Wear Apocalypse Book

Wear Apocalypse Book
12


__ADS_3

Selama di perjalanan Jean akhirnya mengetahui bahwa Naomi adalah seorang janda dengan 3 orang anak, anak pertamanya tinggal bersama kakek dan neneknya lalu ia mendapat kabar bahwa anak tertuanya jatuh sakit, oleh sebab itu dia segera pergi menumpangi bus yang sama dengan ibu Linda.


"Bagaimana kabarnya terakhir kali?" Jean bertanya.


"Aku tidak tau, terakhir kali neneknya berkata bahwa dia terkena demam tinggi jadi aku merasa sangat khawatir sekarang."


Jean tidak menemukan satu zombie pun dalam perjalanan, ia hanya berkali-kali di hadang oleh beberapa orang yang meminta tumpangan.


"Apakah ini apartemennya?" Jean melihat apartemen yang sudah tua, sebagian besar dinding putihnya terkelupas akibat dimakan oleh waktu.


"Ya nona. Apakah nona ingin mengikuti kami?" Naomi menurunkan anaknya yang paling bungsu keluar dari mobil.


"Baiklah aku ikut." Jean memutuskan untuk mengikuti Naomi, lagipula dia tidak terburu-buru pulang supaya meringankan suasana hatinya yang buruk. Jean menaiki lift dan sampai di lantai 11 tempat tinggal orang tua Naomi.


"Bu? Ayah? Bukakan pintunya ini aku Naomi!" Naomi mengetuk pintu depan. Kemudian terdengar langkah kaki terburu-buru dari dalam. Nyonya Warren langsung membukakan pintu.


"Naomi akhirnya kamu datang, demam Aria tidak turun sama sekali dan sekarang demamnya telah menyentuh angka 39°C." Nyonya Warren tampak sangat khawatir. Naomi langsung masuk bersama anaknya dan mencari putrinya di kamar, dia tampaknya lupa dengan Jean yang berada di belakangnya. Jean hanya bisa menunggu di luar.


'Tuan tampaknya anak itu terinfeksi, jika dia tidak mampu bertahan maka dia akan menjadi zombie.' sistem memberi tahu Jean. Jean langsung waspada.


"Nona siapa?" Nyonya Warren bertanya ketika ia sadar akan orang asing yang ikut dengan Naomi.


"Aku Jean, aku orang yang telah mengantar Naomi kesini." Jawab Jean.


"Terimakasih nona. Ayo silahkan masuk, maaf sepertinya Naomi sangat khawatir sehingga dia lupa membawamu masuk." Jean masuk dan duduk di ruang tamu, Jean kemudian melihat sekeliling apartemen orang tua Naomi yang sempit.


"Tidak apa-apa. Bisakah aku melihat anak Naomi yang sakit?" Jean ingin melihat bagaimana virus tersebut menginfeksi.


"Tentu, ikuti aku." Nyonya Warren mengantar Jean ke dalam kamar yang telah sesak dipenuhi seluruh keluarga Naomi.


Jean memperhatikan anak Naomi yang terbaring sakit di kasurnya. Bibirnya tampak kering dan berwarna merah cerah akibat suhu tubuhnya yang sangat panas, sedangkan wajahnya telah memucat dengan keringat yang terus mengucur membasahi bantal yang ia pakai.


'Sistem apakah ada cara untuk mencegahnya menjadi zombie?' Jean merasa kasihan dengan Naomi yang sedang bekerja keras dengan berulang kali memberi kompres air hangat ke dahi putrinya, berharap bahwa suhu tubuh putrinya turun.


'Sebenarnya ada cara tapi kemungkinannya sangat rendah.'


'Apa itu?' Naomi tampak telah putus asa, orang tuanya berulang kali menghubungi pihak rumah sakit, namun pihak rumah sakit tampaknya sangat sibuk.


