
"Kenapa aku harus mempekerjakan mu di tempatku?" Tanya Jean, Jean bukanlah seseorang yang merasa kasihan kemudian dengan mudah memberi sesuatu pada orang tersebut, dia harus tau alasannya.
Liam dikejutkan dengan pertanyaan Jean tapi kemudian kembali sadar. "Aku dan sahabatku Misael tidak mampu lagi bekerja dengan tuan Gill jadi aku ingin meminta nona membawa kami." Liam memohon pada Jean sampai Linda datang membawa teh dan makanan ringan.
"Liam? Kamu kah itu?" Kejutan melintas di mata Linda.
"Linda kamu kenal dengan bocah ini?" Tanya Jean santai sambil mengunyah.
"Ya nona, dia adalah bocah malang yang bekerja dengan rumah tangga Gill" jawab Linda sambil menatap Liam dengan tatapan kasihan, Liam yang mendengar kata 'malang' mengepalkan tangannya, dia tidak berdaya.
"Malang? Kenapa?" Jean menyesap tehnya.
"Rumah tangga Gill cukup terkenal disini, terutama Nyonya Gill yang terkenal agak sombong dan angkuh karena suaminya memiliki tanah yang luas, terluas kedua setelah kepala desa." kata Linda yang sepertinya sedikit jijik ketika membicarakan Nyonya Gill.
"Bocah jangan berlutut terlalu lama, jika kamu sakit aku akan repot," kata Jean yang membuat Liam tidak bisa berkata.
"Jangan masukkan kata nona Jean dalam hati, dia sebenarnya berhati lembut." Merril datang ketika dia tidak sengaja mendengar ucapan Jean. Liam kemudian berdiri tapi kepalanya masih tertunduk.
"Ada apa?" Randalf juga datang.
"Bocah ini ingin aku membawanya bekerja bersamaku tapi aku tidak ingin berurusan dengan tetangga kita, itu akan membuatku sakit kepala." kata Jean, dia sebenarnya hanya menguji seberapa kuat tekad bocah tersebut, saat hari akhir zaman yang paling dibutuhkan adalah orang yang setia.
Kepala Liam semakin menunduk seolah ditekan, Linda merasa kasihan tapi dia tidak bisa membantu.
"Nona aku mohon terima kami, aku bersedia melakukan apa saja." Liam kembali berlutut, dia tidak peduli jika lututnya sakit.
"Jika aku menyuruhmu bunuh diri, apakah kamu mau melakukannya?" Tanya Jean.
"No-nona?" Linda tercengang ketika mendengar hal tersebut sedangkan Randalf dan Merril hanya terdiam, mereka tidak mengerti apa yang Jean inginkan tapi mereka tau bahwa Jean bukanlah orang yang kejam.
Liam menggertak kan giginya lalu menatap Jean dengan berani.
"Jika nona merawat sahabatku Misael dengan baik dan tidak menyiksa dia, aku akan melakukannya," Liam bertekad tapi kemudian bingung ketika mendengar tawa Jean yang terdengar renyah.
"Baiklah kau dan sahabatmu diterima. aku barusan hanya bercanda," kata Jean sambil menyesap tehnya yang hampir habis.
__ADS_1
"Nona kau membuatku takut." kata Linda yang kemudian merasa lega.
"Terimakasih nona, aku dan sahabatku tidak akan mengecewakan nona," Liam berterima kasih sambil mengeluarkan air mata.
"Ya, berhentilah berlutut. Lalu dimana sahabatmu Misael?" Tanya Jean, tapi sebelum Liam sempat menjawab seseorang datang tergesa-gesa.
"Li.. Liam aku pikir kamu kemana, Nyonya Gill menghukum Misael di gudang karena tidak melihatmu bekerja," kata pria itu, pria itu dipanggil Martin dan dia juga merupakan salah satu pekerja di rumah tangga Gill. Liam langsung bangkit dan berlari tanpa mengucap sepatah kata pun.
"Sepertinya Nyonya Gill bukanlah orang yang baik," kata randalf yang menduga.
