Wear Apocalypse Book

Wear Apocalypse Book
37. Konspirasi


__ADS_3

Roswell dan Abby merasa lega setelah mendengar ucapan Jean, Roswell akhirnya percaya dengan penjelasan Jean karena dia sendiri juga pernah melihat kasus orang yang terkena virus zombie di depan matanya.


"Roswell apakah kamu memiliki obat tifus?" Tanya Abby pada Roswell.


"Ya aku punya beberapa, aku akan pergi ke klinik sekarang, kalian tunggulah di sini." Roswell segera pergi untuk mengambil obat.


"Bagaimana dengan Lexie? Dia mengalami hal serupa bukan? Lalu bisakah kita mengambil Lexie kembali?" Raul terlihat senang ketika tahu bahwa anaknya tidak tertular virus zombie.


"Ya kita akan mengambil Lexie kembali nanti." Abby juga terlihat bahagia.


"Memangnya di mana Lexie?" Jean heran apa yang dimaksud dengan mengambil kembali.


"Lexie ditangkap oleh petugas basis ketika diketahui sedang mengalami demam tinggi, untungnya mereka tidak menemukan Finn yang juga terserang demam." Jawab Abby.


"Memangnya kenapa Finn dan Lexie bisa terkena tifus? Apakah kalian memakan sesuatu yang kotor?"


"Tidak mungkin, kami selalu memakan sesuatu yang bersih dari makanan kaleng dan minuman botol yang beli oleh Roswell." Abby membantah.


"Lalu kenapa mereka bisa terkena tifus?" Jean merasa penyakit Finn dan Lexie terlalu aneh asalnya.


"Aku tidak tahu." Abby menggelengkan kepalanya.


"Aku sebenarnya sedikit aneh dengan pengurus pangkalan, 6 hari yang lalu mereka datang ke tenda pengungsi lalu melakukan vaksinasi pada anak-anak. Aku tidak bermaksud curiga tetapi anehnya Finn dan Lexie langsung jatuh sakit setelah divaksin." Raul tiba-tiba membicarakan soal vaksin.


"Tapi jika mereka sengaja, anak tetangga sebelah tenda kita seharusnya juga jatuh sakit." Abby meragukan tuduhan Raul.


"Apakah ada banyak anak-anak yang sakit seperti Finn dan Lexie?"


"Tidak banyak, hanya beberapa anak saja yang jatuh sakit setiap harinya lalu ditahan oleh pengurus basis." Jawab Abby.


Jean entah bagaimana merasa janggal, dia tidak yakin apakah benar anak-anak sakit hanya karena kondisi yang kurang layak seperti ini? Atau ada unsur kesengajaan dari pihak basis?


"Lalu di mana anak-anak ditahan?" Jean harus memastikan di mana perginya anak-anak.


"Itu aku tidak tahu, kami sudah bertanya pada petugas tetapi mereka mengatakan bahwa kami tidak bisa menjenguk mereka agar tidak tertular, beberapa orang tua bersikeras untuk meminta kejelasan, tetapi mereka akhirnya dihukum." Abby menggelengkan kepalanya, dia sendiri cukup khawatir dengan keadaan Lexie.


"Aku yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh pengurus basis! Anak-anak yang ditahan tidak pernah kembali sama sekali! Aku akan mencari Lexie!" Emosi Raul tidak terkendali.


"Raul tenanglah, emosi tidak akan membantu kita sama sekali." Abby dengan cepat menenangkan Raul.


"Tetapi diam juga tidak akan mengembalikan Lexie sama sekali."


"Biar aku saja yang urus masalah ini, aku akan menyelidiki ke mana anak-anak pergi." Jean merasa dia harus campur tangan dengan hilangnya anak-anak dan pengungsi.


Jean langsung mencari Rolland yang saat ini sedang bermain catur dengan Raes.


"Bos." Raes menyapa Jean.


"Aku ingin menanyakan beberapa hal padamu." Jean duduk di seberang meja Rolland.


