Wear Apocalypse Book

Wear Apocalypse Book
07


__ADS_3

"Seorang kapitalis penyiksa seperti dirimu bahkan lebih rendah dari pada seorang budak!" Jean akhirnya mengeluarkan emosinya yang telah ia pendam sedari kemarin, yang juga menyuarakan keluhannya di kehidupan sebelumnya yang bekerja sebagai karyawan. 


'Kata mutiara yang cukup bagus.' komentar sistem, Jean mengabaikan sistem.


Misael dan Liam mengingatkan dirinya pada bos di tempat ia bekerja dulu, ia sering dimarahi oleh bos di tempatnya bekerja hingga telinganya berdengung karena mendengar omelan bosnya setiap hari di tempat ia bekerja.


Linda, Randalf dan Merril tercengang ketika mendengar amarah Jean. Jean terkenal pendiam dan tidak pernah marah sedari kecil, ia selalu menuruti keinginan orang-orang tanpa mengeluh, itu juga merupakan hal yang membuat orang tua Jean khawatir jika suatu hari Jean tidak berdaya ketika diganggu. Tapi hari ini nona mereka menunjukkan bahwa dia tidak bisa digertak!


"Y.. Ya ya istriku akan berlutut meminta maaf pada Liam dan Misael," Tuan Gill yang ketakutan akhirnya menyetujui permintaan Jean, dia berpikir bahwa dia tidak akan mampu membayar kemarahan keluarga Barker.


"Suamiku!! Kau juga tega mempermalukan aku!!" Nyonya Gill berteriak sangat keras kali ini sehingga membuat Liam dan Misael keluar dari kamar.


"Nona apa yang ter.. terjadi?" Liam bertanya tapi Jean hanya memberikan tanda agar mereka tidak bertanya, jadi Liam hanya bisa menahan keingintahuannya.


"Seolah-olah aku bertindak seperti sedang membunuh babi!" Jean mencibir, sedangkan Linda dan yang lainnya terpana ketika mendengar lidah Jean yang tajam, hanya Misael yang berpikir bahwa Jean terlalu keren ketika melihat bagaimana dia mempermalukan Nyonya Gill. Wajah Tuan Gill terlihat jelek sekarang bahkan terlihat sangat malu ketika mendengar cibiran Jean.


"Cepat minta maaf!" Teriak Tuan Gill tapi Nyonya Gill tidak mau. Tuan Gill yang tidak tahan akhirnya menampar wajah Nyonya Gill.


"Jangan mempermalukan aku! Cepat minta maaf!" Nyonya Gill masih menggelengkan kepalanya sambil menangis menahan rasa sakit di pipinya, tapi kemudian tak lama tamparan lain menyusul di sebelah pipinya. Jean hanya duduk santai seolah dia sedang menonton drama film, sedangkan yang lain mengasihani kebodohan Nyonya Gill.


"Ya aku akan meminta maaf" Kata Nyonya Gill dengan lemah, kemudian Nyonya Gill menghampiri Liam dan Misael lalu berlutut dengan wajahnya yang terlihat jelek karena bengkak.


"Aku minta maaf." Nyonya Gill mengepalkan tangannya sambil menahan rasa malu, dia tidak pernah menyangka bahwa dia akan merendahkan dirinya hanya untuk orang yang memiliki status rendah di desa.


Liam dan Misael saling menatap, lalu mengangguk.


"Kami memaafkan Nyonya Gill." Mereka berdua mengucapkan kalimat tersebut secara serentak, itu juga membuat Tuan Gill merasa lega. Setelah itu Nyonya Gill melarikan diri sambil menangis dan Tuan Gill pamit dengan wajah malu sekaligus tertekan dengan sikap istrinya, lalu berbagai gosip muncul di desa tersebut.


"Nona aku berterima kasih sekali lagi karena telah membantu kami berdua," Kata Misael, kini ia percaya bahwa Jean memang orang yang baik.


"Santai saja, kalian berdua mulai saat ini adalah bawahan ku dan kalian akan mengikuti ku ke kota J." Jean memutuskan membawa kedua bocah itu bersamanya, hari-hari akhir tidak akan mudah untuk menemukan orang yang dapat dipercaya.


