
Ponorogo
Beberapa bulan yang lalu telah diadakan seleksi untuk kepengurusan organisasi. Hasil dari seleksi itu juga segera diumumkan. Mengingat bahwa kepengurusan yang lalu sudah harus lengser. Yang disebabkan karena mereka yang sekarang sudah kelas tiga harus fokus belajar untuk ujian nasional.
Dalam kepengurusan yang baru ini, Nabila dan Dina ikut berperan. Nabila sudah dipercaya sebagai sekertaris 2. Dan Dina juga dipercaya sebagai bendahara 2.
Memang semua wakil di isi oleh murid kelas 10 dan ketua diisi dengan kelas 11. Kecuali wakil ketua, posisi itu masih diberikan kepada kelas 11. Tujuan dari ini adalah untuk melatih mereka, jika nanti sudah naik kelas. Jadi tak perlu cari-cari orang lagi dan mengajari ulang.
Kegiatan yang Nabila lakukan semakin bertambah. Dimana dia harus merelakan waktu liburan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Memang posisi dia sekarang masih baru dalam ekstrakurikuler itu. Namun, ia juga harus bisa ikut andil dalam semua kegiatan yang diadakan oleh organisasi yang ia ikut itu.
Nabila
"Din, kamu mau ke beskem tidak?" tanya ku.
"Nanti deh aku nyusul. Kamu mau ngapain ke sana?"
"Ada yang harus aku ketik nih. Ya udah aku duluan, nanti kamu nyusul ya!"
"Iya"
Hari ini memang hari libur. Tapi mulai sekarang tak ada kata libur dikamus aku. Setiap saat ada aja yang cari aku. Dan untuk hari ini aku dapat tugas untuk mengetik proposal kegiatan untuk acara amal bulan depan.
Aku berangkat sendiri ke beskem. Namun saat aku di tengah perjalanan aku berhenti. Karena ada Abah yang sedang berjalan-jalan bersama anaknya yang baru berusia setengah tahun lebih. Kami para santri yang melihat itu langsung menunduk dan memberi jalan. Tanda hormat kami kepada Abah.
Abah dan anaknya berjalan dimana si anak masih dalam gendongan karena belum bisa berjalan. Aku merasa ada yang lihatin aku terus dan benar saja ketika Abah didepan aku, anak abah itu tersenyum. Namun Abah tidak memperhatikan itu dan ketika sudah jauh, anak itu menangis.
Abah mencoba untuk menenangkannya namun anak itu tak mau berhenti menangis. Dia terus menangis sambil menunjuk-nunjuk orang. Dan orang yang di tunjuk itu adalah aku. Abah pun memperhatikan anaknya, sampai akhirnya beliau tau siapa orang yang diinginkan oleh anaknya. Abah pun kembali dan mendekatiku. Sebelumnya Abah menyuruh para santri untuk bubar melaksanakan aktivitas mereka. Namun tidak dengan diriku aku tetap diam di tempat, karena Abah meminta ku untuk tetep diam.
"Siapa namamu nak?" tanya Abah pada ku, karena tidak menutut kemungkinan Abah tau seluruh nama santrinya. Karena jumlah santri yang setiap tahun bertambah banyak.
"Nabila, Bah." jawab ku masih menundukkan wajahku.
"Sepertinya rosyid ingin bermain dengan mu. Apa kamu bersedia untuk mengajaknya?" tanya Abah.
"Iya bah" jawab ku mengiyakan. Karena tak mungkin juga untuk ku tolak.
Mendengar jawaban ku, Abah segera memberikan Rosyid kepadaku.
"Rosyid ikut mbak Nabila ya, jangan rewel." pesan Abah setelah Rosyid berada dalam gedong ku.
Dia tersenyum dan seperti sangat senang bersamaku.
"Maaf Abah merepotkan mu. Nanti kalau rosyid nya rewel atau sudah tertidur antarkan pulang" pesan Abah padaku.
__ADS_1
"Iya bah" lagi-lagi hanya ku iyakan.
Abah pun pergi meninggalkan kami. Dan aku melanjutkan langkah ku menuju beskem. Dengan sesekali aku mengajak Rosyid untuk mengobrol. Ya meskipun aku tau bahwa tidak akan ada respon jawaban dari pertanyaan ku. Mungkin hanya dengan senyum dan kadang tertawa.
