Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama
C-59


__ADS_3

Tak terasa hari dimana Gilang mendiamkan Nabila telah usai. Sungguh berat yang yang dirasakan oleh Gilang karena dia tidak pernah mendiamkan Nabila selama ini. Meskipun berat Gilang tetap melakukannya.


Gilang


Alhamdulillah akhirnya selesai juga aku mendiamkan istriku. jujur saja aku tidak ingin mendiamkannya selama ini namun aku ingin mengetahui bagaimana reaksinya Nabila ketika aku mendiamkannya. Awalnya iya tak begitu curiga dengan sikapku namun di hari demi hari ia mulai curiga dengan perubahan. Meskipun ia sering bertanya dan mengeluh akan perubahan sikapku, aku tak akan pernah mengatakan mengapa akhir-akhir ini aku berubah sikap.


Tepat nanti malam adalah ulang tahun Nabila seperti rencana awalku, aku sudah menyiapkan beberapa kejutan kecil untuk nya. Mungkin hal ini ini akan terlihat biasa namun aku berharap malam ini menjadi malam yang paling berkesan di antara malam-malam ulang tahun istriku.


Dan disinilah aku saat ini, tepatnya di teras belakang rumah. Aku mempersiapkan pesta untuk ulang tahun Nabila sendirian tanpa bantuan orang lain. Setelah Nabila pergi ke kampus aku mulai menyiapkan semuanya.


Ku tata ulang taman belakang yang sebelumnya telah ditata oleh Nabila. Beberapa lampu hias ku pasang di setiap penjuru taman. Meja dan kursi telah ku siapkan demikian rupa agar terlihat menarik. Mungkin seperti ini tempat yang telah ku siapkan untuk pesta nanti malam.

__ADS_1



kurang lebih seperti itulah tempat yang ku siapkan untuk merayakan ulang tahun Nabila. dan ketika semua yang sudah selesai aku kembali ke dalam rumah dan mengunci pintu yang menuju taman. aku pun segera membersihkan diriku dan dilanjutkan untuk salat.


Nabila


Pukul 16.50 WIB


Jam sudah menunjukkan waktu sore sebentar lagi akan berganti malam. Namun aku masih berada di kampus, karena hari ini ada rapat yang mendadak akupun tak menghubungi suamiku. Semoga saja iya tak cemas dan memarahiku.


"Ok, teman-teman semua. Minta perhatiannya sebentar, mengingat waktu telah sore dan jarak rumah kita jauh maka untuk rapat kali ini ini kita teruskan besok minggu depan. Saya harap minggu depan ketika rapat ada perubahan atau kemajuan dari setiap devisi. Dan diusahakan semuanya bisa hadir untuk rapat berikutnya. Cukup sekian, terima kasih atas waktunya untuk hari ini sampai jumpa di pertemuan yang akan datang. Assalamualaikum..." kata ketua rapat

__ADS_1


"Wangalaikumsalam..." jawab kami


Setelah ketua kegiatan ini membubarkan maka satu per satu dari kami pun juga beranjak untuk pulang. Tepat pukul 17.20 wib, aku meninggalkan kampus. Aku segera ke parkiran dan melajukan motorku.


Jalannya sangat ramai akan mobil dan juga motor. Ada beberapa yang juga baru selesai pekerjaannya. Meski tak seramai kota-kota besar, namun jika jalanan nya seperti ini maka akan memakan waktu yang cukup lama.


Benar saja, baru setengah perjalanan adzan sudah berkumandang. Akupun memilih untuk singgah di masjid sebentar. Mengingat jalanan yang ramai, yang membuat aku pulang sedikit telat.


Ku parkirkan motorku dii pelataran masjid. Masjid ini cukup ramai jamaah nya. Bukan hanya masyarakat sekitar, tapi beberapa orang yang masih di perjalanan. Mereka memilih untuk melaksanakan kewajiban mereka terhadap Tuhan yang telah menciptakan mereka.


Kami melakukan solat magrib secara berjamaah. Tak lupa di lanjutkan untuk berdzikir dan berdoa. Setelah jamaah bubar, aku segera membereskan barang ku. Dan beranjak untuk melanjutkan perjalanan pulang ku. Aku tak bisa mengabari Mas Gilang, karena hp ku lowbat. Semoga saja iya tak akan memarahi ku, karena aku pulang terlalu malam dari biasanya.

__ADS_1


__ADS_2