
Maaf lagi nih kakak
Update nya lama
Semoga penantian kalian tidak mengecewakan
****¥¥¥¥¥•••••¥¥¥¥¥****
Usai acara pernikahan di Madiun. Hari ini kami sekeluarga pergi ke Surabaya. Dimana besok akan di adakan acara resepsi pernikahan kami yang kedua.
Kami menginap di salah satu hotel di Surabaya. Aku dan mas Gilang tinggal satu kamar.
Sampai di kamar aku membereskan barang-barang kami. Sedangkan mas Gilang mandi.
"Mandi dulu dek, biar mas yang lanjut beres-beres." ucap mas Gilang
"Udah selesai kok, kalau gitu aku mandi dulu ." jawab nabila
Seusai mandi dan berganti pakaian. Kami turun kebawah untuk makan.
"Kamu mau makan apa?" tanya Gilang
"Terserah" jawab Nabila
"Ada jawaban lain gak, "
"Ehmmm... samain mas aja kalau gitu"
"Yakin"
"Iya"
__ADS_1
Kemudian Gilang memanggil pelayan dan memesan makanan untuk kami. Pelayanan itu menulis pesanan kami dan setelah selesai dia pergi.
"Gimana sekolah kamu" tanya Gilang
"Alhamdulillah udah selesai"
"Mau lanjut kuliah atau enggak"
"Kalau mas mengizinkan aku kuliah, ya aku lanjut. Lagian mas kemarin tidak akan melarang ku untuk lanjut kuliah kan. "
"Mamang iya sih, kamu mau kuliah di mana dan ambil jurusan apa"
"Aku diterima di kampus IAIN Ponorogo, dan ambil jurusan bimbingan penyuluhan islam."
"Permisi mbak, mas ini pesanan kalian"
pelayanan itu meletakkan pesan kami di meja " silahkan di nikmati, saya permisi"
Selesai makan kami tidak langsung kembali ke kamar. Taman adalah tujuan kami. Kami duduk-duduk di bangku taman sambil menikmati udara sore hari. Perbincangan kami tadi juga berlanjut.
Ketika sudah mendekati maghrib kami kembali ke kamar.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Pukul 8 pagi
Di salah satu gedung di Surabaya
Tamu undangan sudah berdatangan. Undangan kali ini lebih banyak dari yang kemarin. Gedung yang tadi terlihat kosong lama-lama sudah di penuhi dengan orang-orang.
Tawa dan canda menghiasi acara ini. Banyak yang mengucapkan selamat atas pernikahan kami dan mendoakan kamu semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah.
__ADS_1
Disudut lain di gedung itu, terdapat seseorang yang sedang menahan amarahnya. Dia tak rela jika Gilang menjadi milik orang lain.
Tak tahan dengan pemandangan di depannya dia pergi dari tempat itu. Di susuri jalan menuju taman.
Dia duduk di salah satu bangku taman tersebut.
"Kenapa Lo harus nikah sama cewek itu. Apa kurang nya gue"
Teriak dia dengan mengeluarkan segala emosi yang sudah ia tahan sejak tadi.
Clara
Clara adalah nama wanita itu. Dia memiliki kulit putih bersih. Wajah yang terlihat bersih dan terawat. Badan yang tinggi dan tidak gemuk. Dari keluarga yang kaya dan terpandang di Surabaya.
Dia juga teman Gilang saat SMP dulu. Sejak pertama kali kenal Gilang dia sudah jatuh cinta terhadap nya. Namun sekali pun Gilang tak pernah menganggap dia lebih sekedar teman.
Sejak dulu juga Clara tak pernah bosan untuk mengejar Gilang. Sejak Gilang memutuskan untuk pergi kuliah di luar negeri. Clara tak mendapatkan kabar apapun tentang Gilang.
Dan baru beberapa bulan yang lalu dia mendapat informasi bahwa Gilang sudah pulang ke Indonesia. Berhari-hari Clara mencari keberadaan Gilang. Namun tak menghasilkan apapun.
Sampai akhirnya pada suatu hari, dia mendapatkan undangan pernikahan Gilang. Clara begitu marah saat tahu Gilang akan menikah.
Dia segera menghampiri calon istri Gilang dan hendak mengancamnya. Namun niatnya tidak kesampaian, dia tidak mendapatkan wanita itu. Malah mendapat tausiah gak berguna menurut nya.
Tak berhenti disitu Clara tetap berusaha untuk menggagalkan pernikahan Gilang. Tapi usahanya tidak ada yang berhasil.
__ADS_1