
Pada hari ke-3 setelah kiamat dimulai, listrik telah padam seluruhnya dan Jean bergantung pada panel surya yang telah dipasang, air juga tidak lagi mengalir. Jean kemudian terpaksa mengeluarkan air dari ruang dan memberitahu mereka bahwa ia memiliki kemampuan ganda. Jean juga telah menaikkan levelnya ke level 3, dan dia kini bisa mengeluarkan 3 petir sekaligus.
Pada hari ke-7 cuaca semakin panas bahkan mawar di kebun rumah Jean tidak mampu bertahan di cuaca ekstrem. Internet juga tidak bisa digunakan lagi.
"Nona, semakin hari cuaca semakin panas." Merril mengeluh ketika melihat mawar merahnya telah layu semua.
"Perhatian kepada seluruh masyarakat! Kami mendirikan penampungan bagi para pengungsi, yang terletak di Hotel Alston jalan XXX." Sebuah helikopter terlihat terbang rendah dan memberi pengumuman tentang pangkalan yang telah dibuka.
"Jean apakah itu benar?" Kakek Jean bertanya ketika melihat helikopter yang telah terbang ke arah timur.
"Tentu saja, tapi itu tidak akan senyaman tempat tinggal kita." Jawab Jean. Dia tidak menyangka pangkalan telah dibuka dan itu terletak di Hotel Alston. Apakah sebenarnya Jean salah membaca waktu itu? Seharusnya basis penampungan dibuat pertama kali oleh Adam.
"Kakak kapan aku mendapatkan hewan mutan?" Liam telah gelisah karena Jean tidak kunjung membawanya keluar untuk mencoba kemampuannya.
"Tunggu kamu mencapai level 2 maka aku akan membawamu pergi." Jean tidak berani membawa Liam yang masih belum menyentuh level 1. Liam kembali kecewa setelah mendengarnya.
"Aku akan pergi mengunjungi keluarga Brown, jadi jangan sampai ada yang keluar." Lanjut Jean, ia kemudian menggantikan pakaiannya dengan hoodie hitam yang menutupi kepalanya dan masker yang menyisakan mata dan dahinya yang terlihat, ia juga mengenakan celana longgar agar lebih terlihat seperti seorang pria.
Jean juga bermaksud untuk mengumpulkan kristal terlebih dahulu untuk pengubah suaranya.
"Tinggal 50 inti kristal putih lagi." Jean telah berhasil mengumpulkan 200 kristal putih dan 5 kristal kuning, dia tidak berencana menantang zombie level 4.
"Kakak kenapa kamu berpakaian seperti ini?" Misael bertanya, Randalf juga melihat Jean yang tidak dikenalinya lagi.
"Berbahaya untuk mengekspos identitas sebagai seorang wanita, jadi kakak menyamar." Jean memberikan alasan dibalik penyamarannya.
"Oke, hati-hati kak." Jean kemudian pergi sekali lagi dengan mengendari mobilnya ke arah selatan.
Selama perjalanan Jean berusaha menghindari zombie berlevel 4 ke atas, dan berhasil membunuh 20 zombie level 2.
Setelah berhasil mengumpulkan 200 inti kristal putih, 25 inti kristal kuning dan 1 kristal hijau. Jean kemudian membeli pengubah suara.
"Benarkah ini alat untuk pengubah suara?" Jean melihat kalung hitam dengan buah kalung berbentuk segitiga, dia merasa tidak yakin.
'Tentu saja, mana mungkin aku menipu.' Jean memilih percaya pada sistem lalu memakai kalung tersebut.
"Apakah aku seorang pria sekarang?" Suara Jean telah berubah sepenuhnya.
"Ini sangat keren." Jean tidak menyangka suaranya akan menjadi sangat jantan ketika berubah. Dengan begini dia perlu berpura-pura bisu di depan Emma.
Jean melanjutkan perjalanannya menuju rumah Adam. Jean sangat beruntung datang hari ini karena keluarga Brown sedang berkemas untuk pindah. Jean menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah Brown.
"Siapa kamu? Apakah kamu ada keperluan dengan keluarga Brown." Joe bertanya ketika melihat seseorang yang mengenakan pakaian sangat tertutup, dia sangat waspada.
