
Keesokan harinya Jeff dan Nielsen mendapatkan informasi tentang keluarga Abby sesuai dengan yang Joseph janjikan.
"Jika ada yang mencari anggota keluarganya di basis, aku akan menerima pekerjaan itu." Ucap Joseph sambil tersenyum.
"Ya." Nielsen dan Jeff hanya bisa membalas dengan senyuman palsu, mereka diam-diam mengutuk Joseph berkali-kali karena telah serakah.
Mereka kemudian pergi menemui Jean dan menyerahkan informasi tersebut.
"Kerja bagus." Puji Jean, dia kemudian membaca informasi yang diketahui Joseph.
Abby, Raul dan anak-anaknya ternyata memang memasuki basis 2 minggu yang lalu, mereka tidak menyewa rumah di basis karena tidak satupun di antara mereka memiliki kemampuan, tetapi mereka juga beruntung karena mereka memiliki anggota keluarga yang merupakan seorang dokter di basis, dokter tersebut bernama Roswell Thompson.
"Apakah kalian mengenal Roswell Thompson?" Jean memilih bertanya pada tahanannya yang sudah tinggal lebih lama dari yang lain.
"Ya, Roswell memang salah satu dokter yang bekerja di basis sebagai dokter spesialis bedah." Jawab Nielsen.
Jean dan kedua tahanannya kemudian pergi menuju klinik yang tampaknya didirikannya tergesa-gesa. Ada banyak pasien yang terluka tetapi hanya beberapa dokter dan perawat yang terburu-buru melayani pasien.
"Tidak bisakah kalian mempercepat kerja kalian?!!" Seorang pria dengan lengan terluka bertanya dengan tidak sabar, para perawat hanya bisa meminta maaf agar tidak membuat pria itu tidak kesal.
"Sangat berantakan." Komentar Jean saat melihat antrean yang panjang. Beberapa orang bahkan berkelahi merebutkan posisi antrean.
"Perawat!" Jean mencoba memanggil perawat yang keluar dari ruangan, tetapi perawat itu tidak menggubris dan hanya berjalan terburu-buru seolah tidak mendengar panggilan Jean.
"Bos, aku memiliki kenalan di sini, mungkin dia bisa membantu kita, tetapi itu akan memakan biaya." Ucap Jeff.
"Benarkah? Tapi itu boleh dicoba. Bawa aku ke tempat orang itu." Jean sendiri tidak tahan harus mengantre, dia akan mencoba jalan pintas.
Jean kemudian dibawa ke salah satu sudut yang sepi, hanya ada beberapa orang yang melewati tempat tersebut.
Jeff mendatangi salah satu pria yang sedang merokok dengan tenang di sudut.
"Arthur, kami ingin bertemu dokter Roswell." Ucap Jeff, pria bernama Arthur itu menoleh ke arah Jeff.
"Siapa itu?" Tanya Jean pada Nielsen. Jean merasa pria itu tidak biasa dan secara samar dia merasakan kemampuan level 5 dari Arthur.
"Dia adalah orang terkuat di basis, banyak orang takut padanya tetapi perilakunya sangat buruk, dia enggan membantu pemimpin basis dan hanya duduk di klinik untuk melayani orang khusus yang mampu membayarnya." Bisik Nielsen.
Jean merasa Arthur sama sekali tidak menyeramkan, bahkan dia merasa dirinya dan Arthur memiliki banyak kesamaan, yaitu keinginan menjadi ikan asin di hari kiamat.
Arthur mengulurkan tangannya dan memberi isyarat untuk meletakkan uang sogokan di telapak tangannya.
Jean mengambil 50 inti kristal, dan tidak tahu apakah ini cukup untuk menyogok Arthur.
Arthur tidak melihat ke dalam kantong kain yang diberikan oleh Jean, dia sendiri sudah menebak berapa banyak inti kristal yang diberikan Jean hanya dengan mengukur berat kantong tersebut.
"Ikuti aku." Arthur bangkit dari duduknya dengan malas lalu merenggangkan pinggangnya hingga terdengar suara tulang yang terdengar jelas.
Beberapa orang ketakutan melihat Arthur bangkit dari duduknya dan mereka yang di antrean berinisiatif membuka jalan bagi Arthur dan kelompok Jean.
"Kosongkan ruang dokter Roswell dalam waktu 3 menit." Perintah Arthur pada petugas yang berada di administrasi.
"Y-ya, akan kami kosongkan." Petugas itu menjawab dengan gugup dan gemetaran, dia tidak berani mengabaikan perintah Arthur.
Terakhir kali seorang petugas mati di tempat karena mengabaikan perintah Arthur, oleh sebab itu ketenaran Arthur semakin menyebar di basis, pemimpin basis pun hanya bisa menunduk ketika melihat Arthur.
Para perawat dengan cepat mengeluarkan pasien yang ada di dalam ruang dokter Roswell.
