Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama
C-17


__ADS_3

Ponorogo



Nabila



Kini aku telah menduduki kelas 12. Dimana setahun lagi aku akan meninggalkan tempat ini. Walau aku tak tahu setelah ini aku hendak kemana. Dan melanjutkan sekolah lagi atau tidak, aku juga tak tahu.



Aku sangat menikmati hari-hari ku disini. Terlalu banyak kenangan dan kebahagiaan yang tak bisa kudapatkan dari tempat manapun.



Disini aku mulai hidup mandiri. Belajar hidup bermasyarakat tanpa kedua orang tua ku. Walau disini aku di temani mbakku. Aku dan dia jarang bertemu. Jadi aku tetaplah merasa tidak punya siapa-siapa ketika masih baru disini. Namun sekarang aku telah memiliki sahabat yang baik pada ku. Bahkan seperti saudara kandung ku sendiri.



Banyak hal yang telah ku pelajari selama dipondok. Banyak orang yang kukenal. Mereka juga dari berbagai kota sehingga tak heran jika logat bahasa kita berbeda. Meskipun demikian kami tetaplah menghargai satu dan yang lain. Permusuhan, mungkin pernah terjadi di antara para santri. Namun tak berjalan lama. Karena jika permasalahan dengan sahabat tidak segera diselesaikan. Maka kita seakan hidup sendiri.



Aku juga tak menyangka jika aku bisa berhubungan baik dengan keluarga dalem. Karena Rosyid beberapa tahun yang lalu. Dia yang tak mau diajak siapa pun dan ingin ikut dengan diriku. Al hasil, aku selalu mengajaknya sekolah dan pengajian. Dan ketika aku libur, aku akan mengajarinya dan bermain dengan dirinya. Dia seperti adik ku sendiri. Satu hal yang aku takutkan. Bagaimana keadaannya Rosyid nanti jika tiba saatnya aku boyong.



Aku berusaha membuat dia dekat dengan siapa pun. Tapi usahaku sia-sia. Bahkan saat libur panjang, seperti libur hari raya idul fitri. Selalu saja dia dan qodam ( santri yang membantu di dalem ) kerumah. Terkadang hanya mampir sebentar. Terkadang juga menginap.



Di taman


aku bersama ke -3 sahabat ku dan juga Rosyid



(dibuat dialog dulu ya)



Nurma: main apa syid


Rosyid: mobil-mobilan, MB bila ayo


ajarin aku belajar menghitung lagi


( mendekati Nabila dan duduk dalam


pangkuannya)


Nabila: ok, coba kamu hitung ada berapa


bunga di sini


Rosyid: ehmmmmm, bentar aku hitung dulu


( beranjak dari pangkuan dan berjalan berkeliling taman)


Hasna: itu anak Abah bil, kok Lo suruh hitung


bunga di taman seluas ini.


Nabila: emang. Tapi kalian belum tahu kalau


Rosyid itu cerdas banget. Bahkan dia


lebih pintar dari pada kita.


Dina: Iya has, Rosyid itu udah biasa kayak gitu

__ADS_1


malah dia sendiri yang minta. Kalau


dikasih soal gampang dia gak mau. Tapi


kalau soal yang seperti ini dia akan


langsung mencari jawaban nya.


Hasna: terserah kalian deh


Nurma: eh ngomong-ngomong kalian ada


rencana apa setelah lulus nanti


Hasna: kalau gue mau ke Jogja. Kuliah di


UGM, dan ngambil jurusan Hukum


Keluarga Islam


Dina: kalau gue mau ke Surabaya. Kuliah di


Universitas Erlangga dengan prodi ahli


gizi. Minta doanya ya, mudah- mudahan


gue diterima disana.


Hasna, Nurma dan Nabila: amin.....


Nurma: kalau gue mau tetap disini. Dan lanjut


di IAIN Ponorogo ngambil prodi


Bimbingan Penyuluhan Islam.


Dina: kalau Lo bil


Nabila: belum tau gue. Lihat tar deh, ortu gue


Nurma: semoga Lo tetep disini sama gue


Nabila: gak janji ya....😀😀


Rosyid: MB Nabila, tadi aku udah keliling dan


hitung semua bunga yang ada di


taman ini dan hasilnya ada 250 bunga,


50 jenis, 125 warna


Hasna: wah..... kamu pintar banget bisa hitung


bunga yang ada di taman


Rosyid: iyalah, aku gitu lohhh. Karena aku


punya guru yangpaling baik dan sabar


Nurma: siapa???


Rosyid: MB Nabila yang paling cantik rupa dan


hatinya yang bentar lagi mau nikah


Nabila: baru di puji kok terus di jatuhin sih syid


Rosyid: aku serius MB. Bentar lagi bakal ada


yang mau ngelamar MB. Dan tidak ada

__ADS_1


yang menolaknya sama sekali.


Termasuk mb, keluarga MB bahkan


Abah sendiri akan setuju.


Dina: serius kamu dek


Rosyid: iya, tunggu aja


Hasna: jangan lupa bil, tar kalau Lo nikah


beneran Lo undang kita-kita.


Nabila: iya, lagian gue masih pengingin


sekolah. Kalau sudah jodoh gak


kemana.


Nurma: kayaknya Lo udah siap nih


Nabila: gak juga, Lo tahukan gue aja gak


pernah berinteraksi dengan cowok,


cuma beberapa doang. Udah ah gak


usah di bahas lagi. Dek mau pulang


atau tetap disini.


Rosyid: ikut MB bila


Nabila: kita pulang yuk



Aku pun mengantarkan Rosyid pulang untuk tidur siang. Sedangkan sahabatku sudah kekamar duluan.



Karena Rosyid tidak mau ditinggal. Akupun menemani dia tidur.



Sudah berkali-kali aku coba untuk tidur tapi aku masih kepikiran dengan ucapan Rosyid tadi.



Apa yang dikatakan benar


Jika memang benar


Apa yang harus aku lakukan


Aku belum siap kalau hidup berumah tangga


Belum lagi


Jika aku menikah, aku tak bisa seperti teman-temanku


Ya Allah....


Bantu Hambamu ini.....


Aku tahu Engkau adalah sutradara terbaik


Semoga Engkau juga memberikan aku naskah yang baik untuk diriku sendiri dan orang lain


Amin.....

__ADS_1


Amin.....


Ya Rabbal Al-Amin......


__ADS_2