Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama
C-33


__ADS_3

Assalamualaikum....



Alhamdulillah kita masih bisa ketemu lagi



Gimana nih cerita nya



Bagus atau jelek



Saya berharap kalian semua suka dengan cerita ini



Selamat Membaca



👩‍💻👩‍💻👩‍💻👩‍💻👩‍💻👩‍💻👩‍💻👩‍💻👩‍💻👩‍💻👩‍💻👩‍💻👩‍💻




Kehidupan terus berjalan. Begitu pula dengan pernikahan Nabila dan Gilang. Walau jarak memisahkan mereka, tapi dengan modal kepercayaan. Mereka bisa melakukan ini semua dengan baik-baik saja.



Hari libur sebentar lagi tiba. Baik Gilang atau Nabila sama-sama gugup. Padahal waktu ijab qobul kemarin mereka tak seperti ini. Apa mungkin ini karena sebentar lagi acara resepsi pernikahan mereka.



Sudah berminggu-minggu Gilang meyipakan acara ini. Dia tidak bekerja dan tinggal di Madiun untuk beberapa saat.



*************************



Nabila



Setelah rentetan acara hafal. Hari ini tibalah pengumuman kelulusan sekolah sore kami.



Sejak selesai solat duhur sampai sekarang. Santri-santri mulai berdatangan. Baik santri putra maupun putri. Hanya sebatas jalan yang memisahkan mereka.



Di antara santri putra dan putri terpisah oleh jarak. Dimana jarak itu berfungsi untuk jalan bagi para pengasuh pondok, dewan asatid, dan juga jejeran nya.

__ADS_1



Seperti biasa, 2 hari sebelum kepulauan kami semua. Pihak sekolah dan pondok akan mengumpulkan para santri untuk berkumpul. Mereka akan menyampaikan siapa juara umum dan yang bersangkutan dengan sekolah sore.



Tepat pukul 3 sore setelah Abah datang acara telah di mulai. Satu persatu acara yang di bacakan oleh MC telah terlaksana. Dan kini tinggal acara pembekalan dari Abah selaku pengasuh kami, dan sebagi wali kami selama kami di sini.



Belum sempat Abah naik ke atas panggung. Tapi kami yang seharusnya diam dan mendengarkan Abah. Malah pusat kami berada pada sebuah mobil yang masuk begitu saja di tengah-tengah kami.



Begitu dia turun, beribu-ribu orang mengucapkan istighfar dan para santri putra mengalihkan pandangan mereka. Sedangkan santri putri bingung, mengapa mereka memalingkan wajah mereka.



Lama-lama terdengar bisik-bisik dari satu orang ke yang lain.



Ya saat ini pusat perhatian kami tertuju kepada seorang wanita. Bukan masalah sih kalau dia datang ke pondok ini. Tapi dia tiba-tiba saja datang dan beraninya memerkirakan mobil di tengah kami. Apalagi dengan pakaian yang tidak pantas di pakai di sini.



"Siapa di antara kalian yang bernama Nabila" teriknya dengan penuh penekanan di setiap kata dan memancarkan amarah yang siap meledak



Kami hanya diam tidak ada yang bergerak atau apa. Beberapa pengurus pondok mencoba untuk membawa wanita itu pergi. Tapi tidak ada yang berhasil.




"Assalamualaikum.... " ucap Abah saat di samping wanita itu



"Mana Nabila tenjukin ke gue. Gue mau tahu seberapa hebat apa dia. Sampai bisa-bisa nya dia merebut cowok gue." jawab nya masih kasar dan lantang tak ada takut-takutnya sama sekali



"Mari ikut saya ke rumah. Jangan bikin keributan di sini. Ini bukan hutan yang bisa seenak kamu teriak-teriak seperti orang kesurupan. Mari kita bicarakan baik-baik."



"Gue gak butuh kerumah Lo. Yang gue butuhin sekarang adalah cewek murahan yang udah gadain cowok gue."



"Kalau anda ingin bertemu dengan nya. Silahkan anda ke rumah saya. Percuma anda disini karena saya tidak akan membiarkan santri saya berhadapan langsung dengan anda."



"Ohhh begitu.... Baiklah, gue mau cari sendiri tuh cewek sialan." ucapnya dan mendekati santri putri


__ADS_1


Kami hanya diam tidak ada yang bergerak satupun.



"Lo yang namanya Nabila."



"Atau dia"



"Jawab, kenapa Lo diem aja. Budek Lo."



"Lepas nih biar bisa denger "



ucapnya dengan menarik jilbab salah satu santri putri hingga lepas dan ia buang entah kemana. Abah yang melihat itu segera menyuruh pengurus pondok untuk membawa paksa dia pergi ke dalem.



Sedangkan santri itu sudah pergi ke barisan yang jauh dari santri putra.



ππππππππ•••••••••πππππππππ



Mau tahu siapa itu wanita yang telah merusak momen tadi



Dan apa tujuan dia



Mari ikuti cerita selanjutnya



Sampai di sini dulanya








__ADS_1


__ADS_2