"Ada apa?"


"Apakah kamu menemui petunjuk soal hilangnya istrimu di basis ini?" Jean yakin Rolland mengetahui banyak hal tentang hilangnya pengungsi.


"Aku tidak ingin membahas ataupun ikut campur urusan itu lagi, aku sudah memperingati kalian dari awal bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan basis ini." Rolland enggan membantu Jean.


"Apakah kamu tidak ingin mencari istrimu dan menyerah begitu saja?"

__ADS_1


"Memangnya apa yang bisa aku lakukan? Dengan kemampuan milikku, aku bahkan tidak bisa membunuh penjaga pos pemeriksaan!" Jean benar-benar membuat marah Rolland.


"Rolland tenangkan dirimu, bos mungkin memiliki cara untuk mengalahkan pemimpin basis." Raes sedikit takut melihat Rolland yang hampir kehilangan kendali emosinya.


"Tidak mungkin! Tidak ada seorang pun yang melebihi level 5 selain Arthur, aku juga tidak tahu dia berada di pihak siapa."


"Kamu mengenal Arthur?" Jean memperhatikan Rolland yang tidak menyembunyikan kebenciannya pada Arthur.


"Tentu saja, aku yang membawanya ke tempat ini tetapi dia sama sekali tidak berterima kasih padaku dan istriku. Aku sudah berlutut dan memohon padanya, tetapi apakah kamu tahu apa yang dia katakan padaku? Itu bukan urusanku." Rolland tertawa, dia menertawakan dirinya sendiri yang tidak berdaya.


"Arthur adalah orang yang tidak ingin membahayakan dirinya untuk orang lain, dia sama sekali tidak salah." Jean yakin Arthur adalah orang yang tidak mau terlibat dengan sesuatu yang bisa membahayakan dirinya.


"Aku tidak ingin lagi membahas tentang Arthur. Aku memiliki petunjuk jika kamu ingin menyelamatkan orang, tapi jangan kecewa jika rencana mu tidak berhasil."


Rolland memberitahu tentang suatu tempat terlarang di area kantor basis yang dulunya merupakan kantor polisi yang berusia hampir satu abad, Rolland meyakini adanya ruang bawah tanah yang tersembunyi dari tempat itu untuk menyembunyikan rencana jahat pemimpin basis.


"Ini saja yang aku tahu, aku tidak memiliki bukti untuk mengatakan bahwa tempat itu memang ada." Rolland bermain dengan bidak catur yang ada di depannya.


"Aku akan pergi memeriksanya nanti." Jean bermaksud untuk membuktikan dugaan Rolland.


Pada malam harinya Jean mengenakan pakaian serba hitam agar menyatu dengan kegelapan, dia berlari dengan kecepatan tiga kali dari kecepatan normal yang manusia bisa capai.


Banyak pengurus basis yang keluar masuk dari gedung kantor basis dengan keadaan mabuk, beberapa pengguna kemampuan juga turut menjaga keamanan dari penyusup yang mencoba masuk.


Jean tidak bermaksud untuk masuk melalui pintu depan, dia memilih melalui pintu belakang yang jauh lebih sepi dan cocok digunakan untuk menyelinap masuk.


Suara tawa menggema dalam gedung, Jean menyaksikan banyak orang melakukan perjudian di dalamnya, sedangkan wanita-wanita datang menggoda lelaki yang ada di dalam.


Jean menyaksikan semuanya dengan ekspresi jijik, dia tidak menyangka akan menemukan pemandangan yang kotor di basis ini.


"Kualitas makanan hari ini cukup baik, mereka bahkan menemukan anggur mahal ratusan tahun di salah satu club yang terbengkalai." Ucap pria tersebut yang setengah sadar, pria itu dikelilingi 3 orang wanita penggoda.


Jean mengetahui bahwa pengguna kemampuan basis tertentu datang ke dalam gedung, tidak hanya untuk pengurus basis.