'Tuan bisa menyelamatkannya dengan memicu kemampuannya. Tapi sayangnya untuk memicu kemampuan sendiri membutuhkan akumulasi kristal yang banyak, sangat sedikit orang yang memicu kemampuan dengan hanya 3 kristal. Jika ada maka orang itu akan mengalami kemudahan dalam menerobos level selanjutnya.' apa yang sistem maksud dengan kecilnya kemungkinan tersebut dikarenakan jumlah kristal yang Jean pegang hanya 3.


'Bukankah kita bisa mencobanya? Lagipula jika aku membunuhnya sekarang maka aku akan menanggung kebencian keluarga Warren.' sistem tidak lagi menjawab.


"Naomi aku mungkin bisa menyembuhkannya tapi kemungkinan dia sembuh akan sangat kecil."


"Nona Jean?" Naomi baru teringat dengan Jean. " Maaf aku tadi melupakanmu." Naomi tampaknya malu karena tidak mengingat Jean.


"Bisakah aku mencobanya?" Jean bertanya sekali lagi.


"Tentu." Naomi sebenarnya tidak yakin tapi dia masih membiarkan Jean mendekati putrinya.


'Sistem bagaimana aku bisa memicu kemampuannya?' Jean bertanya lagi pada sistem.


'Itu juga merupakan masalah, karena itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang sadar untuk menyerap kristal. Jika kamu bisa membuatnya sadar, minta dia memegang kristal itu dan membayangkan sebuah cahaya dari tangan mengalir ke tubuhnya' Jawab sistem.


'Kenapa tidak memberitahuku sebelumnya? Apakah kamu ingin mempermalukan ku?! ' Jean merasa frustasi. Naomi merasa heran dengan keheningan Jean.


Jadi dia mengira ada sesuatu yang salah.


"Nona Jean?"


"Aku akan mencobanya jadi tolong jangan salahkan aku jika tidak berhasil." Jean kemudian menyadari bahwa dia telah diam terlalu lama.


"Tidak apa nona. Lagipula aku juga sudah tidak tahu bagaimana menyelamatkan putriku sendiri." Naomi tampaknya telah pasrah dengan keadaan.


"Doakan saja semoga aku berhasil menyelamatkan putrimu. Bisakah kamu memberitahuku siapa nama putrimu? " Jean memiliki ide berani tapi dia tidak tahu apakah ini akan berhasil atau tidak.


"Putriku bernama Aria Warren." Naomi tidak tahu apa yang akan dilakukan Jean tapi dia masih menjawab pertanyaan Jean, lagipula tidak ada salahnya memberitahu Jean.


'Apa yang akan tuan lakukan dengan namanya?' sistem bertanya.


'Diam saja dan lihat.'

__ADS_1


"Aria, apakah kamu mendengarkan ku? Jika iya gerakkan jarimu." Jean mencoba memanggil kesadaran Aria.


'Sepertinya tuan telah tertipu dengan adegan seperti ini dalam novel.' Sistem tampaknya tidak optimis. Jean mengabaikan sistem dan terus memanggil Aria.


Di dalam lautan kesadaran Aria tampaknya tidak sengaja mendengar seseorang yang memanggilnya. Suara itu tidak terdengar jelas tapi dia berusaha menggapai suara itu hingga ia tahu apa yang ingin orang itu sampaikan. "Aria jika kau mendengarkan aku, tolong gerakkan jarimu." Aria berusaha mengambil kendali tubuhnya.


'Sudah kukatakan itu tidak akan ber... ' ucapan sistem terhenti ketika ia melihat Aria telah menggerakkan jarinya.


"Aria tolong dengarkan aku, pertahankan kesadaran mu." Jean merasa senang ketika triknya berhasil. Jean kemudian mengambil kristal yang telah ia simpan dalam sakunya lalu meletakkannya di tangan Aria.


"Aria ini adalah cahaya yang akan menyelamatkan mu, bayangkan cahaya ini masuk dan mengalir ke dalam tubuhmu." Aria tampaknya mengerti lalu menggenggam kristal tersebut.


