
Nabila
"Alhamdulillah....." teriak kami dari dalam ruang ujian secara bersama dan sangat keras. Terikan itu menandakan bahwa ujian kami telah selesai. Ya dan saatnya untuk penutupan ujian.
Di lapangan sudah banyak teman-teman ku yang berkumpul. Karena ada tiga shift, jadi shift pertama dan ketiga sudah mempersiapkan acara ini terlebih dahulu. Dan saat shift kedua selesai. Acara segera di mulai.
Penutupan ujian sekolah kami sengaja di adakan saat shift kedua. Karena masih jam sekolah pagi. Dan tidak menggangu sekolah sore. Jika di lakukan di sore, bisa-bisa gak ada satupun dari kami yang masuk.
Maklumlah acara ini adalah acara yang paling di tunggu2. Menurut kami acara selesai ujian lebih tepat. Ketimbang pengumuman kelulusan. Karena kalau pengumuman kelulusan ada wali murid dan seluruh guru. Dan acara nya di buat resmi, karena memang akan ada beberapa undangan untuk para orang-orang terhormat.
Semua murid yang masih di ruangan segera bergegas turun dan berbaris. Setelah semua proktor dan teknisi ujian kami dan bapak kepala sekolah bergabung dengan kami. Acara pun di mulai.
Ada pembukaan, beberapa sambutan dan ucapan terima kasih dari kami dan ucapan permintaan maaf kami.
Setelah pelepasan balon oleh kepala sekolah dan di ikuti oleh seluruh murid kelas 3. Dan tiba saatnya persembahan dari kami untuk para guru. Secara bersamaan kami menyayikan beberapa lagu yang telah kami persiapkan.
Dan masih banyak lagi persembahan dari kami. Karena waktu sudah menunjukkan untuk melaksanakan ujian shift ketiga. Acara ini pun ditutup, dan para murid putra di persilahkan kembali ke asrama. Dan yang putri juga demikian. Sedangkan yang ujian segera masuk ke ruang ujian.
Setiap ujian apapun dan acara pembukaan ujian dan sebagainya. Semua nya dilakukan di wilayah putri. Karena lokasi madrasah putri jauh dari jalan. Dan yang jelas jauh dari kebisingan lalu lintas. Sementara wilayah putra langsung berbatasan dengan jalan raya.
Saat kepala sekolah akan membubarkan kami. Tiba-tiba Abah datang, dan berbincang-bincang sebentar. Kami hanya diam karena tak mungkin saat ada Abah kami akan protes atau seperti tadi.
Setelah abah pergi. Kepala sekolah memanggilku dan membubarkan kami.
Aku pun menghampiri kepada sekolah bersama Dina.
"Permisi ustad, ada apa ya kok manggil saya"
tanya ku was-was
"Kamu di cari Abah, sekarang kamu kedalem temui beliau."
__ADS_1
"Kira-kira ada apa ya ustad"
"Sudahlah jangan banyak tanya saja juga tidak tahu. Cepatlah kesana, oh ya kamu sendiri jangan ajak teman"
"Kenapa"
"Saya bilang jangan banyak tanya dan segera ke sana"
"Oh iya, kalau begitu saya permisi ustad"
"Iya"
"Assalamualaikum...."
"Wangalaikumsalam....."
Aku kembali dulu ke asrama. Tapi cuma sampai depan saja, tidak masuk. Karena memang asrama ku dekat dengan dalem. Ku titipkan tas ku pada Dina. Dan aku segera ke dalem.
Di dalem
Di sini telah ada abah dan Gilang.
"Wangalaikumsalam.... " jawab mereka
"Duduk nak" perintah Abah
"Iya bah, ( kemudian duduk di kursi depan Abah)"
"Nabila kenalkan ini Gilang. Dan Gilang apa ini gadis yang kamu maksud"
"Oh..." jawab Nabila yang tak tahu maksud Abah
"Iya bah" jawab Gilang
"Baiklah, jadi gini Nabila. Kedatangan Gilang kesini adalah untuk mencari mu. Dan dia ingin mengajakmu bertemu dengan mamanya. Apa kamu bersedia." tanya Abah
"Maksutnya bah, "
"Mamaku ingin melihat mu. Ikut lah dengan ku, aku janji tidak akan berbuat yang aneh-aneh. Dan Abah juga telah mengizinkan mu"
"Memang kenapa kok saya yang harus bertemu dengan mamamu. Kenapa dia tidak datang saja kemari. "
"Mama sedang sakit dan beliau tidak bisa datang kesini"
"Baiklah, "
__ADS_1
"Alhamdulillah" ucap Gilang
"Kalau begitu ayo, bentar lagi saya harus masuk sekolah. Saya tidak punya waktu banyak"
"Abah mengizinkan kamu untuk tidak sekolah dan mengikuti kegiatan pondok selama Gilang membutuhkan mu" ucap abah
" Kok gitu bah, emang mamanya dia di rawat di mana"
"Di salah satu rumah sakit di Surabaya" jawab Gilang
"Hah..... Terus saya ikut anda kesana gitu" tanya Nabila yang masih shock
"Iya, jadi kamu kemasi barang-barangmu seperlunya. Dan kita berangkat sekarang"
"Wah.... Wah.... maaf nih sebelumnya, kita kan baru kenal dan ketemu. Dan kita tidak punya hubungan apapun. Gak mungkin buat saya ikut dengan anda begitu saya. Dan lagi Surabaya itu jauh, saya juga harus minta maaf sama ke dua orang tua saya."
"Abah akan ikut dengan kamu. Dan soal orang tua mu, tadi Abah sudah menghubungi mereka. Jadi sekarang kamu bersiap-siaplah." ucap Abah
"Baiklah ba, kalau begitu saya permisi dulu."
"Iya"
"Assalamualaikum...."
"Wangalaikumsalam..... "
Perasaan Nabila pun jadi tak tenang. Baru saja dia senang karena dia telah menyelesaikan serangkaian ujian sekolah pagi. Dan tinggal satu ujian lagi. Namun tiba-tiba dia di panggil Abah dan di ajak ke Surabaya. Bukan dia tak suka ke Surabaya. Namun dia merasa akan ada sesuatu yang tidak dia inginkan.
∆÷÷∆÷÷∆÷÷∆÷÷∆÷÷∆÷÷∆
Segini dulu ya ☺️ ☺️ ☺️
Jangan lupa tulis komentar kalian ✍️ ✍️ ✍️
Dan tekan tanda ❤️ ❤️ ❤️
Sekian
Dan terima kasih
__ADS_1
😄😄😄