
Setelah menyelesaikan masalah basis, Arthur membawa Jean ke suatu tempat yang tampaknya merupakan sudut basis, tempat itu sedikit kumuh tetapi suasana terlihat damai kerena tidak satupun perampok yang mau memeras daerah ini.
Arthur memilih tempat ini sebagai persembunyian Anna dikarenakan semua pengungsi yang menempati wilayah ini adalah orang tua yang telah renta dan mudah diabaikan oleh pengungsi di wilayah lain serta pengurus basis.
"Anna apakah kamu ada di dalam?" Arthur membawa Jean ke salah satu rumah kayu yang tampaknya didirikan secara sembarangan.
"Arthur?" Seorang wanita datang membuka pintu, wanita itu menatap ke depan dengan padangan tidak fokus, tampaknya terjadi sesuatu yang membuat wanita itu kehilangan penglihatannya tetapi wanita itu tersenyum lembut seperti seorang malaikat yang menyamar menjadi seorang manusia.
Jean terpana dengan kecantikan Anna, baru kali ini di melihat wanita yang begitu cantik tetapi tetap tampak sederhana, seorang wanita pun akan luluh dan iri dengan kecantikan Anna.
"Apakah kamu sudah siap bertemu kembali dengan Rolland?" Senyuman yang terpampang di wajah Anna memudar ketika Arthur menyebut Rolland.
"Sudah berapa kali aku katakan, aku tidak ingin menemuinya Arthur," Anna menolak tetapi wajahnya mengandung jejak kesedihan yang tersembunyi.
"Bolehkah aku tahu kenapa kamu tidak ingin bertemu Rolland?" Jean berinisiatif bertanya pada Anna, dia telah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Anna.
Arthur berniat menegur Jean tetapi melihat mata kekaguman yang tidak disembunyikan oleh Jean membuat Arthur terpaksa memukul kepala Jean.
"Aduh!! Kenapa kamu memukuli kepalaku?" Jean menggosokkan bagian kepalanya yang dipukuli oleh Arthur.
"Bukankah kamu ingin mempertemukan Anna dengan Arthur? tetapi aku sekarang justru melihat mata serakah yang seolah ingin merebut Anna dari Rolland," Arthur tidak menyadari gender asli Jean yang menyamar sebagai John, jadi dia mengira Jean adalah pria cabul.
Jean mengeluh dalam hatinya, Apakah dia salah mengagumi Anna? Tetapi Jean sekali lagi berpikir bahwa dia tidak keberatan jika dia dipaksa menjadi seorang lesbian untuk menikahi Anna.
Sistem yang membaca pikiran Jean : "..."
Tampaknya Jean justru semakin salah setelah dipukuli oleh Arthur.
"Dewi- ah maksudku kakak, kenapa kamu bisa menikahi Rolland? Bukankah Rolland terlihat agak biasa-biasa saja?" Jean bertanya sekali lagi, dia merasa seperti telah melihat sesuatu yang sia-sia layaknya berlian yang dikelilingi tumpukan sampah.
Anna tersenyum karena mendengar pertanyaan Jean yang sudah lama tidak dia dengar, pertanyaan yang diajukan Jean sangat mirip dengan pertanyaan anak-anak yang dulunya tinggal di dekat rumahnya. Senyum Anna kembali memudar ketika mengingat kejadian yang membuat dirinya tidak berdaya dan menjauhi Rolland dengan memalsukan kematiannya.
"Anna ini adalah Tuan John, dia yang telah membawa Rolland kemari dan menyingkirkan pemimpin basis," Arthur memperkenalkan Jean pada Anna.
"Jadi kalian telah berhasil menyingkirkan pria itu?" Anna menunduk dan beberapa tetesan air mata jatuh membasahi wajahnya.
"Ya, aku telah berhasil membalaskan dendam mu. Anna aku tidak bisa menyembunyikan kehadiranmu, apakah kamu tidak ingin melihat Rolland?"
__ADS_1
Anna tidak langsung menjawab pertanyaan Arthur dan justru berkata, "Tuan John aku berterima kasih karena membantu Arthur untuk membunuh pria itu."
"Lalu maukah kakak menemui Rolland? Dia terus menerus menyalahkan Arthur dan mengatakan Arthur pengkhianat," Jean berusaha membujuk Anna.
"Arthur benarkah itu? Kenapa kamu tidak pernah memberitahuku?" Anna terkejut ketika mendengar ucapan Jean, dia tidak tahu Rolland akan menyalahkan Arthur.
"Anna, aku hanya tidak ingin kamu semakin menyalahkan dirimu sendiri," Arthur mengakui semuanya, jika dia mengatakan Rolland membencinya dari awal maka Anna semakin terpuruk.
"Maafkan aku Arthur, aku telah banyak menyusahkan mu," Anna menangis karena merasa bersalah, dia menghindari Rolland karena menganggap tubuhnya telah kotor dan tidak pantas bersama dengan Rolland.
Anna kemudian menceritakan keluh kesahnya yang telah dia pendam selama ini, dia bercerita betapa hancurnya dirinya saat itu karena telah ditangkap dan dipaksa dijadikan wanita penghibur oleh Farche. Arthur datang menyelamatkannya sebelum dirinya dibunuh untuk dijadikan bahan makanan, tetapi Anna menolak bertemu dengan Rolland saat itu.
"Harusnya aku menyiksa pria bajingan itu sebelum membunuhnya!" Jean ikut menyesali kejadian yang menimpa Anna.
"Mendengar pria itu mati saja telah membuatku puas, jadi jangan menyesalinya," Ucap Anna sambil menyeka air matanya.
