
Jean dengan tergesa-gesa mencari keberadaan Arthur yang sedang tertidur di depan klinik, adapun berhasil atau tidaknya itu tergantung, jika Arthur tidak setuju dan memilih untuk tetap memihak basis kota N maka dia terpaksa harus membunuh Arthur agar rencananya tidak dibocorkan.
Arthur langsung terjaga ketika mendengar langkah kaki milik Jean, dia langsung mengeluarkan pisau militer miliknya ketika melihat Jean ada di depannya.
"Aku ingin mendiskusikan sesuatu denganmu."
Arthur langsung mengenali suara Jean yang merupakan pelanggannya kemarin, meskipun demikian dia tidak mengendurkan kewaspadaannya.
"Aku ingin kamu membantuku untuk membunuh pemimpin dan pengurus basis ini."
"Aku menolak." Arthur terlihat tidak peduli dengan rencana Jean.
"Kenapa? Aku ingin tahu alasannya?" Jean sudah tau akan sulit untuk meyakinkan Arthur.
"Aku tidak kenal kalian, ditambah aku juga tidak mau terlibat dengan sesuatu yang dapat membahayakan nyawaku, aku tidak peduli dengan rencana mu jadi terserah kalian." Arthur kemudian bangkit dan bermaksud pergi ke tempat lain tetapi kalimat Jean selanjutnya membuatnya berhenti.
"Apakah kamu tidak merasa bersalah pada Rolland??"
Jean bersama Arthur kemudian berkumpul di rumah Roswell sesuai dengan rencana, yang lain senang dengan kedatangan Jean tetapi Rolland mendengus dengan dingin ketika melihat wajah seseorang yang dia benci di samping Jean.
Ketika Arthur melihat Rolland wajahnya sedikit berubah tetapi dia dengan cepat menyembunyikan keterkejutannya seolah dia tidak pernah mengenali Rolland, sedangkan Rolland dia terus membuang muka ke arah lain.
"Aku tidak tahu apakah rencana kita akan berhasil tetapi jika kami berempat tidak kembali hingga fajar, kalian harus tetap pergi." Ucap Jean.
"Kakak, biarkan aku membantu." Liam tidak setuju dengan perintah Jean.
"Aku juga." Olivia juga merasa Jean terlalu membawa sedikit orang.
"Kalian berdua hanya akan menjadi beban jadi pikirkan baik-baik, juga kalian memiliki tugas untuk menjaga yang lain dari zombie ketika menunggu di luar." Jean menolak, dia tidak ingin mempertaruhkan keselamatan Olivia dan Liam.
Liam tampak kecewa dengan keputusan Jean sedangkan Olivia, dia sedikit marah ketika Jean menyebut beban.
"Kalian berhati-hatilah." Abby ingin menghentikan Jean, tetapi dia juga tidak bermaksud membiarkan perilaku pemimpin dan pengurus basis yang melakukan kanibalisme.
Suasana basis telah sunyi, banyak orang-orang telah tertidur tetapi ada juga beberapa orang yang masih berkeliaran merampok pengungsi lainnya di dalam kegelapan.
Suasana gedung tempat tinggal pemimpin dan pengurus basis juga agak sedikit sepi di luar, tetapi masih terdengar tawa dan tepuk tangan para pengurus basis yang memainkan judi di dalam.
"Mengapa jam pergantian terasa sangat lama." Salah satu penjaga pintu masuk depan mengeluh dan menguap.
"Aku rasa mereka sengaja tidak mau melakukan pergantian penjaga, lihat saja nanti." Penjaga lainnya juga terlihat menahan kantuk.
Jean menyerah masker M50 yang sering digunakan oleh militer pada Arthur, Jeff dan Nielsen. Ketiganya terlihat bingung, tetapi mereka tidak bertanya sama sekali.
Jean melemparkan sesuatu yang berbentuk minuman kaleng ke arah kedua penjaga, penjaga itu terlihat bingung dan mengambil kaleng tersebut tanpa merasa curiga.
Kaleng tersebut kemudian mengeluarkan gas berwarna putih, dan perlahan kesadaran kedua penjaga tersebut hilang lalu terjatuh di tanah.
Jeff dan Nielsen terkejut dengan metode Jean, mereka tidak pernah melihat benda yang dapat membuat orang pingsan dalam sekejap.
Jean kemudian masuk ke dalam terlebih dahulu lalu diikuti yang lainnya, Orang-orang yang melihat kelompok Jean dibunuh menggunakan pisau sebelum mereka sempat bereaksi.
Jean terkejut melihat Arthur dengan cepat membunuh orang tersebut, dia menebak bahwa kemampuan Arthur terletak di kecepatan.
Jean kemudian menyeret mayat yang Arthur bunuh, lalu Jeff membuka pintu masuk ke ruang judi dengan paksa.
