
Pria tersebut akhirnya berhenti memberi perlawanan dan duduk diam dengan patuh. Raes kemudian mengetahui nama pria itu adalah Rolland setelah ia berinisiatif bertanya. Adapun Jean, dia hanya tertidur dengan tenang tanpa mengetahui bahwa Rolland telah menyerah.
Setelah 2 jam perjalanan, mereka akhirnya sampai di basis penampungan kota N. Raes ingin membangunkan Jean tetapi dia tidak berani, dia kemudian meminta bantuan Olivia.
"Bagun!" Olivia menggoyangkan tubuh Jean, namun Jean tetap tertidur nyenyak.
"Kenapa orang ini bisa tertidur begitu nyenyak? Apakah dia tidak takut jika kita dirampok?!" Olivia segera jengkel karena Jean tidak kunjung bangun.
"Kakak Olivia, gunakan saja ini?" Liam menyerahkan chocolate mousse cake yang sengaja ia sembunyikan di tas miliknya.
"untuk apa?" Olivia tidak mengerti kenapa Liam memberikan sepotong cake.
"Dekatkan saja ke hidung kakak, dia akan bangun setelah itu." Jawab Liam.
Olivia merasa ragu, tetapi mengingat tidak ada pilihan lain maka dia harus mencoba cara ini.
"Oh- ini chocolate mousse cake." Jean mengenali bau ini, dia kemudian membuka matanya dan mengambil cake dari tangan Olivia dengan cepat.
Sudut mulut Olivia berkedut, dia merasa Jean sama sekali tidak memiliki citra sebagai seorang wanita.
"Kakak sangat menyukai cemilan, jadi Misael diam-diam memintaku menyimpannya di tas." Liam segera menjelaskan.
"Apakah kamu memiliki hidung anjing?" Jean tidak menjawab pertanyaan Olivia.
"Apakah kita sudah sampai?" Jean dengan melihat ke arah basis penampungan yang berada di depan.
"Jika kamu tidak bangun, aku khawatir kita akan berada di sini hingga malam." Olivia mencibir.
Jean dan kelompoknya segera memarkirkan mobil dan meninggal Toto di luar, terlalu mencolok membawa hewan mutan untuk masuk ke dalam basis penampungan, Jean juga tidak tahu apakah basis penampungan memperbolehkan hewan mutan masuk.
"Bisakah aku menunggu di luar saja?" Rolland sangat ketakutan ketika melihat mereka membawanya ke pos pemeriksaan.
"Sebaiknya kamu pasrah saja." Bisikan Raes pada Rolland.
"Pengguna kemampuan atau orang biasa?" Penjaga pos pemeriksaan bertanya pada Jean.
"Pengguna kemampuan." Jawab Jean.
__ADS_1
"Silakan isi formulir di sini." Penjaga pos memberikan formulir yang menanyakan nama, umur, dan kemampuan yang di miliki.
Jean hanya mengisi kemampuan ruangnya dan memilih tidak membongkar kemampuan petir yang nantinya dapat digunakan sebagai kartu truf. Hanya Olivia dan Rolland yang kemampuannya dimasukkan dengan jujur.
"Ini." Jean menyerahkan formulir tersebut. Penjaga tersenyum setelah membaca formulir dan meminta mereka mengeluarkan kemampuan untuk diuji kebenaran data.
"Kami memiliki area terpisah bagi pengguna kemampuan, ada tiga jenis gedung. Yang pertama gedung A, biaya masuknya 50 inti kristal putih perbulan, gedung B 30 inti kristal per bulan dan gedung C 10 inti kristal putih perbulan." Penjaga pos pemeriksaan melayani dengan ramah setelah mengetahui Jean adalah pengguna kemampuan.
"Gedung B untuk 2 kamar." Jean menyerahkan 60 inti kristal putih pada penjaga pos. Penjaga pos menatap inti kristal dengan serakah, sangat jarang baginya bertemu dengan pengungsi yang menyimpan banyak inti kristal.
"Silakan." Penjaga pos memberikan kunci yang disertai nomor kamar dan kemudian memperbolehkan Jean untuk masuk.
"Tunggu sebentar!" Penjaga pos tiba-tiba menghentikan mereka. Rolland menegang ketika penjaga mendekati dirinya.
"Ada apa? Apakah ada sesuatu?" Jean tidak panik sama sekali.
"Bisakah orang ini memperlihatkan wajahnya? Baru-baru ini pemimpin basis mengumumkan pencarian untuk buronan yang kabur dari basis." Penjaga menjelaskan alasannya.
"Maafkan aku, tetapi orang ini wajahnya menderita penyakit kulit jadi dia menutupi wajahnya dengan rambut karena takut dipermalukan." Rolland ingin menangis ketika mendengar alasan Jean. Tidak bisakah dia memberikan alasan lain?
"Oh.. Baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian lagi, sebaiknya kamu segera mencari obat untuknya, jika tidak kelompok kalian akan tertular." Penjaga itu menatap Rolland dengan jijik. Alasan Jean sebenarnya sangat masuk akal karena banyak orang tidak bisa membersihkan dirinya dengan air akibat air yang terkontaminasi oleh virus.
