
Setelah selesai solat dan juga membaca Alquran, Nabila juga gilang pergi ke ruang makan. Nabila menyiapkan bakso yang tadi telah di beli gilang. Setelah siap dia membawanya ke ruang makan.
"Akhirnya makan ada yang temenin juga..." ucap Gilang dengan senyum manis nya
"Mulai deh..."
"Makan dulu kalau gitu..."
Kemudian gilang memimpin doa sebelum makan dan mereka asyik dengan bakso itu. Kebiasaan mereka kalau sedang makan tidak ada yang bicara.
Beberapa menit kemudian, makanan mereka sudah habis. Nabila hendak membersihkan meja makan dan juga wadah makan mereka. Tapi Gilang menyuruh Nabila untuk beristirahat. Gilang tau kalau Nabila sangat capek. Jadi untuk kali ini, biarkan dia yang melayani istri nya itu.
Nabila sudah berusaha untuk menolak tapi Gilang terus memaksa. Agar dia istirahat dan Gilang yang membersihkan.
__ADS_1
Setelah perdebatan selesai, akhirnya Nabila mengalah. Dia kembali ke kamar, dia tidak langsung istirahat. Nabila memilih untuk membereskan barang yang ia bawa tadi. Beberapa baju kotor ia masukkan ke keranjang. Dan barang yang lain ia kembali kan pada tempat semula.
Setelah selesai baru dia merebahkan diri nya di atas kasur yang sangat empuk itu. Beberapa saat kemudian Gilang kembali.
Gilang yang melihat Nabila tiduran di atas ranjang, dia pun ikut tidur di samping nya. Memeluk Nabila, dia sangat rindu dengan Nabila.
Nabila yang tadi memejamkan mata, setelah mendapat pelukan dari Gilang ia pun membuka matanya kembali. Ia beralih menghadap Gilang. Memegang wajah tampan Gilang yang sudah lama tak di lihatnya secara langsung.
Gilang yang mendapat perlakuan seperti itu, malah menikmati setiap sentuhan lembut dari istrinya itu. Setelah lama nabila menatap wajah itu dan juga mengelus wajah gilang, ia pun hanya diam menikmati pelukan hangat dari Gilang.
"Iya"
"Apa yang kamu rasakan saat berpisah dengan ku beberapa hari ini. Apa kamu tidur dengan nyenyak."
__ADS_1
"Ehmmm apa ya, entah aku tak tahu. Aku merasa ada yang hilang. Ketika malam, aku selalu merindukan pelukan ini. Aku juga ingin mas selalu ada buat aku." jawab nabila dengan senyum
"Apa kamu mencintai ku dan menyayangi ku"
"Aku tak tahu, mungkin iya mungkin juga tidak"
"Kok dak tau sih dek" ucap gilang dengan kesal, dia sebenarnya sudah mencintai dan menyayangi Nabila. Dia tak mau cinta nya bertepuk sebelah tangan. Dia tak mau suatu saat nanti Nabila pergi meninggalkan dia dan menikah dengan laki-laki lain.
"Memang aku tak tau, mas tau sendiri aku tidak pernah dekat dengan laki-laki. Aku juga tidak pernah pacaran. Lalu bagaimana aku bisa tau kalau aku sudah mencintai dan menyayangi mu" jawab nabila polos
"Mulai sekarang kamu harus mulai belajar mencintai dan menyayangi suamimu ini. Karena ia sudah mencintai dan menyayangi mu lebih dari apa pun. Dia tidak mau suatu saat nanti kamu pergi dan memilih laki-laki lain"
Nabila bungkam saat mendengar pengakuan Gilang tentang perasaannya. Dia benar-benar tak menyangka jika suaminya itu mencintai dan menyayangi nya. Selama ini Nabila belajar untuk mencintai dan menyayangi Gilang, tapi kenyataan yang membuat Nabila melupakan itu.
__ADS_1
Hampir setiap hari, Nabila merasa cemburu dengan perawat rumah sakit yang selalu mendekati suaminya itu. Bukan hanya perawat saja, ada juga dokter, ada juga pasien yang ingin menjadikan suaminya itu keluarga.
Dan rata-rata yang menyukai Gilang itu memiliki wajah yang sangat cantik, pintar, dari keluarga kaya dan terpandang serta masih banyak lagi.