Wear Apocalypse Book

Wear Apocalypse Book
01


__ADS_3

Hari terasa begitu panas dengan sinar matahari yang menyengat. Jean berdiri di jalan sambil menyeka keringatnya di dahi, ia baru saja diusir dari kontrakan miliknya, karena tidak mampu membayar. Jean sesekali mengutuk pemilik kontrakan karena mengeluarkannya dengan paksa di siang hari.


"Mengapa begitu panas hari ini? Sepertinya aku memang sial hari ini, Bagaimana mereka begitu tega mengeluarkan ku pada siang hari?! Dasar tidak berperasaan!" Jean yang kesal menendang sebuah botol yang tergeletak di jalan, tapi tak lama kemudian Jean merasa kepalanya begitu berat.


"Ada apa denganku? Apakah aku terkena stroke matahari?" Jean bertanya-tanya tapi kemudian pandangannya semakin kabur dan menjadi gelap....


Jean terbangun dengan penuh keringat dan terengah-engah seolah terbangun dari mimpi buruk.


"Dimana aku? Apakah aku diselamatkan?" Tanya jean ketika melihat sekeliling ruangan yang tidak dikenal, ruangan tersebut tampak begitu mewah dan ia terbaring di sebuah kasur besar yang sangat empuk. 


Kepala jean kemudian merasakan sakit seolah ditusuk oleh jarum, dan perlahan sebuah memori tersimpan di benaknya. Ternyata Jean melakukan transmigrasi ke sebuah buku seperti yang ada di novel-novel tapi hal tersebut tidak membuat Jean merasa senang, karena ia menjadi seorang umpan meriam yang memiliki nama yang sama dengannya dan berakhir di novel kiamat yang dipenuhi zombie!!! Ia dibunuh oleh protagonis pria karena tidak sengaja membawa zombie level 6 ke protagonis wanita, dan protagonis pria salah paham karena menganggap pemilik asli sengaja ingin membunuh protagonis wanita. 


Protagonis wanita sendiri adalah seorang pelayan yang dipekerjakan di rumahnya. pada hari kiamat dimulai, dia berhasil membangkitkan kemampuan ganda yang sangat langka, yaitu kemampuan ruang yang bisa diperluas ukurannya dan kemampuan air yang paling dicari oleh pangkalan. Ketika persediaan pemilik asli habis, pemilik asli mengerahkan para pelayan yang memiliki kemampuan untuk mencari persediaan dan disitulah protagonis wanita dan pria saling bertemu yang kemudian secara bertahap jatuh cinta dan melakukan hal yang tidak bermoral secara diam-diam.


'Persetan dengan protagonis!!' Kutuk Jean yang merasa kesal, mengapa ia selalu sial? Pikir jean ╮(╯◇╰)╭


"Jika aku menghindari protagonis, maka aku mungkin akan baik-baik saja." Jean bertekad untuk menghindari plot tragis. Jean kemudian merasa senang karena ia bertransmigrasi menjadi seorang wanita yang kaya, orang tua pemilik asli belum lama ini meninggal karena kecelakaan dan meninggalkan sejumlah warisan yang cukup untuk seumur hidupnya.


"Akhirnya aku menjadi kaya!!!" Teriak Jean keras yang kemudian melompat-lompat di kasur miliknya tanpa khawatir di dengar oleh para pelayan, karena seingatnya ruang kamar miliknya kedap suara.


"Masih ada satu bulan tersisa sebelum akhir dunia di mulai, aku rasa aku harus mengumpulkan persediaan secepatnya." Jean kemudian memikirkan rencana ke depannya agar ia tidak mati kelaparan.


Memikirkan itu, tiba-tiba saja jean merasa begitu lapar tapi sebelum ia bangkit dari kasur ia tiba-tiba menghilang begitu saja...


"Apa aku sedang bermimpi?" Jean mengerutkan keningnya ketika ia melihat lahan luas yang tidak dikenal.


"Tuan, anda sedang tidak bermimpi." kata suara itu.


"Apakah ini sistem cheat yang legendaris?" Pikiran Jean kembali cerah. Dia sering membaca novel serupa dimana umpan meriam memiliki jari emas sehingga umpan meriam yang seharusnya mati justru menggantikan posisi protagonis wanita.


"Ya, Selamat datang tuan di sistem ruang pertanian dan peternakan." kata sistem dengan suara datar.


"Tuan jangan terlalu senang terlebih dahulu." Sistem mengingatkan agar Jean tidak terlalu senang.


"Kenapa? Bagaimana aku tidak senang, aku sendiri akhirnya memiliki jari emas." Kata Jean dengan bangga. Melihat ruang yang berisi lahan membuat Jean tahu cara menggunakannya.


