Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama
C-62


__ADS_3

Gilang


Di sini aku dan Nabila berada. Di tempat yang sudah aku siapkan sejak tadi. Tempat yang sudah ku ubah menjadi tempat yang memberikan suasana romantis.


"Apa masih belum sampai mas?" tanya Nabila


"Sudah. Nah sekarang kita buka penutup matamu (sambil membuka penutup mata Nabila), selamat ulang tahun istri ku" jawabku


Ku perhatikan Nabila yang nampak terkejut. Matanya memperhatikan setiap sudut tempat yang ada di tempat ini. Seakan dia sudah tak sanggup lagi untuk mengungkapkan perasaannya sekarang. Terlihat dari raut wajahnya yang nampak sekali kebahagiaan di sana. Aku berharap, kebahagiaan seperti ini akan selalu menghampiri kehidupan rumah tangga kita Nabila.


"Bagaimana, apa kamu suka?", tanya ku ketika Nabila menghadap ke diriku


"Suka sekali, terimakasih untuk semua ini", jawabnya


"Mari kita duduk dulu", ajak ku sambil menarik kursi


"Silahkan tuan putri", ucapku pada Nabila


"Terimakasih sekali lagi", balasnya


Setelah Nabila duduk, aku juga menarik kursi yang berada di depannya. Aku segera duduk dan menyiapkan kue dan lilin untuk istri ku ini.


"Happy Birthday To You....

__ADS_1


Happy Birthday To You....


Happy Birthday ....


Happy Birthday ...


Happy Birthday To My Wife....


Ayo sekarang tiup lilin nya", ucapku


"Baiklah, hufttty", balasnya sambil tersenyum


Senyumnya sangatlah indah. Senyum itu semakin membuat dia terlihat sangat cantik malam ini.


"Apa ini mas, kenapa harus repot-repot seperti ini sih"


"Tidak apa-apa, inikan juga hari yang spesial untuk diri mu, sekarang bukalah kadimu itu"


"Apanya ini isinya, coba kita buka. Wah.... ini sangat cantik.... Terimakasih mas", ucapnya


"Sama - sama, sini mas pakaikan untuk mu"


Nabila pun memberikan jam tangan itu kepada ku. Yah, aku memberi nya jam tangan yang sama dengan ku. Memang aku sengaja memberikan hadiah berupa jam tangan yang sama.

__ADS_1


Ku pasangan jam itu di tangan kirinya. Ku pandang jam itu, sangat indah. Pas sekali dengan tangan Nabila. Ku cium punggung tangannya. Dan ku tatap wajah cantiknya. Pipinya merona, mungkin karena sikapku barusan. Ku tatap mata indahnya. Dan ku genggam erat ke dua tangan dia.


"Dek... pada malam hari ini. Tepatnya saat ulang tahunmu ini. Aku ingin jujur satu hal tentang rahasia yang sudah lama aku sembunyikan dari dirimu." ucapku penuh keyakinan


"Mas punya rahasia dari ku" tanyanya yang menggambarkan raut wajah yang heran


Memang selama ini kami selalu berusaha terbuka satu sama yang lain. Jadi ketika ada ada apapun kita akan sama sama tahu. Namun, tidak dengan perasaan. Kami tidak pernah membahasnya.


"Ya. Entah sejak kapan. Mas sudah mulai mencintai mu. Sejak pertama kali kita bertemu aku sudah punya rasa suka dan tertarik dengan dirimu. Dan setah kita hidup bersama, mas merasa hidup mas serasa tak lengkap jika tak ada kamu di samping mas. Kamu adalah salah satu orang selain mama yang bisa mengerti diriku. Kau dengan mudahnya bisa memahami ku. Dan hal itu membuat ku nyaman di dekatmu.",


Bukan jawaban yang ku dapat. Namun, suatu raut wajah yang terkejut dan air mata yang mulai menetes. Ku hapus air mata itu, namun air mata itu semakin banyak. Aku pun berdiri dan berjalan mendekat ke Nabila. Ku peluk erat tubuhnya.


"Jangan menangis.." hibur ku


"Ini air mata bahagia" balasnya dan melepas pelukan kami serta memandang wajahku


"Mas aku juga merasakan hal yang sama dengan dirimu", ucapnya pelan dan kembali memeluk ku..


Ya inilah kisah ku bersama Nabila. Semoga kalian bisa mengambil manfaat dari cerita ini. Terimakasih atas penantian kalian. Maaf karena ceritanya hanya bisa sampai sini.


............


END

__ADS_1


__ADS_2