Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama
C-60


__ADS_3

Gilang


Saat ini Jam sudah menunjukkan pukul 18.30, namun Nabila belum pulang. Beberapa kali aku berusaha untuk menghubunginya tapi tidak ada balasan darinya. Aku juga sudah beberapa kali kirim chat, namun aku tak kunjung mendapat balasan.


Sabar,, ya aku harus sabar.


"Apa kau marah, karena perubahan sikapku akhir - akhir ini." keluhku


Sekarang aku sedang duduk di teras depan, menuggu Nabila yang tak kunjung datang. Sesekali aku melihat jalanan, siapa tahu Nabila pulang.


"Apa kau tak akan pulang malam ini?"


"Sejak kapan jam kuliah kamu sampai malam seperti ini?"


"Apa kau merayakan ulang tahun mu dengan teman - temanmu?"


Dan masih banyak pertanyaan yang menghampiri ku.


Alhamdulillah penantian ku tak sia - sia. Ketika adzan isya' akan berkumandang, Nabila baru memasuki halaman rumah kami. Aku hanya memperhatikan dia, yang sedang memarkirkan motornya di garasi.


"Assalamualaikum.... Mas. Maaf aku pulang terlambat," ucap Nabila ketika ada di samping Gilang

__ADS_1


"Wangalaikumsalam... Masuklah," ucapku


"Baiklah... Aku masuk duluan" jawabnya


"Hufff.... Akhirnya kamu pulang juga. Ok, aku juga harus segera menyiapkan makanan dan yang lainnya." ucapku ketika Nabila sudah masuk


Aku segera ke dapur, mengambil beberapa makanan yang telah aku siapkan. Ku bawa makanan itu ke taman. Ku tata sedemikian rupa, hingga tampak menarik dan indah.


Nabila


"Hufttt...


Alhamdulillah... mas Gilang tidak memarahi ku karena aku pulang terlambat. Tapi, dimana dia sekarang. Apa dia masih mendiamkan ku, memang aku berbuat salah apa sampai kamu mendiamkan aku selama ini. Tau ah, mending aku solat isya' duluan." ucap Nabila


Setelah usai solat


"Kenapa solat sendiri, tidak menunggu aku dulu?" tanya Gilang yang duduk di sofa


"Maaf mas, ku pikir dirimu sibuk. Jadi, aku tak mau mengganggu mu. Dan aku memilih untuk solat duluan." jawab ku jujur


"Hufttt... Baiklah, kalau begitu aku solat dulu. Baru setelah itu kamu harus ikut dengan ku. Siap - siaplah dan pakailah ini."

__ADS_1


"Memangnya kita mau kemana?"


"Sudah tak usah banyak tanya, pakai saja."


Setelah mas Gilang masuk ke kamar mandi. Aku segera mengganti pakaian ku dan berdandan seperti biasanya. Aku hanya menggunakan make-up tipis.


Sebenarnya kamu mau mengajakku kemana sih mas. Sampai - sampai kau menyiapkan baju yang begitu bagus dan indah ini.


Setelah semua selesai, ku pandang pantulan diriku di cermin. Aku sangat suka dengan baju ini. Tak terasa aku pun tersenyum sendiri di depan cermin.


Sampai akhirnya aku sadar bahwa ada yang memeluk ku dari belakang. Dia memeluk ku sangat erat, seakan tidak mau kehilangan diriku. Dia juga meletakkan kepalanya di bahuku.


Sungguh aku merasa benar - benar bahagia. Karena sudah lama rasanya aku tidak di peluk sama mas Gilang. Aku juga membalas pelukannya.


"Kamu tampak cantik hari ini." ucapnya


"Benarkah, berarti biasanya aku jelek dong." jawab ku dengan ketus,


"Tidak - tidak, cuma malam ini kamu tampak lebih cantik. Ya udah, kamu harus pakai ini dulu." ucap mas Gilang sambil mengeluarkan penutup mata


" Mengapa harus memakai itu, memang nya kamu mau mengajak aku kemana mas ?"

__ADS_1


" Pakai dulu, nanti kamu juga akan tau."


Mas Gilang pun memakai kan penutup mata tersebut. Dan aku masih bingung sebenarnya mau diajak kemana.


__ADS_2