Setibanya aku disana ternyata sudah ada mbak indah, sekertaris 1. Aku segera menghampiri dia dan duduk di sebelahnya. Aku duduk sambil memangku Rosyid.
"Kok kamu bisa bawa rosyid? Setahuku dia tidak mau diajak siapa pun selain keluarga dalem" tanyanya heran.
"Masak iya mbak. Tapi tadi dia sendiri yang meminta. Dan Abah memberikan nya padaku," ucapku seakan tak percaya.
Memang aku tidak begitu tahu soal Rosyid. Aku selalu menganggap berita yang beredar hanya gosip. Aku akan percaya jika aku sudah menyaksikan sendiri.
"Berarti dia mau kamu asuh Bil. Kayaknya kamu bakal jadi orang asuh dia." tabaknya dengan antusias.
"Iya gak papa lah. Itung-itung ngalap barokah juga. Oh iya mana proposal yang harus aku ketik mbak" tanyaku yang masih mengendong Rosyid
"Kamu mau ngemong sambil ngetik?"
"Iya"
"Biar aku aja yang mengetik, kamu ajak Rosyid main aja."
"Kok gitu mbak, apa tidak merepotkan mu?"
"Tidak sama sekali, udah kamu ajak ia main aja"
"Ya... Ya... terserah kamu saja,"
Ku turuti permintaan mbak indah. Rosyid masih dalam gendongan ku. Dia masih asik dengan aktivitas nya sendiri. Lalu kutaruh dia dibawah dan kuajak dia bermain, dia tampak begitu senang. Lama-lama dia tertidur, aku pun pamit untuk mengantar kan Rosyid ke dalem.
Setibanya didalem ku serahkan Rosyid pada ummi. Ketika aku hendak pergi, Rosyid kembali menangis lagi. Dan ummi menahan ku.
"Nak dia ingin bersama mu. Bisakah kau temani dia sebentar?"
"Iya ummi"
"Mari saya antarkan ke kamarnya,"
Di dalam kamar
Kamar itu bersih dan rapi. Tidak banyak mainan seperti pada umumnya. Begitu nampak sederhana dan indah. Ummi mencoba menidurkan Rosyid, tangannya menggenggam jariku. Seakan dia tak mau pisah dengan ku. Setelah dia benar-benar pulas, ummi mengajakku untuk berbincang-bincang di ruang tamu.
Pukul 13.30 Wib
__ADS_1
"Ummi, saya pamit dulu." pamit ku.
"Iya, nanti kalau Rosyid mencarimu lagi saya harap kamu mau menemani nya,"
"Iya ummi. Pasti saya akan kesini dan mengajaknya,"
"Terimakasih ya"
"Saya pamit ummi, assalamualaikum.... "
"wa'alaikumsalam..... hati-hati nak" pesan ummi
Akupun kembali ke kamar. Tak lupa ku laksanakan solat duhur berjamaah bersama teman-teman ku. Lalu makan bersama ke-3 sahabatku yang telah menungguku.
"Bil aku denger kamu tadi sama Rosyid anak Abah sama ummi?" tanya Nurma.
" Iya" jawab ku.
"Terus mana dia sekarang?" tanya Hasna
"Udah ku antar pulang. Soalnya Abah tadi pesan kalau udah tidur suruh antar pulang. Takutnya kalau di bawa ke asrama dia gak bisa tidur dan malah rewel." jawab ku.
"Iya juga. Setahuku dia tak pernah mau di ajak siapapun." sahut Dina.
"Memang rumor itu benar?" tanya Hasna.
"Iya benar, tadi ummi yang cerita."
Belum selesai kami mengobrol, tiba-tiba ada seorang teman yang menghentikan obrolan kami.
"Bil, di cari Abah disuruh ke dalem" ucap temanku yang baru datang.
"Ya" jawab ku. Segeraku cepat kan makan ku karena aku juga lapar. Setelah selesai aku langsung pergi ke sana.
∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆π∆
Segini dulu ya 😁😁😁😁😁
Maaf kalau cerita nya jelek, karena ini baru
yang pertama
Kalau boleh minta saran dan kritik nya 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar✍️✍️✍️
Terimakasih...😀😀😀😀😀