
Apa kabar semua...
Semoga baik-baik saja...
Maaf ya baru bisa up lagi...
Jangan bosan dengan cerita ini
Dan semoga cerita ini tidak mengecewakan kalian semua
Terimakasih masih setia dengan novel ini
Selamat Membaca kakak 😄😄😄
¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥••••••••••••¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥
pondok kembali normal setelah kepergian wanita itu. Kegiatan pondok juga terus berjalan.
Tak terasa malam puncak akan di laksanakan nanti malam. Para santri disibukan untuk mempersiapkan segala keperluan untuk penutupan haflah. Mulai dari membersihkan kamar masing-masing, kamar mandi, mempersiapkan panggung dan berlatih untuk persembahan.
Nabila dan juga sahabat2 nya juga membersihkan kamar mereka. Setelah seharian penuh membersihkan kamar.
( buat dialog dulu ya kak, biar enak bacanya ☺️☺️☺️ )
Nurma: "Huft.... capek ya"
Hasna: " Aku juga capek banget nih"
Nabila: "Ya udah kita istirahat dulu, mandinya nanti saja"
Nurma dan Hasna: " Setuju"
mereka beristirahat terlebih dahulu. karena dari pagi hingga siang ini mereka dan juga beberapa teman sekamar nya membersihkan kamar mereka. Disaat mereka istirahat, Dina datang dari bawah.
Dina: "Assalamualaikum...."
Temen-temen: "Wangalaikumsalam..."
Dina: " Bil, di cari bapak sama ibu kamu di bawah. Katanya mau di ajak sowan gitu. Lo di suruh siap-siap dan segera turun"
Nabila: "Serius Lo, huftt padahal gue capek banget nih."
Hasna: " Udah gih sana aja, kasihan ortu Lo jauh-jauh dari rumah buat jenguk Lo. Eh Lo nya malah gini"
__ADS_1
Nabila: "Iya-iya, nih gue ganti baju. ( Nabila segera ganti baju dan bersiap-siap ) Eh din, ortu gue dimana. (tanya Nabila setelah siap )
Dina: "Di taman bawah "
Nabila: "Oh, ya udah gue turun duluan. Assalamualaikum...."
Temen-temen: " Wangalaikumsalam...."
Dengan wajah yang semangat Nabila turun ke bawah. Dia segera menghampiri kedua orang tuanya.
"Assalamualaikum...." ucap Nabila saat didepan orang tuanya dan menyalimi serta mencium tangan mereka.
"Wangalaikumsalam...." jawab ke duanya
"Nduk, Abah ada di rumah gak" tanya bapak
"Ada pak, mari nanti keburu sibuk" ajak Nabila
Mereka pergi kerumah Abah. Karena sebelumnya mereka sudah bikin janji dulu. Dan Abah bilang waktu kosong nya ketika siang. Jadi mereka kesana saat siang.
Ternyata Abah sudah menunggu ke hadiran mereka. Abah serta Bu nyai mempersilahkan mereka masuk. Setelah cukup berbasa basi, bapak menyampaikan tujuan nya datang kemari.
"Jadi begitu bah" ucap Abah setelah tujuan nya tersampaikan
"Ohhhh, baiklah nanti saya sekeluarga akan usahakan datang ke pernikahan nya Nabila" ucap Abah
"Bil, karena kamu sudah menikah maka jadilah istri yang baik dan taati suami seperti taat mu kepada kedua orang tua mu. Jangan sampai kamu memberatkan salah satunya. " pesan Abah
"Iya bah" jawab Nabila
"Apa kamu tetap ikut ziarah" tanya Abah
"Iya bah"
"Sudah minta izin pada suami mu"
"Sudah bah, dia mengizinkan saya untuk pergi"
"Jagalah kepercayaan diri di antara kalian. Karena Kepercayaan itu sangat penting. Dan soal wanita yang kemarin datang kemari jangan terlalu kamu ambil hati ucapnya. Gilang sudah menjelaskan kepada Abah bahwa dia tidak pernah pacaran atau dekat dengan wanita. Dan Abah tahu bahwa dia tidak lah berbohong. Karena memang seperti itu kenyataan nya. "
"Iya bah"
"Ya sudah bah, karena tujuan kami datang kemari telah tersampaikan. Maka kami sekeluarga memohon izin untuk pamit." ucap bapak
"Iya pak, terimakasih atas kunjungan nya. Semoga lain kali kita bisa bertemu lagi."
"Amin"
__ADS_1
"Assalamualaikum...." ucap keluarga Nabila
"Wangalaikumsalam...." jawab Abah dan Bu nyai
Kedua orang tua Nabila tidak langsung pulang. Mereka berbincang-bincang terlebih dahulu dengan Nabila. Memberitahu bagaimana acara resepsi pernikahan nya nanti dan memberikan beberapa undangan pernikahan nya.
Karena sudah semakin sore kedua orang tua Nabila pamit. Dan Nabila kembali ke kamar.
Sesampainya di kamar,
Nabila
Setelah kedua orang tua ku pulang. Aku kembali kekamar, ku sembunyikan undangan ku.
Sesampainya di kamar, sahabatku tidak ada, hanya beberapa orang saja di kamar. Mungkin mereka rewang di dapur.
Aku duduk di depan alamariku. Perkiraan ku melayang kemana-mana.
Ya Allah, bagaimana aku memberikan undangan ini kepada sahabat-sahabatku. Apa reaksi mereka nanti kalau tahu aku sudah menikah. Bagaimana jika mereka akan marah padaku.
Saat aku masih sibuk dengan pikiran ku sendiri. Sahabatku mengagetkan ku. Mereka mengajakku untuk mandi karena sudah sangat sore.
Ku simpan baik-baik undangan tersebut agar tidak di ketahui oleh teman ku. Ku putuskan untuk memberikan undangan tersebut ketika pulang ziarah nanti
Kami segera turun kebawah untuk mandi. Selesai mandi kami kembali ke kamar. Sampai di kamar kami melakukan aktivitas kami masing-masing.
Ketika malam datang, beberapa wali sudah datang dan menempati tempat duduk yang di sediakan. Para santri juga sudah berkumpul di tempat yang disediakan.
Pada malam puncak ini, akan di adakan khotmul imrithy yang di bawakan oleh seluruh anggota kelas 4 sekolah sore.
Selesai penampilan mereka dilanjutkan dengan maulidah hasanah yang di sampaikan oleh Abah sendiri.
Tepat pukul 12 malam acara ini selesai. Beberapa santri juga sudah kembali ke kamar. Ada juga yang izin pulang karena ada wali yang telah datang pada malam ini.
¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥•••••••••••••¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥
Segini dulu ya kak 😉😉
Jangan lupa ✍️✍️✍️ komentar kalian
Karena dengan komentar kalian saya bisa membenahi cerita ini
Dan jangan lupa klik ❤️❤️❤️
Sekian dan terimakasih....
__ADS_1
😄😄😄😍😍😍😆😆😆🤩🤩🤩☺️☺️☺️