Jean ingin mengusap air mata Anna tetapi tangan Arthur menangkap tangan Jean yang hampir menyentuh wajah Anna.
"Jadi apakah kamu masih bertekad tidak ingin menemui Rolland? Aku tidak memiliki masalah jika harus menyembunyikan mu sekali lagi," Tanya Arthur sekali lagi.
"Aku akan menemuinya lagipula aku tidak bisa terus melarikan diri," Jawab Anna yang tampak berusaha meyakinkan dirinya bahwa dia harus menyelesaikan kesalahpahaman yang di derita Arthur.
Anna mengenakan jubah yang diberikan Jean karena Jean menganggap kecantikan Anna dapat menyebabkan beberapa masalah yang tidak perlu, jadi dia perlu menutupi tubuh Anna dengan jubah.
Mereka berlima kemudian keluar dari basis penampungan tepat ketika matahari terbit.
"Kakak!" Liam berlari dan memeluk Jean dengan erat.
"Aku kecewa karena tidak melihatmu mati," Olivia langsung mengeluh.
"Jika aku mati siapa yang akan memberimu makan?" Tanya Jean. Kelima anak SMA dan Raes mengerumuni Jean dengan pandangan khawatir, mereka takut sumber makanan mereka menghilang.
"Anna??" Rolland langsung mengenali wanita yang berdiri di samping Arthur. Rolland kemudian berjalan dan ingin menggenggam tangan Anna, namun Anna segera melepaskan tangan Rolland seolah tidak mengenalinya.
"Anna kamu perlu menjelaskan semuanya," Arthur menepuk bahu Anna dengan pelan.
"Anna apa maksudnya? Apa hubunganmu dengan Arthur?" Melihat kedekatan Anna dan Arthur membuat Rolland merasakan api cemburu.
__ADS_1
Anna menundukkan kepalanya dengan tubuhnya yang bergetar, dia ingin mengatakan semua yang ia hadapi tetapi dia terlalu takut.
"A-anna? Apakah k-kamu selama ini berselingkuh dengan Arthur?" Kesalahpahaman baru muncul sehingga membuat Jean terpaksa harus menampar wajah Rolland.
"Tidak bisakah kamu melihat Anna sedang ketakutan karena dirimu?! Berhenti berspekulasi yang tidak-tidak!" Yang lainnya tercengang ketika melihat Jean menampar Rolland.
"Berhenti berkelahi, aku akan mengatakan semuanya," Anna juga terkejut mendengar suara tamparan Jean.
"Kakak katakan saja jika Rolland menganiaya dirimu, aku akan menampar wajahnya sekali lagi jika dia berani menyakiti dirimu," Ucap Jean sambil melototi Rolland.
Mereka semua kemudian meninggalkan tempat tersebut dan menyisakan ruang untuk Anna dan Rolland. Jean hanya bisa memandang keduanya dengan khawatir dari kejauhan.
Kelima siswa SMA itu pergi ke sudut membentuk kelompok dan mulai bergosip.
"Apakah kalian tidak melihat tatapan John barusan?" Nara memulai pembicaraan.
"Aku juga melihatnya, John tampaknya mengagumi istri Rolland," Wenda menyetujui ucapan Nara.
"Apakah kalian berdua ingin mengatakan bahwa John ingin merebut istri Rolland?" Tanya Anthony.
"Tentu saja, bukankah itu terlihat jelas? Aku juga sebenarnya baru kali ini melihat seorang pria yang tidak menyembunyikan perasaannya," Jawab Nara.
"Lalu bagaimana dengan Olivia? Apakah dia tidak cemburu?" Edwin mengikuti kegiatan gosip.
"Menurutku Olivia sebenarnya menyukai John, hanya saja dia menyembunyikannya karena malu dan ada kemungkinan dia adalah seorang B, oleh sebab itu dia marah ketika kalian mempertanyakan perasaannya," Spekulasi baru muncul dari mulut Wenda.
"Tidak bisakah kalian berhenti bergosip?" Davin merasa teman-temannya terlihat konyol.
"Memangnya kenapa? Apakah kamu mulai menyukai kak Olivia? Jadi kamu merasa risih ketika kami membicarakan dirinya?" Keempat temannya menatap Davin dengan tatapan curiga.
Davin hanya bisa menghela napasnya, semenjak kejadian dia tidak mendapat protes dari Olivia saat memotong daging, teman-temannya menatap dirinya dengan curiga karena dia adalah satu-satunya pendatang yang tidak dimarahi oleh Olivia.
Anna dan Rolland saling berpelukan yang menandakan bahwa mereka berdua telah mengakhiri kesalahpahaman yang selama ini memisahkan mereka.
"Arthur aku minta maaf," Rolland menyampaikan permintaan maafnya dengan malu, dia telah berhutang terlalu banyak pada Arthur.
"Jangan menyusahkan ku lain kali," Balas Arthur lalu pergi melambaikan tangannya pada mereka, Jean melihat senyuman Arthur yang tidak ia tunjukkan pada Rolland.
__ADS_1
Jean beserta rombongannya bergerak setelah urusan mereka selesai, sedangkan Roswell memilih untuk tetap tinggal dengan alasan dia memiliki tanggung jawab sebagai dokter di basis penampungan N.
Arthur melihat kepergian mereka dari jauh, jika saja dia tidak ditunjuk sebagai pemimpin basis, dia mungkin saja mengikuti kelompok Jean dengan mempertahankan gaya hidupnya sebagai ikan asin di tengah kiamat.