"Joe ini aku." Jean membuka masker miliknya dan mematikan pengubah suara.
"Jean?" Joe kaget ketika melihat Jean, dia kemudian memperhatikan katana yang selalu Jean bawa. Jean juga merasa heran kenapa Joe bisa berada di rumah Adam.
"Apakah Adam ada di rumah?" Jean langsung bertanya.
"Sayangnya tuan Adam dan Kapten Lane sedang sibuk mengurus para pendatang di di basis penampungan." Jawab Joe. Jean terkejut sekali lagi, dia tidak tahu Lane ternyata bekerjasama dengan Adam, dalam novel hal tersebut tidak disebutkan. Setahu Jean, Lane menggantikan posisi Adam yang telah mati dan tidak ada penjelasan bahwa Lane telah bekerjasama sebelumnya.
"Lalu bagaimana dengan Nyonya Brown?"
"Nyonya Brown sedang menyortir barang untuk dibawa ke basis penampungan. Apakah nona Jean ingin bergabung juga?" Joe bertanya, akan sangat bagus jika Jean ikut bergabung dengan mereka.
"Tidak, aku ada keperluan dengan Adam jadi aku hanya ikut bersama kalian ke basis penampungan untuk menemuinya." Joe agak kecewa ketika mendengarnya.
"Jean apakah itu kamu?" Nyonya Brown melihat Jean sedang berbicara dengan bawahan Lane.
"Bibi, apa kabar?" Jean tersenyum.
"Bibi baik-baik saja, bagaimana denganmu? Apakah keluargamu baik-baik saja? Maafkan bibi karena melupakanmu, bocah nakal itu juga bahkan tidak mengingatmu." Nyonya Brown datang menghampiri Jean.
"Bibi keadaanku baik-baik saja, bahkan sangat baik. Apakah bibi akan tinggal di basis penampungan?" Jean melihat banyak barang yang akan dibawa.
"Ya bibi akan tinggal di sana mulai sekarang, ajak keluargamu untuk tinggal di basis penampungan, bibi akan meyakinkan Adam untuk menyediakan kamar eksklusif untuk keluargamu."
"Maaf bibi aku sepertinya tidak akan ikut, hari ini aku datang karena ada keperluan dengan Adam." Jean langsung menolak. Jika ia tinggal di penampungan akan sulit menjelaskan darimana asal persediaan yang ia peroleh.
"Baiklah bibi tidak akan memaksa, jika kamu membutuhkan bantuan datang saja ke penampungan, aku akan membuat bocah nakal itu untuk membantumu." Nyonya Brown tidak tahu dimana kepercayaan diri Jean berasal jadi dia tidak memaksa Jean untuk tinggal di pangkalan.
"Tentu. Apakah bibi butuh bantuan ku?" Jean melihat masih banyak barang yang akan diangkut ke dalam mobil militer.
__ADS_1
"Tidak perlu. Bagaimana bisa aku meminta seorang perempuan mengangkat beban berat seperti ini. Ada baiknya kamu ikut bibi untuk meminum teh sebentar." Nyonya Brown langsung menarik Jean untuk minum teh.
"Dimana kakek? Aku tidak melihatnya sedari tadi." Jean bertanya-tanya.
"Dia telah pergi bersama Adam karena dia ingin melihat kondisi penampungan secara langsung. Ngomong-ngomong kenapa kamu menyerahkan sebagian besar saham pada Ethan? Apakah kamu digertak oleh Lauren?" Tanya Nyonya Brown sambil menuangkan teh ke dalam cangkir Jean.
"Tidak, hanya saja aku mendapat firasat sebelumnya bahwa akan terjadi sesuatu yang di luar kendali jadi aku menyerahkan saham begitu saja pada Ethan, selain itu aku juga meminta kakek menjual sahamnya ketika mendengar wabah mengerikan yang telah menyerang negara B." Kata Jean yang dengan lancarnya berbohong.
"Apakah kamu peramal?" Nyonya Brown mencubit pipi Jean.
"Bukankah itu bagus? Kakek tidak perlu menangani hal-hal merepotkan di perusahaan lagi."
