Wear Apocalypse Book

Wear Apocalypse Book
25. Zombie wave


__ADS_3

Setelah selesai mengurus tokonya, Jean langsung pergi menuju kamar Olivia yang terletak di lantai 6.


"Perlu bantuan ku?" Melihat Olivia yang sedang berkemas membuat Jean sedikit kasihan.


"Tidak perlu." Olivia menjawab dengan datar, suasana hatinya sangat buruk sehingga dia tidak berniat berbicara sama sekali dengan Jean.


'Tuan ada apa denganmu? Apakah kamu tersambar petir sehingga membantu Olivia?' melihat Jean yang merasa kasihan dengan Olivia membuat sistem tidak mengerti, bukankah sebelumnya Jean menghindari Olivia?


'Aku merasa dia sedikit menyedihkan.' Jawab Jean dengan nada prihatin.


"Lalu dimana kamu akan tinggal setelah ini?" Jean sekali lagi bertanya.


"Aku akan tinggal di tenda. P*lacur itu mungkin sangat senang karena telah mengusirku." Olivia mengeram marah dengan nada penuh kebencian.


"Kamu tidak perlu membalas, itu akan sia-sia." Jean tidak mengerti mengapa Olivia bersikeras untuk mengganggu Emma.


"Aku tidak bisa tinggal diam melihat Emma mengendalikan Lane perlahan-lahan. Kamu juga melihatnya bukan? Kenapa kamu tidak memberitahu Lane?" Mendengar pertanyaan Olivia membuat Jean terdiam sesaat.


"Aku tahu kamu peduli dengan Lane, tetapi kamu juga tidak bisa membuat Lane langsung percaya denganmu." Jean masih berusaha menasehati Olivia.


"Maaf John, tapi aku tidak bisa. Kenapa kamu peduli denganku? Apakah kamu menyukaiku?" Olivia menatap Jean.


Jane : ....


'Sistem mengapa dia salah paham?"Jean sedikit panik.


'Aku rasa tuan memang membutuhkan benda palsu di bawah.' jawab sistem.


Melihat Jean terdiam, Olivia kemudian melanjutkan, "John kamu mengejar wanita lain saja, dengan kekayaanmu saat ini seharusnya banyak wanita yang mengejar mu, ka- kamu harusnya mengerti bahwa tidak mungkin kita bersama." Olivia menepuk bahu Jean dengan canggung, dia sudah tahu bahwa Jean akan membuka toko senjata bahkan bekerjasama dengan orang yang menyediakan bahan baku di restoran.


Jean tidak tahan untuk mencibir dalam hatinya, Siapa yang menyukaimu? Bahkan jika aku seorang pria sungguhan, aku tidak mungkin mengejar mu.


"Ya aku tahu, ini adalah sedikit biaya untukmu, jangan menolaknya." Jean menyerahkan 30 inti kristal putih ke tangan Olivia. Melihat betapa perhatiannya Jean terhadapnya membuat Olivia merasa bersalah, jika saja dia belum jatuh cinta dengan Lane, dia mungkin akan menerima Jean. Jika Jean tahu pemikiran Olivia, dia akan segera melarikan diri!


"Terimakasih John." Olivia menerima inti kristal itu dengan wajah tertekan.


"Kamu bisa menggunakannya untuk membangkitkan kemampuan, aku mendengar kabar dari Adam bahwa mereka tidak akan lama lagi membentuk tim yang terdiri dari orang biasa yang mempunyai kemampuan untuk membersihkan area sekitar basis dan menerbitkan misi bagi pengguna kemampuan, itu akan membantumu untuk mendapat hak istimewa menyewa kamar lagi." Jean menjelaskan.


Olivia mengangguk, dia tidak tahan dengan kebaikan Jean karena dia menolak perasaan Jean dengan kejam, jadi dia segera pergi setelah mendengar penjelasan Jean.


Wajah Emma terlihat iri ketika melihat Jean menyerahkan inti kristal putih pada Olivia dengan mudah, dia tidak mengerti mengapa Jean menyukai Olivia yang memiliki tempramen pemarah dan justru tidak menyukai dirinya.


Jika Jean tahu dengan pikiran Emma maka dia akan mengatakan "Gadis kamu terlalu banyak berpikir! Aku juga seorang wanita, Oke?? aku tidak mungkin menambah novel ini dengan genre Yuri!"


Emma tersenyum pada Jean ketika Jean melewati kamarnya sedangkan Jean hanya menatap Emma dengan tidak peduli, Emma langsung mengencangkan genggamannya ketika melihat ketidakpedulian Jean.

