Wear Apocalypse Book

Wear Apocalypse Book
Zombie level 2


__ADS_3


Melawan zombie level 2.



Lane dan bawahannya dalam posisi siaga sedangkan Jean berada di belakang mereka.


'Sistem bisakah aku melawannya?' tanya Jean.


'Tentu bisa, kekuatan petir lebih destruktif dibandingkan api tapi itu tidak berlaku untuk api khusus.' Jawab sistem. Sepertinya Jean harus membocorkan rahasia kemampuannya lagi pada orang lain.


Zombie menampakkan dirinya di depan, kedua tangannya di kelilingi api tapi anehnya tidak membakar tangannya. Ketika zombie itu melihat tim Lane, ia bergegas maju sambil meneriakkan kalimat yang tidak jelas.


"Tembak!!" Bawahan Lane mulai menembak tapi zombie itu berhasil menghindarkan bagian kepalanya agar tidak tertembak.


"Sial! Mayat hidup macam apa itu?!!" Joe mengutuk ketika melihat zombie dengan terampil menghindar.


"Menghindar!" Teriak Lane ketika zombie melemparkan bola api. mereka kemudian menunduk untuk menghindari bola api.


"Merepotkan!" Jean berjalan ke depan untuk menghadapi zombie.


"Gadis apa yang kamu lakukan? Apakah kamu mau mati!!" Ketika Lane melihat Jean berdiri di depan mereka, dia sangat takut.


"Kalian lindungi diri kalian sendiri, kalau bisa pergilah, aku tidak bisa menyerang sambil melindungi kalian." Jean mengeluarkan kekuatannya dan listrik mengelilingi tubuh Jean.


"Apa itu?" Joe tercengang melihat listrik mengelilingi tubuh mungil Jean. Lane dan bawahannya yang juga ikut terkejut.


Zombie yang melihat kemampuan Jean semakin bersemangat untuk menyerang. Jean berusaha mengenai tubuh zombie dengan petir nya dan sekaligus menghindar api lawan.


Jean mencium bau hangus, dia pun melihat ujung rambutnya yang ia kuncir.


"Apa yang kamu lakukan?!!" Jean tidak percaya api zombie telah membakar ujung rambutnya. Zombie itu tidak mengerti apa yang Jean lakukan jadi dia bergegas menuju Jean ketika melihatnya terdiam di tempat.


"Berani-beraninya kamu membakar rambutku!" Kekuatan Jean tiba-tiba melonjak karena amarah, dalam sekejap zombie itu hangus dan jatuh di tempat. Jean tidak mengasihani zombie yang tidak lagi bergerak, ia terus menyambar zombie tersebut dengan petir nya.


'Tuan zombie itu telah mati.' Jean mengabaikan ucapan sistem dan terus menyambar zombie itu dengan petir.


"Rambutku...." Jean berhenti menyambar zombie itu karena kelelahan. Dia terus memandangi ujung rambutnya yang agak keriting akibat terbakar.


'Kamu tidak botak.' Ucap sistem datar.


'Kamu tidak tahu betapa berharganya rambut untuk seorang wanita. Salon kecantikan telah tutup, mungkin untuk selamanya.' Sistem tidak lagi membalas, ia tidak mengerti pikiran tuannya.


"Gadis apakah kamu baik-baik saja?" Lane mendatangi Jean yang tampak teraniaya. Melihat zombie yang telah hangus membuat bawahan Lane bergidik ngeri, mereka tidak menyangka gadis kecil itu sangat ganas, untungnya mereka tidak menyinggung perasaannya.


"Aku baik-baik saja. Aku akan pulang ke rumah." Jean kelelahan dan ingin segera tidur.


"Tunggu, bisakah kamu jelaskan kejadian sebelumnya?" Lane tidak tahan untuk bertanya, lagipula dengan kemampuan Jean barusan akan membuat moral masyarakat meningkat.


"Aku adalah pengguna kemampuan, kalian juga bisa seperti aku, untuk membangkitkan kemampuan kalian membutuhkan kristal yang ada di otak zombie tapi sesuai perjanjian aku akan mengambil semua inti kristal hari ini." Jean membelah kepala zombie dan mengambil inti kristal yang berwarna kuning pucat.


"Soal cara menyerapnya kalian pikirkan sendiri. Jika tidak ada yang lain, aku akan pergi." Lanjut Jean.


"Oke, hati-hati." Lane tidak lagi menahan Jean dan mulai merenungkan penjelasan Jean.