"Bi Linda, tolong buatkan aku cemilan, aku sangat menyukai cemilan buatan mu!" Kata Jean dengan mata cerahnya seperti kucing yang meminta makan.


"Baiklah nona, tunggu aku selesai." Linda menyetujui permintaan Jean dengan senang, dia lupa sebagaimana menyeramkan Jean ketika marah.


"Nona apakah kita akan pulang sehabis dari sini?" Tanya randalf dengan penasaran, lagipula mereka sudah berpergian lebih dari 3 hari.


"Tidak, aku akan pergi mencari pasar yang menjual makanan laut terlebih dahulu," Jawab Jean. memikirkan soal makanan, tidak lengkap rasanya tanpa makanan laut seperti udang, cumi-cumi, gurita, rumput laut dan lain-lain.

__ADS_1


"Sistem bisakah kamu menerima hewan dan tumbuhan laut?" Tanya Jean dengan sistem dengan telepati.


"Tuan tidak perlu khawatir, dalam ruang terdapat ekosistem yang lengkap seperti dunia asli." Jawab sistem. Sistem menjawab dengan kaku supaya Jean tidak memiliki kesempatan untuk berdebat dengannya.


"Jadi bisakah aku juga memelihara binatang gurun dan kutub?" Jean bertanya dengan penasaran, dia tidak bermaksud untuk mengidentifikasikan semua binatang maupun tumbuhan ke dalam ruang miliknya karena dia memikirkan waktu yang sangat terbatas.


"Tentu saja bisa tuan." Jawab sistem.


"Nona?" Melihat Jean yang termenung membuat Randalf sedikit khawatir, dia khawatir bahwa Jean merasa bersalah karena tidak terbiasa memarahi orang lain.


"Ya?" Jean menghentikan lamunannya.


"Apakah nona merasa tidak nyaman?" Tanya Randalf, Merril yang berada tidak jauh dari Randalf juga merasa khawatir ketika mendengar pertanyaan Randalf.


"Aku tidak apa-apa," jawab Jean santai.


"Nona apakah nona tertekan karena telah memarahi orang lain?" Giliran Merril yang bertanya. Dia mengerti pikiran Randalf karena Jean tidak pernah memarahi dan menghina orang.


"Tentu saja tidak. Aku sedang memikirkan makanan laut," Jean meneguk air ludahnya ketika memikirkan makanan laut. Merril dan yang lain menatap bodoh ke arah Jean.


"Apakah nona ingin hidangan laut nanti malam?" Tanya Linda.


Makan malam hari ini sedikit meriah karena Jean meminta Merril dan Linda membuat barbeque seafood, ditambah dengan kehadiran Liam dan Misael yang tampaknya membuat suasana harmonis. Randalf juga tidak lupa mengundang kepala desa dan keluarganya untuk bergabung.


"Paman siapa namamu? Aku lupa menanyakan namamu," Tanya Jean pada Kepala desa. Randalf hanya tersenyum canggung, dia lupa mengenalkan kepala desa pada Jean karena mereka kemarin terburu-buru membawa kepala desa pergi bersama mereka.


"Panggil saja aku Paman Raul dan ini istriku Abby, lalu kedua anakku bernama Lexie dan  Finn." Kepala desa memperkenalkan keluarganya pada Jean.


"Terima kasih paman Raul karena telah membantu kami." Ucap Jean dengan tulus.


"Tidak perlu berterima kasih nona. Lagi pula sudah seharusnya saya membantu." Kata Raul.


"Lalu berapa lama nona Jean tinggal disini?" Abby berinisiatif untuk bertanya.


"Aku mungkin berada disini dalam waktu 5 hari. Lagipula Misael belum pulih." Jawab Jean. Abby dan Jean kemudian secara bertahap mulai akrab, dan Lexie serta Finn bermain bersama Liam dan Misael, sedangkan Raul berbicara dengan Randalf.


"Jangan memanggilku dengan Nona, itu membuatku canggung, panggil saja aku Jean." Kata Jean pada Abby.


"Ya, kamu juga panggil saja aku Kak Abby, walaupun seharusnya kamu memanggilku bibi juga tapi aku lebih suka dipanggil kakak, itu membuatku merasa lebih muda." Canda Abby pada Jean.

