
Jean mulai mengemasi pakaian miliknya ke dalam koper pada malam hari. Dia menempatkan pakaian miliknya dengan hati-hati ketika melihat logo-logo merek terkenal, bahkan pakaian dalamnya bermerek Ca*vin Kl*in yang semakin membuat Jean semakin kagum dengan kehidupan orang kaya.
'Betapa kayanya diriku sekarang' pikir Jean sambil menatap pakaian dalamnya.
"Nona, kemana nona akan pergi?" Tanya Merril yang sedari tadi tampak bingung dengan tingkah laku Jean.
"Pertama kita akan menuju pusat kota, lalu menuju kota N dan kota lain, jadi paman Randalf dan bibi Merril bersiaplah, kita akan berangkat besok." kata Jean. Merril merasa lega karena Jean ikut membawanya pergi bersama, dia sedikit takut jika Jean tidak pernah kembali lagi ke rumah. Merril kemudian pergi dan memberitahu Randalf soal rencana Jean yang ikut membawa mereka.
Jean memutuskan untuk membawa mereka karena tidak mungkin membiarkan mereka tau sekarang soal benteng yang muncul tiba-tiba dan dia memutuskan ke kota N karena di sana merupakan pusat perkebunan dan pertanian, disitu dia akan mencari semua jenis benih dan ternak yang bisa dia kumpulkan.
Disisi lain, Emma dan 4 pelayan lain yang telah diberhentikan Jean berkumpul di rumah salah satu mantan pelayan Jean.
"Emma apa kau tau kenapa Jean mengusir kita? Apakah dia sudah tau?" Mantan pelayan bernama Erin tampak panik.
"Aku rasa tidak, jika begitu maka Jean pasti tidak akan memberhentikan semua pelayan." wanita lain memberi pendapat, Emma hanya mengerutkan keningnya tanpa berkata sepatah kata pun.
"Emma bagaimana jika kita ketahuan?" Wanita bernama Erin masih panik. Emma dan 4 pelayan lain berkolusi untuk mencuri kalung berlian Almarhum ibu Jean yang berharga lebih dari 500.000 dolar, dan yang mengusulkan ide tersebut tidak lain adalah Emma!
"Diam lah Erin! Kalian masing-masing sudah menerima 100.000 dolar, pakai uang tersebut untuk melarikan diri!" Emma akhirnya tidak sabaran, dia sendiri tidak menyangka akan diberhentikan.
"Emma bagaimana bisa kau seperti ini, ini adalah ide mu sendiri untuk mencuri kalung tersebut!" Yang lain marah karena sikap Emma dan mulai menyalahkan Emma.
"Aku akan pergi!" Emma akhirnya tidak tahan dan bersiap untuk kabur ke kota lain.
...
"Apa kalian sudah siap?" Jean membawa koper miliknya dan tidak tau mengenai mantan pelayannya yang berdebat soal kalung ibunya yang dicuri, lagipula ia pun tidak peduli apakah kalung itu dicuri atau tidak, karena pada hari kiamat benda tersebut juga tidak akan berharga.
"Nona kami sudah siap." Randalf dan Merril sudah menunggu di depan.
"Oke, mari kita pergi." Jean kemudian meninggalkan rumahnya dengan Randalf yang membawa mobil miliknya dan merril yang duduk di kursi depan, mobil tersebut melaju ke pusat kota.
"Nona kita sudah sampai di pusat kota, kemana kita akan pergi?" Tanya Randalf.
"Kita akan pergi ke pusat perbelanjaan."
Sesampainya di pusat perbelanjaan, Jean mulai mencari letak dimana orang yang menjual sayur dan benih.
__ADS_1
"Gadis apa yang ingin kamu beli?" seorang penjual menatap Jean dengan cermat dan menilai bahwa Jean bukanlah pelanggan biasa.
"Yah, aku ingin membeli semua jenis benih yang paman miliki." jawab Jean.
"berapa banyak?" Mata penjual itu cerah setelah mendengar permintaan Jean.