Naomi merasa senang ketika Aria sedikit sadar tapi dia tidak mengerti mengapa Jean meletakkan sebuah kristal di tangan putrinya. Dia tidak mencegah Jean dan hanya mengamati apa yang selanjutnya akan Jean lakukan.


Aria tampaknya agak kesulitan tapi dia masih berusaha dan sekitar 5 menit kemudian Aria akhirnya berhasil dan mencoba menyerap kristal tersebut. Jean juga memperhatikan setiap perubahan kristal yang mulai kusam lalu mulai retak dan hancur menjadi debu di tangan Aria. Naomi tampak tercengang ketika melihat perubahan tersebut.


Jean memberikan kristal kedua dan Aria dengan lancar menyerapnya, tetapi Jean sama sekali tidak senang, karena kristalnya hanya tersisa satu dan itu adalah harapan terakhirnya.


'Semoga ini keberuntungan mu.' Jean meletakkan kristal terakhir di tangan Aria dan dia hanya bisa berharap Aria berhasil membangkitkan kemampuannya dengan kristal terakhir. Sistem tidak lagi mengganggu Jean karena dia takut Jean akan meledeknya karena tidak percaya.


Kristal perlahan-lahan mulai tampak kusam tapi Aria masih terbaring pucat, Jean juga mulai kehilangan harapannya kali ini. Ketika kristal mulai retak, keajaiban muncul! wajah Aria tampaknya tidak lagi menjadi pucat dan suhu tubuhnya perlahan mulai kembali normal. Kristal telah hancur menjadi debu.


Aria membuka matanya dan memperhatikan sekeliling.


"Ibu? Apakah ini benar ibu?" Suara Aria terdengar serak.


"Aria??" Naomi segera mengecek suhu tubuh Aria.


"Cucuku! Apakah kamu merasa baik-baik saja?" Nyonya Warren langsung bertanya.


"Katakan sesuatu pada kakek jika kamu merasa tidak enak." Tuan Warren ikut berdiri di samping Aria.


"Kakak, apakah kakak sudah sembuh?" Jacob juga bertanya dan Colin memegang tangan Aria.


"Aku baik-baik saja." Aria bangun dan duduk di kasurnya.


"Aria jangan paksakan dirimu." Naomi sedikit khawatir ketika ia melihat anaknya bangun seolah dia tidak mengalami sakit sama sekali.


"Bu aku sudah tidak apa-apa." Naomi memaksa Aria untuk berbaring, Aria kemudian menyerah dan kembali terbaring di kasurnya agar ibunya tidak khawatir.


'Apakah kamu lupa bahwa kita memang sedang berada di dalam novel.' Sistem merasa bodoh dan ingin menggaruk kepalanya jika ia memiliki kepala.


"Nona Jean aku berhutang budi sekali lagi padamu. Apakah nona ingin meminta sesuatu sebagai bayaran?" Naomi merasa sangat bersyukur karena ia telah dipertemukan dengan Jean.


"Tidak perlu, aku tidak butuh bayaran."


"Tapi.. " Naomi merasa tidak enak.


"Tidak apa, lagipula aku akan merasa terhina jika kamu membayar kebaikanku dengan uang." Jean sekali lagi menolak.


"Lalu apa yang bisa aku lakukan?" Jika Jean tidak menerima bayaran maka Naomi ingin melakukan sesuatu untuk membalas budi.


"Aku sebenarnya sedikit lapar jadi bisakah kamu memasak sesuatu untukku?" Jean menyentuh perutnya yang kosong, dia lupa makan siang terlebih dahulu di rumah sebelum pergi.


"Ah?? Maafkan aku, aku tidak menghidangkan makanan bahkan minuman. Tolong tunggu sebentar." Naomi meminta Nyonya Warren menjaga Aria, lalu bergegas memasak di dapur.