"Apa yang kalian lakukan?!?!" Tamu yang berada di ruang judi terkejut ketika melihat kelompok Jean menerobos masuk.
Jean melemparkan mayat dengan sembarangan ke arah ruang judi dan terjatuh di meja biliar, para wanita penggoda kemudian berlari ketakutan ketika melihat darah yang tercecer.
"Tangkap mereka!!" Salah satu orang menunjuk ke arah kelompok Jean dengan kesal.
Kelompok Jean dikepung oleh pengguna kemampuan yang berada di level 1 dan 2, Jeff dan Nielsen menangani orang-orang yang mengepung mereka.
Arthur dan Jean juga membersihkan ruang judi dengan cepat sehingga menyisakan beberapa orang yang dapat ditangani Jeff dan Nielsen.
"Cepat beritahu pemimpin basis!!" Melihat banyaknya pengurus yang tewas dengan mudah ditangan Jean dan Arthur membuat salah satu pengurus terpaksa harus melaporkan masalah pada pemimpin basis.
Aras berlari dengan sekuat tenaga menuju lantai tiga dan membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.
"Tidakkah kamu tahu aturan untuk masuk ke ruang ini?!!" Seorang lelaki bertubuh besar dengan penuh tatto dan dikelilingi banyak wanita terlihat terganggu dengan kedatangan Aras, pria itu adalah Farche pemimpin basis. Beberapa bawahan Farche yang berada di ruang yang sama juga menatap Aras dengan tidak senang.
"Maafkan aku bos tetapi ini mendesak." Aras berkeringat dingin dan mengutuki kebodohannya karena masuk tanpa mengetuk pintu.
__ADS_1
"Kalian pergilah dan kamu jika berita ini tidak sepenting seperti yang aku kira, maka aku akan melemparkan pisau ini tepat di kepalamu!" Para wanita terlihat kecewa ketika diusir oleh Farche tetapi mereka tidak berani mengeluh dan pergi setelahnya.
"B-bos ada empat orang penyusup datang, mereka datang membunuh semua pengurus di ruang judi." Aras berlutut dan melaporkan berita dengan gugup.
"Apakah kamu bercanda? Jumlah pengurus di bawah lebih dari 20 orang di bawah dan mereka tidak bisa mengalah keempat penyusup itu?!"
Aras ketakutan ketika melihat tatapan berbahaya Farche, tubuhnya bergetar dan wajahnya terlihat pucat, rumor tentang pemimpin basis yang berdarah dingin ternyata memang benar adanya.
"T-tapi itu benar, Arthur juga ikut membantu penyusup itu." Aras telah pasrah dan siap untuk dibunuh jika Farche tidak puas dengan jawabannya.
"Arthur??" Farche terlihat kebingungan sehingga Aras merasa lega karena tekanan yang diberikan Farche menghilang, tetapi dia kembali gugup setelah mendengar tawa jahat Farche.
"Sudah kuduga dia akan bergerak, awalnya aku bermaksud menyingkirkannya dari basis besok atau lusa, tetapi ternyata dia mengantar nyawanya dengan tidak sabar."
"Bos apakah kamu telah menyentuh level 5?" Bawahan Farche yang lain terkejut ketika mendengar Farche yang bermaksud membunuh Arthur.
"Selamat bos." Melihat Farche yang tersenyum angkuh membuat bawahan Farche mengerti bahwa bos mereka memang telah memasuki level 5.
Kelompok Jean telah berhasil membunuh semua orang yang berada di ruang judi, Arthur terlihat sangat menyeramkan dengan jejak darah yang mengotori wajah dan pakaiannya, hal tersebut dikarenakan Arthur memiliki kemampuan kecepatan sehingga dia harus menyerang secara langsung dengan senjata berupa pisau untuk membunuh.
"Ayo kita cek ruang lainnya, aku rasa pemimpin basis bersembunyi di lantai atas." Ajak Nielsen.
Mereka kemudian keluar dan bermaksud menaiki tangga ke atas, tetapi langkah mereka terhenti karena orang yang mereka cari telah turun ke bawah.
Jean langsung mengenali orang-orang yang turun tersebut, terutama pemimpin basis yang terlihat mencolok di antara kelompok tersebut.
"Sudah lama aku tidak menggerakkan tubuh ini." Farche tersenyum jahat ke arah Arthur.
"Jeff? Nielsen? Apa yang kalian berdua lakukan? Apakah kalian berdua mengkhianati basis?!" Salah satu bawahan Farche mengenali Jeff dan Nielsen.
Jeff dan Nielsen tidak menjawab pertanyaan tersebut sehingga bawahan Farche, Tobias terlihat marah dengan sikap mereka berdua.
"Bos aku akan menangani kedua bawahan ku yang tidak patuh!" Tobias bermaksud menghajar Jeff dan Nielsen.