"Selamat tinggal Kapten Lane." Jean tersenyum sarkastik lalu menghilang dari pandangan Lane. Lane termenung ketika melihatnya, dia lupa bawahannya telah membocorkan nama aslinya.


Ketika Jean sampai di rumah ia langsung mencari keberadaan Liam.


"Bagaimana dengan Liam? Apakah dia baik-baik saja?" Jean mendapati Liam yang tengah terbaring dengan wajah pucat.


"Nona apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia jatuh sakit?" Tanya Merril.


"Dia dilukai hewan mutan jika kita tidak menyelamatkannya mungkin dia akan berubah menjadi zombie." Jawab Jean. Liam merasa bersalah, dia telah menyebabkan banyak masalah.


"Kakak bunuh saja aku sekarang." Liam tidak ingin berubah menjadi zombie dan memakan manusia lainnya.


"Apa yang kamu katakan?! Kakak Jean mungkin memiliki cara untuk menyembuhkan mu." Misael tidak tega membunuh temannya sendiri, dia dan Liam telah melalui banyak hal bersama-sama.


"Tenanglah, aku akan menyelamatkan Liam." Ucap Jean.


"Kakak maafkan aku, Liam aku juga minta maaf. " Liam menangis.

__ADS_1


"Untuk apa kamu meminta maaf?" Misael tampak bingung.


"Aku iri denganmu karena mendapat pujian kakak Jean, kemudian aku melihat binatang yang lucu dan ingin menangkapnya supaya kakak Jean memujiku juga." Liam menjawab dengan malu.


"Bocah bodoh, aku akan sering memujimu hingga kamu bosan mendengarnya." Jean tersenyum melihat kejujuran Liam, dia berani mengaku salah.


"Aku tidak akan bosan." Liam menggelengkan kepalanya dengan wajahnya yang basah akibat air mata.


"Baiklah aku akan menyembuhkan mu terlebih dahulu, ingat instruksi ku baik-baik." Jean sekali lagi mengarahkan Liam untuk menyerap inti kristal seperti yang ia lakukan dengan Aria.


"Sekarang kamu coba. Lebih baik dengan mata tertutup." Jean merogoh tas miliknya dan mengambil beberapa kristal putih lalu memberikannya pada Liam.


Proses penyerapan berjalan lancar tidak seperti Aria dan Liam telah menyerap 34 kristal putih.


'Sepertinya Aria memang beruntung, untungnya aku telah menyiapkan banyak inti kristal.' pikir Jean.


'Jika banyak orang seperti Aria maka zombie akan musnah dalam kurun waktu yang singkat.' Sistem menyela pikiran Jean.


'Bisakah kakek dan nenekku memliki kemampuan?' Jean bertanya dengan penasaran.


'Sayangnya tidak. Jika presentase keberhasilan orang biasa sebesar 40% untuk mendapat kemampuan, makan para lansia hanya memiliki keberhasilan 4%.' Jawab sistem.


'Itu mirip seperti mencari jarum di tumpukan jerami.' Jean sudah menduga bahwa kakek dan neneknya akan kesulitan jika hari kiamat tiba.


Ketika Liam berhasil menyerap kristal yang ke-20, ia merasakan arus hangat yang menyebar ke seluruh tubuhnya dan wajahnya tidak lagi memucat.


'Sepertinya Liam memiliki kemampuan mengendalikan binatang mutan.' Sistem telah melihat perubahan yang dialami Liam. Jean merasa senang ketika mendengarnya, dengan begini akan ada satu orang untuk menjamin keamanan orang di rumahnya.


"Liam selamat kamu akhirnya memiliki kemampuan!" Jean memeluk Liam yang masih berbaring, Liam tersipu ketika Jean memeluknya.


"Benarkah? Lalu apa kemampuanmu Liam? Coba tunjukkan padaku!" Misael mendesak Liam.


"Liam tidak bisa menggunakan kemampuannya sekarang." Kata Jean, Misael sedikit kecewa.


"Kenapa? Apakah kemampuan milikku tidak berguna?" Liam mencoba mengeluarkan kekuatan miliknya di tangan tetapi tidak ada yang muncul.


"Bukan seperti itu. Kamu memiliki kemampuan mengendalikan binatang mutan jadi tidak mungkin menunjukkannya sekarang."


"Bisa, tapi kamu harus istirahat dulu hingga kamu benar-benar sembuh."