"Ya itu bagus jika tidak kakekmu akan terjebak di kantor seperti yang dialami oleh Adam, tapi syukurnya sahabat masa kecil Adam membantunya." Ternyata Lane berhubungan dengan Adam, tidak heran jika Lane bekerjasama dengan keluarga Brown.
"Aku sangat penasaran dengan keadaan di penampungan." Jane langsung mengubah topik pembicaraan.
"Ikut saja dengan bibi, jika kamu bersama bibi maka tidak perlu melakukan registrasi yang rumit." Ucap Nyonya Brown, Jane setuju untuk mengikuti mobil militer.
Setelah Joe dan 2 orang bawahan Lane yang lainnya selesai berkemas, mereka kemudian berangkat menuju Hotel Alston. Ada banyak antrian mobil di depan penampungan, namun Joe langsung mengambil jalur khusus yang disediakan untuk tamu penting. Tidak ada yang memprotes ketika mereka melihat mobil militer dan mobil off-road yang memasuki jalur khusus.
Jean memakai kembali penyamarannya ketika sampai di penampungan. Mobil tamu khusus diperbolehkan parkir di dalam, sedangkan mobil para pengungsi hanya diperbolehkan parkir di luar, itulah keistimewaan tamu khusus. Jean tidak menyangka akan menjadi salah satu tamu khusus.
"Jean kenapa kamu mengenakan pakaian yang mirip seperti pria?" Nyonya Brown merasa heran ketika melihat Jane mengenakan pakaian yang mirip seperti pria, begitu pun bawahan Lane.
"Bibi ini untuk berjaga-jaga supaya tidak ada pria cab*l yang melihatku dengan mata menjijikkan." Suara pria keluar dari mulut Jean, hal tersebut membuat mereka tertegun.
"Jean bagaimana kamu bisa mengubah suaramu?" Tanya Joe.
"Aku memiliki teknik untuk mengubah suara, jadi jangan panggil aku Jean tapi panggil aku John mulai sekarang." Nyonya Brown dan bawahan Lane tidak lagi bertanya.
"Je- maksudku John maukah kamu mengikuti kami untuk melapor pada kapten Lane? Kapten Lane juga perlu tahu." Joe tidak bisa membayangkan wajah terkejut Kaptennya ketika melihat penyamaran Jean yang sempurna. Jane kemudian mengikuti Joe yang menaiki lift menuju lantai paling atas.
"Dimana kapten berada?" Joe bertanya kepada salah satu bawahan Lane yang berada di koridor.
"Kapten saat ini sedang rapat bersama pemerintah setempat." Jawab lelaki itu.
"Dan ini siapa?" Lelaki itu memperhatikan Jean yang tampak mencurigakan sedang berdiri di samping Joe.
"Ini adalah teman Kapten Lane dan juga teman dekat Tuan Adam." Joe telah diberitahu Jean untuk tidak memberitahu identitasnya pada bawahan Lane yang tidak ikut melakukan pembersihan di Hotel Alston.
"Tidak perlu, aku bisa menunggu." Jawab Jean. Joe kemudian membawa Jean di kantor Adam yang tidak jauh dari ruang rapat.
"Nona jika perlu sesuatu panggil saja aku di luar, aku akan menunggu di pintu ruang rapat." Jean mengangguk, Joe kemudian keluar menyisakan Jean yang duduk santai di sofa.
"Aku beruntung memasuki basis penampungan sebagai tamu khusus, jika tidak bagaimana aku akan menyelesaikan masalah pemeriksaan tubuh?" Penglihatan Jean semakin diperkuat semenjak ia memasuki Level 3, ia dapat dengan mudahnya menyaksikan proses registrasi pengungsi dari lantai 20.
'Tuan tenang saja. Benda palsu di bagian bawah tersedia di toko jadi tuan tidak perlu khawatir.' kata sistem yang menyela pikiran Jean.
'Bagaimana kamu dengan mudahnya mengatakan hal-hal cab*l di depan tuanmu? Apakah kamu juga akan diam-diam memfoto tubuhku saat mandi lalu menjualnya pada pria cab*l?!''
'Tuan kamu terlalu narsis. Tubuhmu bahkan tidak memenuhi syarat sebagai model.' Sistem menyindir tubuh pendek Jean.