"Terserah."
Jean tidak khawatir jika Jeff dan Nielsen akan kalah, karena dia melihat pihak lain juga berada di level 3 yang setara dengan level Jeff dan Nielsen setelah ditingkatkan oleh Jean.
Jeff dan Nielsen bahkan lebih kejam menyiksa Joseph dan merampas kekayaan Joseph tanpa merasa bersalah, justru Jean malah menyaksikan bagaimana mereka tertawa senang melihat tumpukan inti kristal.
Jean kemudian bertanya pada Raes, bagaimana Raes dengan mudahnya menaklukkan kedua mantan tahanan tersebut.
"Bos, aku menaklukkan mereka dengan makanan kari kemarin, bukankah ini hebat??" Raes tersenyum bangga dan memamerkan keberhasilannya pada Jean.
Jean : "..."
Apakah begitu mudah membuat tahanan menyerah? Jika demikian maka dia tidak perlu bersusah payah menggelitik kedua mantan tahanannya tersebut!
Nielsen maju ke depan berhadapan dengan Tobias, Jeff menghadapi kedua bawahan Farche yang juga bertipe penguatan tubuh, Arthur dan Jean menghadapi Farche.
"Siapa ini? Apakah pendatang baru??" Farche memperhatikan Jean yang berdiri di samping Arthur, dia tidak mengenali Jean.
"Aku datang untuk membalaskan dendam dan membantumu untuk membayar karma karena telah melakukan kanibalisme." Jean menatap Farche dengan penuh kebencian.
"Lagi-lagi orang sepertimu datang, kalau begitu aku akan menerima balas dendam mu!" Farche meremehkan Jean, dia kemudian mengeluarkan kemampuannya.
Angin kencang mengelilingi gedung dan pertarungan Jeff serta Nielsen terganggu akibat angin tersebut, Farche tersenyum bangga dengan kemampuannya sambil menatap Arthur seolah sedang memamerkan kenaikan levelnya.
Wajah Arthur menjadi lebih serius, dia berlari dengan ke arah Farche dengan kecepatan super miliknya, tetapi angin Farche memperlambat geraknya sehingga tinju Arthur dapat ditepis dengan mudah.
Farche membanting tubuh Arthur ke dinding hingga dinding tersebut retak dan Arthur mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Inilah gunanya kemampuan!! Yang kuat akan berkuasa!!" Farche tertawa dengan sombong.
Arthur dengan cepat bangkit dan menyeka darah yang keluar dari mulutnya, kekuatan tubuhnya sendiri tidak kalah dari kemampuan penguatan otot yang berada di level 3.
Jean masih menyaksikan pertempuran dengan santai, dia bahkan mengambil keripik kentang yang berada di ruang sistem lalu mengunyah sambil menonton pertempuran antara Arthur dan Farche.
"Anginnya sangat kencang, aku merasa seperti berada di pantai, harusnya aku menyediakan kursi pantai milikku di dalam penyimpanan sistem." Ucap Jean dengan nada menyesal.
Sistem : "..."
Dia merasa Jean terlalu santai, bahkan tidak menganggap Farche sebagai ancaman.
__ADS_1
Arthur telah kelelahan, kemampuan angin milik Farche sangat mengganggu kemampuan kecepatannya, serangannya berulang kali ditepis oleh Farche.
Jeff dan Nielsen juga berada di posisi yang tidak baik karena jumlah bawahan Farche melebihi jumlah yang dapat mereka tangani.
"Hanya ini kemampuanmu?!" Farche menatap Arthur dengan pandangan meremehkan.
Arthur berlutut dengan terengah-engah, tenaganya miliknya hampir habis.
Farche hendak menyerang Arthur tetapi dia terganggu dengan suara renyah yang terdengar di telinganya, Jeff dan Nielsen juga berhenti menyerang ketika mendengar suara mengunyah keripik.
Mereka semua kemudian menoleh ke arah Jean yang sedang menguyah keripik dan entah dari mana mendapatkan kursi.
"Kenapa kalian berhenti? Lanjutkan." Ucap Jean dengan malas.
Jeff dan Nielsen menatap Jean dengan bodoh, apakah Jean menganggap pertarungan mereka sebagai pertunjukan opera?
"K-kamu!!" Farche terlihat marah, dia merasa Jean sedang meremehkannya.
Farche kemudian menyerang Jean dengan kemampuan anginnya, dia tidak lagi peduli dengan Arthur.
"Awas!!!" Nielsen ketakutan ketika melihat tembakan angin Farche yang mengarah Jean dengan cepat.
Ketika tembakan hampir mengenai Jean, sosok Jean tiba-tiba menghilang sehingga tembakan angin hanya mengenai kursi yang terpental jauh dan retak akibat angin tersebut.