__ADS_1


"Kenapa begitu lama?" Tanya Adam.


"Aku membantu Olivia berkemas." Jean duduk di seberang meja Adam, selain itu Lane dan Noel juga ikut bergabung dengan mereka.


"Apakah dia merepotkan mu?" Lane menaikkan alisnya ketika tahu bahwa Jean dekat dengan Olivia.


"Sama sekali tidak, dia bahkan sudah berbaur dengan lingkungan barunya." Nada Jean sedikit menyindir tetapi Lane sama sekali tidak sadar.


"Lane, apakah kamu yakin untuk berhenti mengakomodasi para pengungsi? Bagaimana kalian akan menanganinya nanti?" Adam langsung mengalihkan pembicaraan.


"Sebenarnya ini pilihan yang sulit, kamu sendiri tahu bahwa jumlah personel tentara di kota J sudah berkurang banyak, kami tidak sanggup terus menerus mengakomodasi para pengungsi." Tersirat nada frustasi dari jawaban Lane.


"Lalu bagaimana kalian menangani kemarahan pengungsi nantinya?" Jean juga ikut bertanya.


"Aku berencana memberitahu para pengungsi soal fungsi inti kristal sebenarnya, lagipula cepat atau lambat orang-orang akan tahu manfaat inti kristal." Lane telah membuat keputusan.


"Tapi aku rasa itu tidak akan banyak membantu, pengungsi terlalu banyak bergantung dengan militer, sebagian besar dari mereka bahkan gemetaran saat melihat zombie." Adam terlihat skeptis dengan solusi yang Adam berikan.


"Oleh karena itu aku membutuhkan bantuan mu nanti." Lane menepuk bahu Adam, Adam tiba-tiba mendapat firasat buruk ketika mendengar ucapan Lane.


"Memangnya apa yang bisa aku bantu? Aku sudah tidak layak berdiri di antara para pejabat seperti kalian." Adam langsung menolak.


"Sebenarnya ini adalah kesempatan kita untuk menyingkirkan pemberontak di basis penampungan kita, aku sudah menyiapkan propaganda untuk menghasut para pengungsi." Bisik Lane dengan nada jahatnya, Jean langsung tertarik mendengar rencana Lane.


"Sebenarnya tidak ada, kamu akan membantuku untuk mencegah para pengungsi melakukan kekerasan di basis, dengan kemampuanmu yang telah mencapai level 5 akan membuat semuanya cepat terselesaikan." Kata Lane.


"Adam kamu telah mencapai level 5??" Jean merasa terkejut ketika mendengarnya, kenapa Adam naik level begitu cepat? Dia sendiri bahkan masih berada level 4.


"Dia adalah monster, dia hanya membutuhkan 1 inti kristal untuk membangkitkan kemampuannya jadi aku tidak heran dengan kecepatan ini." Lane langsung menjelaskan. Jean menatap Adam dengan iri.


"Aku bukan monster, hanya saja bakat milikku sangat baik." Adam menyangkal julukan monster yang Lane berikan.


Setelah menyelesaikan bisnisnya di pangkalan, Jean bersiap untuk pergi dan toko senjata miliknya sementara ditunda pembukaannya hingga pengungsi telah berhasil diredakan nanti.


Saat Jean bersiap keluar dari basis, dia tiba-tiba melihat seseorang yang dia kenali, yaitu Ethan dan keluarganya! Ethan memasuki basis bersama sekelompok orang dan sedang diperiksa oleh tentara yang menjaga gerbang.


"Permisi aku ingin bertanya, apakah kalian melihat keluarga Barker memasuki basis?" Lauren bertanya dengan tentara yang menjaga gerbang.


"Kami tidak tahu siapa keluarga Barker, jangan bertanya saat ini, lihatlah antrian di belakang kalian!" Tentara itu memandang Lauren dengan sinis dan terganggu dengan pertanyaan Lauren.


"Bu, kami akan mencari mereka dalam basis nanti." Ethan menghentikan ibunya yang ingin memarahi tentara, dia tidak ingin mendapat masalah. Lauren mendengus dengan marah, dia tidak pernah merasa terhina seperti ini.


Jean melihat semuanya dari jauh, dia tidak bermaksud menyapa mereka sama sekali, anggap saja dia tidak mengenali mereka. Adapun kakek dan neneknya, dia akan memberitahu mereka nanti.


