarnya mereka masih ingin disana. Tapi karena sudah malam, mereka harus pulang.


Sesampainya di rumah, mereka melaksanakan solat isya berjamaah terlebih dahulu sebelum tidur. Setelah selesai solat, mereka membereskan perlengkapan solat dan mengembalikan ke tempat semula.


Gilang merebahkan tubuhnya ke kasur. Rasa kantuk dan lelah karena seharian dia menyetir. Beberapa saat kemudian di susul Nabila.


Nabila juga merebahkan diri nya di samping Gilang. Nabila tidak langsung tidur, dia pandangi wajah teduh Gilang. Dia merasa beruntung bisa menikah dengan Gilang.

__ADS_1


Banyak wanita yang telah di tolak oleh Gilang. Dan memilih Nabila yang baru saja lulus Ma. Bukan hanya itu, Nabila juga berasal dari keluarga sederhana.


Gilang begitu baik selama ini. Tak pernah sekalipun Gilang berbuat kasar yang ada malah sebaliknya.


Tak puas hanya menatap wajah suaminya itu. Nabila menyentuh wajah Gilang dan mengusap pipi Gilang dengan lembut. Berusaha untuk tidak mengusik Gilang.


Tapi perbuatannya itu, telah membangunkan Gilang. Di genggaman nya tangan yang telah mengganggu tidur nya. Dirasakannya tangan halus itu dan perlahan dia mulai membuka mata yang tadi sudah tertutup.


"Mas belum tidur..." tanya Nabila yang kaget melihat Gilang


"Sudah, tapi ada yang membangunkan"


"Maaf.." ucap Nabila seraya menarik tangannya namun Gilang malah mempererat genggaman tersebut


"Apa kamu tidak risih atau gerah"


"Tidak, memang nya kenapa"


"Selama ini kamu selalu mengunakan jilbab mu. Baik itu di luar atau bersama ku saja. Bukan kah aku ini suamimu, kenapa kamu tidur dengan menggunakan jilbab mu."


Nabila yang mendengar itu berusaha untuk tidak menatap Gilang. Dialihkan nya pandangan Nabila kearah lain.


Sedangkan Gilang yang melihat reaksi istri nya itu. Dia menarik Nabila agar memeluknya. Benar saja, Nabila sudah berada di dekapan nya.


Nyaman, tenang itu yang mereka rasakan saat berpelukan.


"Tak apa, pakailah jika kamu masih malu terhadap suaminu ini. Aku tak akan melarangnya. Tidurlah, ini sudah malam. Besok kamu harus bangun pagi, karena aku tak ingin makan selain masakan istriku ini."


Setelah mengucapkan itu, Gilang kembali berusaha tidur lagi. Sedangkan nabila, dia masih sibuk dengan perkataan suaminya.


Setelah lama berpikir, dia lama-lama mengantuk juga. Akhirnya dia mencari tempat nyaman di pelukan suaminya itu. Dan mulai ikut dalam dunia mimpi.


¥¥¥¥¥°°°°°°°°°°°¥¥¥¥¥


*Gimana gaes.... cerita nya bagus gak nih... maaf nih up-nya dikit-dikit.... kapan-kapan deh aku usahakan up yang banyak....


Tunggu eps selanjutnya ya.... jangan lupa like dan komentar...


By: defani @l-zulfa*

__ADS_1


__ADS_2