Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama
C-51


__ADS_3

(◔‿◔) Gilang (◔‿◔)


Baru sehari dia pergi, tapi aku sudah merindukan dia. Semenjak menikah aku selalu tergantung dengan istri ku. Dia yang selalu menyiapkan semua kebutuhan yang aku butuhkan.


Hari ini, ku awali hari ku yang sendiri untuk beberapa hari kedepan. Semua kegiatan rumah aku sendiri yang mengerjakan, biasanya aku dan Nabila akan saling bekerjasama.


Setelah semua selesai, aku berangkat kerja dengan berjalan kaki, karena memang jarak rumah ku dan rumah sakit hanya berbatas tembok. Bahkan di rumah ada pintu yang langsung bisa masuk kerumah sakit.


"Selamat pagi dok... "


"Pagi dok..."


dan beberapa sapaan lain nya. Ku balas sapaan mereka dengan senyum yang ku paksakan. Jujur saja aku tak bersemangat hari ini. Aku merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidup ku.


Apakah ini ada hubungannya dengan Nabila, aku tak tau. Yang kurasakan adalah ingin bertemu dengan nya. Dan bersama dia terus.


Apa ini yang kalian rasakan jika ditinggal pergi oleh seseorang yang selalu bersama kalian setiap saat. Apa ini yang dinamakan cinta. Apa hanya karena aku terlalu tergantung dengan dia.


Kring.... Kring.....


Segera ku angkat telepon tersebut, aku berpikir yang menelepon adalah Nabila.


"Assalamualaikum... apa kau sudah sampai?" tanyaku

__ADS_1


"Wangalaikumsalam... dari mana kakak tau kalau aku akan ke Madiun?" tanya bunga balik


Ku lihat lagi layar tersebut, huft.... ku hembuskan nafas. Dugaan ku salah, ternyata bunga yang menelepon ku adalah adikku.


"Aku tak tau jika kau akan ke Madiun. Ku pikir Nabila yang menelepon ku" jawab ku lemas


"Oh... Kakak sekarang dimana? aku sedang di taksi sekarang."


"Aku masih di rumah sakit, kemarilah karena aku jaga sampai sore hari ini."


"Baiklah, aku tutup telpon nya. Assalamualaikum...."


"Wangalaikumsalam...."


Aku tak mau terus kepikiran dengan Nabila. Jadi aku memilih untuk menyibukkan diri ku dengan pekerjaan. Seperti dulu, saat aku belum menikah.


Meski lelah, setidaknya aku bisa mengalihkan pikiran ku. Aku tak mau berlarut dengan kepergian Nabila. Toh dia hanya pergi untuk beberapa hari kedepan.


Setelah semua pasien selesai ku periksa, aku kembali ke ruang ku.


"Dari mana saja kamu"


"Sejak kapan kamu datang, kenapa tak mengabari ku"

__ADS_1


"Aku sudah setengah jam disini. Dan aku juga sudah menghubungimu, tapi tak kau balas."


"Ah iya, hp ku tertinggal. Maaf."


Ku lanjutkan pekerjaan ku. Sedangkan bunga dia sibuk dengan ponselnya.


"Oh iya, kak memang nya kak Nabila kenapa. Seperti nya kau sangat menunggu telpon darinya"


"Dia sedang pergi, ada acara di kampus."


"Oh... pantas saja kau tampak murung dan tak bersemangat."


"Iyakah"


"Hem...."


"Pulang lah dulu, kau pasti capek setelah perjalanan tadi."


"Tidak ah, aku bareng kakak saja. Aku tak mau di rumah sendirian."


"Terserah kau saja lah. Kau bantu aku saja biar segera selesai."


"Baiklah, sini aku bantu"

__ADS_1


Ya dengan telaten bunga membantu mengerjakan semua pekerjaan ku. Dengan begini aku bisa cepat pulang. Aku ingin segera pulang dan berharap agar Nabila pulang lebih awal dari jadwal nya.


Setelah semua pekerjaan ku selesai. Aku dan juga bunga pun pulang.


__ADS_2