"Meskipun tuan memilikiku tapi aku mengingatkan tuan untuk tidak mengganggu plot secara drastis." Sistem itu berbicara dengan serius sehingga Jean tidak berani untuk menggodanya.


"Misalnya seperti apa? Apakah jika aku membunuh protagonis? Lagipula bukankah dengan kedatanganku sendiri sudah membuat alur novel ini menyimpang?" Jean bertanya-tanya.


"Ya tuan tidak diizinkan membunuh protagonis, terutama protagonis pria!" Kata sistem dengan tegas.


'Ah sepertinya sistem sudah mengetahui pikiranku' Jean memang berencana membunuh lelaki yang akan membunuhnya nanti tapi sepertinya dia ketahuan.


"Tuan tidak diperkenankan untuk memikirkan apalagi membunuh protagonis di novel ini."


"Hei! Apakah kamu membaca pikiranku? Dimana privasi ku! Sistem sialan!" Jean langsung menyalahkan sistem. Sistem ini sepertinya tidak ramah pada tuannya.


"Tuan sudah menandatangi kontrak sebelumnya jadi seharusnya tuan tidak memprotes." Kata sistem


"Benarkah? Lalu kenapa aku tidak ingat sama sekali? Bukankah ini ilegal? Jika aku meminum sup meng po maka aku akan melupakan semuanya! Kamu sistem busuk!" Jean kembali menyalahkan sistem.


"Tuan aku mengetahui pikiranmu. Apa tujuanmu?" Sistem bertanya dengan suara malas.


"Beri aku paket pemula, jika tidak aku akan melaporkanmu pada atasanmu!"


'Apakah sistem ini akan membodohi ku? Jika iya maka bermimpi lah!' Pikir Jean.


Sistem :.....


"Tuan yakinlah aku tidak akan menganiaya kamu." Jika sistem tau bahwa dia mengikat dengan jiwa seseorang yang memiliki banyak keluhan, maka ia akan menendang jiwanya jauh-jauh.


"Maka berikan aku paket pemula yang bagus! Jika tidak bersiap-siaplah aku akan mengeluh pada atasanmu." Jean sekali lagi mengancam.

__ADS_1


"Silahkan menekan kotak kado di layar." Sistem berbicara dengan malas. layar transparan kemudian muncul di depannya, Jean kemudian menekan kotak kado berwarna merah yang berada di layar.


"Selamat, tuan mendapatkan:


• Benteng pertahanan anti-nuklir


• Kemampuan Petir Lv.2


• Keahlian Pedang Lv.3


• Senjata : Katana


• Pembangkit listrik tenaga surya."


"Cukup bagus untuk hadiah pemula." Kata Jean.


"Bagaimana penilaian tuan begitu rendah?! Jika tuan tau berapa harganya, aku khawatir tuan akan berlutut memohon padaku!" Sistem sedikit jengkel dengan ulasan Jean yang begitu buruk.


"Tidak mungkin. Paling aku hanya mengutuk marah padamu dan melaporkan keluhan pada atasanmu." Kata Jean dengan nada meremehkan.


"Harga barang tidak akan mungkin diturunkan, itu sudah ditetapkan dari atasanku." Sistem mencibir. Jean mengabaikan cibiran sistem dan mencari-cari sesuatu di layar.


"Apa yang tuan ingin cari?" Nada sistem akhirnya melunak.


"Aku ingin mencari tombol keluhan." Kata Jean bercanda dengan nada serius.


"Kamu tidak akan pernah menemukannya." Kata sistem dengan dingin.


"Aku hanya bercanda. Aku sedang mencari tombol untuk mengecek statusku." Walaupun sistem merasa marah tapi dia masih tidak berani melawan Jean jadi dia menyodorkan layar status pada Jean.


Layar Status:


Nama   : Jean Barker


Gender : Perempuan


Kemampuan:


• Ruang Lv.(Full)


• Petir Lv.2 (0/500)


Keahlian:


• Pedang Lv.3 (0/700)


"Bagaimana caranya untuk menaikkan level?" Melihat levelnya yang masih rendah, Jean sama sekali tidak senang.


"Tuan bisa membeli di toko ataupun menaikkan level secara manual dengan membunuh." Jawab sistem dengan sabar.


"Bisakah aku membunuh seseorang sekarang?" Tanya Jean dengan penasaran.


"Tentu saja tidak!" Sistem sekali lagi dibuat jengkel oleh Jean.


"Aku tau, lagipula aku bukan orang yang berdarah dingin yang bisa membunuh manusia sesantai itu hanya untuk menaikkan level." Ucap Jean dengan jujur.


"Jika tidak ada yang lain, maka aku akan mengeluarkan tuan dari ruang ini." Sistem merasa jika dia terus berdebat dengan Jean maka dia akan meledak.


