
Madiun
Gilang
Setelah beberapa bulan aku disini, aku merasa nyaman. Di sini tidak begitu ramai. Karena lokasi rumah sakit ini memang berada di kabupaten bukan kotanya.
Jam kerjaku tidak pasti. Terkadang pagi atau sore bahkan malam. Karena selama ini aku masih tinggal di apartemen rumah sakit yang masih terhubung dengan ruangan ku kerja. Walau aku seorang dokter, tapi aku juga harus mengecek dan mengawasi kinerja para dokter dan perawat disini. Dan melaporkan keadaan rumah sakit pada papa.
Seperti saat ini, aku harus menyelesaikan data² rumah sakit untuk bulan ini. Karena setiap akhir bulan aku harus melaporkan nya kepada papa. Terkadang om Dimas juga membantu ku.
Dan soal keadaan mama. Alhamdulillah sudah membaik, namun harus tetap dipantu. Dan mama selalu menanyakan perihal gadis yang mama ingin kan. Yah, mencari gadis itu juga salah satu tugas ku saat ini.
Pukul 07.00 wib
Di ruang kerja Gilang
Tok.... Tok.... Tok....
"Masuk" jawab Gilang
"ada apa" tanyanya saat seseorang itu telah masuk
"Ini dok, saya ingin menyampaikan surat ini"
"Surat apa itu"
"Kemarin ada 2 orang yang kemari dan mencari anda. Namun anda sedang melakukan operasi, jadi mereka menitipkan ini pada saya. Dan mereka bilang jika ada sibuk, tolong segera hubungi mereka"
"Oh, taruh saja di meja. Dan kalau sudah selesai keluar lah"
"Baik dok, saya permisi"
Perawat tersebut berlalu keluar. Sementara Gilang yang tadi sibuk dengan data² nya kini mengambil surat itu.
__ADS_1
Gilang
Aku merasa heran dengan surat ini. Kenapa juga di kasihkan saya. Padahal di daerah nya juga banyak rumah sakit. Ini adalah surat untuk menjadi narasumber diklat di salah satu sekolah. Namun sekolah itu tidaklah di Madiun, tapi berada di Ponorogo.
Setelah ku baca surat itu. Aku bergegas untuk pergi ke tempat itu. Karena acara yang di selenggarakan hari ini.
Butuh waktu 40 menit untuk ku sampai di tempat itu. Setelah ku parkirkan mobil ku. Aku menghadap kepala sekolah. Dan dia menyambutku dengan baik dan mempersilahkan aku duduk. Kami pun duduk sebentar dan berbincang-bincang.
Beliau menjelaskan mengapa aku yang dipilih dan mengapa di adakan acara ini.
Aku dipilih karena aku termasuk dokter termuda dengan lulusan terbaik. Dan sekarang telah bekerja dengan sangat baik dan penuh tanggung jawab. Beliau ingin aku bisa memotivasi murid-murid nya. Sedangkan acara ini dibuat untuk mengisi waktu kosong selama ujian kelas 3 Ma.
Perbincangan kami berhenti ketika ada seorang siswi mengatakan bahwa acara nya akan dimulai.
Selesai acara aku tak langsung pulang. Karena berhubungan aku mengisi acara di sebuah sekolah yang berada di bawah yayasan dan di pimpin oleh seorang kyai. Maka ku sempat kan diriku untuk mengunjungi beliau.
Setelah bertanya pada kepsek apa aku bisa bertemu kyai. Beliau mengantarkan ku dan menemani ku untuk bertemu dengan kyai.
Sesampainya kami di rumah kyai, kami di persilahkan untuk masuk. Dan menunggu kyai sebentar. Karena yang mempersilahkan kami masuk adalah qodam ya.
"Assalamualaikum....." salam kyai sambil menyalami kami secara bergantian
"Wangalaikumsalam.... " jawab kami
"Bah, saya kesini mau mengantarkan dokter ini bertemu dengan jenengan. Karena tadi pagi belum sempat bertemu"
"Iya, terimakasih sudah mengantarkan nya"
"Iya bah, kalau begitu saya pamit."
__ADS_1
"Silahkan..."
"Assalamualaikum..."
"Wangalaikumsalam.... " jawab kami
"Maaf bah sudah mengganggu istirahat Anda"
"Oh kamu tidak menggangu saya. Karena saya ingin bertemu dengan anda"
"Memang nya kenapa bah"
"Saya pengin bertemu langsung dengan kamu. Karena ketika kapsek dan beberapa guru datang kemari meminta izin tentang pengisi acara hari ini. Mereka menceritakan banyak hal tentang anda. Anda bisa seperti ini dimana usia anda yang masih muda"
"Ya bah, Semua ini juga berkat dukungan dari keluarga saya"
"Berapa usiamu"
"22 tahun bah"
"Assalamualaikum....." salam seseorang
"Wangalaikumsalam....." jawab kami
"Ayo silahkan masuk. "
"Iya bah" jawab nya dan duduk di sebelah Abah
"Bagaimana ujian mu nak. Apa dia menggangu mu" tanya Abah sambil mengambil anak kecil dari orang tersebut
"Tidaklah, aku tak pernah merepotkan mbak ku ini" jawab anak kecil itu
"Bener bah dia tidak merepotkan saya. Saya malah senang kalau ada dia. Kalau begitu saya pamit dulu bah"
"Ya, terimakasih sudah mengantarkan Rosyid"
"Iya bah"
"Aku ikut mbak" ucap anak kecil itu
"Mbaknya kan butuh istirahat. Nanti sore main lagi sama mbaknya. Sekarang biarkan dia istirahat dulu"
"Tak apa bah kalau rosyidnya ingin ikut saya lagi"
"Tidak jadi mbak, aku disini saja bersama Abah. Mbak nanti kalau mau sekolah sore aku di ajak lagi ya" ucap anak kecil itu lagi
"Iya, kalau begitu saya pamit. Assalamualaikum..."
"Wangalaikumsalam...." jawab kami
Orang itupun pergi. Dan aku kembali berbincang-bincang dengan Abah. Cukup lama aku mengobrol dengannya. Sampai waktu solat duhur pun tiba. Dan aku beranjak untuk pamit pulang.
__ADS_1