"Nona apa yang terjadi denganmu? Apakah nona baik-baik saja?" Merril telah memperhatikan pakaian Jean yang telah ternoda darah.


"Aku lupa. Aku akan pergi mandi dulu." Jean pergi ke kamarnya dan ingin segera berendam di bak mandi.


'Sistem aku telah bertemu Lane lebih awal, apakah ceritanya akan menyimpang terlalu jauh.' Jean masih berendam di bak mandi, dia merenungkan kembali jalan cerita.


'Tentu saja. Tapi tuan tidak perlu khawatir karena kekuatan plot novel dari penulisnya sangat kuat, tuan bahkan masih menyandang gelar umpan meriam yang tidak bersalah.'


'Bagaimana bisa?!!' Jean marah ketika mendengarnya, padahal ia telah menyingkirkan Emma dari rumahnya.


'Emma menganggap mu sebagai duri dalam daging, sehingga dia akan berusaha membuatmu menyingkir dari hadapan Lane.' Jawab sistem.


'Mendekati protagonis memang membawa nasib buruk padaku! Bagaimana bisa mereka disebut sebagai putra putri kesayangan surga?' Jean mengomel, dia tidak menyangka bahwa kekuatan plot sangat kuat.


'Kalau begitu aku akan menyamar menjadi laki-laki sehingga protagonis wanita tidak lagi menggangguku.' Lanjut Jean.


'Jika mereka bertanya apa yang akan tuan lakukan? Penampilan memang berubah tetapi suara tuan tidak akan berubah.' sistem meragukan pilihan Jean.


'Aku akan berpura-pura bisu.' Jean telah memutuskan untuk menyamar, dia tidak ingin terlibat banyak dalam plot.


'Tuan sebenarnya ada pengubah suara di toko tapi aku takut tuan akan mengeluhkan harganya.'


'Berapa harganya?' Jean tidak menyangka sistem menyediakan benda teknologi yang bahkan belum ditemukan pada zaman ini.


'Harganya sekitar 300 kristal putih.' jawab sistem. Jean telah siap secara psikologis jadi dia tidak marah pada sistem ketika mendengar harganya.


"Sepertinya aku harus bekerja keras mengumpulkan inti kristal." Jean kemudian berusaha mengumpulkan inti kristal secara manual.


...


Lane dan bawahannya telah berhasil membersihkan seluruh area Hotel Aslton. Mereka bergegas kembali ke rumah Adam.


"Adam aku melihat hal menarik hari ini." Lane duduk bersama Adam sambil menyesap kopi miliknya.

__ADS_1


"Apa? Aku tidak tahu kamu akan tertarik dengan sesuatu. Apakah itu calon istrimu?" Adam tidak lagi mengenakan jas formal seperti yang biasa ia pakai di kantor, tetapi baju kaos yang sama sekali tidak menghilangkan pesonanya.


"Tidak, walaupun wanita itu cantik tapi dia bukan tipeku." Lane tidak ingin istrinya sama kuatnya dengan dirinya yang membuatnya tampak tidak berguna.


"Apakah kamu belum melupakan Olivia?" Adam mengangkat alisnya ketika mendengar Lane tidak tertarik dengan wanita cantik itu.


"Jangan bahas dia, aku sedang membahas wanita lain." Lane merasa tidak nyaman ketika Adam menyebut Olivia.


"Oke aku tidak akan membahasnya." Adam tahu Lane masih belum bisa melupakan Olivia, tapi apa bagusnya wanita kasar itu? Adam terkadang merasa heran dengan pilihan wanita Lane.


"Wanita itu dari keluarga Barker, aku dengar keluarga Brown dan Barker adalah rekan bisnis jadi mungkin kamu tahu siapa yang aku maksud." Adam terlihat sedikit terkejut ketika mendengar Lane menyebut Jane.


"Ada apa dengan Jean? Apakah dia membuat masalah denganmu?" Adam merasa sedikit tidak senang ketika mendengar Lane membahas Jane.


"Tidak, justru dia membantuku."


"Maksudmu?" Adam tidak pernah berpikir temannya akan bertemu dengan hamster kecil itu.


"Dia gadis yang pemberani, dia bahkan membocorkan rahasia bahwa kristal yang ada di kepala zombie membuat seseorang memiliki kemampuan. Aku menyaksikan sendiri bagaimana kemampuan itu berkerja. " Lane meletakkan kristal yang telah ia kumpul.