'Bagaimana bisa kamu menilai seperti itu? Jika aku melepaskan penyamaran ku, seorang pria buta bahkan akan kagum dengan kecantikan wajahku.' ucap Jean dengan bangga.
'Tuan kamu memang narsis! Bagaimana bisa orang buta melihat?' Jean berdebat dengan sistem sampai pintu terbuka dari luar.
"Jean?" Adam melihat Jean yang sedang duduk santai di sofa miliknya.
"Adam apakah kamu mengenaliku?" Jean masih mengenakan penyamaran.
"Tentu saja aku tahu, lagipula Joe sudah memberitahuku tadi." Adam masuk dan duduk di sofa, lalu menyalakan rokok. Jean kemudian melepaskan masker dan menonaktifkan pengubah suaranya.
"Ada apa? Setahuku kamu tidak pernah merokok." Jean memperhatikan Adam yang terlihat santai namun matanya mengkhianati wajahnya yang tenang.
"Beberapa pejabat tidak setuju jika aku menjadi pemimpin basis. Mereka terus berdebat sampai telingaku sakit mendengarnya." Adam bersandar dengan malas di sofa.
"Bagaimana dengan Kapten Lane?" Adam mendongak ketika Jean menyebut Lane.
"Dia masih berdebat di ruang rapat." Jawab Adam lalu menghisap rokoknya yang kedua kali dan membuangnya di asbak, dia tidak pernah kecanduan merokok, dia hanya menghisap rokok kecuali masalah perusahaan benar-benar membuatnya pusing.
"Mengapa kamu tidak menyerahkan posisi pemimpin pada Kapten Lane?"
"Dia tidak mau. Dia mengatakan ingin rendah hati tapi dia sama sekali tidak mau melepaskan baju tentaranya, lelaki busuk itu hanya tidak ingin menanggung beban."
__ADS_1
"Bagaimana kalian akan mengelola penampungan?" Tanya Jean dengan penasaran.
"Kami berencana meminta pengungsi membayar biaya masuk dengan persediaan dan jika mereka ingin tinggal di kamar hotel, mereka harus membayar biaya sewa per bulan dengan inti kristal. Adapun makanan, kami akan menyediakan sementara dan setelah itu terserah pengungsi untuk mencari cara memperolehnya. Kami hanya bertindak sebagai keamanan." Jawab Adam dengan jujur.
"Apakah kamu sudah membangunkan kemampuan?" Jean menebak bahwa Adam telah membangkitkan nya sehingga dia telah memikirkan metode pertukaran menggunakan inti kristal.
"Tentu saja, ini juga berkatmu." Adam menunjukkan api hitamnya pada Jane.
'Sistem, api apa ini? Aku tidak tahu akan ada jenis api seperti ini?' Jane sangat penasaran ketika melihat api yang tidak membakar tangan Adam.
'Ini adalah jenis api khusus, pria ini sangat beruntung mendapatkan api khusus tingkat yang paling tinggi.' Jane terkejut ketika mendengar sistem memuji kemampuan Adam.
"Apakah aku sedang mengganggu kalian?" Lane tiba-tiba muncul.
"Bagaimana? Apakah mereka masih belum menyerah?" Tanya Adam pada Lane.
"Tenang saja mereka berhenti berdebat ketika aku menyebut nama ayahku. Cukup jual saja nama ayahku mereka menjadi penurut." Ayah Lane merupakan Jendral sekaligus pemegang setengah kekuatan militer negara, jadi mustahil jika pejabat itu tidak takut.
"Jika ayahmu tahu dia mungkin akan menghukum mu." Kata Adam.
"Jika aku tidak menjual namanya lalu apa gunanya mempunyai ayah yang merupakan seorang Jendral?" Adam tidak melanjutkan pembicaraan karena ayah Lane merupakan topik sensitif bagi Lane.
"Nona Jean senang bertemu denganmu lagi. Aku tidak menyangka kamu adalah target sahabatku." Kata Lane dengan nada bercanda.
"Lane.. " Adam menatap Lane dengan tatapan peringatan. Lane kemudian duduk di samping Adam.