"Berapa banyak jenis benih yang paman punya?"
"Aku disini memiliki setidaknya 35 jenis dan masing-masing dipastikan kualitasnya benihnya sangat baik." Penjual itu mulai melebih-lebihkan kualitas benihnya dan Jean asyik mendengar penjual itu seperti sedang mendengarkan dongeng. Jean tidak lupa meminta penjual itu untuk mengirimkan benih tersebut ke salah satu gudang perusahaan orang tuanya di pinggir kota, lalu menanyakan tempat dimana orang menjual ternak.
"Nona kenapa begitu lama?" Merril dan Randalf sedari tadi khawatir karena Jean berada di pusat perbelanjaan lebih dari 3 jam. Jean tidak membiarkan mereka ikut bersamanya di pasar, Merril di dalam mobil bersiap memanggil polisi jika Jean tidak kembali.
"Maaf, aku tadi lupa karena mengobrol dengan para penjual di pasar." Setelah berada di pasar hampir 3 jam, Jean merasa lelah dan betisnya terasa berat saat berjalan.
"Mari kita memesan hotel, aku merasa lelah dan ingin tidur sebentar." mereka kemudian bergegas menuju hotel.
"Bangunkan aku ketika jam makan siang tiba." Jean memesan kamar hotel mewah dan meninggalkan Randalf dan Merril yang duduk di sofa menonton berita.
Jean tertidur sangat nyenyak sampai Merril membangunkannya untuk makan siang di restoran terdekat.
"Memiliki kemampuan memang menyenangkan dan praktis." Kaki Jean tidak merasakan sakit lagi, seolah-olah dia tidak pernah melakukan perjalanan yang melelahkan. Dia tau bahwa itu dikarenakan pengguna kemampuan yang memiliki kekuatan pemulihan yang luar biasa hingga dia kembali segar setelah tertidur.
"Jean, kamu disini?" Seorang pria tiba-tiba datang menyapa Jean.
"Ternyata tuan Adam!" kata Randalf yang tampak senang dengan kedatangan pria itu.
"Paman Randalf dan bibi Merril ternyata berada disini juga." Adam tersenyum ramah dan tidak meremehkan kedua orang itu.
"Apa kabar Adam?" Jean tersenyum pada Adam. Seingat jean, Adam adalah salah satu teman dekatnya ketika berada di sekolah menengah, juga keluarga Brown adalah mitra kerja ayahnya.
"Aku baik-baik saja. Mengapa kamu berada di sini? Setahuku kamu sangat jarang keluar terutama semenjak saat itu." Adam sangat mengenal Jean jadi dia cukup tau soal kepribadian Jean.
"Aku ada keperluan disini, duduklah dan makan bersamaku disini." Jean berpikir bahwa Adam merupakan pria yang sangat sopan, dan juga keluarganya memiliki kesan yang sangat baik bagi Jean.
"Baiklah kalau begitu aku tidak akan sopan." Adam mengambil kursinya dan duduk di seberang Jean dan disebelah Randalf, Jean kemudian memesan makanan.
"Sepertinya kamu sudah melepaskan semuanya." kata Adam tiba-tiba, Jean semenjak kematian orang tuanya sangat jarang tersenyum.
__ADS_1
"Yah kamu tau sendiri, tidak mungkin bagiku untuk terus bersedih." kata Jean sambil terus memakan makanannya,.
"Baguslah, itu baik untukmu. Lain kali datang berkunjunglah ke rumah keluargaku, ayah dan ibuku pasti akan menyambut."
"Oh ya, datanglah ke rumahku pada tanggal 27 juni bersama keluargamu." Jean tiba-tiba memikirkan keluarga Brown, dia tidak mau menyaksikan Adam dan keluarganya mati jadi dia memutuskan untuk menyelamatkan keluarga Brown dengan meminta mereka datang tepat 3 hari sebelum akhir zaman dimulai. Jean bukanlah orang suci yang mau menyelamatkan orang, hanya saja dia sedikit tidak rela hanya menonton orang terdekatnya mati.