"Nona terimakasih telah menyelamatkan cucu kami sekali lagi, maaf jika kami tidak melayani mu dengan baik." Kakek Jean berterima kasih sekali lagi.


"Jangan terlalu banyak berterima kasih, aku membantu kalian dengan ikhlas."


"Aria bagaimana perasaanmu sekarang? Apakah kamu tidak merasakan sakit?" Jean bertanya.


"aku baik-baik saja, aku malah merasa bahwa tubuhku dipenuhi energi." Jawab Aria. Jean sebenarnya agak keberatan dipanggil bibi tapi mengingat bahwa ibunya menikah muda dan jarak umurnya tidak jauh, Jean sama sekali tidak protes.


"Coba kamu keluarkan energi tersebut di telapak tangan." Jean penasaran kekuatan apa yang dimiliki oleh Aria. Aria mencoba mengeluarkan kekuatannya dan telapak tangan aria perlahan-lahan ditutupi logam.


"Nona apa ini? Apakah ini membahayakan?" Nyonya Warren merasa takut ketika melihat telapak tangan Aria yang menjadi logam.


"Tidak, justru ini sangat bagus. Setidaknya kehidupan Aria sedikit terjamin di masa depan." Nyonya Warren tidak mengerti apa yang Jean maksud. Colin dan Jacob bermain dengan tangan Aria yang telah menjadi logam.


"Apa maksud nona?" Tanya tuan Warren.

__ADS_1


"Kalian sendiri tahu tentang virus yang sedang menyebar sekarang. Apa yang Aria tunjukkan akan mampu membuat dirinya bahkan kalian aman di masa mendatang." Tuan dan Nyonya Warren kini mengerti apa yang Jean maksud.


"Tapi Aria masih harus banyak berlatih, kemampuan miliknya sekarang hanya bisa menutupi telapak tangannya." Lanjut Jean, Aria kemudian mencoba untuk terbiasa mengeluarkan dan menghilangkan logam di tangannya.


"Bagaimana dengan bibi? Apakah bibi memiliki kemampuan yang sama sepertiku?" Jean masih tidak terbiasa dipanggil bibi, entah kenapa rasanya sedikit janggal.


'Umur tuan saat ini sudah 24 tahun, jadi menurut analisa sistem.. '


'Aku tau, aku tau! Tapi ini juga salahmu karena tidak mengatur usiaku menjadi seorang gadis!' Jean memotong ucapan


sistem.


'Tapi mustahil memasukkan jiwa orang yang telah dewasa ke dalam tubuh seorang gadis.' Kata sistem.


"Ya bibi juga memiliki kemampuan." Jean sedikit canggung ketika menyebut dirinya bibi. Sistem sedikit curiga bahwa Jean menderita Cinderella Complex.


"Bisakah bibi tunjukkan padaku?" Jean merasa akrab dengan adegan seperti ini ketika ditatap oleh ketiga anak Naomi. Jean kemudian mengeluarkan petir mini di tangannya.


"Bibi Jean bisakah aku menangkapnya?" Jean langsung menghilangkan petir di tangannya ketika Jacob bertanya. Dia ingat bahwa tingkah laku Liam mirip dengan anak-anak Naomi.


Sistem : '....' Apakah Jean mengembangkan phobia terhadap anak-anak? Sistem bertanya-tanya. Sistem tidak begitu ahli ketika menghadapi permasalahan psikologi manusia.


"Jacob itu tidak bisa dipegang." Melihat wajah Jacob yang ingin menangis, Nyonya Warren langsung menggendong tubuh mungilnya.


"Tidak! Aku ingin memegangnya!!" Jacob menangis dan mulai memberontak.


'Syukurlah aku kira dia berperut hitam sama seperti Liam' Jean menghela nafasnya dengan lega.


Sistem yang tidak mengerti jalan pikiran Jean: '..... '


"Ibu ada apa? Mengapa Jacob menangis?" Naomi datang terburu-buru ketika mendengar Jacob menangis. Nyonya Warren langsung mengatakan penyebabnya pada Naomi.