'Sistem apa maksudnya? Apakah Adam ingin membunuhku?' Jane sedikit panik ketika mendengar kata target.
'Mungkin saja.' sistem hanya memberikan jawaban samar yang membuat Jean sedikit waspada.
"Ngomong-ngomong kenapa kamu menyamar menjadi seorang pria?" Tanya Lane.
"Aku hanya berjaga-jaga agar aku tidak diganggu." Jawab Jean.
"Itu bagus. Beberapa hari sebelumnya aku sering melihat kasus dimana seorang wanita dipaksa melayani beberapa orang pria. Mereka mengambil kesempatan disaat seperti ini, sungguh menjijikkan." Kata Lane sambil menunjukkan ekspresi jijik.
"Jean jangan pernah melepaskan penyamaran mu jika berada di luar." Adam sedikit takut ketika mendengar apa yang baru saja Lane katakan.
"Tentu saja." Lagipula tujuan Jane mengenakan penyamaran adalah untuk menghindari nasib tragisnya.
"Aku akan pergi menemui bibi untuk membantunya. Sebenarnya aku ingin membantumu membangkitkan kemampuan, tapi sepertinya tidak perlu." Jane kembali mengenakan masker dan pengubah suaranya.
"Tunggu! Apakah kamu tidak ingin tinggal di basis?" Adam menghentikan Jean yang ingin keluar dari kantornya.
"Tidak perlu. Oh ya panggil aku John sekarang dan ini juga, kamu bisa menggunakannya untuk membeli persediaan padaku, aku akan menyiapkan persediaan berupa sayur dan daging seberapa banyak kamu minta. Juga aku hanya menerima inti kristal." Jane memberi logam berukir yang menandakan pelanggan khusus pada Adam. Adam merasa aneh ketika mendengar suara Jane yang telah berubah, begitu juga Lane.
"Benarkah? Lalu dimana aku bisa menemukanmu?" Adam bertanya.
"Kamu bisa menemukanku di rumah. Aku akan ada di sana. Apakah kamu memerlukan daftar harga?" Jane bertanya balik.
"Ya. Tapi bisakah kamu menerima pesanan yang banyak?"
"Tentu saja bisa, semakin banyak justru semakin bagus." Jane kemudian menyerahkan kertas yang berisi daftar harga pada Adam. Adam melihat daftar harga dan agak terkejut melihat harganya.
"Bisakah kamu mengurangi harganya?" Adam melihat harga beras yang harganya mencapai 10 kristal per kilo, jadi dia merasa itu agak mahal.
"Jika pembelian melebihi 300 kristal putih maka aku akan memberi diskon 10 persen." Kata Jean, dia sudah memperkirakan bahwa Adam akan meminta pengurangan harga.
"Itu terlalu sedikit. Orang biasa bahkan agak kesulitan membunuh zombie." Adam masih tidak puas dengan diskon 10 persen.
"20 persen, jika kamu masih tidak puas maka cari saja persediaan sendiri yang resikonya lebih besar." Jean tidak percaya Adam bahkan masih menawar setelah diberi diskon 10 persen.
'Berbisnis dengan seorang pengusaha memang menyusahkan! Dia bahkan lupa bahwa aku teman dekatnya.' Diam-diam Jean mengomel.
"Oke.. Oke, itu sudah cukup." Adam tersenyum ketika melihat Jean kesal.
"Kalau begitu aku pergi." Jean kemudian meninggalkan kantor Adam dan pergi mencari Nyonya Brown.
"Adam kamu sangat buruk, bagaimana bisa kamu menawar begitu sadis pada orang yang kamu incar?" Pantas saja dia masih sendiri, dia bahkan membuat wanita incarannya kesal, pikir Lane.
"Urusan pangkalan lebih penting." Adam masih belum menyadari betapa pentingnya interaksi dengan wanita.
"Dia bukan mitra bisnis yang biasa seperti yang kamu layani di perusahaan." Lane menepuk bahu Adam.
__ADS_1
"Tapi aku rasa sama saja." Kata Adam yang masih tidak tahu letak kesalahannya.
"Terserah, kamu akan tahu sendiri nanti." Lane menyerah menasehati seseorang berjiwa kapitalis seperti Adam.