Wear Apocalypse Book

Wear Apocalypse Book
27


__ADS_3

"Jean kamu tidak perlu membantu Olivia sebanyak ini." Adam menasehati Jean, dia sudah mendengar kabar bahwa Jean dan Lane sempat berkelahi di ruang medis karena Olivia.


"Kamu tidak mengerti perasaan sebagai sesama wanita Adam." Jean menolak untuk mendengar Adam.


"Hubunganmu dengan Lane akan semakin canggung nantinya."


"Aku tidak butuh hubungan baik dengannya, lagipula dari awal aku memang tidak terlalu dekat dengan Lane. Bukankah kamu sempat mengatakan bahwa aku tidak bisa terlalu dekat dengan pria lain?" Jean langsung mengenai titik lemah Adam.


"Oke, aku mengalah." Adam akhirnya berhenti menasehati Jean.


"Aku tidak akan memasuki basis beberapa hari sampai rencana kalian dilaksanakan dan juga, ada baiknya kalian menyingkirkan tanaman di seluruh area basis karena mereka akan berubah menjadi tanaman mutan." Jean tidak lagi khawatir memberitahu Adam mengenai apa yang akan terjadi kedepannya.


"Baiklah, setelah masalahnya selesai, aku akan mengunjungi rumahmu." Melihat Jean dalam suasana hati yang buruk membuat Adam kewalahan.


"Ini untukmu, aku sudah mendiskusikan dengan Lane bahwa inti kristal ungu ini untukmu, jika kamu tidak mengingatkan basis lebih awal, mungkin masalah ini akan sulit datangi." Adam menyerahkan inti kristal ungu, Jean tidak menolak inti kristal tersebut.


"Tuan Adam bisakah aku menitipkan sesuatu?" Olivia datang sambil membawa tas kecil di tangannya.


"Apa itu?" Adam tidak langsung menolak.


"Ini adalah pemberian Lane dulu, di dalamnya terdapat bukti bahwa aku sama sekali tidak menipunya dulu. Tuan Adam tolong serahkan tas ini pada Lane, aku tidak berharap bahwa dia akan membuka isi tas ini sekarang tetapi jika suatu saat dia sudah memaafkan aku, aku ingin dia melihat isi tas ini sebentar saja." Olivia menjelaskan.


"Baiklah akan aku sampaikan." Adam menerima tas tersebut.


Olivia meninggalkan basis dengan berat hati, dia berjanji bahwa dia akan membuang semua perasaannya pada Lane saat keluar dari basis penampungan.


"Apakah kamu baik-baik saja?" Jean memperhatikan ekspresi Olivia yang tidak rela meninggalkan basis.


"Aku baik-baik saja." Tekad Olivia keluar dan terlihat jelas di matanya, mulai saat ini tidak akan ada lagi Olivia yang dulu.


Adam memasuki kantor Lane, dia mendapati pemandangan di mana Lane memandang Emma dengan lembut. Apakah temannya sudah kehilangan akal sehat? Adam bertanya-tanya dalam hatinya dengan heran.


"Ada apa?" Lane menarik pandangannya dan sekejap wajahnya menjadi muram ketika melihat tas yang dipegang oleh Adam.


"Olivia memintaku mengembalikan pemberianmu dulu." Adam tidak mengatakan yang sebenarnya karena dia melihat Emma yang berada di dekat Lane. Adam sama sekali tidak bodoh seperti Lane, dia telah banyak bertemu dengan orang-orang penghisap darah seperti Emma selama ia menjalankan bisnis perusahaan miliknya, jika tidak bagaimana mungkin dia mampu menaikan posisinya sebagai orang terkaya kedua setelah keluarga Barker?


Lane mengambil tas itu dan memperhatikan dengan teliti, namun dia membuang tas ke sudut setelahnya dan menyeka tangannya seolah dia menyentuh barang yang kotor. Adam hanya diam, dia tidak bermaksud ikut campur dalam urusan percintaan temannya.


"Kamu kembalilah dulu, ada hal yang ingin aku sampaikan dengan Adam." Ucap Lane dengan lembut pada Emma. Emma sedikit kecewa, dia ingin tahu apa yang Lane sampaikan pada Adam, tetapi dia tetap pergi dengan patuh.