"Benarkah? Nona Jean apakah benar kemampuan seperti itu ada?" Naomi tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh ibunya. Jean kembali mengeluarkan petir di tangannya.


"Ibu aku ingin menyentuhnya!!" Jacob kembali menangis ketika melihat petir di tangan Jean.


"Jacob itu tidak bisa disentuh." Naomi tidak berdaya dengan permintaan Jacob.


"Kenapa kamu ingin menyentuhnya?" Tuan Warren bertanya pada Jacob.


"Itu karena aku melihatnya di bola lampu di gudang. Aku ingin menyentuhnya jadi aku memecahkan bola lampu itu tapi benda itu menghilang ketika aku memecahkannya dengan tongkat baseball." Jacob menjawab sambil menangis.


Jean akhirnya mengerti, dia kemudian melihat di dinding lalu mendapati seekor cicak.


"Jacob lihat baik-baik." Jean kemudian meletakkan cicak tersebut di tangannya yang telah dipenuhi petir mini. Bau terbakar yang tidak enak menyebar ke seluruh ruangan kamar Aria.


"Jadi jangan menyentuh hal-hal seperti ini di masa depan." Jean membuang cicak yang terbakar ke dalam tong sampah. Jacob tercengang dan tidak lagi menangis ketika melihat cicak itu mati akibat petir mini di tangan Jean.


"Nona Jean maaf telah merepotkan mu. Aku sudah selesai memasak jadi ayo ikuti aku." Naomi mengantar Jean ke wastafel terlebih dahulu untuk mencuci tangannya, dia takut Jean diam-diam merasa jijik karena telah memegang sesuatu yang menurutnya tidak pernah orang kaya pegang.


Jean duduk di meja makan yang sempit bersama keluarga Warren tapi ia sama sekali tidak risih karena ia pernah mengalami kehidupan yang serupa sebelumnya.


"Nona Jean maaf karena aku hanya memasak dengan sayuran seadanya." Melihat Jean yang ikut duduk di meja makan yang penuh, Naomi sekali lagi merasa tidak enak.


"Tidak apa, aku bisa makan apa saja." Ucap Jean dengan jujur, tetapi Naomi masih mengira bahwa Jean hanya bersikap sopan supaya tidak menyakitinya.


"Bisakah aku membicarakan sesuatu secara pribadi dengan Aria?" Kata Jean ketika ia telah menyelesaikan makanan di piringnya.


"Tentu." Naomi tidak tahu apa yang ingin Jean sampaikan pada anaknya tapi dia tidak berencana menguping pembicaraan Jean dengan putrinya.


"Nona Jean apakah sudah selesai?" Tanya Naomi ketika melihat Jean telah keluar.


"Ya aku sudah selesai."


"Nona Jean apakah nona akan pulang? Mengapa tidak menginap saja di rumahku?" Naomi memperhatikan langit yang telah gelap akibat mendung, ditambah waktu telah menunjukkan pukul 5 sore.


"Maaf Naomi aku tidak bisa menginap. Keluargaku juga akan khawatir jika aku tidak kembali hari ini." Jean memang benar karena Merril dan yang lainnya telah panik karena Jean sama sekali muncul dan tidak ada kabar dari Jean.


Jean berpura-pura mengambil sesuatu dalam mobil lalu menyerahkannya pada Naomi.


"Ambil ini. Kalian mungkin akan kesulitan di masa depan karena tidak menyimpan persediaan." Jean menyerahkan makanan kaleng yang mungkin akan mampu mendukung keluarga Warren selama satu bulan.

__ADS_1


"Nona Jean tidak perlu." Jean langsung pergi dan tidak menerima penolakan Naomi.


"Nona Jean aku akan mengingat kebaikanmu." Ucap Naomi sambil melambaikan tangan ke arah Jean.


__ADS_2