Jean melewati tempat perjudian dan memilih tempat secara acak untuk mencari petunjuk tentang pengungsi yang hilang, dia sebenarnya ingin bertanya pada sistem tetapi sistem tampaknya semakin jarang berkomunikasi dengannya.


Jean mencium bau busuk, hidungnya sangat sensitif setelah melewati level 5. Jean kemudian mengikuti asal bau busuk yang menusuk indera penciumannya.


"Kenapa kita selalu mendapat tugas malam? Aku ingin ikut ke dalam pesta di dalam." Jean terkejut ketika mendengar suara orang, dia hampir saja menerobos tanpa memeriksa terlebih dahulu.


Jean dengan cepat bersembunyi di dalam kegelapan.


"Aku juga ingin, tampaknya mereka sengaja mengganti jadwal kita."


Jean melihat kedua orang yang berdiri berdampingan di pintu keluar, seolah sedang menjaga sesuatu.


"Ini benar-benar membosankan, mereka bahkan tidak membuat kopi dan memberi rokok." Pria itu lagi-lagi mengeluh.


Jean memperhatikan dengan teliti kedua orang itu, mereka memegang senjata api dan memiliki fluktuasi kemampuan level 2 yang membuat Jean semakin yakin bahwa tujuannya ada di depan.


Jean menggunakan satu petir yang dengan mudah menjatuhkan kesadaran kedua penjaga.


Jean keluar dan mendapati sebuah taman dengan bau busuk yang agak menyengat, jika bukan bau busuk itu, Jean tidak akan mudah menemukan pintu ke bawah tanah seperti yang Rolland duga.


Pintu bawah tanah di gedung ini agak berbeda dengan yang ada di rumah Roswell. Pintu bawah tanah di sini menggunakan pintu kayu sehingga Jean dengan mudah mencium aroma busuk yang samar.


Jean membuka pintu, lalu menuruni tangga dengan hati-hati. Aroma busuk lebih intens di dalam sehingga Jean merasa mual, dia tidak tahu pemandangan seperti apa yang akan dia temui di depan.

__ADS_1


"Beberapa tahanan telah mati karena obat tidak terlalu mempengaruhi mereka, pemimpin akan mengeluh banyaknya kualitas daging yang buruk nanti!" Suara pria paruh baya terdengar marah.


Jantung Jean berdetak begitu cepat, dia seharusnya sudah bersiap akan skenario apa yang terjadi di bawah tanah, tetapi dia tetap tidak menerima kenyataan bahwa basis ini memakan sesama manusia! Jika tidak ada kalung penenang yang ia pakai, Jean mungkin akan kehilangan kendali atas emosinya.


Jean keluar dari dalam kegelapan, dia tidak lagi bermaksud menyembunyikan dirinya.


"Siapa?" Dokter Zian mendengar langkah kaki yang datang dari luar.


"Bukankah aku sudah mengatakan bahwa stok daging hari ini sudah habis?! Kalian sangat ra-" Zian terkejut melihat Jean yang tiba-tiba muncul di hadapannya.


Jean dengan cepat menjatuhkan dokter Zian lalu memelintir kedua tangan Zian tanpa belas kasihan sehingga Zian merintih kesakitan.


"Ka-kamu?! Siapa kamu?? Kenapa kamu memasuki bawah tanah tanpa ijin?!!" Zian memarahi Jean dengan gugup.


"Tidakkah kamu melihat kondisimu saat ini? Aku datang untuk mengadili kalian." Mata Jean bersinar dengan cahaya kejam, suara Jean tanpa sadar membuat Zian ketakutan.


"A-aku tidak salah!! A-aku hanya melaksanakan tugasku!" Zian menyangkal keterlibatannya.


Jean mengikat kedua tangan dan kaki Zian, lalu memeriksa ruang bawah tanah lebih dalam. Jean berhasil membekukan tiga orang dokter lainnya, adapun yang bertugas sebagai penyembelihan, dia langsung membunuh orang itu tanpa ampun.