"Paman bibi, ayo kita pergi melihat. Mungkin ini juga kesempatan untuk berbicara dengan Nyonya Gill," Jean kemudian berdiri merapikan bajunya.
"Baik nona." mereka bertiga menjawab serentak.
"Nona, kamu tidak perlu ikut campur, Nyonya Gill tidak akan senang melihatmu." kata pria yang bernama Martin.
"Kalau begitu aku akan membawa kepala desa bersamaku." kata Jean lalu pergi menuju rumah kepala desa. Martin hanya terdiam dan kemudian pergi.
Di gudang terlihat seorang pria yang terbaring lemah di lantai dan seorang wanita yang berdiri memegang sebuah cambuk, pria yang terbaring di lantai memiliki punggung yang pakaiannya sobek dan memperlihatkan luka yang cukup panjang.
"Dasar tidak berguna!!" Wanita yang berwajah arogan itu melampiaskan amarahnya dengan memukul cambuk ke arah pria itu berkali-kali.
"Kamu!! Darimana saja kamu!?!? Pekerjaanmu belum selesai tapi kamu sudah pergi sebelum menyelesaikannya!!" Wanita itu melotot dengan kejam ke arah Liam.
"Lalu kenapa anda menghukum Misael bukannya aku?!" Liam berteriak, dia sudah tidak tahan dengan perlakuan Nyonya Gill yang sewenang-wenang, hanya karena mereka berdua tinggal dan bekerja di kediaman Gill.
"Kamu berani melawan!!" Nyonya Gill melempar cambuk itu ke arah wajah Liam tapi sebelum cambuk itu mengenai wajahnya, Liam dengan berani menangkap ujung cambuk dengan tangan kosong sambil melotot marah ke arah Nyonya Gill. Nyonya Gill sedikit takut ketika melihat tatapan Liam tapi kemudian kembali percaya diri, karena berpikir bahwa tidak ada satupun yang berani melawan keluarganya di desa.
"Lepaskan cambuk ku!! Dasar tidak tau diri!" Nyonya Gill berusaha mengambil kembali cambuk itu tapi tangan Liam terus menahan cambuk hingga wajahnya berubah pucat dan tangannya meneteskan darah ke lantai.
Jean dan yang lainnya menyaksikan semua itu dan memperhatikan wajah Liam yang semakin pucat, kepala desa yang melihat itu wajahnya sangat jelek, dia tidak menyangka bahwa Nyonya Gill akan memperlakukan kedua anak itu sedemikian rupa.
"Hentikan!"Jean muncul tiba-tiba di hadapan Nyonya Gill.
"Kamu siapa? Kamu tidak berhak ikut campur urusanku!" Nyonya Gill sedikit terkejut ketika melihat seorang wanita tidak dikenal masuk tapi dia kembali arogan karena dia pikir wanita itu mungkin hanyalah orang yang kebetulan lewat. Liam yang tidak tahan akhirnya melepaskan ujung cambuk itu, dia bergegas mengambil Misael dan pergi ke sisi Jean.
__ADS_1
"Tentu saja aku berhak ikut campur, bagaimana mungkin aku tahan melihat seseorang yang dengan kejam menyiksa pekerja yang berada di bawah umur" Jean menjawab dengan tenang, matanya acuh tak acuh ketika melihat Nyonya Gill. Nyonya Gill adalah wanita yang sangat sombong, dia mengenakan perhiasan emas yang sangat mencolok di tubuhnya agar orang desa menghormatinya tapi di mata Jean Nyonya Gill adalah orang yang bodoh karena perhiasan mencolok seperti itu akan menarik para penjahat untuk mencurinya.
"Kamu!" Nyonya Gill tiba-tiba melihat kepala desa yang juga berdiri di depan gudang jadi dia tidak melanjutkan ucapannya.
"Nyonya Gill kenapa anda melakukan kekerasan pada kedua anak ini?" Kepala desa bertanya sambil menatap Nyonya Gill dengan tidak senang.