"Benarkah?" Adam sedikit tidak percaya akan hal yang di luar logika.


"Tentu saja, kamu bisa bertanya sendiri dengan gadis Barker itu." Lane memaklumi ketidakpercayaan Adam. Dia sendiri juga tidak akan percaya jika seseorang memberitahu hal serupa padanya tanpa melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


"Jadi kamu mau mencobanya?" Adam menyaksikan Lane yang sedang mengamati inti kristal.


"Tentu saja, ini layak dicoba tapi aku tidak tahu bagaimana cara menyerapnya."


"Biar aku lihat." Adam mengambil satu inti kristal dan menggenggamnya, inti kristal kemudian hancur menjadi debu ditangan Adam.


"Hei! Bagaimana kamu melakukannya?!" Lane tidak percaya Adam dapat menyerapnya dengan sekali coba.


"Rahasia." Adam tersenyum samar, dia tidak ingin memberitahu Lane dengan cepat.


"Cepat beritahu padaku, apakah kamu ingin aku menghajar mu terlebih dulu?" Lane melipatkan kedua lengannya seolah sedang bersikap sombong terhadap juniornya.


"Apakah kamu berani?" Adam mengeluarkan api hitam kecil di tangannya. Jika Jean melihatnya maka dia akan memanggil Adam Jenius! Adam hanya membutuhkan satu inti kristal untuk membangunkan kemampuan miliknya, selain itu Adam memiliki kemampuan api khusus.


"Apa itu?" Lane tertegun ketika melihatnya, dia tidak percaya bahwa Adam berhasil membangkitkan kemampuan.


"Lihatlah aku berhasil bukan?" Adam menampilkan wajah sombongnya sambil memamerkan api hitam di tangannya.


"Ya kamu memang hebat." Lane menatap Adam dengan malas.


"Bisakah kamu tunjukkan efeknya padaku?" Lane ingin tahu seberapa hebat kemampuan Adam.


Adam memilih cangkir kopi yang telah kosong kemudian melemparkan api itu di cangkir, cangkir perlahan meleleh dan menembus meja hingga ke lantai. Adam terkejut melihat api miliknya yang sangat kuat.


"Apakah ini asam sulfat?" Lane termenung melihat efek api hitam Lane yang masih melelehkan lantai hingga menampakkan tanah dibawah lantai, api bahkan tidak berhenti padam.


"Hei hentikan kemampuanmu!" Lane ingin Adam mematikan api hitamnya yang ternyata mampu membuat tanah ikut terbakar. Adam kemudian menghentikan kemampuannya.


"Ini bahkan lebih kuat daripada milik Jean." Komentar Lane.


"Memangnya kekuatan apa yang dimiliki hamster kecil itu?" Adam masih memainkan api hitam di tangannya.


"Oh.. Sepertinya kamu sangat dekat dengannya, bahkan memanggilnya dengan hamster kecil." Lane mengejek Adam.


"Jangan dekati dia, dia adalah sasaran ku." Adam berkata dengan nada serius. Lane terkejut ketika mendengarnya.


"Sepertinya kawanku telah menemukan calon pasangannya. Aku tidak mengganggunya." Lane kemudian berbaring dengan malas, dia tiba-tiba memikirkan Olivia.


"Adam apa yang terjadi?!" Nyonya Brown marah ketika melihat meja marmer kesayangannya yang telah bolong akibat kemampuan Adam sendiri.


"Bibi ini salahku, aku akan mencari meja yang serupa." Kata Lane yang terbangun ketika mendengar Nyonya Brown yang marah.


"Oke, tidak apa-apa." Nyonya Brown tidak jadi memarahi Adam ketika Lane mengaku salah.


"Kamu berhutang budi padaku. Sekarang bantu aku menyerapnya." Kata Lane setelah Nyonya Brown pergi.


"Oke aku akan." Adam kemudian mengajari Lane cara menyerapnya. Lane menyerap 7 kristal untuk membangkitkan kemampuannya, dia telah menduga bahwa tidak semua orang seberuntung Adam. Lane membangkitkan kekuatan Es yang sesuai dengan deskripsi di novel.


Jean tidak tahu bahwa dia telah menyelamatkan Adam secara tidak sengaja dari bencana yang akan terjadi 9 hari lagi, dia juga telah membangkitkan kemampuan Lane lebih awal dari jadwal yang ditentukan oleh novel.

__ADS_1


__ADS_2