Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama
C-43


__ADS_3

Sesuai rencana Gilang, karena nabila uy tidak tau daerah di Surabaya. Jadilah Gilang berencana untuk mengajak Nabila berkeliling ke tempat-tempat yang dulu kunjungi bersama sahabatnya.


ᕙ( ~ . ~ )ᕗGilang


Aku kira kamu sama dengan wanita-wanita di luar sana. Dimana mereka akan selalu kepo dan sebagainya tentang aku. Tapi ternyata, kamu seakan-akan tidak ingin mengenalku lebih.


Aku tak mau di antara kita ada kesalah pahaman. Jadi ku putuskan untuk mengenalkan diri ku. Semuanya akan ku ceritakan ke kamu. Karena untuk saat ini dan seterusnya aku akan percaya sepenuhnya sama kamu.


( taulah ya siapa yang dimaksud sama Gilang. udah bisa ketebak juga pasti... 😊😊. saya lanjutkan lagi... )


Sesuai rencana ku, hari ini aku akan mengajak istri ku berkeliling. Semoga dia suka dan tidak kapok aku ajak jalan-jalan.


Semalam aku sudah menghubungi beberapa sahabat lamaku. Dan mereka mengiyakan ajakan ku.


Karena dekat dari rumah, aku mengendarai motor yang dulu sering aku pakai saat masih SMA. Alhamdulillah masih di rawat dengan baik.


"Tak apakan kita naik motor" tanyaku saat kita di garasi


"Iya, helmnya mana mas?"


"Tunggu sebentar aku ambilkan dulu"


Aku mengambil dua helm dan perlengkapan yang harus dipakai saat bawa motor. ( semisal STNK, kunci motor, dan entah apa lagi 🤭. tanya Gilang aja ya✌️ )


"Ini (sambil menyerahkan helm yang ia ambil tadi ), bisa pakai nya atau mau aku pakai kan"


"Aku bisa sediri kok ( menujukan gimana cara pakai helm sambil pasang wajah yang lucu )


, udah ni lihat."


"Pinter, ayo kalau gitu nanti keburu siang"


"Ayo"


"Bisa naikkan"


".... ehm... ada yang motor metik atau yang gk terlalu tinggi." ( wajah bingung, karena jarang pakai motor yang jok belakang nya tinggi seperti punya Gilang )


"Ada ya mobil... atau mau ganti pakai mobil" (Mau turun dari motor, tapi tidak jadi)


"Naik motor saja tidak apa-apa kok. Tapi naiknya bagaimana"


"Pegang ini boleh (sambil mengulurkan tangan kirinya) atau pegangan ini juga boleh (menepuk pundak sebelah kanan) atau yang mana sajalah sesuka kamu."


"Baiklah"


Aku kira kamu benar-benar bisa naik sendiri. Bersyukurlah kamu, karena kamu adalah wanita pertama yang aku gonceng.


"Udah, kenapa tidak segera jalan tadi bilangnya keburu siang."

__ADS_1


"Aku tidak mau kamu jatuh, jadi peganganlah"


"Udah"


"Pegangan apa"


"Ini, bagian belakangkan masih bisa buat pegangan"


"Tidak aman itu, sinikan tangan kamu"


"Buat apa"


"Cepatlah, kalau mau jalan kesinikan kedua tangan kamu"


Nabila pun meyudurkan kedua tangannya ke aku. Dan otomatis aku tarik kedua tangannya agar bisa memeluk ku. Seperti inikan lebih enak, ya enggak. he... he... he...


Setelah selesai, dia mau protes tapi aku yang tidak mau dimelepas pelukan ini. Jarang-jarang dia mau meluk aku.


"Tidak menerima penolakan ok"


"Jalan sekarang kalau begitu"


"Siap Bu dokter"


Aku segera menyalakan motor dan menjalankan nya.


"Iss... Kok Bu dokter. Aku kan bukan dokter, kuliah aja belum"


"Aku juga tau kalau suamiku itu dokter. Tapi akunya tidak usah ikut-ikutan jadi ibu dokter juga. Oh iya satu lagi, kamu itu bukan yang paling tampan karena masih ada yang paling tampan menurutku"


Sakit atuhh, di bilang gitu sama istri sendiri. Siapa ini yang dimaksud sama dia. Awas kalau ada pria lain selain aku.


"Siapa pria yang paling tampan menurutmu." ucapku dengan nada kesal


"Biasa aja dong mas, gak usah pakai ngegas gitu tanyanya. Cukup ngegas motor aja."


(ha...ha...ha... Nabila juga orangnya humoris... salah sendiri gak tahu istrinya kadang jahil kalau dijahil...)


Author....


Hening....


Tidak ada percakapan diantara mereka setelah ucapan Nabila. Setelah berjalan beberapa menit, sekarang mereka sudah sampai di tempat yang Gilang maksut.


Taman dekat SMA-nya dulu.


Dulu Gilang dan sahabatnya sering ke taman itu. Taman itu cukup luas, dan beberapa macam pohon tumbuh dengan baik. Ada beberapa tempat seperti main untuk anak-anak kecil, tempat makan, basket dan lain-lain.


Gilang memarkirkan motornya di tempat parkiran yang telah disediakan. Sedangkan Nabila yang baru tahu di ajak ke taman. Dia segera turun dan menaroh helmnya asal. Sampai-sampai gilau kaget karena helm itu jatuh dan lebih kagetnya lagi Nabila sudah masuk ke taman.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Gilang segera mencari keberadaan Nabila. Tapi entah Nabila lari atau bagaimana Gilang tidak tahu keberadaan Nabila.


"Whoi kapten" ucap seseorang di belakang Gilang


"Kita di sini lho" sambung yang lain


"Oh... kalian sudah datang."


"Lo kenapa sih kap, kok kepalanya celingak-celinguk gitu gk kayak biasanya"


"Lagi cari Nabila"


"Nabila yang istrinya kapten itu"


"Iyalah, siapa lagi"


"Dah ah, tar aja keponya. Lebih penting istriku dari pada jawab pertanyaan kalian berdua yang gak habis-habis itu. Mending bantuin kapten kalian ini cari istri nya."


"Siap kap...." jawab mereka kompak


"Ya udah kita nyebar. Dah tahu istriku yang manakan"


"Belum kap"


"Aku kirim fotonya, habis itu kalian cari dia. Kalau udah ketemu kabari aku."


"Siap"


"Aku ke sana, assalamualaikum...."


"Wangalaikumsalam...."


••••••••••••^^^^^^^•••••••••••


Gimana ceritanya seru gak


Penasaran sama ceritanya


Pantengin terus ya


Tapi mulai tgl 5-9 Agustus 2019


Saya mohon maaf sebesar-besarnya


Karena tidak bisa lanjut cerita


Di tanggal itu saya **Wajib Ikut PBAK


Saya berharap kalian jangan lupakan saya tetap baca lanjutan dari cerita ini**

__ADS_1


Terimakasih untuk waktu nya


__ADS_2