Seingat Jean keluarga Adam musnah karena dibantai oleh salah satu musuh keluarga mereka yang memiliki kemampuan kecepatan tepat 10 hari setelah akhir zaman dimulai, kematian keluarga Brown cukup membuat heboh karena Adam adalah orang yang pertama kali mendirikan sebuah basis perlindungan untuk orang yang tidak terinfeksi, sangat jelas bahwa Adam adalah orang yang sangat baik. Jean memandang Adam dengan tatapan rumit.
'Mungkinkah ini adalah perasaan pemilik tubuh yang asli?' Jean tersadar ketika dia memiliki perasaan yang sedikit asing terhadap Adam. Jean dalam kehidupan masa lalunya bukanlah orang yang mengejar cinta, oleh karena itu dia merasa aneh ketika merasakan emosi pemilik asli tubuh ini terhadap Adam.
"Ya aku akan sampaikan undangan mu nanti pada orang tuaku."
"Tidak, kamu dan keluargamu harus datang ke rumahku atau aku akan marah padamu Adam." Jean berpura-pura mengancam Adam, Jean memutuskan untuk menyelamatkan Adam. Dia berpikir bahwa Adam merupakan karakter yang menyenangkan, jadi tidak ada salahnya jika ia berteman dengan Adam.
Adam kemudian tertawa mendengar ucapan Jean. "Baiklah, aku akan datang hamster kecil." Adam kemudian melarikan diri sebelum Jean memarahinya karena memanggilnya hamster.
"Merril, sepertinya kita tidak lama lagi akan menghadiri pernikahan seseorang." kata Randalf pada Merril.
"Ya, sepertinya kita harus bersiap-siap." balas Merril.
"Kalian akan menghadiri pernikahan siapa? Kenapa aku tidak mendapat undangan?" Tanya Jean dengan bingung, Randalf tersedak ketika mendengar pertanyaan Jean.
Setelah makan, Jean bersiap untuk kembali berkeliling mencari benih dan berhasil mengumpulkan lebih dari 50 jenis termasuk buah-buahan dan rempah-rempah di pusat kota. Jean kemudian pergi ke gudang penyimpanan yang terletak di pinggir kota untuk menyimpan semua benih di ruang secara diam-diam untuk diidentifikasikan oleh sistem.
"Akhirnya selesai." Jean kembali ke hotel saat langit sudah gelap dan memesan kamar terpisah untuk Merril dan Randalf.
Jean berbaring dan memeriksa handphone pemilik asli, dia mendapati beberapa pesan yang yang belum dibaca
"Jean, datanglah dan temui kakek dan nenekmu pada hari selasa." pesan tersebut dari bibinya, Lauren Barker dan kebetulan besok adalah hari selasa. Jean mencoba mencari ingatan pemilik asli mengenai keluarga besar Barker, dan mendapati bahwa pemilik asli tidak memiliki kesan yang baik terhadap bibi dan pamannya karena mereka berusaha mendapat saham milik ayahnya dan menganggap pemilik asli tidak kompeten.
"Satu lagi masalah." Jean mendesah panjang dan mengabaikan pesan bibinya seperti yang dilakukan pemilik asli sebelum-sebelumnya.
Keesokan paginya Jean terbangun pada pukul 7 pagi dan bersiap meninggalkan hotel.
"Paman, kita akan ke rumah utama hari ini." kata Jean dengan serius, Randalf kemudian mengangguk. Jean sebenarnya tidak suka datang ke rumah utama karena bibinya Lauren yang selalu saja mengoceh soal pembagian harta.
"Apa baik-baik saja untuk datang sepagi ini?" Merril tau soal keluarga besar Barker dan bagaimana paman dan bibi Jean memperlakukan Keluarga Jean.
__ADS_1
"Biarkan saja, lagipula kita diundang." Merril terdiam ketika mendengar ucapan Jean, dia tau betul bagaimana Lauren memperlakukan Jean. Mobil Jean melaju dan berhenti di sebuah mansion besar yang terletak di lingkungan mewah.