"Pergi ikuti pengungsi baru tersebut, aku mendapat sekelompok ikan gemuk yang pergi ke area gedung B, mereka memiliki inti kristal yang sepertinya lumayan banyak, juga mereka hanya berada di level satu dan dua."
Jean tidak tahu bahwa kelompoknya telah menjadi target seseorang. Ia memandang area luar yang dipenuhi pengungsi yang tidak memiliki kemampuan.
Tenda di luar tampaknya didirikan masing-masing oleh pengungsi sehingga sangat berantakan, banyak pengemis berkeliaran dan mencoba mendapat peruntungan, Jean bahkan melihat banyak orang yang sekarat.
"Sangat kumuh." Olivia merasa basis penampungan ini sangat buruk, bahkan lebih buruk dari basis penampungan kota J.
Beberapa wanita mengenakan pakaian minim sambil menggoda kelompok Jean, tetapi Jean tidak menghiraukannya.
"Aku merasa tempat ini mengerikan." Edwin berlindung dibalik tubuh Anthony dan Davin.
"Saudara John berapa lama kita akan tinggal di sini?" Tanya Nara, dia juga sebenarnya tidak tahan dengan tempat ini.
"Kita akan tinggal hingga aku menemukan keluarga Abby." Jean selalu memperhatikan sekitar, tetapi ada terlalu banyak pengungsi sehingga dia hanya bisa menyerahkan idenya untuk menemukan Abby dalam waktu satu hari.
__ADS_1
"Ayo kita pergi beristirahat terlebih dahulu." Jean merasa lelah setelah melakukan perjalanan seharian, dia ingin segera beristirahat.
'Tuan, beberapa orang sedang mengikuti mu dari jauh.' sistem segera memperingatkan Jean. Rasa kantuk Jean langsung menghilang setelah mendengar peringatan sistem.
"Kalian pergi saja dulu, aku akan mengatasi beberapa tikus di jalan." Sebelum mereka menolak, Jean sudah pergi terlebih dahulu.
"Ayo kita pergi secepat mungkin." Olivia mengambil alih kelompok dan bergegas masuk ke kamar yang telah Jean sewa.
"Sepertinya kami tidak perlu repot-repot mengetuk pintu." Dua orang pria muncul di hadapan Jean. Satu pria mengenakan armor silver yang menutupi tangan dan dadanya yang berasal dari kemampuan logam, sedangkan pria lain hanya membawa botol minuman.
Pria yang membawa botol minuman segera menumpahkan air ke tanah, air secara ajaib melayang di depannya.
Jean tersenyum meremehkan kedua pria itu, tampaknya keputusannya untuk menyembunyikan kemampuan aslinya memang benar.
Pria berkemampuan air menyerangnya terlebih dahulu dengan bola air, Jean dengan cepat menangkis serangan dengan katana miliknya. Pria itu terlihat jelek, dia tidak menyangka lawannya ternyata memiliki keahlian tersembunyi.
"Biar aku saja yang melawannya." Pria kemampuan logam menghentikan temannya, dia kali ini percaya diri dengan kemampuannya, dengan tubuh logamnya, akan sulit bagi Jean untuk membunuhnya.
Pria logam itu kemudian maju dan menyerang Jean, Jean menangkis serangan lawan dengan katana miliknya, pria itu memanfaatkan jarak yang begitu dekat dengan menendang tubuh Jean,sebelum tendangan pria logam mengenai tubuhnya, Jean dengan cepat mundur ke belakang.
"Lumayan, sudah lama aku belum menemukan target yang mampu menandingi kekuatanku." Pria logam itu tertawa setelah menemukan kesenangan dengan melawan Jean.
Para pengungsi terdekat telah melarikan diri setelah melihat pertempuran antara Jean dan pria logam, namun beberapa orang masih menonton dari kejauhan.
"Mau kabur?!" Pria logam berlari untuk menyusul Jean yang sedang mencari tempat sepi untuk membunuh pria logam dengan kemampuan petirnya.
Jean berhenti di sebuah lorong gelap di salah satu tempat kumuh di belakang gedung C. Pria logam dengan cepat menyusul Jean yang telah memasuki lorong dan diikuti oleh pengguna kemampuan air.
"Jeff aku merasa ini sedikit salah." Pria kemampuan air itu merasa Jean sengaja membimbing mereka pergi ke tempat sepi.
"Apa yang salah? Joseph tidak mungkin membohongi kita." Pria logam bernama Jeff telah sering merampok pendatang di basis penampungan, ia dan temannya Nielsen telah lama bekerja sama dengan Joseph yang mendaftarkan pendatang baru ke dalam basis.
"Tapi aku merasa salah kali ini."
"Biar aku saja yang melawannya, jika terjadi sesuatu di luar kendali, kamu segera kabur dan melaporkannya pada Joseph." Nielsen ingin menolak, tetapi Jeff telah memasuki lorong sendirian.
Nielsen menunggu dengan sabar, tetapi dia semakin merasa aneh karena dia tidak mendengar suara perkelahian lebih dari 5 menit.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak mencari temanmu?" Jean tiba-tiba muncul di belakang Nielsen. Tubuh Nielsen mendadak kaku, dia ingin segera kabur tetapi tubuhnya telah ditahan oleh Jean.