"Ak.. A.. Aku hanya menghukum keduanya, mereka berdua berhak di hukum karena tidak menyelesaikan tugas mereka" kata Nyonya Gill sedikit takut.
"Apakah anda tidak tau jika anda melakukan kekerasan pada anak maka anda akan dipenjara?" Tanya Merril yang sebenarnya hampir marah pada Nyonya Gill.
"Aku memberi gaji dan memberi mereka tempat tinggal, mereka harus menerima konsekuensinya!" Nyonya Gill sedikit jengkel ketika melihat orang asing mencoba melawannya.
"Nyonya Gill tolong tenangkan dirimu sebentar, mari kita bicarakan baik-baik," Kepala desa mencoba untuk menenangkan situasi terlebih dahulu. Sebenarnya dia sedikit malu dengan perlakuan Nyonya Gill yang kasar pada Jean.
"Kepala desa mengapa anda datang kemari?" Nyonya Gill masih tidak senang dengan gangguan yang datang tiba-tiba, tapi dia masih mencoba menahan emosinya ketika berbicara dengan kepala desa.
"Biarkan aku yang berbicara," Kata Jean sebelum kepala desa menjawab pertanyaan Nyonya Gill.
Nyonya Gill memandang Jean dari atas sampai ke bawah dengan tatapan yang meremehkan ketika melihat pakaian Jean yang sederhana, dia mempertanyakan kualifikasi apa yang dimiliki wanita itu untuk membiarkannya berbicara dengannya. Nyonya Gill tidak tahu bahwa dibalik kesederhanaan pakaian Jean, sebenarnya adalah merk mahal yang tidak mampu Nyonya Gill bayarkan dengan uang bulanannya.
"Aku ingin membawa kedua anak ini bersamaku," Jean berbicara langsung ke intinya, dia tidak suka berbasa-basi pada orang seperti nyonya Gill.
"Memangnya kamu mampu membayar berapa untuk membawa mereka berdua?" Nyonya Gill tidak senang dengan perilaku Jean yang tampak sombong.
"Nyonya Gill tolong perhatikan kalimat mu!" Kata kepala desa yang marah, dia tidak mampu menyinggung keluarga Barker.
"Menurutmu berapa yang harus aku bayar?" Jean masih santai, dia tidak terlalu memperhatikan berapa banyak uang yang harus ia keluarkan untuk kedua bocah itu. Tapi di mata Liam, Jean adalah penyelamatnya dan dia berhutang banyak pada Jean.
"Untuk satu orang kamu perlu membayar sebanyak 1.000 dolar, jadi jika kamu menginginkan keduanya, kamu harus membayar 2.000 dolar," Kata Nyonya Gill sambil berpura-pura menghitung biaya hidup kedua bocah itu di benaknya. Padahal, Liam dan Misael sebenarnya tidak terlalu diperhatikan oleh Nyonya Gill. Mereka selalu diberi makan hanya dengan nasi sisa dan kadang mereka hanya makan dengan garam sebagai pengganti sayur. Untuk tidur, mereka hanya diperbolehkan tidur di gudang dan tak pernah melangkah masuk ke rumah Nyonya Gill.
"Nyonya Gill.." Sebelum kepala desa menyelesaikan kalimatnya, Jean menyela terlebih dahulu.
"Baiklah, aku akan membayar," Jean mengeluarkan cek dan menuliskan sejumlah uang, lalu memberikan cek tersebut pada Nyonya Gill.
"Apakah ini asli?" Nyonya Gill meragukan keaslian cek yang diberikan Jean.
__ADS_1
"Terserah Nyonya Gill percaya atau tidak, Nyonya Gill bisa memeriksanya di bank dan juga disini ada kepala desa sebagai saksi," tiba-tiba Nyonya Gill menyesal karena meminta uang terlalu sedikit, tapi dia tidak bisa meminta lebih karena ada kepala desa bersama mereka.
"Dengan ini masalah selesai, aku harap Nyonya Gill lain kali memperhatikan wajahku" Kata kepala desa yang sedari tadi menahan rasa malu di wajahnya.