"Hei aku belum selesai bertanya!"


"Apalagi?" Sistem bertanya dengan kesal.


"Bisakah aku menanam disini? Dan apa saja yang harus aku lakukan? " Tanya Jean untuk memastikan.

__ADS_1


"Ya, tuan bisa menanam disini. Tapi tuan wajib menjual hasil tanaman yang kemudian ditukar dengan inti kristal zombie yang kemudian dapat ditukar dengan senjata, teknologi, keahlian, kemampuan, obat-obatan dan peralatan kebutuhan hidup." Sistem memilih untuk berpura-pura bodoh dan tidak mengingat keluhan Jean sebelumnya.


"Lalu bagaimana dengan benih tanaman dan hewan?" Tanya Jean.


"Tuan tidak perlu khawatir, tuan cukup mengambil benih dan hewan dari luar untuk diidentifikasi kan dan kemudian benih dan hewan dapat diambil gratis dari sistem."


"Lalu bagaimana aku bisa menanam dan menyirami tanamanku sendirian?" Jean memperhatikan lahan yang luas hingga ujungnya tidak terlihat, tidak mungkin baginya untuk berkebun sendirian jika lahan begitu luas sampai ia sendiri tidak bisa memperhatikan ujungnya. Awalnya dia ingin mengeluh lagi pada sistem, tapi dia kemudian berpikir untuk tidak terlalu sering membuat marah sistem. Siapa yang tau bahwa sistem akan diam-diam mencabut nyawanya sekali lagi dan membuang jiwanya ke neraka.


"Tuan cukup memerintahkan sistem untuk menanam dan menyiram, dan perbandingan waktu di sini 30:1 yang artinya 30 hari berada disini setara dengan 1 hari di luar."


"Itu ajaib!!!" Jean merasa senang karena akhirnya mendapat cheat yang tidak terkalahkan, dengan begini ia tidak perlu takut mati kelaparan. Dia lupa bahwa dia sedari tadi telah berdebat dengan sistem.


"Tuan harap menunjukkan wilayah yang akan dipasangkan benteng pertahanan. Waktu pemasangan teknologi 72 jam."


"Kalau begitu pasang saja di sekitar rumahku." Jean mengkonfirmasi wilayah. Ia memilih rumahnya karena itu cukup luas dan bisa dianggap seperti kastil pribadi keluarganya, selain itu ia tidak perlu lagi mengeluarkan uang.


"Lalu bagaimana aku keluar dari sini?" Jean tidak sabar untuk mengumpulkan benih karena ia juga memiliki waktu yang sangat terbatas. Sistem juga ingin segera mengeluarkan Jean, supaya Jean tidak kembali mengeluarkan sifatnya yang menyebalkan.


"Tuan cukup membayangkannya saja." Jean kemudian mencoba membayangkannya dan berhasil keluar.


"Aku harus bersiap mulai dari sekarang." Jean memuat daftar belanjaannya di sebuah kertas yang sebagian besar berisi benih-benih dan hewan ternak. Ketika jean sedang asik menulis, suara ketukan datang mengganggunya. Jean kemudian bergegas membukakan pintu.


"Nona sarapan sudah disiapkan." Jean melihat seorang pelayan yang tampak masih muda, wanita itu tampak polos dan sangat cantik tapi Jean tau bahwa sebenarnya wanita ini adalah seseorang yang bermuka dua, dia adalah protagonis wanita dalam novel! Wanita itu memang tampak polos tapi sebenarnya juga adalah seorang wanita yang iri dengan kehidupan pemilik asli.


Bagaimana Jean tahu? Tentu saja dia tahu karena dia mengingat semua kenangan pemilik asli baik di masa depan maupun di masa lalu.


'Aku harus menyingkirkan wanita ular ini secepatnya, jika tidak aku tidak akan tau bagaimana aku akan hidup ke depannya.' pikir Jean sambil menatap wanita bernama Emma dengan teliti.


"Nona.. Apakah ada sesuatu yang salah?" Emma bertanya dengan gugup. Emma selalu diam-diam mencoba pakaian Jean yang mahal dan sesekali ia mencoba aksesoris Jean yang mahal, ia sangat iri dengan kehidupan Jean yang sangat mulus tapi ia juga takut diketahui oleh Jean.


"Tidak ada." Jean langsung turun dan mengabaikan Emma yang masih berdiri di depan pintu. Jean langsung menuju meja makan dan duduk di posisi bangku kepala keluarga, tiba-tiba Jean merasa sedih karena ia duduk di meja makan sendirian.


"Panggil semua pelayan ke ruang makan, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan." perintah Jean pada pelayan terdekat dan segera saja 10 pelayan semua hadir di ruang makan.


