Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama
C-53


__ADS_3

Setelah serangkaian kegiatan yang telah berhari-hari di lakukan Nabila dan juga kawan-kawannya. Lelah dan juga rasa bahagia menjadi satu.


Hari ini, Nabila dan teman-temannya sedang berkemas. Sejak pagi mereka sudah mulai bersih-bersih untuk melakukan persiapan pulang.


" Bil, udah belum berkemas mu" tanya Siska


"Bentar lagi selesai, tunggu bentar"


"Kalian tau buku catatan ku dimana tidak, " tanya Devi


"Dimana terakhir kamu meletakkan nya, coba kamu cari lagi mungkin kamu lupa taroh dimana"


"Iya coba deh ingat-ingat lagi"


Mereka bertiga sibuk berkemas dan juga mencari buku Devi yang hilang. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya buku itu ketemu.


"Adik-adik yang sudah selesai berkemas segera menuju bus"


Teriakan dari kakak-kakak panitia yang memerintahkan teman-teman untuk segera menuju bus. Satu persatu peserta keluar dari kamar dan segera keluar.


Setelah semua dipastikan masuk ke dalam bus. Bus pun melaju dengan perlahan, membelah jalan.


Wajah lelah sangat terlihat dari wajah mereka. Semua memilih untuk beristirahat dari pada bercerita dengan temannya.

__ADS_1


Beberapa jam setelah perjalanan, mereka pun sampai di kampus. Beberapa ada yang sudah di tunggu oleh keluarga nya.


Sedangkan nabila, dia menunggu kehadiran Gilang. Semalam dia sudah memberi tahu bahwa dia akan pulang hari ini.


Satu persatu teman Nabila sudah pulang. Tinggal dia dan panitia saja yang masih di kampus.


Menunggu adalah hal yang paling menyebalkan. Disaat Nabila sibuk dengan hpnya , tiba-tiba...


"Hai dek, kok masih disini??"


"Eh, iya nih kak. Yang jemput masih kerja, bentar lagi juga sampai kok."


"Bentar lagi udah Maghrib lho, temen-temen juga sudah pulang. Mau saya anterin, atau masuk aja gabung sama temen-temen yang lain."


"Kalau gitu saya temenin,"


"Gak usah kak, saya gak mau ngerepotin orang lain"


"Tidak ada penolakan, "


Akhirnya orang tersebut memilih untuk menemani Nabila. Dia adalah kakak tingkat Nabila yang sekarang sudah semester 6. Dia juga termasuk orang penting di kopma. Hampir semua orang tau tentang dia.


Muhammad khafidz, nama orang tersebut. Yang Dia sebenarnya suka dengan Nabila. Sejak Nabila gabung dengan kopma.

__ADS_1


Banyak hal yang menarik dari Nabila menurut khafidz. Nabila berbeda dengan yang lain. Pengetahuan yang di miliki Nabila juga cukup luas. Baik yang berkaitan dengan agama atau umum.


Mereka saling berbagi cerita. Lebih tepatnya khafidz yang bercerita tentang organisasi kopma. Dan Nabila hanya sebagai pendengar saja.


Beberapa saat kemudian, ada sebuah mobil yang berhenti tidak jauh dari mereka duduk. Orang tersebut keluar dan menghampiri Nabila juga khafidz.


"Assalamualaikum..." sapa orang tersebut


"Wangalaikumsalam..." jawab mereka


"Baru pulang mas, " tanya Nabila menghampiri orang itu dan memeluknya


Khafidz pun kaget dengan apa yang ia lihat.


"Hem" ucap khafidz


Nabila yang mendengar itu langsung melepaskan pelukannya dari Gilang. Dia sepontan saja memeluk Gilang didepan umum. Karena dia benar-benar rindu terhadap Gilang.


"Eh.. kak kenal kan dia ini mas gilang, suami ku. Dan mas kenalkan dia kak khafidz kakting ku."


Nabila memperkenalkan kedua orang tersebut. Gilang biasa saja, dia awalnya sedikit cemburu waktu melihat istrinya itu berduaan dengan laki-laki lain. Namun setelah mendengar bahwa Nabila mengakui Gilang sebagai suaminya. Dia benar-benar senang.


Namun sebaliknya, Khafidz yang baru mau memulai sebuah hubungan dengan seorang wanita. Dia harus mengubur niat itu. Karena tidak mungkin juga dia yang selama ini jadi idola kampus. Harus mengejar perempuan yang sudah memiliki suami.

__ADS_1


MAAF YA BARU BISA UPDATE 😆😆


__ADS_2