
Hari ini adalah hari dimana Gilang dan Nabila harus kembali ke Madiun. Sebenarnya mereka masih ingin di Surabaya berkumpul dengan keluarga. Tapi Gilang yang harus kembali bekerja, membuat mereka harus kembali hari ini.
"Apa kakak tidak mau lebih lama di sini" tanya bunga
"Kakak harus kembali bekerja, kalau kakak di sini bagaimana dengan pekerjaan Kakak dan rumah sakit." jawab Gilang
"Kalau begitu kak Gilang aja yang pulang, kak Nabila biar disini"
"Tidak bisalah, Nabila itu istri kakak dan sudah menjadi tanggung jawab kakak."
"Kakak nih.... kak Gilang aja yang pulang. Kak Nabila masih mau di sini kan. Nanti aku akan ajak kakak jalan-jalan, dan keliling Surabaya. Mau ya kak." bujuk bunga
Jujur Nabila sendiri tidak tega melihat adik iparnya seperti itu. Tapi dia juga tidak mungkin tetap tinggal di Surabaya. Dia juga harus daftar ke kampus dan tentunya melakukan kewajiban dia sebagai istri.
"Maaf dek, kakak tidak bisa. Kakak juga harus mengurus pendaftaran ke kampus baru dan surat-surat yang lain nya."
"Dengarkan, nanti kalau kami ada waktu pasti kami akan berkunjung kemari." ucap Gilang
"Sudah bunga, biarkan kakak mu ini pulang. Mereka juga punya urusan yang harus mereka selesaikan." nasihat papa kepada bunga
"Ya deh, tapi kalian harus janji akan kesini lagi."
"Iya adek ku.... Kakak pamit ya, jagain papa kalau ada apa-apa hubungi kakak. Ingat kita sekarang cuma punya papa, jadi jangan bikin papa susah buatlah dia bangga kepada mu." jawab Gilang sambil memeluk bunga
"Iya kak, kakak juga harus janji sama aku"
"Janji apa"
"Kakak akan sering main kesini. Dan bikinin aku keponakan yang lucu-lucu, ok"
"Doain aja supaya kakak bisa memenuhi janji itu." jawab Gilang sambil melepaskan pelukannya dari bunga
"Papa jaga kesehatan ya, kalau ada apa-apa hubungi aku." ucap Gilang kepada papanya
"Iya, jagain istri mu dengan baik. Ingat dia adalah hadiah terindah dan terakhir buat kamu dari mama. Jangan sampai kamu mengecewakan mama dan istrimu. Belajar lah untuk mencintai dan menyayanginya."
__ADS_1
"Iya pa, aku akan selalu mengingat pesan papa."
"Aku pamit dek, kalau ada waktu mainlah ke Madiun." ucap Nabila kepada bunga
"Iya kak, nanti saat aku libur aku akan makan kesana sama papa. Aku harap ketika aku berkunjung nanti udah ada keponakan ku."
Gilang yang mendengar permintaan adiknya langsung melihat bunga dengan tatapan membunuh. Gilang tidak mau membuat Nabila susah dan kepikiran terus dengan permintaan adiknya itu.
"Sudahlah kita berangkat sekarang. Kamu pamit, assalamualaikum....." ucap gilang
"Wangalaikumsalam...." ucap papa dan bunga
Gilang dan nabila kembali ke Madiun dengan mengendarai mobil. Dimana Gilang sendiri yang menyetir. Perjalanan Surabaya Madiun cukup jauh.
Awalnya keheningan dan rasa canggung yang ada. Namun Gilang mencoba untuk menghilangkan itu. Dan usaha nya berhasil, Nabila kembali tersenyum dan bercerita tentang dirinya.
"Hoomm..."
"Kamu sudah ngantuk ya, tidurlah nanti aku bangun kan jika sudah sampai."
"Benarkah, "
Nabila yang sudah mengantuk akhirnya memilih untuk tidur. Sebenarnya dia tidak tega meninggalkan suaminya menyetir sendiri dan dia malah tidur.
Beberapa jam kemudian mobil yang di bawa oleh Gilang sudah sampai di daerah Madiun. Dan sebentar lagi akan sampai di rumah baru mereka.
Gilang sengaja untuk membawa istrinya itu pulang ke rumah baru mereka terlebih dahulu. Dan besok dia akan mengajak Nabila untuk berkunjung ke rumah orang tua Nabila.
Setelah mobil memasuki pelataran rumah dan Gilang sudah memarkirkan mobilnya.
"Kamu terlihat sangat pulas dan lelah. Apa kamu akan marah jika aku tak membangunkan mu."
Tanpa pikir panjang Gilang menggendong Nabila ke dalam. Namun belum sampai masuk, baru sampai di depan pintu. Nabila sudah bangun dan meminta untuk diturunkan.
"Ah... ayolah turunkan aku, aku masih bisa jalan sendiri."
__ADS_1
"Diamlah, nanti kamu bisa jatuh"
"Turunkan aku, ayolah..."
Nabila terus berusaha agar Gilang mau menurunkan dia. Dia terus bergerak, hingga Gilang kehilangan keseimbangan nya. Mereka berdua pun terjatuh.
"Kau ini, sudah ku bilang jangan banyak gerak. Kenapa malah bergerak terus, jatuhkan"
"Siapa suruh gendong aku, tadi kamu sendiri yang bilang mau bangunin aku kalau sampai bukan gendong."
"Aku tidak tega untuk membangunkan mu, jadilah aku menggendong mu"
"Alasan, eh... kita dimana. Bukan nya kamu bilang tidak punya rumah di Madiun. Dan kamu tinggal di apartemen yang ada di rumah sakit."
"Iya, tapi sekarang kita sudah memiliki rumah sendiri. Dan mulai sekarang kita akan tinggal di sini"
"Jangan bercanda"
"Apa aku terlihat sedang bercanda, ini benaran rumah kita. Aku tak berbohong."
Nabila mengamati rumah itu. Dia merasa bahwa ini mimpi. Yang benar saja, dia akan tinggal di rumah yang begitu indah. Ah mungkin suaminya ini hanya ingin mengerjai dirinya. Karena selama ini, baik Nabila sendiri maupun Gilang sering bercanda.
"Bagaimana menurut mu, bagus tidak rumah ini. Kamu mau kan tinggal bersama ku disini."
"...."
"Diam berarti iya, udah kamu pasti capek kita masuk saja dan beristirahat. Lihat-lihat rumah nya nanti saja. Ayo masuk"
Nabila mengikuti kemana Gilang akan membawanya. Dia juga mengagumi setiap sudut rumah itu. Desain nya benar-benar bagus.
Anggap aja rumah Gilang dan Nabila seperti di gambar tersebut.
Sejak Gilang pindah ke Madiun, dia sudah mulai untuk membangun rumah sendiri. Semua terkait dengan desain dan tata letak rumah dia lah yang membuat.
__ADS_1
Walau bukan lulusan arsitektur, Gilang bisa membuat desain rumah nya sendiri. Kalian tau sendiri lah, kalau Gilang itu bukan cuma pintar tapi juga cerdas.
Beruntung nya Nabila bisa nikah sama Gilang. Siapa nih yang pengin punya suami kayak Gilang..😄😄