"Aku ingin memberitahukan bahwa mulai sekarang kalian tidak perlu lagi melayaniku." kata Jean langsung tanpa berbasa-basi. para pelayan kemudian kaget dengan pemberitahuan Jean yang tiba-tiba ingin memberhentikan mereka.


"Nona, apa yang nona ingin lakukan?" Tanya seorang wanita paruh baya, yang merupakan wakil kepala pelayan.


"Tidak ada bibi Merril, hanya saja aku akan pergi dan tidak tau kapan akan pulang kesini, lagipula terlalu boros untuk mempekerjakan 10 pelayan rumah tangga." Jean memutuskan untuk pergi mengumpulkan bahan dan tidak akan kembali dalam waktu dekat, selain itu dia harus menyingkirkan protagonis wanita dari rumahnya.


Ketika mendengar alasan itu Merril merasa sedikit tertekan, dia berpikir bahwa Jean takut bangkrut sehingga memecat para pelayan.


Jika Jean mendengar kekhawatiran Merril maka ia akan mengutuknya karena berpikir bahwa ia akan bangkrut. Lagipula dengan harta warisan sebanyak ini dia pasti mampu menafkahi anak bahkan cucunya nanti.


"Tapi nona, kami tak bisa pergi meninggalkanmu karena juga orangtuamu memintaku dan Merril untuk menjagamu." salah satu pria paruh baya melanjutkan, dia adalah paman Randalf yang merupakan kepala pelayan. Jean tahu bahwa Merril dan Randalf adalah orang yang benar-benar setia pada pemilik asli, mereka mati karena melindungi pemilik asli.


"Kalau begitu Randalf dan Merril tetap berada disini, yang lain silahkan meminta bayaran pada Randalf." Jean membuat keputusan untuk membiarkan dua orang tersebut tetap tinggal, Jean kemudian menatap ke arah Emma yang sedari tadi tampak diam. Emma dan pelayan lain kemudian bubar, sedangkan Jean asyik melahap makanannya dengan gembira karena berhasil menyingkirkan protagonis wanita dari rumahnya.


Merril dan Randalf menatap Jean dengan tatapan prihatin. Perilaku Jean juga hari ini sangat aneh karena hampir menyingkirkan semua pelayan di rumah. Merril sedikit takut jika nanti Jean memutuskan untuk bunuh diri.


"Ada apa?" Jean menyadari tatapan Randalf dan Merril. Dia tidak panik, dia sudah menyiapkan serangkaian alasan agar membuat perilakunya tampak logis.


"Nona, apakah para pelayan hari ini ada yang menyinggung mu?" Merril secara tidak sengaja memperhatikan tatapan Jean pada Emma tadi, jadi ia juga berspekulasi bahwa Jean tersinggung oleh salah satu pelayan. Jean sedikit kaget ketika mendengar pertanyaan Merril, dia tidak menyangka Merril memiliki mata yang tajam.


"Yah, aku menyingkirkan tikus-tikus dari rumahku." Kata Jean dengan jujur, Merril dan Randalf tampaknya mengerti dengan apa yang Jean maksud karena mereka juga memperhatikan pelayan yang berada di bawah mereka yang beberapa hari ini berperilaku sedikit aneh, terutama Emma.


"Baiklah nona, kami mengerti." Merril merasa lega, kemudian ia dan Randalf pergi melanjutkan pekerjaan mereka. Jean juga merasa lega karena Merril dan Randalf tidak bertanya lebih jauh, jika tidak, maka dia akan kesulitan menjawab pertanyaan mereka.


"Sebenarnya aku beruntung atau sial? Ataukah ini adalah kesialan yang merupakan berkah?" Jean bertanya-tanya dalam hati. Tapi Jean secara bertahap melupakan masalah tersebut karena memikirkan berapa banyak uang yang ia miliki sekarang.


"Sangat disayangkan jika uang ini nanti tidak lain hanyalah kertas yang tidak terpakai, sepertinya aku harus bekerja keras menghabiskan uang ini dalam sebulan!" Jean mendecakkan lidahnya ketika melihat angka nol yang melebihi 6 digit di saldo buku bank miliknya. Orang-orang akan datang memukulinya jika tau pikiran Jean saat ini. Di saat orang bekerja keras menambah uang, ia justru harus bekerja keras menghabiskan uang!


"Apakah itu juga sebabnya nona memecat para pelayan?" Merril bertanya-tanya ketika melihat wajah depresi Jean yang sedang memeriksa uangnya. Ia telah salah sangka terhadap Jean!

__ADS_1


"Aku akan tetap berada di samping nona Jean walaupun nanti ia akan jatuh miskin." Merril bertekad dalam hatinya, karena dia sudah menganggap Jean seperti anaknya sendiri.


__ADS_2