Pria itu tampak jengkel ketika dikeluarkan secara paksa oleh para perawat tetapi kemudian dia ketakutan ketika melihat Arthur yang sedang bersandar dan merokok di samping pintu keluar.
"Silakan, aku akan menunggu di luar." Ucap Arthur ketika pasien sudah keluar.
__ADS_1
Jean masuk ke dalam dan membiarkan kedua tahanannya menunggu di luar dengan canggung bersama Arthur.
"Dokter Roswell??" Tanya Jean saat melihat seorang lelaki yang mengenakan jas putih sedang duduk di kursi kerjanya.
"Ya, siapa yang terluka?" Roswell bertanya secara sopan sesuai dengan etika sebagai dokter.
"Tidak ada yang sakit, aku hanya bertanya dengan santai soal sesuatu." Jean duduk di kursi yang berhadapan dengan Roswell.
"Ada apa?" Roswell menatap Jean dengan waspada, Baru-baru ini dia telah melakukan sesuatu secara diam-diam.
"Apakah kamu pernah bertemu dengan Abby dan Raul beserta anak-anaknya?"
Roswell menegang, apakah Jean tahu sesuatu? Punggungnya berkeringat dingin.
"T-tidak, aku tidak tahu." Roswell menolak jujur untuk menjawab pertanyaan Jean.
Jean mengerutkan keningnya, dia merasa aneh dengan perilaku Roswell yang dengan jelas sebenarnya mengetahui keberadaan Abby.
Jean melemparkan dokumen berupa formulir berisi informasi Abby ke meja Roswell,
"Masih membantah?" Jean menatap Roswell dengan tajam, dia merasa Roswell menyembunyikan sesuatu tentang Abby.
"Apa yang kamu mau?!" Roswell menatap Jean dengan terkejut ketika melihat informasi yang tertera di kertas.
"Aku ingin bertemu dengan Abby."
"Siapa kamu?! Apakah kamu pengurus basis?" Roswell menatap Jean dengan curiga. Sulit mendapatkan informasi seperti ini jika Jean tidak terhubung dengan pengurus basis.
"Tidak, aku bukan pengurus basis sama sekali, aku teman Abby dari kota J."
Roswell bernapas dengan lega, dia takut jika pengurus basis akan menghukumnya.
"Jadi di mana Abby dan keluarganya?" Jean menebak bahwa Roswell terlibat dengan sesuatu yang tidak diperbolehkan oleh basis.
Jean kemudian keluar dari ruangan Roswell. Jeff dan Nielsen menatap Jean seolah bertemu dengan penyelamat, mereka berdua merasa canggung dengan Arthur yang hanya merokok dengan diam di samping mereka.
"Terima kasih karena telah membantu." Ucap Jean pada Arthur.
"Aku tidak membantu dengan gratis." Balas Arthur yang kemudian pergi meninggalkan kelompok Jean.
"Orang itu menakutkan, aku bahkan tidak tahan bersama pria itu walaupun hanya berapa menit." Komentar Nielsen setelah melihat Arthur pergi kembali duduk di sudut.
Pada malam harinya, Jean pergi bersama Liam ke klinik yang telah sepi.
"Ikuti aku." Ucap Roswell ketika melihat Jean yang sudah menunggu di depan klinik.
Roswell membawa Jean di salah satu rumah sewa blok A, yang merupakan rumah paling mewah dari antara yang lain.
Selain pengguna kemampuan, salah satu pekerjaan yang sangat dihargai dan diprioritaskan oleh basis adalah seorang dokter, tanpa seorang dokter sebuah basis akan kesulitan menangani pengguna kemampuan yang terluka, oleh sebab itu Roswell mampu menyewa rumah yang berada di blok A dengan gaji yang ia miliki sebagai seorang dokter.
Rumah di blok A memiliki dua lantai dengan gaya minimalis sehingga terlihat lebih elegan, hampir semua rumah bahkan memiliki mobil sport yang dipamerkan di halaman rumah.
Jean hanya melihat sekilas dan tidak menghargai keindahan blok A, menurutnya hal tersebut tidak lagi berharga dibandingkan sebuah sayuran segar.
Roswell berhenti di salah satu rumah paling ujung blok A dan merupakan bagian paling sepi di antara yang lain.
"Abby! Ada tamu untukmu." Roswell memanggil Abby ketika mereka masuk ke dalam rumah.
Suara kaki datang dari lantai dua dan terdengar datang dengan terburu-buru.
"Liam??" Abby langsung mengenali Liam yang duduk di samping Jean.
__ADS_1
"Bibi, apa kabar?" Liam menyapa Abby.
"Tidak terlalu baik," Wajah Abby terlihat muram, dia kemudian melanjutkan, "bagaimana dengan nona Jean, apakah dia baik-baik saja? Aku sebenarnya berencana menemui kalian, hanya saja jarak kota J terlalu jauh untuk kami."