__ADS_1


"Baiklah kakak abby." Kata Jean sambil tertawa lalu kembali serius.


"Ada apa Jean?" Abby heran ketika melihat Jean yang berhenti tertawa.


"Kak Abby jika hal buruk terjadi nanti, hubungi saja aku atau kakak bisa datang padaku di kota J." Jean tidak berencana membuat markas penampungan tapi dia juga tidak ingin kehilangan teman. Dia telah tiba di dunia ini dalam berapa hari tapi ia tidak memiliki teman sebaya yang membuatnya merasa sedikit tertekan.


"Tenang saja, tidak akan ada hal buruk yang terjadi padaku." Abby masih bercanda, dia berpikir bahwa Jean terlalu baik. Jean hanya menghela nafasnya, dia tidak bisa mengatakan bahwa kiamat akan dimulai dalam waktu kurang dari sebulan lagi.


"Ya.. Pokoknya kakak bisa meminta bantuan ku nanti jika hal tersebut terjadi." Kata Jean sambil tersenyum masam, dia tidak bisa membantu lebih jauh.


"Baiklah.. Baiklah aku akan." Jean kemudian bertukar kontak dengan Abby agar bisa berkomunikasi jika nanti Jean kembali ke kota J.


"Mari makan! Barbeque sudah siap!" Teriak Merril dan Linda secara serentak yang membuat mereka berkumpul di sekitar pemanggangan.


"Keahlian memasak Linda dan Merril memang terbaik!" Puji Jean sambil memakan barbeque seafood miliknya. Linda hanya tersipu ketika mendengar pujian dari mulut Jean, dia tidak menyangka bahwa tuannya sangat baik.


"Paman Raul jika keluarga paman memiliki masalah nanti datang saja ke rumahku di kota J. " Jean kemudian memberikan kertas bertuliskan alamat rumahnya, Abby memandang Jean dengan aneh tapi dia tidak mempertanyakan alasan dibaliknya.


Keesokan harinya Jean bersiap pergi untuk mencari makanan laut dan air tawar, ia memutuskan untuk membawa Liam bersamanya.


"Nona Jean aku sudah sehat, tolong biarkan aku ikut." Misael tiba-tiba datang memohon pada Jean.


"Tidak, lihatlah lukamu sendiri yang masih berdarah." Liam tersenyum penuh kemenangan ketika mendengar penolakan Jean, Misael hanya bisa menatap iri.


"Kalau begitu bisakah aku ikut berpergian jika lukaku sudah sembuh?" Tanya Misael.


"Tentu saja, aku akan membawa kemana pun kamu mau." Kata Jean dengan tidak berdaya, dia tau mereka masih kekanak-kanakan dan masih ingin bermain. Jika saja kiamat tidak terjadi, dia mungkin bisa membawa mereka berkeliling dunia. Tanpa sadar Jean menghela nafasnya


"Nona Jean, apakah Nona keberatan? Jika iya, maka lupakan saja." Misael sadar bahwa ia terlalu berlebihan, dia lupa bahwa dia hanyalah seorang pekerja.


"Tidak, aku hanya merasa sedih karena lukamu." Jawab Jean yang menyadari perubahan suasana hati Misael. Misael tersentuh ketika mendengar kekhawatiran Jean.


"Kalau begitu hati-hati nona, aku akan patuh menunggu kalian pulang ke rumah."


"Berhenti memanggilku Nona, kalian bisa memanggilku Jean atau kakak, terlalu canggung memanggilku dengan nona." Kata Jean, lagipula dia memutuskan untuk mengadopsi kedua anak itu dibawah nama orang tuanya.


"Baik kakak" Keduanya mencoba membiasakan diri.


Pada sore harinya, sebuah mobil box datang mengantar pesanan Jean, kurir itu kemudian meminta maaf dan memberikan alasan atas keterlambatan pengantaran paket. Jean tidak mempermasalahkan keterlambatan itu dan membiarkan kurir itu pergi setelah menurunkan paket miliknya, Jean kemudian diam-diam mentransfer barang tersebut ke dalam ruang miliknya.

__ADS_1


__ADS_2