Dalam perjalanan Jean merasa sedikit aneh, dia tidak melihat zombie dimana pun! Apakah dia melupakan sesuatu yang penting?? Jean mencoba untuk mengingat kejadian penting dalam novel.

__ADS_1


"Apakah kejadian itu??!!" Jean baru mengingat bahwa gelombang zombie akan terjadi setiap sebulan sekali, setelah gelombang zombie akan ada hujan turun yang sama dengan hujan saat kiamat tiba!!


"Gawat!!" Jean ingin memutar kembali ke dalam basis dan segera memberitahu Lane dan Adam, Dia segera menaikkan kecepatan mobil agar segera mencapai basis penampungan sebelum gelombang zombie dimulai.


Jean merasakan tanah bergetar, dia tidak berani melihat ke belakang sama sekali dan hanya fokus mengemudi dengan kecepatan penuh.


"Cepat tutup pintu gerbang!!!" Teriak Jean saat sampai ke basis, para pengungsi dan tentara menatap Jean dengan bingung.


"Apa yang kalian lakukan?! Cepat tutup pintu gerbang!!" Para tentara kemudian merasakan tanah bergetar dan sekumpulan besar zombie bergegas ke arah basis. Para tentara yang menjaga gerbang dengan panik menutup pintu.


"Apa yang terjadi?" Lane segera keluar dari gedung bersama Adam.


"Akan ada gelombang zombie, lebih baik kalian persiapkan personel untuk mengatasi gelombang zombie." Jawab Jean.


"Barnnet, Joe, Kalian siapkan personel dengan senjata terbaik!" Lane langsung memerintahkan mereka, mendengar jawaban Jean, dia tahu hal tersebut bukanlah hal yang baik.


"Baik kapten!!" Joe dan Barnnet bergegas menyiapkan personel dan senjata mereka.


Lane, Adam dan Jean kemudian naik ke pembatas tanpa halangan dan menyaksikan zombie yang telah mengepung basis, melihat dari jumlahnya, Lane langsung memperkirakan ada lebih dari 400 zombie.


"Bagaimana kita mengatasi gelombang zombie ini?" Lane merasakan sakit kepala melihat zombie yang hampir mendekati basis.


"Aku sarankan personel yang tidak memiliki kemampuan menangani zombie level 1 dan 2, sedangkan yang berada di atas level itu ditangani oleh pengguna kemampuan." Adam menyarankan.


Para pengungsi tampak panik, meskipun mereka tidak melihat kumpulan zombie tetapi mereka mampu menebak berapa banyak zombie yang berada di luar berkat getaran tanah.


Personel tentara telah dilengkapi senjata, baik senjata serbu maupun senjata berat, mereka naik ke pembatas dan menyaksikan jumlah zombie yang terus meningkat di penglihatan mereka.


"Tembak!!" Perintah Lane saat kumpulan zombie mencapai jarak 20 meter dari pangkalan.


Para pengungsi tampak ketakutan bahkan sebagian besar menangis karena baru pertama kali merasakan krisis yang hebat.


Jean menyaksikan zona tempur yang telah kacau, banyak zombie level 1 dan 2 mati akibat senjata, sedangkan level 3 ke atas yang telah memiliki kecerdasan bisa menghindari tembakan senjata. Para tentara membombardir para zombie hingga akhirnya menyisakan belasan zombie yang berada di level 3, 4 dan 5.


"Adam, John aku membutuhkan bantuan kalian kali ini." Ucap Lane. Adam dan Jean mengangguk setuju, mereka tidak bisa membiarkan pangkalan hancur akibat gelombang zombie.


"Hentikan tembakan!" Suara tembakan berhenti dan pangkalan kembali sunyi.


"Pengguna kemampuan maju!" Perintah Lane. Adam dan Jean maju bersama dengan Lane dan pengguna kemampuan lain yang berjumlah belasan orang.


Zombie di depan mereka meraung dengan marah dan bergegas ke arah mereka dengan kecepatan di luar batas manusia biasa. Jean menghadapi satu zombie level 3 yang menurutnya mudah ditangani, Jean kemudian mengeluarkan kemampuan listriknya dan mengepung zombie tersebut dengan keempat petir, zombie tersebut kemudian mati sekejap mata tanpa bisa menghindari petir Jean.


Seekor zombie di belakang Jean berusaha melukai Jean, namun mati hangus akibat kemampuan Adam.


"Berhati-hatilah!" Adam mendekati Jean dengan khawatir dan menyadari betapa cerobohnya Jean.

__ADS_1


__ADS_2