"Rencana kita akan dimulai besok, aku harap kamu akan siap." Ujar Lane.


"Olivia memintamu untuk membuka isi tas jika kamu telah memaafkannya suatu saat nanti." Adam langsung menyampaikan pesan Olivia.

__ADS_1


"Dia tetap keras kepala seperti dulu, tetapi aku tidak akan pernah memaafkannya, dia selamanya akan menjadi batu asah untukku. " Lane tertawa ironis, dia kemudian menyalakan rokok untuk menghilangkan amarahnya.


"Kamu akan berterima kasih padanya suatu saat nanti." Ucap Adam dengan nada kepastian.


"Tentu, aku berterima kasih padanya karena dia telah mengubah hidupku, aku akan menjadi pecundang seumur hidupku jika dia tidak menyakitiku." Lane tidak marah sama sekali ketika mendengar ucapan Adam.


....


Suasana di mobil Jean sangat hening, Jika Jean yang sesekali turun untuk membunuh zombie satu per satu maka, Jean tidak akan tahan dengan suasana depresi dalam mobil.


"John, apa syarat untuk mengikuti mu?" Olivia akhirnya berbicara.


"Aku meminta agar kamu tidak marah padaku setelah aku memberitahu beberapa rahasia." Jawab Jean.


"R-rahasia apa?" Tanya Olivia dengan penasaran sekaligus gugup, dalam benaknya dia memikirkan Jean memiliki rahasia besar, seperti Jean yang diam-diam memakan manusia untuk bertahan hidup, mengkoleksi puluhan wanita di bawah tanah atau Jean melakukan uji laboratorium dengan menyuntikkan virus zombie ke tubuh manusia.


Olivia bergidik ngeri ketika membayangkan rahasia apa yang akan diberitahu Jean.


"Kamu akan tahu nanti." Jawab Jean dengan nada misterius, hal tersebut membuat Olivia gelisah, dia tidak tahu apakah memang pilihan tepat mengikuti Jean.


Penampakan tembok yang menjulang tinggi mulai terlihat, melihat Jean yang mengemudi ke arah tembok tersebut membuat Olivia semakin yakin dengan spekulasinya.


Jean tidak menyadari ketakutan Olivia, dia memikirkan apa yang selanjutnya akan terjadi jika dia membeberkan identitas aslinya pada Olivia, Apakah dia akan dibunuh oleh Olivia? Tetapi dia meragukan hal tersebut karena Olivia bukan pengguna kemampuan saat ini.


Gerbang perlahan terbuka namun Olivia semakin gelisah, dia ingin melarikan diri saat ini tetapi dia ragu apakah dia bisa melawan Jean yang merupakan pengguna kemampuan?


"Selamat datang di rumahku." Ucap Jean pada Olivia. Olivia terlihat bingung, Apakah dia salah menilai Jean? Dia mengira Jean adalah lelaki individual yang enggan tinggal bersama orang lain tetapi ketika melihat wajah keluarga Jean yang menunggu kedatangan Jean membuat Olivia sadar bahwa tempat ini bahkan lebih baik daripada basis.


"Nona mengapa kamu datang begitu terlambat?" Tanya Merril.


"Terjadi sesuatu di basis penampungan, jadi aku datang membantu Adam dan pemimpin basis untuk membereskan masalah di sana." Jawab Jean. Olivia sedikit linglung, barusan Merril memanggil John dengan sebutan nona, bukankah John adalah lelaki? Ataukah dia salah mendengar?


"Ah ya ini adalah Olivia, dia akan bergabung dengan kita mulai saat ini." Jean memperkenalkan Olivia, Olivia tersenyum canggung pada anggota keluarga Jean.


"Jangan sungkan, anggap saja kamu berada di rumah sendiri, semakin ramai rumah justru semakin baik." Kata nenek Jean.


"Randalf bantu aku menurunkan beberapa barang."


"Baik nona." Randalf mengambil tas Olivia yang ada di bak belakang. Olivia yakin bahwa dia memang tidak salah dengar sama sekali.


"J-john k-kamu sebenarnya perempuan?" Olivia memberanikan diri untuk bertanya.


"Maaf aku tidak mengatakannya dari awal. Aku akan memperkenalkan diri sekali lagi, namaku Jean Barker." Jean melepaskan topeng dan membuka hoodie yang selalu menutupi kepalanya serta mematikan pengubah suara.