"Menakutkan! Paman, kamu tampaknya benar-benar ingin membunuhku." Jean tiba-tiba muncul di samping Arthur sambil menepuk dadanya.
Arthur terlihat kaget melihat Jean yang ternyata lebih cepat dari dirinya, tetapi dia menggelengkan kepalanya dengan lemah. Jika Jean hanya mengandalkan kemampuan kecepatan, dia khawatir mereka tidak akan selamat malam ini.
Frache sedikit terkejut tetapi dia kemudian meremehkan kemampuan Jean yang ia kira sama dengan kemampuan Arthur. "ternyata penerus Arthur."
Farche kemudian mengeluarkan kekuatan angin yang menghantam seluruh gedung, Jeff dan Nielsen terpaksa berhenti bertarung karena terganggu dengan angin kencang Farche.
Arthur dan Jean tidak bergeming, mereka berdua terbiasa dengan angin kencang Farche.
"Menyebalkan!"
Jean kemudian secara langsung menghantam tubuh Farche dengan petir berwarna ungu. Salah satu dari kelima petir Jean telah berubah menjadi petir berwarna ungu setelah dia menyentuh level 6, di mana petir tersebut lima kali lipat lebih kuat dari petir biasa.
Suasana mendadak sunyi setelah Jean menghantam Farche dengan petir.
Jeff dan Nielsen terkejut melihat tubuh Farche yang hangus dengan mata terbelalak, seolah tidak percaya bahwa dia akan dihantam petir.
"Bos!!" Bawahan Farche juga terkejut dan bergegas menuju tubuh Farche yang telah terjatuh ke lantai.
"Kamu? Apakah kamu berkemampuan ganda?" Arthur menatap Jean dengan tidak percaya, baru kali ini Jean melihat ekspresi Arthur selain wajah datarnya.
"Aku berada di level 6 saat ini, kemampuanku adalah petir, jadi wajar saja jika aku mendapat kemampuan kecepatan, tetapi tidak semua kemampuan mendapat bonus sepertiku." Jean menjelaskan semuanya.
Jean sendiri tidak menyangka dia akan dengan mudahnya membunuh orang yang berada satu level di bawahnya, tetapi hal itu sepertinya wajar saja karena ada lompatan kuantitatif setelah seorang pengguna kemampuan menyentuh level 6, tidak jarang orang-orang terjebak di level 5 bertahun-tahun.
"Kalian membunuhnya?!!" Tobias telah memeriksa nafas dan detak jantung Farche. Kehidupan Farche langsung menghilang setelah Jean menghantam Farche dengan satu petir.
"Kalian urus mereka, aku akan menjemput pengungsi yang ditahan di ruang bawah tanah."
Jean pergi menemui para pengungsi yang menunggu dengan sabar, mereka berulang kali gelisah karena Jean tidak kunjung datang, mereka ingin keluar sendiri tetapi mereka juga tidak berani.
"Apakah kalian sudah menunggu lama?"
Melihat sosok yang mereka kenal muncul dibalik pintu, membuat mereka semua senang dan segera mengembalikan katana milik Jean.
"Keluarlah perlahan-lahan." Jean menyambut satu per satu anak-anak yang memanjat tangga bawah tanah hingga tidak ada lagi yang tersisa di ruang bawah tanah.
Jean keluar dengan pengungsi yang berhasil dia selamatkan, adapun Jeff, Nielsen dan Arthur mereka telah berhasil membunuh semua bawahan Farche, Jean tidak bermaksud mengampuni mereka sama sekali.
Ketika Jean keluar dari gedung, dia melihat pengungsi yang ternyata telat mengerumuni gedung dengan wajah penasaran, mereka mengerumuni gadung dengan rasa ingin tahu karena mereka telah mendengar keributan akibat angin kencang Farche dan petir milik Jean.
"Bos bagaimana ini?" Nielsen bertanya pada Jean. Nielsen sedikit takut jika mereka akan disalahkan karena telah membunuh pemimpin basis.
"Biar aku saja yang menangani semuanya." Arthur berbicara.
Arthur kemudian memberitahu kebenaran tentang pemimpin basis pada para pengungsi, banyak pengungsi yang sedikit tidak percaya dengan ucapan Arthur, tetapi ketika mereka melihat bukti dan mendengarkan cerita dari para saksi membuat mereka ketakutan, mereka tidak menyangka mantan pemimpin basis dengan tega membunuh sesama manusia sebagai makanan.
Setelah itu sempat terjadi perdebatan di antara pengungsi untuk menentukan siapa pemimpin basis selanjutnya hingga akhirnya Arthur yang ditunjuk sebagai pemimpin basis, Arthur ingin menolak tetapi dia tidak bisa ketika melihat harapan di wajah pengungsi.
__ADS_1