"Abby, ini aku." Jean melepaskan penyamarannya di depan Abby.
Roswell dan Abby terkejut, Roswell sendiri agak bingung kenapa Jean bisa mengubah suara layaknya seorang lelaki.
"Jean? Maaf aku tidak langsung mengenalimu." Abby langsung memeluk Jean dengan erat, dia tidak menyangka akhirnya dia akan bertemu dengan Jean sekali lagi
"Tidak apa-apa, lalu di mana Raul dan anak-anakmu?" Tanya Jean ketika dia tidak melihat Raul dan anaknya Abby datang ikut menyambutnya.
"Sebenarnya ini agak sulit dijelaskan, apakah kamu bisa menjaga rahasia?" Abby terlihat ragu untuk memberitahu Jean soal keluarganya.
"Aku bisa menjaga rahasia, aku tidak memiliki hubungan dengan pengurus basis." Jean berjanji.
"Lalu bagaimana kamu bisa mendapatkan informasi soal Abby jika kamu bukan pengurus basis?" Roswell merasa janggal.
Jean langsung menjelaskan tentang bagaimana dia hampir dirampok dan berhasil menginterogasi tahanannya, lalu memanfaatkan Jeff dan Niel untuk mencari Abby.
"Kudengar memang banyak hal seperti itu yang terjadi pada para pendatang di basis, sangat sulit hidup di basis yang nyatanya tidak memberi banyak keamanan. Mereka bisa mencegah keamanan dari zombie, tetapi mereka tidak bisa mengurus masalah internal di basis." Roswell mengeluarkan keluhannya.
"Kenapa kalian tidak pindah ke basis lain? Basis kota J lebih baik daripada basis ini karena dipegang oleh militer." Jean langsung menyarankan mereka untuk pindah.
Abby dan Roswell saling menatap, tetapi kemudian mereka kembali terlihat kecewa. Jean tidak mengerti apa yang terjadi dengan Abby.
"Jika beberapa hari yang lalu mungkin kami bisa pindah, tapi kalau sekarang.." Abby menghembuskan napas frustasinya.
"Ada apa? Apakah terjadi sesuatu?"
Roswell dan Abby membawa Jean dan Liam pergi ke taman belakang, Jean tidak tahu mengapa mereka membawanya masuk.
"Kita akan masuk ke bawah tanah." Ujar Roswell.
Roswell memberikan masker medis yang ia miliki pada Jean dan Liam sebelum membuka pintu. Mereka berempat segera memakai masker berwarna biru muda.
Roswell kemudian membuka sebuah pintu besi yang disembunyikan dengan semak-semak, pintu itu terlihat sangat berat sehingga membutuhkan tenaga yang cukup besar untuk membukanya.
Roswell dan Abby masuk terlebih dahulu lalu diikuti Liam dan Jean yang berada di paling belakang. Mereka menuruni tangga besi yang terlihat telah berkarat sehingga bau karat menyebar di seluruh ruangan bawah tanah.
"Abby?" Suara Raul terdengar dari dalam.
Jean memperhatikan ruangan bawah tanah yang gelap dan hanya diterangi oleh cahaya lampu yang remang-remang.
Finn terbaring di kasur dengan pucat, sedangkan Raul terlihat sangat lelah.
"Apa yang terjadi dengan mereka?" Jean tidak menyangka keadaan Finn dan Raul akan seperti ini.
"Aku menduga bahwa Finn terkena virus zombie sehingga dia terkena demam panas, aku ingin mengecek darah Finn untuk memastikan tetapi kami tidak memiliki alat karena telah di sita oleh pengurus pangkalan." Jawab Roswell.
"Sudah berapa lama dia seperti ini?" Tanya Jean.
"3 hari." Jawab Abby.
'Sistem aku rasa ini bukan virus zombie, virus zombie akan menyerang imun manusia dengan cepat sehingga hanya perlu satu hari untuk sepenuhnya mengalahkan imun manusia.' Jean bermaksud untuk meminta sistem memindai keadaan Finn.
'Ini memang bukan, Finn hanya terkena tifus.' balas sistem.
"Kalian tenang saja, ini hanya tifus." Ucap Jean.
"Benarkah?" Roswell mengerutkan keningnya, dia merasa Jean tidak mungkin bisa mendeteksi penyakit Finn yang sebenarnya, dia sendiri bahkan tidak bisa mendiagnosis Finn dengan sembarangan tanpa alat.
__ADS_1
"Jika itu virus zombie maka Finn akan berubah menjadi Zombie dalam sehari, tetapi Finn tidak, jadi aku menduga dia terkena tifus atau penyakit lain. Liam dulu pernah terpapar virus zombie, tetapi berkat inti kristal Liam membangun kemampuannya." Jean menjelaskan semuanya agar Roswell percaya dengan ucapannya.