__ADS_1


"K-kamu??" Olivia terkejut, dia mengenali Jean dalam sekejap. Dia mengingat di mana kejadian Jean yang enggan memberinya tumpangan.


Olivia ingin memarahi Jean tetapi mengingat syarat yang Jean minta membuat Olivia terdiam bahkan wajahnya memerah saat mengingat kesalahpahaman yang menganggap Jean menyukai dirinya.


Melihat pipi Olivia yang memerah membuat wajah Jean menghitam.


'Sistem apakah dia masih menyukaiku meskipun dia sudah tahu aku adalah perempuan?' Jean bertanya pada sistem dengan panik.


'Tuan kamu terlalu banyak berpikir.' Jean langsung merasa lega mendengar jawaban sistem tetapi kalimat selanjutnya membuat Jean ketakutan, 'Dia mencintaimu tuan!'


'Sialan! Apa bedanya menyukai dengan mencintai?! Itu sama saja!' Jean memarahi sistem.


'Jelas dia mencintaimu tuan, jika dia hanya menyukaimu maka dia akan menyerah ketika tahu tuan sebenarnya adalah seorang wanita.' Sistem menyesatkan pikiran Jean.


Jean : "..."


Tetapi apa setelah dipikir-pikir ucapan sistem ada benarnya tetapi dia tidak mau disukai oleh sesama jenis.


"I-itu apakah kamu masih menyukaiku?" Jean memberanikan dirinya untuk bertanya langsung.


"K-kamu? tidak mungkin aku menyukaimu!! Aku wanita normal!" Olivia tidak menyangka Jean akan mengajukan pertanyaan seperti itu.


"Baguslah, jika kamu masih menyukaiku maka aku tidak punya pilihan lain selain melemparkan tubuhmu ke luar." Jean merasa lega.


"Pantas saja setiap kali aku melihatmu aku akan merasa kesal setiap saat." Olivia mencibir.


"Maaf, waktu itu aku merasa kamu sangat menyebalkan jadi aku meninggalkanmu." Jean meminta maaf dengan tulus.


"Oke, tapi aku anggap kita tidak memiliki hutang sama sekali karena kamu pernah meninggalkanku." Olivia menerima permintaan maaf Jean.


'Sistem lihatlah dia, dia langsung mengubah sikapnya setelah tahu bahwa aku sebenarnya perempuan.' Jean diam-diam mengeluh pada sistem.


"Berhentilah berdebat, ayo kita makan malam, kakek tahu bahwa kalian berdua belum makan malam." Kakek Jean telah menebak apa yang terjadi diantara dua wanita itu.


"Ketika kakek menyebut makan, aku tiba-tiba menjadi sangat lapar." Ucap Jean. Dia baru teringat bahwa dia belum makan malam sama sekali, Adam bahkan tidak mengundangnya makan terlebih dahulu, apakah dia tidak berniat mengejar sama sekali? Jean merasa Adam adalah pria yang buruk dan tidak peka.


Adam yang sedang duduk merokok tiba-tiba bersin, apakah ada orang yang sedang membicarakan hal buruk tetang dia? Adam bertanya-tanya.


"Tuan, kali ini kapten Lane sangat keterlaluan, dia bahkan mencekik Olivia." Noel tiba-tiba berbicara.


"Hal-hal seperti itu seharusnya kita tidak ikut campur, aku tahu kamu tidak menyukai Lane tetapi ingatlah dia adalah sahabatku." Adam memperingati Noel.


"Ya tuan." Noel tidak berani membantah. Noel telah mengikuti Lane semenjak kakek Adam menyerahkan perusahaan pada Adam, baginya Adam adalah kakak laki-lakinya.

__ADS_1


"Kamu pergi sampaikan pada Joe untuk membasmi tanaman di sekitar basis, baik tanaman hias maupun gulma malam ini." Adam percaya pada ucapan Jean jadi dia ingin Joe segera melaksanakan tugas tersebut agar tidak membahayakan pengungsi.


"Baik." Noel langsung pergi memberitahu Joe. Joe dan tentara dibawahnya segera melaksanakan tugas tersebut, mereka tidak berani menolak permintaan Adam.


__ADS_2