Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama
C-41


__ADS_3

Sebenarnya saya mau minta maaf sama kalian



Karena beberapa hari saya gak update...



Beberapa hari saya sedang sakit demam...



Jadi, harap maklum ya 🤗🤗




¥¥¥¥¥•••••••••••••••••••¥¥¥¥¥




Selesai membersihkan meja makan dan mencuci peralatan makan. Gilang dan Nabila kembali ke kamar.



Sesampainya di kamar, Nabila menyibukkan diri dengan membaca novel kesukaan nya. Sedangkan Gilang hanya memperhatikan Nabila.




ᕙ( • ‿ • )ᕗ Gilang




ANEH. Satu kata buat istri ku saat ini. Dia bersikap seakan-akan aku tidak begitu penting. Dan berharga buat dia.



Apa salah jika, aku berharap banyak atas pernikahan ini. Kenapa dari sekian cewek yang aku kenal atau temui. Cuma dia yang tidak memberikan respon seperti yang lain. Kenapa juga mama mempercayakan ku pada dia.



Dasar aneh, ABG jaman sekarang. Kalau udah sibuk dengan pekerjaan nya sendiri. Seakan dunia milik dia sendiri.



Bayangkan, aku dari tadi memperhatikan gerak-gerik dia. Tapi dia seakan tak merasa di perhatikan.



Dari pada aku sibuk mikirin yang belum tentu benar.



Aku mendekati dia, dia tidak kasih respon apapun. Jadi,,, hap aku ambil novel dia. Ku tutup novel itu asal dan ku lempar kemeja. Setelah itu aku kembali ke posisi awal ku. Tapi bedanya, aku bersikap seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Dan memilih untuk pura-pura tidur.



Setelah menunggu beberapa menit. Tak kudapatkan reaksi yang aku mau.



Dia malah sibuk, mencari dimana dua terakhir baca.



Lama-lama bikin aku sebel juga. Karena aku sudah benar-benar tidak berniat buat bercanda. Ku putuskan untuk tidur beneran.





(✿^‿^) Nabila




Entah setan apa yang berada di tubuh suamiku ini. Sejak tadi, hanya memperhatikan ku saja. Apa tidak ada pekerjaan gitu yang harus dia kerjakan.

__ADS_1



Biasanya dia akan sibuk sendiri dengan pekerjaan nya. Dan tak pernah menggangguku.



Tak ku hiraukan dia, ku anggap dia seperti para sahabat ku. Karena apa yang ia lakukan sama dengan yang dilakukan oleh sahabatku.



Ketika aku sedang asik dengan bacaan atau pekerjaan ku. Para sahabat ku akan selalu menggangguku. Dan tak akan pernah berhenti jika aku tak merespon mereka.



Awalnya ku pikir kelakuan mereka sama. Tapi ternyata aku salah. Setelah melempar novelku, dia malah tidur. Tidak menjahiliku atau apa.



Ku putuskan untuk kembali fokus dengan novel ku. Gara-gara ditutup sembarangan, novelku tak sebaik sebelum nya.



Beberapa halaman terlipat tak jelas. Dan halaman terakhir aku membaca juga hilang. Aku harus mencari lagi. Sampai di mana aku membaca tadi.



Hisss, dasar suami menyebalkan.



Sudah berkali-kali ku mencoba untuk mencari halaman terakhir ku membaca. Tapi tidak ketemu juga. Mungkin karena aku sudah sebal, dan kesal.



Jadilah, aku memilih mengikuti suamiku. Dimana dia sudah asik dengan dunia mimpi nya.



Ku baringkan tubuh ku disampingnya. Aku tak melepas jilbab ku. Entah mengapa aku tidak berani untuk melakukan itu. Jadi ku tutup diriku dengan selimut tapi tidak sepenuhnya.




••••••••••••••••••••••••••••••





"Ahh... " suara Gilang yang masih khas orang bangun tidur. Diliriknya hp yang ada di meja dekat tempat tidur. Dan setelah kesadarannya benar-benar terkumpul.



"Hah,,, ya elah. Kenapa tangan ku kau gunakan sebagai bantal sih. Apa bantal di sini masih kurang....." dan beberapa pertanyaan lain yang tak akan mendapatkan jawaban.



Gilang tak membangunkan nabila. Dia malah sibuk memperhatikan wajah istri nya itu. Tanpa sadar seulas senyum telah terukir di bibir Gilang.



Belum selesai dengan kegiatannya. Nabila tiba-tiba bangun.



"Emmm...." ucap Nabila yang belum sadar sepenuhnya



"Nyenyak tidur nya" tanya Gilang



"Eh... " balas Nabila



"Bangun gih, capek nih lengan aku. " keluh Gilang



Nabila yang baru sadar bahwa dia memeluk Gilang. Dan lengan Gilang ia gunakan untuk bantal.


__ADS_1


Nabila segera duduk, dan memandang Gilang dengan wajah bersalah.



"Maaf" ucap Nabila



"Tak apa, kamu wudhu dulu." jawab Gilang yang sambil memijat lengannya yang terasa sangat pegal



"Benarkah," tanya Nabila yang tidak puas dengan jawaban Gilang



"Iya, aku tak apa-apa. Kamu wudhu dulu, nanti aku akan menyusul." jawab Gilang



"Baiklah"



Nabila segera menuju ke kamar mandi yang berada di kamar mereka. Setelah selesai dia segera keluar. Dilihatnya Gilang masih duduk dan memijat lengannya.



"Mas" sapa Nabila



"Oh, udah selesai. Kalau begitu tunggu aku, kita solat subuh berjamaah" jawab Gilang dan segera pergi ke kamar mandi



Solat berjamaah sekarang menjadi kebiasaan mereka. Sejak selesai resepsi pernikahan mereka.



Dan tak terkecuali untuk hari ini. Selama Gilang di kamar mandi. Nabila menyiapkan perlengkapan solat mereka.



Tak lama kemudian Gilang keluar dari kamar mandi. Dia segera memakai sarung serta perlengkapan solat lainnya.



Pagi ini, mereka melakukan solat subuh berjamaah.




¥¥¥¥¥••••••••••••••••••••••••••••¥¥¥¥¥




Maaf ya baru update lagi



Jangan lupa buat tulis komentar kalian



Dan



Like novel ini



Sekian






__ADS_1




__ADS_2