Jean menyaksikan tulang belulang yang berserakan di tanah, ada beberapa yang telah dikemas ke dalam karung tetapi itu tidak menutupi aroma busuk.


Jean kemudian melihat banyak anak-anak yang dikurung di dalam jeruji, suara tangisan mereka membuat Jean tanpa sadar hampir membuat psikologisnya terganggu bahkan kalung penenang tidak lagi berhasil memulihkan gangguan psikologisnya.


'Tuan sadarlah!!' sistem dengan cepat memasukkan energi misterius ke dalam tubuh Jean untuk menyadarkan Jean yang telah linglung.


"A-aku??" Jean tersadar dari lamunannya, dia tersesat dalam kesadarannya yang sangat gelap dan mulai terdistorsi, dalam kesadarannya dia berulang kali mendengar teriakan meminta tolong yang menggema di dalam pikirannya.


'Tuan kamu hampir berubah menjadi gila!' sistem benar-benar panik.


"A-aku terlalu marah." Jean terjatuh dengan lemas, dia menyadari bahwa kiamat bukanlah hal yang menyenangkan seperti yang dia pikirkan awalnya, dia terlalu menikmati kemalasannya tanpa menyadari bahwa orang lain menderita di luar.


'Tuan bukankah kamu mencari Lexie? Aku melihatnya masih hidup tetapi dia sedang sekarat saat ini.' sistem dengan cepat mengubah topik pembicaraan.


"Ah ya, aku hampir melupakan Lexie." Jean segera melupakan kejadian sebelumnya dan bergegas mencari keberadaan Lexie.


Lexie terbaring dengan pucat di dalam jeruji, melihat seseorang datang di hadapannya seperti sedang melihat ilusi yang kabur.


Orang itu terlihat khawatir, dia tidak tahu kenapa rasanya seperti melihat orang yang dikenalinya, rasa aman yang diberikan orang tersebut membuatnya tanpa sadar tersenyum.


Jean membuka semua pintu jeruji dengan kunci yang ia dapatkan dari dokter yang dia tahan, beberapa anak terlihat ketakutan dan bahkan enggan keluar dari jeruji akibat psikologis mereka yang terganggu karena menyaksikan teman mereka yang keluar dibunuh dengan kejam sebagai bahan makanan.


Adapun sekelompok orang dewasa, kondisi mereka agak lebih baik, mereka sadar bahwa Jean bermaksud menyelamatkan mereka sehingga mereka menangis ketika dibebaskan dari jeruji.


"Apakah kalian pernah mendengar seseorang yang bernama Anna?" Jean bertanya pada pengungsi dewasa, tetapi mereka menggelengkan kepala.


Anna adalah istri Rolland yang diculik, Jean tidak tahu apakah Anna masih hidup atau sudah dijadikan makanan oleh para kanibal yang ada di dalam gedung ini.


"Kalian tunggu di sini sementara, aku akan meminta pertolongan di luar." Ucap Jean.


Mereka menolak, mereka tampaknya sangat ketakutan sehingga ingin segera keluar dari ruang bawah tanah ini.


"Aku tidak bisa menyelamatkan kalian semua saat ini, kumohon tunggulah, aku berjanji akan menyelamatkan kalian semua setelah ini." Jean sedikit tidak berdaya.


Mereka terdiam seolah ragu dengan apa yang dijanjikan oleh Jean.


Jean kemudian mengambil katana miliknya lalu menyerahkannya pada salah satu pengungsi.

__ADS_1


"Kalian pegang ini sebagai jaminan, aku akan kembali mengambil senjataku nanti, benda ini sangat berharga jadi aku tidak akan meninggalkannya." Jean tersenyum dengan lembut seolah sedang membujuk seorang anak yang tidak ingin berpisah saat pertama kali memasuki taman kanak-kanak.


Mereka akhirnya setuju dengan kepergian Jean yang membawa Lexie keluar terlebih dahulu.


__ADS_2